03 Agustus 2011

[030811.ID.BIZ] Blue Bird Investasi Teknologi Informasi Rp50 Miliar

JAKARTA: PT Blue Bird Group menghabiskan dana Rp50 miliar untuk pemasangan peranti GPS dan instalasi sistem dari server guna memaksimalkan layanan aplikasi Blue Bird Group Taxi Mobile Reservation for Blackberry.

Direktur Utama Blue Bird Group Purnomo Prawiro menargetkan frekuensi reservasi taksi meningkat hingga 20% setelah hari ini meluncurkan layanan reservasi melalui aplikasi smartphone Blackberry untuk area Jabodetabek.

"Sudah lebih dari 60.000 pelanggan sudah melakukan registrasi sejak diberlakukan uji coba aplikasi Blue Bird Taxi Mobile pada pertengahan Juli lalu," katanya dalam jumpa pers hari ini.

Menurut Purnomo, Blue Bird juga akan menambah jumlah armada taksi.  Rencananya, lanjut Purnomo, Blue Bird akan membeli 3.000 mobil baru dan diharapkan bisa beroperasi di Jabodetabek mulai akhir tahun ini. Purnomo menambahkan pihaknya membutuhkan Rp 160 juta untuk satu taksi baru.

"Kita juga sudah menyiapkan 100 taksi untuk mendukung lancarnya pelaksanaan SEA Games di Palembang November mendatang," ungkapnya.

Purnomo mengatakan sudah ada perbankan nasional yang bersedia mengucurkan pinjaman kredit guna pendanaan menambah armada. Menurutnya, Blue Bird memang secara berkala konsisten menambah jumlah armada sebagai bagian dari ekspansi bisnis.

"Peningkatan jumlah armada penting untuk mendukung peningkatan jumlah permintaan taksi yang kita harapkan semakin dimudahkan oleh layanan aplikasi reservasi melalui Blackberry," jelasnya.

Purnomo menambahkan Blue Bird Group meluncurkan mobile reservations bermula dari keinginanpersero untuk mengoptimalkan pelayanan dan kepuasan pelanggan.

"Kami tidak fokus pada target pendapatan, tapi berangkat dari target untuk memanjakan pelanggan," imbuhnya. (sut)

Sumber : Bisnis Indonesia, 02.08.11.

02 Agustus 2011

[020811.EN.SEA] World Container Shipping Recovery To Continue, But Slow Down This Year

THE world container shipping market is expected to see a slowdown in recovery this year, according to a report from the China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP), Xinhua reports.

The CFLP assessment falls into line with the recent forecast recently issued by the Chinese Academy of Sciences' Centre For Forecasting Science.

The report points out that demand in emerging markets will remain at a high level over the next five years. As port facilities continue to upgrade, the need for container shipping is still expected to grow and keep a steady upward track in 2012. But recovery of transpacific and Asia-Europe trades will be slow, while south east Asia, Australia, New Zealand, South Africa and Latin America trade lanes will enjoy a faster recovery.

As a large number of new ship orders were placed between 2003 and 2008, many newbuilds were deployed from 2005 to 2010, most of them mega-ships. Shrinking demand plus overcapacity has resulted in lower rates. The delivery of new vessels is expected to decrease in the next two years, helping to relieve the situation.

Zhang Yongfeng, writer of the report from Shanghai Maritime University, said that the carriers have rolled out a number of capacity control measures including shelving part of the ships, slow steaming, launching new lines and scrapping old ships. Capacity supply and demand is expected to remain rational this year.

Source : HKSG, 02.08.11.

[020811.ID.LAN] Proyek Rel Ganda Jakarta-Surabaya Terkendala Pembebasan Lahan

JAKARTA: Proyek pembangunan rel ganda kereta api barang rute Jakarta-Surabaya terhambat masalah pembebasan lahan termasuk persoalan pemindahan utilitas berupa pipa bawah tanah sepanjang 15 km milik PT Petrokimia Gresik.
 
Dirjen Perkeretaapiaan Tundjung Inderawan mengatakan pihaknya mendesak PT Petrokimia Gresik untuk melakukan pemindahan utilitas tersebut sampai akhir 2011.

“Mereka (PT Petrokimia Gresik) mengaku hanya mampu memindahkan pipa sepanjang 5 km dalam setahun. Tapi kami akan desak agar mereka bisa pindahkan pipa sepanjang 15 km sampai akhir tahun dan bersinergi dengan Kementerian BUMN,”katanya kepada Bisnis hari ini.

Menurut Tundjung, pemerintah akan membentuk tim asistensi lintas sektoral yang akan selesai pada akhir Juli.
Tim asistensi terdiri dari sejumlah kementerian,BUMN, serta instansi pemerintah lainnya seperti Kementerian Koordinator Perekonomian, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, PT Kereta Api, Badan Pertanahan Nasional, dan pemerintah daerah setempat.

“Sementara Ditjen Perkeretaapiaan Kementerian Perhubungan ditunjuk sebagai penanggung jawab proyek pembangunan rel ganda Jakarta-Surabaya. Selain itu, pemerintah akan membentuk tim Pokja untuk mengatasi permasalahan langsung di lapangan,” imbuhnya.

Proses pembebasan lahan, lanjut Tundjung, diharapkan rampung pada Juli 2012. Menurutnya, Badan Pertanahan Nasional telah ditunjuk sebagai penanggung jawab dan akan membuka rapat pembahasan pada awal Agustus tahun ini.(api)

Sumber : Bisnis Indonesia, 22.07.11.

01 Agustus 2011

[010811.EN.SEA] Somali-style Pirates Attack Seizes Second Ship Off West African Coast

WEST AFRICAN pirates, in a Somali-style attack common to east Africa, have hijacked an Italian tanker off Benin, the second tanker to be captured in the area in a matter of weeks.

West African piracy has been small scale, hit and run robberies and seldom if ever resulting in ship seizures for ransom as is common off east Africa.

In the latest incident, reported by Tanker Operator, pirates boarded the 40,000-ton tanker Bottiglieri in the Gulf of Guinea, officials in Benin and Italy confirmed.

Two of the 23 crew are Italians, the others are Filipino plus a Romanian, who was the vessel's master. Benin's navy said it was following the hijacked ship while Italy's foreign ministry liased with the Bottiglieri.

According to Italian sources, three pirates managed to board the ship 23 miles south of Cotonou, the economic capital of Benin. Italy stepped up its measures against piracy earlier this month by allowing vessels sailing through dangerous waters to use private security guards or soldiers for protection.

The Italian shipowners' association, Confitarma, has called for ships to carry armed guards after several attacks on Italian controlled vessels by Somali pirates.

A week earlier, armed gunmen seized the Greek 11,500-ton tanker Aegean Star off the coast of Benin, only to release the vessel and its crew two days later.

The Gulf of Guinea has become increasingly important for its potential energy reserves which have attracted international interests, according to the BBC.

For example, the US hopes to import about a quarter of its oil supplies from the region by 2015. West African coast guards have been receiving US training to combat growing maritime insecurity.

Source : HKSG, 01.08.11.

[010811.ID.BIZ] Bali Operasikan Bus Trans Sarbagita

DENPASAR: Bali segera mengoperasikan bus kota Trans Sarbagita yang menghubungkan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan yang merupakan bantuan pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan transportasi. Hari ini empat bus, dari 15 bus yang dijanjikan telah tiba di Denpasar.

Bus itu kini diparkir di di halaman Kantor Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali di Denpasar.
Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Pemprov Bali I Made Santha  mengatakan bus Trans Sarbagita  bantuan pemerintah pusat akan dikirim secara bertahap.

Saat ini nomor polisinya masih status Jakarta (B) pelat merah, karena pencabutan berkas di Polda Metro Jaya belum tuntas.

“Sekarang Kabid Teknik, Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Pemprop Bali,  sedang mengurus mutasi dari Polda Metrojaya ke Pemprov Bali,” ujarnya hari ini.

Secara resmi penyerahan bus itu telah dilakukan pada 20 Juli 2011 dari Departemen Kementerian Perhubungan kepada Wakil Gubernur Bali Anak Agung Puspayoga di Jakarta.

Santha menjelaskan, Bali mendapat jatah bantuan 15 buah bus yang ber-AC dengan kapasitas masing-masing 40 tempat duduk penumpang.

Setiap hari dijadwalkan empat bus tiba di Bali, sehingga paling lambat Jumat pekan ini ke-15 bus tersebut sudah tiba di Bali. Untuk operasionalnya, lanjut Santha,  ditargetkan paling lambat pekan ketiga atau keempat Agustus ini, karena pihaknya masih menyelesaikan administrasi balik nama dari Jakarta ke Bali.

"Kami sudah melakukan berkoordinasi dengan instansi terkait dan bila semua kelengkapan surat-surat sudah beres, paling lambat pekan ketiga atau keempat Agustus sudah bisa melayani trayek yang sudah disiapkan," papar Santha.

Santha menambahkan, bus Trans Sarbagita akan melayani tiga koridor yakni, koridor I trayeknya  dari Patung Catur Muka, Denpasar menuju Patung GWK (PP) Jimbaran, koridor II trayeknya Terminal Batubulan Gianyar menuju Nusa Dua (PP), dan koridor  III dari Jl. Gatot Subroto-Canggu-Bandara Ngurah Rai, Badung (PP).

"Bus Trans Sarbagita bukan barang instan, melainkan angkutan ini untuk menjawab kemacetan yang terjadi di sejumlah wilayah di Bali,”  kata Santha.

Karo Humas dan Protokol Pemprop Bali I Ketut Teneng mengatakan tarif angkutan bus Trans Sarbagita ini sangat terjangkau bagi masyarakat termasuk masyarakat kurang mampu. Teneng mengimbau warga yang melalui jalur-jalur tersebut agar menggunakan angkutan ini, karena selain nyaman juga dapat mengurangi kemacetan arus lalu lintas.

Masyarakat pengguna angkutan ini, kata Teneng, dijamin tidak akan sampai memerlukan waktu lama, karena setiap 15 menit dari satu halte ke halte lainnya bus sudah tiba dan hanya berhenti satu  menit untuk menaikkan penumpang," kata Teneng.(mmh)

Sumber : Bisnis Indonesia, 01.08.11.