12 September 2014

[120914.ID.BIZ] Chairman Ferrari Mundur, Bentrok Dengan CEO Fiat SpA

Bisnis.com, MILAN - Chairman Ferrari Luca Cordero di Montezemolo mengundurkan diri setelah 23 tahun memegang kemudi pabrikan mobil supercepat karena bentrok strategi dengan Sergio Marchionne, CEO induk Fiat SpA.

Montezemolo, 67, akan mengundurkan diri efektif 13 Oktober, demikian pernyataan Fiat yang berbasis di Turin, Italia, hari ini Kamis (11/9/2014).

Marchionne, yang telah menyatakan kekecewaan secara terbuka atas kinerja Ferrari di ajang Formula One, akan mengambil alih unit itu.

Pembahasan atas masa depan Ferrari dan potensi balap "menyebabkan kesalahpahaman yang menjadi jelas terlihat selama akhir pekan lalu," kata Marchionne dalam pernyataannya. "Saya ingin berterima kasih kepada Luca untuk semua yang telah ia lakukan untuk Fiat, Ferrari, dan bagi saya pribadi."

Perusahaan yang berbasis di Maranello, yang 90% sahamnya dimiliki oleh Fiat, adalah komponen kunci dari rencana Marchionne untuk memperluas dalam mobil mewah untuk lebih bersaing dengan Volkswagen AG, yang memiliki Lamborghini di antara merek high-end yang stabil .

Saham Fiat naik sebanyak 3% menjadi € 7,93 dan naik 2,2% pada pukul 9:44 di perdagangan Milan. Saham tersebut telah naik 33% tahun ini, nilai perusahaan berada di level €9,87 miliar (US$ 12,8 miliar).

Montezemolo, yang mengambil alih dari Ferrari pada 1991, ingin mempertahankan status otonom Ferrari, termasuk pembatasan penjualan sekitar 7.000 mobil per tahun untuk melestarikan daya tarik eksklusif merek.

Masalah ini membuat perselisihan dengan tujuan Marchionne memiliki Ferrari mendukung pergeseran Grup ke kelompok mobil kelas atas sebagai bagian dari merger Fiat dengan unit AS Chrysler Group LLC.

Montezemolo, yang juga menjabat sebagai chairman Fiat 2004-2010, bekerja sama dengan Marchionne setelah pengangkatannya satu dekade lalu untuk menghidupkan kembali produsen mobil itu dari ambang kebangkrutan. Chief Ferrari tidak diangkat ke dewan baru dari perusahaan gabungan, Fiat Chrysler Mobil NV.

Ketegangan antara Marchionne dan Montezemolo jelas terlihat pada akhir pekan lalu, ketika CEO Fiat mengkritik kinerja baru-baru tim Ferrari Formula Satu sebagai "tidak dapat diterima." Dia juga membawa masalah dengan komentar dari Montezemolo yang mengatakan untuk terus menjalankan merek itu, sembari menambahkan, "tidak sesuatu ada yang diperlukan."

Selama masa kepemimpinan Montezemolo ini, Ferrari mampu meningkatkan pendapatan 10 kali lipat karena penjualan lebih dari tiga kali lipat.

Tim balap Ferrari memenangkan kejuaraan Formula One pada 2000 setelah absen gelar selama 21 tahun, dan kemudian mengambil lima gelar berturut-turut di bawah pembalap Michael Schumacher.

Masa juara terakhir adalah pada 2008, ketika sukses meraih penghargaan tim terbaik. Namun, Montezemolo mengecam ketika Ferrari diintegrasikan ke Fiat Chrysler.

"Ferrari sekarang Amerika," yang merupakan "akhir dari sebuah era," kata Montezemolo kepada rekan dekat akhir pekan lalu, Il Corriere della Sera melaporkan September 8 surat kabar Italia Il Messaggero.

Selain itu, dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir bahwa ia mungkin akan dimanfaatkan untuk kepala Alitalia, maskapai Italia.

Sumber : Bisnis Indonesia, 11.09.14.

11 September 2014

[110914.EN.SEA] Update 2-CMA CGM Unveils 3-way Shipping Alliance In Efficiency Drive



By Gus Trompiz and Jonathan Saul

PARIS/LONDON, Sept 9 (Reuters) - French container shipping group CMA CGM has sealed an alliance with two rivals after a failed attempt to partner with bigger peers Maersk and Switzerland's MSC, vetoed by China earlier this year due to competition concerns.

CMA CGM said on Tuesday it had agreed a route-sharing alliance with China Shipping Container Lines Co Ltd (CSCL) and United Arab Shipping Co (UASC) to be known as Ocean Three in a bid to save costs on key container routes.

The shipping industry has been battling overcapacity linked to a glut of new vessels ordered during a boom period before the global financial crisis of 2007-2009, forcing operators to look for ways of becoming more efficient.

CMA CGM said the new alliance would cover routes between Asia and Europe, as well as Asia and North America.

It had planned a service-sharing alliance with Maersk Line and Mediterranean Shipping Co (MSC), but that collapsed in June following opposition from China's anti-trust authorities.

CMA CGM's new three-way deal would not need regulatory approval from China or the European Union as the partners would have less than 30 percent market share on Asia-Europe and Asia-Pacific routes, Vice Chairman Rodolphe Saade told Reuters.

However, it would need approval from the U.S. Federal Maritime Commission.

"It is going to be possible to implement the agreement very swiftly, with a launch planned for week 49, or early December," Saade said by telephone.

The alliance would have 20 percent market share for Asia-Europe trade and about 14 percent on Asia-Pacific routes, he said.

It will be competing against a two-way partnership that Maersk and MSC plan to launch early next year following the failure of the project with CMA CGM.

Maersk said in July its partnership with MSC would have a market share below 30 percent in routes between Asia and Europe.

FILLING BIG SHIPS

Like other alliances, the Ocean Three tie-up will aim to better fill larger ships and offer customers more frequent services to a wider range of port destinations.

"While the CMA CGM/UASC/CSCL setup is not necessarily a love relationship, that does not mean that the new alliance won't work well," Jan Tiedemann, a shipping analyst with consultancy Alphaliner, said.

"The three carriers could work together well, provided they find a way to manage and streamline day-to-day vessel and terminal operations," Tiedemann said.

The alliance will bring together 132 ships to serve Asia-Europe, Asia-Mediterranean, Transpacific and Asia-United States East Coast trade routes, and will combine vessel-sharing, slot-exchange and slot-charter agreements, CMA CGM said.

The French firm, which is owned by founder Jacques Saade and his family, is the world's third-largest container shipping firm by containers carried and fleet size, behind Maersk and MSC.

CMA CGM expects to generate significant savings from the alliance and above those it projected from the deal with Maersk and MSC, Rodolphe Saade said, declining to give any numbers.

Ocean Three would notably deploy large ships on the busy Asia-Europe route, while also giving priority to the partners' own port terminals, boosting traffic for CMA CGM's Terminal Link subsidiary, he added.

With freight rates still struggling to rebound, companies are betting on vessel-sharing to help reduce operating costs.

"For the big carriers ... it is almost not an option not to be in alliance ... as there is market consolidation going on," Tiedemann added.

Hapag-Lloyd and Compania SudAmericana de Vapores have agreed to form the world's fourth-largest container shipping group, a deal that sources said last week should win conditional approval from the European Union.

The creation of Ocean Three means all major Asia-Europe shipping firms are now part of vessel-sharing deals, potentially encouraging similar moves in other parts of the world, CMA CGM's Saade said.

"I think this phenomenon (of alliances) is going to grow. People talk a lot about east-west but we also have partnerships on north-south routes even if it's not yet on the same scale," Saade added. (Editing by Andrew Callus, David Holmes and Mark Potter).

Source : Reuters, 11.09.14.

[110914.ID.BIZ] Kereta Api COMMUTER Bulan Ini Layani Wilayah Jawa Tengah


Bisnis.com, SEMARANG -- PT Kereta Api Indonesia KAI (Persero) Daops IV Semarang bakal meluncurkan kereta commuter pada bulan ini dengan rute target okupansi 75%.

Manajer Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto mengatakan kereta commuter melayani rute perjalanan Gubug, Kabupaten Grobogan hingga Weleri Kabupaten Kendal dengan melewati Semarang Kota.

Menurutnya, rute tersebut menjadi jalur alternatif bagi penumpang dari dua kabupaten yang bekerja di Semarang.

“Peluncuran kereta komuter pada bulan ini. Layanan rute untuk memfasilitasi para pekerja yang bekerja di Semarang,” kata dia kepada Bisnis, Kamis (11/9/2014).

Jam operasional kereta tersebut, kata Suprapto, menyesuaikan dengan jam kerja para pekerja yakni pagi dan sore hari PP.

Menurutnya, selama ini para pekerja dari dua daerah tersebut mengeluhkan adanya keterlambatan transportasi angkutan umum karena terhambat macet.

Oleh karena itu, ujar Suprapto, banyak masyarakat menginginkan pengoperasian kereta dalam kota yang bisa menjadi transportasi alternatif dengan ketepatan jadwal waktu.

“Jadi kami optimis banyak pekerja beralih kepada kereta commuter. Jadwal kereta itu pasti tepat waktu, harapannya bisa menghemat waktu di jalan yang biasanya tersendat macet,” ujarnya.

Kereta itu akan melintasi Stasiun Gubug, Stasiun Tegowanu, Stasiun Alas Tua, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, dan berakhir ke arah barat di Stasiun Weleri.

Dia memaparkan KA Komuter merupakan kereta rel diesel (KRD) dengan daya angkut berkapasitas 140 penumpang.

Namun demikian, lanjut Suprapto, kereta tersebut mampu mengangkut 150% dari total tempat duduk yang tersedia.

“Karena banyak penumpang yang bisa berdiri. Dan daya tampung bisa lebih dari 100%,” paparnya.

Pihaknya optimis target okupansi penumpang pada peluncuran bulan ini mencapai 75%. Adapun harga tiket kereta dijual Rp20.000 per penumpang.

Sumber : Bisnis Indonesia, 11.09.14.


09 September 2014

[090914.EN.SEA] Panama Arrival Time Rules Change For Vessels Transitting Canal


OFFICIAL arrival times for ships qualified for the Panama Canal's JIT (Just-in-Time) Transit Service at the Panama Canal will be determined by new rules and not by the time they arrive at the sea buoys at either end of the canal.

Henceforth, vessels will be deemed to have "arrived" at when radio contact has been established and have been visually sighted by the Panama Canal Signal Station, reports GAC Hot Port News.

Or when the vessel has been identified on Canal Authority radar with its location, course and speed determined no further out to sea than eight nautical miles (13.6 kilometres).

At the time the vessel is sighted, specific instructions will be provided by the Signal Station regarding the vessel's arrival at the sea buoy and breakwater (if southbound), based on the pilot boarding time, said the report.

"It is imperative that vessels comply with the instructions provided by the ACP Signal Station to maintain their reservation and avoid transit delays or application of additional fees due to late arrival." said the canal authority.

For information about operations in the Panama Canal contact GAC-Wilford & McKay at gac-wilfordmckay.panama@gac.com.

Source : HKSG.

[090914.ID.BIZ] SKOTLANDIA Pilih Lepas Dari Inggeris Raya: Bencana Dahsyat Bagi Perekonomian Inggris


Bisnis.com, JAKARTA - Investor di dunia telah diperingatkan untuk menarik uang mereka keluar dari Inggris untuk melindungi diri terhadap dampak 'bencana' kemerdekaan Skotlandia.

Bank terbesar di Jepang, Nomura, memperingatkan poundsterling bisa terjun hingga 15% dalam pengambilan suara (voting) 'Ya' oleh warga SKotlandia untuk pilih lepas dari Inggris.

Hal itu muncul setelah David Cameron telah meminta para pemimpin bisnis untuk memperingatkan publik melawan terhadap kemerdekaan Skotlandia.

Perdana Menteri Inggris itu meminta para bos perusahaan pada acara di Downing Street tadi malam untuk 'menyoroti bahaya keluarnya Skotlandia dengan cara apapun yang kami bisa'.

Di antara mereka yang menghadiri resepsi semalam sekitar 10 orang termasuk Sir Richard Broadbent, ketua Tesco dan Baroness Brady, vice chairman West Ham United.

Salah satu kepala perusahaan mengatakan kepada Sky News: 'Perdana Menteri menekankan perlunya bagi kita untuk melakukan segala yang kami bisa selama sembilan hari ke depan untuk menjaga kesatuan bersama-sama. Dia ingin kita untuk menyoroti bahaya keluarnya Skotlandia dengan cara apapun yang kami bisa."

Kekhawatiran Cameron atas masa depan Inggris Raya setelah jajak pendapat YouGov akhir pekan ini menempatkan kampanye kemerdekaan untuk pertama kalinya -dengan 51 persen dari Skotlandia sekarang berencana untuk memilih pemisahan.

Setelah berita itu muncul, poundsterling jatuh ke level terendah dalam 10 bulan terhadap dolar.

Jordan Rochester, strategi valuta asing Namura, mengatakan: "Kita bisa melihat banyak uang ditarik dari investasi Inggris. Sterling bisa jatuh setidaknya 15% dalam skenario terburuk. Ini adalah saat yang menakutkan."

Russ Koesterich, kepala strategi investasi di pengelola dana terbesar di dunia, BlackRock, menambahkan: "Semua orang telah berfokus pada geopolitik, dengan isu-isu di Ukraina dan Timur Tengah ... tapi ini adalah satu hal yang mereka tidak melihat."

"Sampai sekarang ini tidak ada dalam radar dari banyak investor, tentu saja tidak di AS, dan jika itu orang menganggap orang ini tidak akan berlalu."

"Jika Ya suara berlalu, maka investor harus menerima ketidakpastian berkepanjangan untuk aset Inggris. '

Stephen Jen, kepala SLJ Makro Partners, mengatakan kepada Telegraph bahwa investor Asia tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi.

"Kami selalu menganggap Inggris akan tetap bersatu, tapi sekarang semuanya kita berpikir tentang Inggris telah tiba-tiba telah diuji."

Dia mengatakan situasi akan lebih buruk jika Skotlandia menolak untuk mengambil bagian utang Inggris, seperti Alex Salmond telah mengancam.

Meningkatnya ketidakpastian atas hasil referendum kemerdekaan pekan depan mungkin, sementara itu, telah mengetuk kepercayaan pengusaha terbesar Skotlandia di Skotlandia, menurut sebuah survei.

Studi prospek kerja Tenaga Kerja menyarankan bos perusahaan yang menunda mempekerjakan pekerja baru di tengah kekhawatiran atas kemerdekaan.

James Hick, managing director ManpowerGroup Solutions, mengatakan: "Inggris pasar pekerjaan telah mengalami ledakan belum pernah terjadi sebelumnya sejauh pada 2014, dengan penciptaan lapangan kerja memuncak pada tingkat tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1971."

Sumber: dailymail.co.uk – bisnis Indonesia, 09.09.14.

08 September 2014

[080914.EN.SEA] Global Box Ports To Handle 840 Million TEU by 2018 as New Players Spark Growth



THE combination of faster traffic growth and strong profit levels is attracting aggressive new players to enter the container terminal-operator business.

"Financial investors are particularly active at present, attracted by typical EBITA margins of between 20 per cent and 45 per cent," said Drewry analyst Neil Davidson.That means the world's container ports are to handle 840 million TEU a year by 2018, according to the 11th Global Container Terminal Operators Annual Review and Forecast by London's Drewry Maritime Research.

Projected throughput four years from now compares with 642 million TEU in 2013 and 674 million TEU projected for this year.

The 2018 projection is double the 2004 throughput figure of 363 million TEU with Africa and Greater China experiencing the most rapid growth, according to the report.

Overall, growth rates are expected to average an annual 5.6 per cent in the five years to 2018, compared with 3.4 per cent in 2013. That will boost average terminal use from 67 per cent today to 75 per cent in 2018, Drewry forecasts.

"The sector's strong financial performance and accelerating growth is encouraging new market entrants and renewed merger and acquisition activity in the container ports sector," said Mr Davidson.

Drewry has also added two companies to its league table of 24 terminal operators it considers to be global. Both China Merchants Holdings International (CMHI) and Bollore group have been growing aggressively. In the case of CMHI, further acquisitions are likely.

Other operators, such as Gulftainer and Yilport are also expanding rapidly and are challenging for inclusion in Drewry's league table. The composition of the top five players has changed little, except for new entrant China Merchants, is now in fifth place.

PSA again heads the table, by virtue of its scale and 20 per cent stake in Hutchison Port Holdings (HPH) which comes second. APM Terminals is third, followed by DP World.

Drewry said that by 2018, it expects both HPH and APM Terminals to be vying closely for the top spot in terms of capacity deployed.

Source : HKSG.

[080914.ID.BIZ] Pelabuhan Cilamaya : Kadin Tolak Jika Ganggu Produksi Migas


Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto tidak setuju dengan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, apabila harus menutup sebagian sumur minyak dan gas di kawasan itu.

"Saya tidak setuju jika dampaknya harus menutup sumur migas Blok Offshore North West Java . Pembangunan pelabuhan kan bisa diatur, sehingga tidak perlu menggangu produksi minyak," kata Suryo, Senin (8/9/2014).

Menurutnya, minyak dan gas merupakan sektor yang sangat penting, apalagi blok tersebut merupakan penghasil minyak nomor 4 nasional dengan 4.200 barel per hari dan ketujuh untuk produksi gas.

“Blok migas itu tidak boleh ditutup hanya demi melayani produsen otomotif. Tak perlu diganggu, tidak perlu ditutup," ujarnya.

Menurut Suryo, sebaiknya pelabuhan itu dipindahkan ke tempat lain. Pasalnya, dengan penutupan produksi blok tersebut, migas dan cadangannya yang sudah ditemukan tidak bisa diproduksi dan dimanfaatkan.

Jika pemerintah menggunakan perencanaan yang baik dan melihat kembali tata ruang wilayah itu, terlebih blok tersebut sudah berproduksi sejak 1971, tidak akan terjadi kekisruhan seperti saat ini.

"Saya kira, dengan perencanaan yang baik, tidak akan mengganggu sumur migas Pertamina," tegasnya.

Senada dengan Suryo, Poltak Sitanggang, Ketua Komite Tetap Energi dan Pertambangan Kadin Indonesia, menegaskan jika sampai produksi ONWJ ditutup, rakyat dan negara yang akan dirugikan karena kuota impor minyak akan bertambah.

Menurut Poltak, yang menjadi persoalan sebenarnya bukan hanya membangun pelabuhan yang akan menghentikan produksi minyak dan gas di Cilamaya, tetapi ada upaya terstruktur membuat negeri ini menjadi importir minyak.

"Kita punya sekitar 124 cekungan dan cadangan minyak. Kan cadangan terukur kita itu 9,3 miliar barel. Nah, sejak 1960, produksi migas kita itu masih 1,7 juta sampai 1,8 juta barel per hari. Sekarang produksi minyak kita bahkan turun dari 900.000 menjadi 800.000 barel per hari," ungkapnya.

Artinya, ada 900.000 barel yang harus diimpor per harinya. Tidak diproduksinya cadangan minyak tersebut, kata Poltak, merupakan kerjaan mafia yang telah terstruktur agar Indonesia tetap menjadi importir abadi. Dan para mafia minyak ini tetap mendapatkan keuntungan dari impor tersebut.

"Inilah kerja mafia yang saya bilang terstruktur. Caranya, seolah kondisi niaga migas aneh. Kita punya kekayaan alam, memproduksi minyak, dan menjual minyak ke luar negeri. Kemudian kita mengimpor dari luar negeri dalam jumlah besar dan mahal," ujarnya.

Indonesia mempunyai cadangan migas, tapi dibikin tidak memproduksi agar tetap menjadi importir abadi minyak. "Bayangkan saja, kalau 1 berel dapat 3 dolar per hari dari 900.000 barel. Berarti US$20 juta per hari dari kebutuhan impor minyak. Ini per hari. Jadi memang ini pola terstruktur," jelasnya.

Yang paling ironis dan paling jahat, tandas Poltak, adalah penutupan Blok ONWJ demi membangun pelabuhan dan melayani industri, terutama otomotif.

"Kita sudah punya produksi dan sumur, bukannya ditingkatkan malah mau distop. Jika kemudian kebutuhan dalam negeri tidak terpenuhi, teriak-teriak. Ini kejahatan mafia terstruktur. Tidak ada alasan untuk menutup ONWJ, karena amanat Pasal 33 UUD, bahwa bumi dan air yang terkandung di dalamnya dikuasai negara, digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujarnya.

Atas dasar itu, Poltak mengaku tidak setuju dengan pembangunan pelabuhan tersebut, yang akan semakin mengabadikan mafia minyak di negeri ini. "Ini pembodohan yang sudah mereka lakukan sejak 1970 sampai sekarang," katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 08.09.14.