28 November 2011

[281111.EN.SEA] Liner Marketing Strategy And How It Stacks Up With The Wider Supply Chain (part 1/2)

THE global economy is currently shrouded in a cloud of uncertainty and this is having flow on effects for the shipping industry. But even in this uncertain environment all links in the ocean transportation supply chain, bar the shipping lines, are continuing to make money.

Today in The Container Shipping Manager we will take a closer look at the various links in the global supply chain and see if we can find out why the carriers are losing money while other parts of the supply chain are seeing, at most, a reduction in profit.

Before we begin today’s analysis let’s take a look at the ocean transportation supply chain, as shown in the diagram below.

As we can see in the above illustration, there are many links in the ocean transportation supply chain from the port authorities to terminal operators to container shipping lines and international freight forwarders, and finally the beneficial cargo owners or shippers.

As noted, it is only the shipping lines that are not making money this year, with the exception of niche operators like Wan Hai and Samudera, both of which recently reported small third quarter profits. The rest of the shipping lines, however, are still trying to return to the black.

In order for us to gain a better understanding as to why the shipping lines are struggling more than other links in the supply chain we will look at the marketing strategies of the carriers in comparison to the wider ocean transportation supply chain.

To do this we will use world-renowned marketing guru, Michael Porter’s 4P marketing concept, which is now used by many maritime economists and marketing personnel.

By using this methodology we will see where the differences lie in marketing approaches to gain a better idea of why shipping lines are in the position they are in, in comparison to the other links in the chain. 


... to be continued (part 2/2)

Source : CSM, 10.11.11.

[281111.ID.BIZ] Jembatan Kutai Kertanegara Runtuh

BALIKPAPAN: Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan Kota Tenggarong dan Tenggarong seberang dengan bentang panjang sekitar 710 meter runtuh sore ini.


Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Sri Wahyuni mengatakan pihak kepolisian sudah turun di lapangan dan sedang mengidentifikasi penyebab runtuhnya jembatan. “Masih belum diketahui penyebabnya apa karena kami masih berkonsentrasi pada penyelamatan korban yang diduga sedang melintas ketika kejadian sedang berlangsung,” tuturnya ketika dihubungi Bisnis hari ini.

Sri mengatakan pihak kepolisian dan Tim SAR sedang melakukan pencarian korban runtuhnya jembatan tersebut. Dia mengatakan ada 4 korban yang sudah tidak bisa diselamatkan ketika sampai di rumah sakit karena kondisi tubuh yang lemas.

Jembatan yang didesain serupa dengan jembatan Golden Gate di San Fransisco tersebut, tambah Sri, memang baru berusia 10 tahun. Untuk itu, kajian teknis diperlukan untuk mengetahui penyebab runtuhnya jembatan yang dibangun dengan tujuan untuk mempermudah akses masyarakat Tenggarong menuju Tenggarong Seberang dan sebaliknya.(api)

Sumber : Bisnis Indonesia, 26.11.11.

27 November 2011

[271111.EN.SEA] Maersk Adds Fresh Layer Of Boxes, Making 7,450-TEUer Into 8,500 TEUer

Thursday, 24.Nov.2011, 00:39 (GMT+3)

DANISH shipping giant Maersk is to make eight of its 7,450 TEU ships into 8,500-TEU vessels by adding two extra layers of containers stowed forward of the accommodation block and raising the wheelhouse to see over the highest stacks.

DANISH shipping giant Maersk is to make eight of its 7,450 TEU ships into 8,500-TEU vessels by adding two extra layers of containers stowed forward of the accommodation block and raising the wheelhouse to see over the highest stacks.

But the report from Paris-based Alphaliner did not said whether the remaining eight SAM-MAX vessels would be retrofitted with an elevated wheelhouse and a 1,500 TEU capacity increase.

The upgrade is taking place at Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) Okpo yard at the outfitting berth with its first ship of Maersk Lota to be delivered and deployed on its Far East-ECSA route.

Source : SN-TR.

[271111.ID.BIZ] Gubernur Tolak Mendag Soal Ekspor Rotan

JAKARTA: Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah menolak keputusan pemerintah pusat yang akan menutup keran ekspor seluruh jenis rotan mulai 1 Januari 2012.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola menilai pemerintah pusat bertindak diskriminatif dan tidak adil terkait keputusan itu.

Menurutnya, larangan ekspor akan berdampak pada petani rotan karena hanya beberapa dari komoditas alam itu yang bisa terserap oleh industri mebel dalam negeri.

Berdasarkan Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia, industri mebel dalam negeri hanya menyerap paling banyak delapan jenis rotan, dari yang ada di Indonesia mencapai 300 jenis.

“Lebih banyak jenis dan jumlah rotan yang tidak dibeli oleh industri dalam negeri. Kecuali, pemerintah pusat mau menjadi penyangga rotan nasional, maka tidak ada yang dirugikan,” jelas Longki, siang ini.

Dia juga menuturkan jika pemerintah tetap mau menyetop ekspor rotan, maka harus ada program yang memfasilitasi pembangunan industri hulu termasuk di dalamnya adalah dukungan pemasaran di dalam dan luar negeri.

Sulteng merupakan penghasil rotan terbesar di Indonesia, dengan volume produksi pada 2007 sebanyak 5.210 m3, lalu meningkat menjadi 9.288 m3 pada 2008 dan 11.121m3 pada 2009, dan tahun lalu mengalami penurunan menjadi 4.581 m3.

Gubernur Sulteng pernah mengirim surat tertanggal 6 September 2011 dan 31 Oktober 2011 kepada Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang mengharapkan agar ekspor rotan terus dibuka.

“Saya sudah kirim surat dua kali ke menteri. [Sekarang] terserah beliau-beliau saja,” jelas Longki.

Dalam surat tertanggal 31 Oktober 2011, Longki meminta agar ekspor rotan dapat dilakukan di seluruh pelabuhan pabean.

Menurutnya, usaha primer kebanyakan dilakukan oleh UKM di daerah penghasil rotan, sehingga jika dibatasi pelabuhan mana saja yang boleh melakukan ekspor rotan hal itu justru akan menghambat pemasaran hasil produksi rotan daerah tertentu di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang mengatakan petani, pengumpul, dan pedagang rotan di daerahnya belum siap jika pemerintah pusat menutup keran ekspor rotan.

“Rotan di Kalteng, banyak untuk kebutuhan kerajinan dalam hal ini adalah anyaman. Karena itu, perlu kesiapan yang baik terlebih dahulu, terutama industri kreatif,” paparnya.

Teras menuturkan Kalimantan Tengah membutuhkan waktu sekitar setahun untuk melakukan persiapan jika pemerintah memang ingin menutup keran ekspor rotan.

Gubernur Kalteng juga pernah menyampaikan surat kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian di mana salah satu poin adalah meminta agar larangan ekspor rotan mentah dan setengah jadi ditunda dan dilaksanakan secara bertahap.

“Sejalan dengan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki potensi rotan dan industri kerajinan rotan guna mempersiapkan diri dan membuat regulasi yang diperlukan,” tulis Teras dalam surat itu.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menargetkan penutupan keran ekspor seluruh jenis rotan mulai berlaku 1 Januari 2012 seiring dengan hampir tuntasnya perumusan regulasi itu oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Kehutanan.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan pada 30 November 2012 diharapkan paket kebijakan mengenai larangan ekspor rotan sudah ditandatangani pihak terkait.

Kebijakan dari Kementerian Perdagangan adalah melarang ekspor seluruh jenis rotan, menetapkan sistem resi gudang, dan terkait dengan angkutan rotan antarpulau.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI) Julius Hoesan mengatakan pihaknya dan Kementerian Perdagangan belum pernah secara resmi berkomunikasi terkait larangan ekspor rotan. (ln)

Sumber : Bisnis Indonesia, 27.11.11.

26 November 2011

[261111.EN.SEA] More Upheaval At Cosco

Hong Kong: China Cosco Holdings Ltd. said Tuesday it has named Jiang Li Jun as president of the Hong Kong-listed company with immediate effect, replacing Zhang Liang, who resigned from the position due to other work arrangements.

Debt laden China Cosco, the publicly traded shipping line of state-owned China Ocean Shipping (Group) Co., which is listed in Hong Kong and Shanghai, said in a statement that Zhang confirmed he has no disagreement with the board and there is no matter relating to his resignation that needs to be brought to the attention of shareholders.
Zhang will remain as director of the company, it added.

Before the appointment, Jiang was the vice chairman and president of Singapore-listed Cosco Corp. (Singapore) Ltd. and deputy general manager of Hong Kong-based port operator COSCO Pacific Ltd.  

Source : STA, 23.11.11.

[261111.ID.BIZ] Kekayaan Pengusaha Batubara Indonesia Turun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kekayaan pengusaha batubara dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi Forbes mengalami penurunan. Kekayaan yang turun dari pengusaha batubara tak terlepas dari aksi jual beli saham. Meski begitu, bisnis batubara dan sawit (Crude Palm Oil/CPO) tetap menjadi penyumbang kekayaan terbesar sebagian dari 40 konglomerat ini.

Total kekayaan 40 orang terkaya Indonesia yang masuk dalam daftar itu mencapai 85,1 miliar dolar AS. Jumlah itu naik 19 persen dari tahun sebelumnya yang sekitar 70-an miliar dolar AS. Beberapa nama di daftar teratas masih didominasi nama lama. Ada juga nama yang tersingkir dari daftar karena mengalami penurunan kekayaan.

Tiga orang teratas di daftar terkaya masih ditempati para langganan, yakni pemilik perusahaan Djarum R Budi dan Michael Hartono dengan kekayaan sebesar 14 miliar dolar AS, orang nomor satu di Gudang Garam Susilo Wonowidjojo dengan harta 10 miliar dolar AS, dan pemilik Grup Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja dengan kekayaan 8 miliar dolar AS.

Forbes menghitung penghasilan menggunakan nilai saham per 15 November dan nilai tukar saat itu. Salah satu pengumpul kekayaan terbesar dari tambang mineral adalah Eka Tjipta. Dia mengendalikan bisnis sawit penghasil minyak goreng bermerek Filma melalui PT Sinar Mas Agro Resources. Bisnis lain Eka Tjipta adalah pulp, properti, dan perbankan.

Para 'pemain' lain di sawit adalah Martua Sitorus dengan kekayaan 3,2 miliar dolar AS dan pemilik Grup Salim Anthoni Salim, dan Putera Sampoerna melalui Sampoerna Agro yang yang menguasai sejumlah kebun kelapa sawit melalui putranya, Michael Sampoerna dengan harta 2,3 miliar dolar AS di peringkat kesembilan.

Fakta menarik lain adalah kekayaan para 'pemain' batubara yang turun pada tahun ini. Pengusaha dan juga Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berada di posisi 30 dengan harta 890 juta dolar AS. Posisi Ical, sapaan akrab Aburizal, melorot dari tahun sebelumnya yang ada di posisi sepuluh tahun lalu.

Beberapa nama orang kaya di 2010 ada yang raib di daftar tahun ini. Salah satunya pemilik Medco Energy yang juga bergerak di batubara Arifin dan Hilmi Panigoro. Dua bersaudara ini sebelumnya berada di peringkat 22 tahun lalu dengan kekayaan 985 juta dolar AS, namun tahun ini terlempar dari daftar.

Pengusaha batubara lainnya, Garibaldi Thohir berada di peringkat 18 dengan harta 1,3 miliar dolar AS. Boy, sapaan akrab Garibaldi, mengalami penurunan kekayaan. Tahun lalu, Presiden Direktur Adaro Energy yang bergerak di batubara ini berada di peringkat 15 dengan kekayaan 1,45 miliar dolar AS.

Sumber : Republika, 25.11.11.