21 Oktober 2010

[211010.ID.BIZ] Aturan Impor Produk Tertentu Akan Diperpanjang

JAKARTA: Peraturan Menteri Perdagangan No.56/M-DAG/PER/12/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu kemungkinan besar akan diperpanjang sebagai langkah mengamankan pasar dalam negeri.


Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh mengatakan kebijakan tersebut cukup efektif dalam mengawasi kegiatan importasi produk tertentu, yakni elektronika, pakaian jadi, alas kaki, mainan anak-anak, serta makanan dan minuman.

“Salah satu langkah pengamanan pasar dengan mengefektifkan Permendag 56/2008, jadi kemungkinan besar akan kita perpanjang kebijakan itu,” katanya kepada Bisnis hari ini.

Selain itu, lanjutnya, terdapat instrumen pengamanan perdagangan yang bisa dimanfaatkan apabila ada lonjakan impor terus-menerus dalam jumlah besar dan dalam periode kenaikan tertentu.

Menurut Deddy, penggunaan instrumen perdagangan tersebut sangat dimungkinkan oleh WTO sepanjang ada kerugian yang ditimbulkan bagi industri dalam negeri atas lonjakan impor produk terkait.

“Kita akan lihat seberapa jauh peningkatannya dan seberapa lama periode kanaikan produk itu terlihat mencolok sehingga menjadi dasar yang kuat dalam mengenakan suatu tindakan,” ujarnya.

Dia menambahkan penggunaan instrumen perdagangan pada produk pakaian jadi yang masuk ke dalam negeri tersebut seharusnya berdasarkan pada kerugian yang diderita oleh industri dalam negeri.

Oleh karena itu, paparnya, pengenaan tindakan itu harus berdasarkan pada permohonan dari industri dalam negeri sebelum akhirnya ditindaklanjuti oleh Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) melalui langkah penyelidikan.

“Sepanjang tidak ada permohonan dari industri dalam negeri, tentu itu berarti industri dalam keadaan aman. Meskipun begitu, kami juga memantau lonjakan impornya, tetapi sangat penting juga kesadaran dari industri dalam negeri untuk mengajukan permohonan pengenaan tindakan pengamanan
perdagangan atas suatu produk,” katanya.
Sejauh ini, tutur Deddy, belum ada industri pakaian jadi di dalam negeri yang mengajukan petisi untuk dikenakan tindakan pengamanan atau antidumping.

“Yang ada baru dari industri tekstil untuk produk kain dan benang dari sejumlah negara yang diminta untuk dikenakan safeguard karena melonjak cukup signifikan dalam periode tertentu,” ungkapnya.(jha)

Sumber : Bisnis Indonesia, 17.10.10.

20 Oktober 2010

[201010.EN.SEA] Recovering In New Building Sector Gains Momentum

ONE question that has been posed countless times over the course of the year has been, "will the recovery in the market in 2010 be sustainable?"
Opinions on this matter vary depending on who you talk to. For Asian shipbuilders, however, they are very optimistic about the recovery in their market as newbuilding orders continue to grow. 
China’s largest shipping line, Cosco, and Taipei-based Evergreen Marine, a shipping line that had been very quiet on the newbuilding front when the last building frenzy gripped the container shipping sector, are both reported to be looking to invest large pots of money into new capacity, with expectations of a good year ahead in 2011. 
However, in the short term some carriers are not so optimistic. The world’s largest shipping company, Maersk Line, is now talking about cutting capacity in expectation of slowing demand in the current quarter, according to a report in our sister publication, the Hong Kong Shipping Gazette.

The active containership fleet has soared more than 20 per cent to 13.9 million TEU since January, Alphaliner recently reported. Meanwhile, the global idle fleet stands at a low point of 1.6 per cent in September compared to 11.6 per cent at the beginning of 2010. 
However, Alphaliner doubts whether the growth in demand will continue and predicts that idle boxships will increase in the fourth quarter as demand weakens for the winter season.
Although very few ships have been idled to date, carriers are said to be uncertain about the winter demand, particularly after a weaker-than-expected second half so far, said Alphaliner. 
The Paris-based consultancy group speculated that the idle fleet could rise from the current 220,000 TEU to 600,000 TEU and one million TEU by the year’s end. 
But despite a potential lull in vessel demand in the short term, carriers are exercising optimism on the future state of the market as newbuilding orders continue to come in. 
Source : SCM, 12.10.10.

[201010.ID.AIR] Indonesia : Riau Airlines Hentikan Usaha

PEKANBARU, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Riau Airlines menghentikan kegiatan usahanya karena tidak ada armada pesawat yang bisa dioperasikan menyusul krisis keuangan yang membelit perusahaan itu. 




Pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan, selama sebulan lebih Riau Airlines tidak lagi melayani penumpang, baik rute penerbangan domestik maupun internasional.

"Sudah sebulan lebih atau sejak pesawat Riau Airlines grounded, maskapai itu tidak lagi beroperasi," kata Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Ibnu Hasan, kepada ANTARA di Pekanbaru, Minggu (17/10/2010).

Dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, sedikitnya Riau Airlines melayani dua rute penerbangan masing-masing Pekanbaru-Tanjung Pinang dan Pekanbaru-Melaka, Malaysia, setelah tiga rute domestik lain ditutup karena ketiadaan armada.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua unit pesawat Riau Airlines jenis Fokker 50 milik Aero Century, perusahaan penyewa pesawat asal Amerika Serikat "di-grounded" pada 20 Agustus lalu, sedangkan satu unit pesawat yang sama milik maskapai itu tidak diizinkan terbang pada awal September 2010.


Ketiga pesawat yang masing-masing memiliki kapasitas 50 kursi penumpang itu harus menjalani inspeksi menyeluruh secara berkala oleh Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara (DSKU) Kemenhub sebelum dinyatakan laik terbang.


Aero Century sendiri dilaporkan telah membuktikan ancamannya dengan menarik dua unit pesawat yang disewakan pada pekan lalu, karena Riau Airlines selaku penyewa belum juga melunasi tunggakan sebesar Rp17 miliar.


District Manager Riau Airlines Pekanbaru, Rudie Beno Algerie, menolak memberikan penjelasan karena telah berhenti menjalankan usaha di Pekanbaru yang merupakan markas perusahaan itu. Sedangkan pihak manajemen perusahaan tersebut belum bersedia mengeluarkan penjelasan resmi terkait kondisi itu.


Sebelumnya perusahaan biro perjalanan di Riau yang selama ini menjadi mitra Riau Airlines, mulai mendesak maskapai itu untuk segera mengembalikan uang deposit yang dititipkan. "Biro-biro perjalanan yang menjadi anggota kita mulai mendesak Riau Airlines secepatnya mengembalikan
deposito," kata Sekretaris ASITA Riau, Ibnu Mas’ud, menyusul krisis keuangan yang membelit maskapai itu.


Sedikitnya terdapat 40 perusahaan dari 150 lebih biro perjalanan yang tergabung dalam ASITA Riau menitipkan uang deposit mereka berkisar antara Rp3 juta hingga Rp40 juta di perusahaan penerbangan itu. 



"Pengalaman buruk pada tiga perusahaan penerbangan sebelumnya yakni Pelangi, maskapai asal
Malaysia, kemudian Jatayu Airlines dan Linus Airways yang membawa lari deposit telah menjadi pelajaran berharga," kata Ibnu Mas'ud.


Sumber : Kompas, 17.10.10.

19 Oktober 2010

[191010.EN. SEA] Med Ports Rally, But Growth Slower Than Expected

MEDITERRANEAN ports did well in the first have of the year, but growth is slowing, according to Christine Cabau, senior vice president Asia, Mediterranean, Red Sea, Black Sea and Adriatic Lines for CMA CGM.


While the region did not do nearly so well as it did in its best-ever days in 2008, Ms Cabau pointed out that there were strong regional disparities and double-digit growth of the western Med in the run-up to 2008 was probably a thing of the past.

Speaking to London's Containerisation International's Informa Maritime Event's 3rd Annual Med Freight Conference in Barcelona, Ms Cabau said that volumes handled in the first half of this year were still more than 1.5 million TEU below those of 2008.

Dinesh Sharma, a senior consultant at UK-based Drewry Shipping Consultants. agreed. "I'm not certain the region is fully back on a growth track.

This year has seen massive restocking, a shift in the peak season and a much shorter peak season, which has pushed above average growth into the first half of the year. The third and fourth quarters of 2010 will show growth, but at a much slower pace."

Maersk Iberian sales chief Diego Perdones agreed. "Demand is volatile and extremely difficult to predict. Growth will be slower in 2011 than this year and then we expect it to be in the 7 - 8.5 per cent range up to 2015."

Ms Cabau said conditions will also vary geographically within the Mediterranean basin, with the eastern Mediterranean, Black Sea and North African sectors having the greatest promise, but also having the greatest problems, especially in the lack of infrastructure.

Ms Cabau suggested Mediterranean region's ports, terminals logistics companies and railroads to work together and exploit the intermodal hinterland opportunities as this could offer some cargo volume premiums for the ports.

Source : HKSG, 19.10.10.

[191010.ID.AIR] Indonesia : Riau Airlines Hentikan Usaha

PEKANBARU, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Riau Airlines menghentikan kegiatan usahanya karena tidak ada armada pesawat yang bisa dioperasikan menyusul krisis keuangan yang membelit perusahaan itu. Pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan, selama sebulan lebih Riau Airlines tidak lagi melayani penumpang, baik rute penerbangan domestik maupun internasional.


"Sudah sebulan lebih atau sejak pesawat Riau Airlines grounded, maskapai itu tidak lagi beroperasi," kata Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Ibnu Hasan, kepada ANTARA di Pekanbaru, Minggu (17/10/2010).

Dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, sedikitnya Riau Airlines melayani dua rute penerbangan masing-masing Pekanbaru-Tanjung Pinang dan Pekanbaru-Melaka, Malaysia, setelah tiga rute domestik lain ditutup karena
ketiadaan armada.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua unit pesawat Riau Airlines jenis Fokker 50 milik Aero Century, perusahaan penyewa pesawat asal Amerika Serikat "di-grounded" pada 20 Agustus lalu, sedangkan satu unit pesawat yang sama milik maskapai itu tidak diizinkan terbang pada awal September 2010.

Ketiga pesawat yang masing-masing memiliki kapasitas 50 kursi penumpang itu harus menjalani inspeksi menyeluruh secara berkala oleh Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara (DSKU) Kemenhub sebelum dinyatakan laik terbang.

Aero Century sendiri dilaporkan telah membuktikan ancamannya dengan menarik dua unit pesawat yang disewakan pada pekan lalu, karena Riau Airlines selaku penyewa belum juga melunasi tunggakan sebesar Rp17 miliar.

District Manager Riau Airlines Pekanbaru, Rudie Beno Algerie, menolak memberikan penjelasan karena telah berhenti menjalankan usaha di Pekanbaru yang merupakan markas perusahaan itu. Sedangkan pihak manajemen perusahaan tersebut belum bersedia mengeluarkan penjelasan resmi terkait kondisi itu.

Sebelumnya perusahaan biro perjalanan di Riau yang selama ini menjadi mitra Riau Airlines, mulai mendesak maskapai itu untuk segera mengembalikan uang deposit yang dititipkan. "Biro-biro perjalanan yang menjadi anggota kita mulai mendesak Riau Airlines secepatnya mengembalikan deposito," kata Sekretaris ASITA Riau, Ibnu Mas’ud, menyusul krisis

keuangan yang membelit maskapai itu. Sedikitnya terdapat 40 perusahaan dari 150 lebih biro perjalanan yang tergabung dalam ASITA Riau menitipkan uang deposit mereka berkisar antara Rp3 juta hingga Rp40 juta di perusahaan penerbangan itu.

"Pengalaman buruk pada tiga perusahaan penerbangan sebelumnya yakni Pelangi, maskapai asal Malaysia, kemudian Jatayu Airlines dan Linus Airways yang membawa lari deposit telah menjadi pelajaran berharga," kata Ibnu Mas'ud.

Sumber : Kompas, 17.10.10.

18 Oktober 2010

[181010.EN.SEA] CMA CGM Optimises New Victory Bridge Service

CMA CGM will launch its New Victory Bridge service linking North Europe to the US South Atlantic, Mexico and the US Gulf, on October 17th.


Launched in partnership with CSAV, this service previously operated in cooperation with MSC.
The New Victory Bridge service will deploy five 3,000 TEU vessels (three from CMA CGM, two from CSAV) and will strengthen CMA CGM's presence on the North Europe / Mexico / US trade lanes,

The service will offer new calls in Rotterdam and Miami, and the shortest transit times between North Europe and Mexico (Altamira - Antwerp in sixteen days) and between North Europe and the US South Atlantic (Bremerhaven to Charleston and Miami to Le Havre in nine days).

The rotation of the New Victory Bridge service will be: Le Havre > Antwerp > Rotterdam > Bremerhaven > Charleston > Miami > Vera Cruz > Altamira > Houston > Miami > Le Havre.
The ports of Savannah and Felixstowe, included in the previous rotation, will now be served through CMA CGM's Round The World and Liberty Bridge services.

Source : EFT, 15.10.10.
 

[181010.ID.SEA] Indonesia : Otoritas Pelabuhan Diluncurkan 1 Desember

JAKARTA: Kementerian Perhubungan menargetkan peluncuran otoritas pelabuhan (OP) di empat pelabuhan utama dilakukan serentak pada 1 Desember 2010.

Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Suwandi Saputro mengatakan saat ini pihaknya tengah menyamakan persepsi mengenai OP bersama dengan pihak Kementerian Negara BUMN.

"Masih dilakukan penyamaan persepsi, agar tidak ada masalah nantinya ketika OP ini sudah berjalan," jelasnya hari ini.

Selain pembahasan dengan Kemenneg BUMN, Suwandi menuturkan pihaknya juga akan melakukan sosialisasi mulai bulan depan tentang pembentukan OP, di Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Juanda (Surabaya), Menteri Perhubungan Freddy Numberi menuturkan pihaknya ingin agar pembentukan OP tidak terlalu lama, guna mengakomodir perintah UU Pelayaran No. 17/2008.

Pengesahan pembentukan OP resmi dinyatakan melalui penandatanganan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara E. E. Mangindaan No./2237.M.PAN-RB/10/2010 pada 7 Oktober 2010.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Sunaryo mengatakan pihaknya segera meluncurkan OP setelah menerima pengesahan mengenai organisasi dan tata kerja lembaga itu dari Kementerian PAN dan reformasi Briokrasi.(msb)

Sumber : Bisnis Indonesia, 17.10.10.