08 Mei 2014

[080514.ID.BIZ] Tak Bisa Ekspor, Newmont Korbankan Karyawan

JAKARTA, KOMPAS.com - Ancaman bagi karyawan PT Newmont Nusa Tenggara. Perusahaan ini menyatakan, per Juni depan bakal merumahkan 80% atau 6.400 orang dari total 8.000 karyawan yang bergelut di operasi produksi areal tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat. Alasannya, kapasitas gudang penyimpanan 40.000 ton mineral olahan tanpa pemurnian (konsentrat) tembaga  sudah penuh.

Kondisi gudang penyimpanan yang membeludak itu adalah efek domino dari kegiatan ekspor perusahaan yang harus terhenti. Sebab, sejak Januari lalu, pemerintah melalui Kementerian Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang perusahaan tambang seperti Newmont Nusa Tenggara mengekspor konsentrat. Sehingga, perusahaan ini memilih mengurangi kegiatan operasi penambangan dahulu.

Secara tertulis, manajemen Newmont Nusa Tenggara telah mengeluarkan pernyataan resmi. "Pengurangan kegiatan ini tentu akan merugikan 8.000 karyawan dan kontraktor, serta ribuan orang lainnya di Sumbawa Barat yang pendapatannya bergantung pada kegiatan operasi Newmont," kata Martiono Hadianto, Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara, lewat siaran pers, Rabu (7/5/2014).

Memang, perumahan karyawan yang terdiri dari tenaga kerja dan kontraktor tersebut bersifat sementara hingga Newmont Nusa Tenggara mengantongi rekomendasi surat persetujuan ekspor (SPE) dari Kementerian ESDM. Namun, "Kalau hingga Desember nanti tidak ada perkembangan, manajemen bisa saja melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)," ungkap Nasruddin, Ketua Pimpinan Serikat Pekerja-Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) Newmont Nusa Tenggara.

Sekadar kilas balik, meskipun Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara mewajibkan kegiatan pemurnian mineral di dalam negeri paling lambat dilakukan 12 Januari 2014 kemarin, pemerintah masih memberikan kelonggaran bagi Newmont Nusa Tenggara untuk tetap bisa menjual konsentrat ke luar negeri hingga 2017 depan.

Kendati diperkenankan mengekspor konsentrat, hingga sekarang, perusahaan ini belum dapat merealisasikan fasilitas kelonggaran tersebut. Perusahaan ini masih terganjal beberapa peraturan dan persyaratan, seperti pungutan bea keluar dan komitmen pembangunan pabrik pemurnian (smelter) yang mahal.

Rekomendasi SPE menunggu evaluasi

Newmont Nusa Tenggara mengaku telah mencari solusi demi tetap mendukung rencana pemerintah meningkatkan nilai tambah tembaga dalam negeri. "Meskipun, di kontrak karya (KK) telah secara tegas menjamin hak-hak kami untuk mengekspor konsentrat tembaga, serta mengatur seluruh kewajiban pajak dan bea yang harus kami penuhi," ujar Martiono.

Salah satu upaya solusi itu adalah menggelar perjanjian jual-beli bersyarat dengan calon investor yang akan membangun smelter di dalam negeri. Selain itu, Newmont juga bersedia mendepositokan jaminan kesungguhan sebesar US$ 25 juta sebagai komitmen untuk merealisasikan pembangunan smelter. Tapi, solusi ini belum membuahkan hasil.

Sementara itu, Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, telah menerima laporan dari Newmont Nusa Tenggara terkait rencana perusahaan asal Amerika Serikat ini mengurangi kegiatan produksi. "Upaya yang kami lakukan, ya, segera memproses izin ekspor," kata dia.

Sukhyar menambahkan, Kementerian ESDM belum bisa memberikan rekomendasi SPE karena masih menunggu hasil evaluasi tim independen terkait komitmen pembangunan smelter. Tak kalah penting, kementerian juga masih membahas rencana penurunan tarif bea keluar secara lintas sektor. (Muhammad Yazid)

Sumber : Kompas, 08.05.14.

07 Mei 2014

[070514.EN.BIZ] Indonesia Prospects Brighten As Poll Predicts 5.6pc GDP Growth

INDONESIA's economic prospects appear to be brightening as inflation slows and a Reuters poll shows expectations of a 5.6 per cent increase in GDP growth.

"We are looking for a 1Q real GDP growth print of 5.6 per cent year-on-year, driven by a combination of weak investment growth but resilient private consumption spending, thanks to pre-election spending," Credit Suisse said in a research note.

Exports rose 1.24 per cent from a year earlier, bolstered by stronger palm oil shipments and demand from China and Japan. The median forecast of analysts was for a drop of 1.3 per cent. Imports fell 2.34 per cent.

Source : HKSG.

[070514.ID.BIZ] Pertamina & PGN Ditunjuk sebagai Pelaksana Penugasan SPBG

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ditunjuk sebagai badan usaha pelaksana penugasan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar gas untuk transportasi lain.

Penunjukan tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2435 K/15/MEM/2014 dan Kepmen ESDM No 2436 K/15/MEM/2014 yang diteken Jero Wacik pada 23 April 2014.

Jero Wacik mengatakan bila aturan ini merupakan pelaksanaan Peraturan Menteri ESDM No 8 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Gas Untuk Transportasi Jalan.  

Menurutnya, berdasarkan ketetapan ini, maka Pertamina mendapat tugas membangun 22 SPBG CNG dan 7 mobile refueling unit (MRU) beserta infrastruktur pendukungnya di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah pada 2014.

“Pertamina juga bertugas dalam penyediaan dan pendistribusian bahan bakar gas berupa CNG untuk transportasi jalan di SPBG yang akan dibangun dan ditambah dengan SPBG eksisting sejumlah 23 unit di DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur,” seperti dikutip dari Ditjen Migas Kementerian ESDM, Selasa (6/5/2014).

Pembangunan SPBG CNG dan infrastruktur ini selain menggunakan dana Pertamina juga menggunakan dana Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN).

Rinciannya, APBN 2014 untuk membangun 10 SPBG CNG dan 7 MRU beserta infrastruktur pendukungnya, sedangkan dana Pertamina untuk membangun 12 SPBG CNG.

Sementara itu, PGN mendapat penugasan untuk membangun 12 SPBG CNG  dan 2 MRU beserta infrastruktur pendukungnya di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Riau pada 2014.

Selain itu, PGN juga bertanggungjawab dalam penyediaan dan pendistribusian bahan bakar gas berupa CNG untuk transportasi jalan meliputi SPBG CNG eksisting berupa 1 SPBG CNG dan 1 MRU beserta infrastruktur pendukungnya di DKI Jakarta.

Namun, khusus soal alokasi gas bumi oleh PT Pertamina dan PT PGN tersebut dapat disesuaikan berdasarkan realisasi volume penyediaan dan pendistribusian bahan bakar gas berupa CNG.

Menteri ESDM juga telah memerintahkan SKK Migas untuk menyiapkan alokasi gas bumi tersebut, termasuk menyiapkan penyesuaian alokasi gas bumi berdasarkan realisasi volume gas bumi.

Alokasi Gas Bumi 2014 – 2019 (MMscfd)
Provinsi                                  Pertamina      PGN
DKI Jakarta, Jabar, Banten   24                    7,5
Jateng                                     1                      -
Jatim                                       10,2                 2
Sumsel                                    1,5                   -
Kaltim                                     1                      -
Riau                                        -                       1
Total                                       37,7                 10,5

Sumber: Kementerian ESDM

05 Mei 2014

[050514.EN.SEA] Manila's ICTSI Wins Bid To Build US$509 Million Box Dock in Melbourne

MANILA's International Container Terminal Services Inc (ICTSI) have signed a contract to design, build, operate, maintain and finance a A$550 million (US$509 million) container terminal at the Webb Dock in Melbourne.

ICTSI and Anglo Ports, through its Australian unit, Victoria International Container Terminal Limited (VICTL), have signed a contract with the Port of Melbourne Corporation as part of its A$1.6 billion Port Capacity Project.

VICTL, which will be able to handle 8,000 TEU ships, is 90 per cent owned by ICTSI alongside its Australian partner, Anglo Ports Pty Limited.

Anglo Ports chief Richard Setchell is the former chairman and CEO of P&O Ports worldwide, and brings a wealth of strategic operational experience, said the ICTSI release.

"The Anglo Ports team of port and shipping experts are recognised globally for their proven track record in managing and operating container terminals and other marine facilities," it said.

The contract grants VICTL the rights to design, build and operate the new terminal at Webb Dock and design, build and operate the new, on-port empty container park at Webb Dock East.

Phase 1, to be ready by 2017, will have one berth of 330 metres with three postpanamax cranes, 23.7 hectares of off-dock area with automated operations from the gate to the quay to handle a capacity of 350,000 TEU.

Construction starts late this year. A second phase, to open in 2018, will deliver an additional two postpanamax cranes on a second 330-metre berth.

At full build out, the 35.4-hectare terminal will have six postpanamax cranes on 660 metres of berth, and will be able to handle up to 1.4 million TEU annually, with the empty container park's capacity rising to 280,000 TEU.

Said ICTSI Asia-Pacific chief Christian Gonzalez: "This new concession represents a major milestone for ICTSI. It is a premier project in a country that is considered to be a leader in infrastructure development." 


Source : HKSG.

[050514.ID.BIZ] Pertumbuhan Ekonomi: ASEAN Bakal Tercepat, Indonesia Ke-2


Bisnis.com,JAKARTA - Hasil studi global terhadap para pemimpin bisnis yang disusun oleh Nikkei Asian Review, mengungkapkan  48% dari pemimpin negara di kawasan Barat percaya  kawasan Asia Tenggara akan mengalami pertumbuhan ekonomi paling pesat dibanding kawasan lainnya dalam beberapa tahun mendatang.

Para pemimpin bisnis dunia juga menyadari pentingnya kawasan Asia. Dari 10 negara yang diyakini para pemimpin bisnis global akan meningkat pengaruhnya terhadap ekonomi global di masa datang, 5 di antaranya berasal dari Asia, yakni Tiongkok, India, Jepang, Hongkong dan Singapura. Sementara, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara kedua, setelah Singapura.

Pertumbuhan Ekonomi negara Asean+6 (2014-2018)
Negara                 Pertumbuhan
1. Indonesia       6%
2.Filipina             5,8%
3. Malaysia         5,1%
4. Thailand         4,9%
5. Singapura      3,3%
Sumber: OECD

Namun demikian, survei tersebut memperlihatkan pula bahwa 63% dari pemimpin bisnis di negara Barat percaya bahwa mereka kurang memiliki informasi yang dibutuhkan agar dapat memanfaatkan peluang bisnis di Asia.
Di sisi lain, 57% pemimpin di negara Barat berpendapat bahwa pengusaha lokal lebih mampu mengembangkan bisnisnya di negaranya sendiri.

Di samping itu, 50% dari pemimpin di negara Barat yakin tentang sulitnya mempekerjakan orang yang tepat untuk ditempatkan di pasar Asia. Ini menunjukkan bahwa dunia usaha tidak dapat menemukan pekerja dengan talenta tertentu yang cocok untuk bekerja di kawasan Asia. 

Hasil tersebut menunjukkan bahwa para pemimpin mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat dengan berbekal sumber informasi yang dipercaya. Mereka tidak dapat secara efisien mengakses pengetahuan setempat dan membangun koneksi lokal. 

Survei ini dilakukan Nikkei Asian Review bekerja sama dengan Edelman Berland, sebuah firma global di bidang penelitian pasar dengan layanan menyeluruh. Edelman Berland mewawancarai 1.000 pemimpin bisnis global melalui survei kuantitatif online.


Sumber : Bisnis Indonesia, 04.05.14.

04 Mei 2014

[040514.EN.SEA] Cosco, Ports America, APMT, ICTSI and PE Firms Bid For Piraeus Port

CHINA's Cosco Group has expressed interest in purchasing most of the 67 per cent stake in the Greek Port of Piraeus (OLP) in competition with five others bidders in an exercise to conclude by the end of the year.

Five bids have come in from Ports America, Maersk unit APM Terminals, private equity firm Cartesian Capital Group, Manila's ICTS and investment company Utilico Emerging Markets Limited.
Cosco Pacific has upgraded two of the port's piers five years ago. It has since pledged another EUR230 million (US$313.8 million) for capacity expansion over seven years in return for exemption from fees paid to state-owned OLP port.

Piraeus has continued to grow volumes 15 per cent to 3.1 million TEU in 2013, increasing net profit 12 per cent to EUR8 million during this fiscal year.

The asset sale of the state-owned port adds to a trend of picking Chinese-backed bids following its latest development of a prime waterfront property at the former Athens airport Hellenikon, said Greece's privatisation agency.

The sale will contribute to Greece's EUR240 billion bail-out which has been made possible by foreign investment from China, Russia, US and the EU. Since the first EU/IMF bailout mid-2010, it has signed deals worth EUR4.9 billion but has raised only EUR2.7 million.

By privatisation of the country's railway operator TRAINOSE, rolling stock company ROSCO and some regional airports, among other assets, it aims to raise revenues of EUR1.5 billion. It has put up its second biggest port of Thessaloniki for sale with a deadline of June 5 for non-binding bids.

Source : HKSG.


[040514.ID.BIZ] Bandara KUALANAMU: Asperindo vs Angkasa Pura II, Ribut Urusan Kargo

Bisnis.com,  MEDAN - Pemberlakuan kargo lini 2 di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang ditunda hingga pertengahan Mei 2014, dari jadwal seharusnya 1 Mei 2014. Pasalnya, rencana ini mendapatkan protes dari Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumut.

Wakil Ketua Umum Kadin Sumut Bidang Logistik Khairul Mahalli menuturkan, penundaan tersebut diperlukan mengingat belum ada kesepakatan antara Angkasa Pura II terhadap keberatan yang diajukan Asperindo.

"Kami berharap persoalan ini cepat selesai, karena pemberlakuan lini 2 di terminal kargo sangat penting terutama untuk keamanan dan keselamatan penerbangan. Lini 2 merupakan lokasi seleksi, sementara lini 1 seharusnya sudah steril bagi barang-barang yang siap dimasukkan ke pesawat," ujar Khairul kepada Bisnis, Minggu (4/5/2014).

Adapun, Khairul menilai pemberlakuan lini 2 oleh AP II sudah sesuai dengan prosedur dan regulasi dari Kementerian Perhubungan. Pemberlakuan ini dia nilai mampu membenahi prosedur pengangkutan udara yang selama ini kurang terkendali sejak masih berada di Bandara Polonia.

Tak hanya itu, pembukaan beberapa rute penerbangan internasional pada awal tahun ini dari Kualanamu juga membutuhkan kepastian keamanan dan keselamatan penerbangan yang lebih tinggi.
"Maskapai penerbangan tentu tidak mau ke Kualanamu jika tidak aman. Ini penting bagi Kualanamu untuk jangka panjang. Jangan hanya melihat secara jangka pendek saja. Negosiasi harus dipercepat," tambahnya.

Lini 2 Picu Biaya Kargo

Ketua Asperindo Sumut Eka Tarigan mengklaim, pemberlakukan kargo lini 2 mengakibatkan peningkatan biaya hingga 43,75%. Adapun tarif pergudangan sebelumnya Rp800 per kg, tapi dengan pemberlakuan tersebut, tarif meningkat hingga Rp1.150 per kg.

Selain itu, Asperindo Sumut keberatan terhadap proses waktu yang dibutuhkan karena semakin lama. Eka merinci, saat pengambilan barang dilakukan di lini 1, hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Namun, dengan perpindahan ke lini 2, proses pengambilan barang menjadi 5 jam.

"Permintaan kami, tidak masalah harus mengambil di lini 2, asalkan biayanya tetap. Prosesnya juga jangan malah tambah lama, atau kembalikan ke posisi semula," ucap Eka.

Tarif yang diberlakukan sebelumnya oleh AP II terhadap perusahaan jasa dikenakan Rp800+PPN 10%+Administrasi Rp5.000/Satuan Muatan Surat Izin Udara (SMU). Maka, dengan adanya pemberlakuan lini-2 akan ditambahkan biaya Rp350/SMU.

Dia mengungkapkan, proses pemindahan ke lini 2 hanya diberitahukan dua pekan sebelum resmi berlaku pada 1 Mei 2014.


Sumber : Bisnis Indonesia, 04.05.14.