12 Januari 2015

[120115.ID.AIR] 61 Penerbangan Ini Tak Miliki Izin Terbang Kemenhub

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Sebanyak 61 penerbangan dari lima maskapai terbukti tidak memiliki izin terbang atau melanggar izin Kementerian Perhubungan berdasarkan hasil audit atau investigasi beberapa waktu lalu.

"Berdasarkan audit tersebut, 61 penerbangan dari lima maskapai melanggar perizinan yang telah ditetapkan," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam konferensi pers di Kemenhub, Jakarta, Jumat.

Jonan merinci 61 penerbangan tersebut, di antaranya empat dari Garuda Indonesia, 35 Lion Air, 18 Transnusa dan tiga Susi Air. Dengan demikian, lanjut Jonan penerbangan tersebut dibekukan dan diwajibkan mengajukan izin untuk kembali terbang.

"Sanksi pelanggaran tidak boleh terb ang, dan kami meminta maskapai tersebut untuk mengajukan izin secepatnya," ucapnya, menegaskan.

Investigasi dilakukan oleh Kemenhub dengan menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk mengungkap dugaan maskapai yang melakukan pelanggaran. Investigasi tersebut melibatkan lima otoritas bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kualanamu-Medan, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Denpasar dan Sultan Hasanuddin-Makassar.

Investigasi tersebut juga bertujuan untuk mengungkap pejabat-pejabat otoritas bandara yang diduga terlibat dalam izin penerbangan. Sebelumnya, sudah ada tujuh pejabat baik kementerian maupun otoritas bandara yang sudah dimutasi untuk kepentingan audit dan investigasi.

Di antaranya dari pejabat internal kementerian terdapat dua orang yang dimutasi, yakni Kepala bidang keamanan dan kelayakan angkutan udara merangkap Unit Kerja Pelaksana "slot-time" di otoritas bandara wilayah III Surabaya dan Principal Operational Inspector (POI) Kemenhub di Air Asia.

Dari Airnav Indonesia, terdapat tiga orang, yakni General Manager Perum Airnav Surabaya, Manager "Air Traffic Service" (ATS) Operation Surabaya, Senior Manager ATS Kantor Pusat Perum Airnav. Sementara itu, dari Angkasa Pura I, yakni Departement Head Operation PT AP I cabang Bandara Juanda dan Section Head (Apron Movement Control) AP I Bandara Juanda.

Investigasi tersebut merupakan upaya lanjutan untuk menyelidiki penerbangan tak berizin Pesawat Air Asia QZ8051 yang pada akhirnya tidak pernah tiba di Bandara tujuan Changi Singapura, karena jatuh di Selat Karimata sekitar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah 28 Desember 2014 lalu.


Sumber : Republika.Online, 09.01.15 / Krredit Foto : Tempo.

11 Januari 2015

[110115.EN.LOG] BNSF Lifts Ban On Marine Boxes Heading For West Coast Ports

ENCOURAGED that parties to the longshore labour dispute have sought federal mediation, the Burlington Northern Sante Fe (BNSF) Railway has lifted its ban on boxes bound for US west coast ports.

With labour go-slows and congestion looming large, BNSF Railway had refused international intermodal shipments headed to US west coast ports on January 2.

Union Pacific Railroad, major said it wasn't experiencing "any significant backlog of port freight traffic" and hadn't imposed embargoes on intermodal cargo. But then BNSF announced in a notice to trade "BNSF Railway is encouraged that parties involved have agreed to mediation, and urge prompt restoration of full production levels necessary to avoid further disruptions.?


Source : SN-TR.

[110115.ID.AIR] Baruna Jaya I Berhasil Rekam Ping Kotak Hitam QZ8501

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kapal Baruna Jaya I berhasil merekam sinyal akustik berbunyi ping yang diduga berasal dari kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 pada frekuensi 37.5 kilo hertz.

"Posisi pantulan ping datang dari arah 52.1 derajat, jarak 77.7 meter, kedalaman 35 Meter," kata Geodetic Specialist Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Imam Mudita di Jakarta, Ahad (11/1), dalam jumpa pers di Posko BPPT didampingi Tim Baruna Jaya dan Menko Maritim Indroyono Soesilo.

Informasi itu dirangkum dari hasil survei Tim Baruna Jaya BPPT yang terdiri 3 kapal riset yakni Kapal Baruna Jaya I, Kapal Survei Java Imperia, dan KN Trisula.

Ketiga kapal tersebut sejak Sabtu (10/1) siang menemukan indikasi lokasi kotak hitam AirAsia.

"Kapal Baruna Jaya I sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk mencari pesawat AirAsia QZ8501 di antaranya dengan mendeteksi keberadaan Pesawat AirAsia QZ8501 menggunakan Sonar yakni Multibeam dan Side Scan Sonar dan Kamera bawah air," katanya.

Sementara koordinat ping ELT kotak hitam sendiri ada perbedaan sejauh 20 meter antara hasil survei Kapal Baruna Jaya I dan Kapal Java Imperia yang beroperasi di bawah koordinasi Kapal Baruna Jaya.

Kapal Baruna Jaya I menangkap ping pada lokasi 3 derajat 37menit 20.7 detik Lintang Selatan dan 109 derajat 42 menit 43 detik Bujur Timur.

Sementara hasil survei Kapal Java Imperia pada titik 3 derajat 37 menit 21,13 detik Lintang Selatan, 109 derajat 42 menit 42.45 detik Bujur Timur.

"Kedua lokasi tersebut sudah diinformasikan kepada KNKT," katanya.

Menteri Indroyono Soesilo mengapresiasi kerja para ilmuwan BPPT dan menghargai dedikasi mereka terhadap kemanusiaan.


Sumber : Republika Online, 11.01.15.

10 Januari 2015

[100115.EN.SEA] Hanjin to Maintain Shipbuilding Lead With Help From Subic Yard

WITH Chinese shipyards snapping at the heels of Korean shipbuilders, Hanjin Heavy Industries (HHI) is trying hard to retain its leadership by reviving the shipyard in Subic Bay.

Since running at full capacity in 2009, the Philippines yard 110 kilometres northwest of Manila, has won orders continuously.

"Although the figures are not compiled yet, the 2014 sales revenue of the Subic Shipyard is estimated at more than US$1 billion," said an HHI official. "Following 2013, last year will see profit of about KRW30 billion (US$27.2 million)."

Eleven times larger than Hanjin's Yeongdo dockyard, its operating profit has also been solidly in the black for five consecutive years, according to the Korea Economic Times.

Said HHI Philippines chief Ahn Jin-gyu: "We can build 10,000-TEU containerships at Subic, which is unimaginable in Yeongdo. Thanks to this large capacity, we have been able to sign deals to build five 11,000-TEU containerships."

The shipyard will soon build a very large crude carrier of about 300,000 tonnes, he said.

"We have an order backlog of 39 ships, equivalent to three years of work, at the shipyard. We will hire 2,000 additional workers this year." Currently, the shipyard employs 25,000," Mr Ahn said.


Source : HKSG.

[100115.ID.BIZ] EKONOMI CHINA: Inflasi Desember Terendah Dalam 5 Tahun

Bisnis.com, JAKARTA—China mencatatkan inflasi 1,5% pada Desember. Level inflasi Desember terendah dalam 5 tahun terakhir.
Biro Statistik pemerintah China mengumumkan indeks harga konsumen China naik 1,5% pada Desember, sedikit lebih tinggi dari inflasi 1,4% yang terjadi pada November.
Tingkat inflasi tersebut adalah inflasi Desember terendah sejak inflasi 1,2% pada Desember 2008. Adapun inflasi month to month pada Desember berada pada level 0,3%.
Indeks harga produsen China meneruskan tren penurunan yang terjadi sejak akhir 2012. Harga produsen China pada Desember 2014 merosot 3,3% dibandingkan Desember 2013.

Sumber : Bisnis Indonesia, 09.01.15.

09 Januari 2015

[090115.EN.BIZ] US Upset Over Libyan Tanker Bombing, Liberia to Demand Answers

A Libyan military spokesman told the BBC that the ship's movements at the port of Derna had aroused suspicion. The oil company rejected this, saying the ship was delivering fuel to industrial facilities there and authorities had been kept informed.

Derna is now controlled by Islamist insurgents - Wikipedia says by Islamic State of Iraq and Levant (ISIL) forces. The Libyan military attacked the port several times last year in an attempt to dislodge them.

Government spokesman Colonel Ahmed Mesmari said the tanker had been targeted because it had failed to submit to an inspection before entering the port.

Colonel Mesmari said the vessel was supposed to dock at a power plant in Derna but instead "took a different route", entering a "military zone".

"We asked the ship to stop, but instead it turned off all its lights and would not respond so we were obliged to strike it. We bombed it twice."

Col Mesmari told Reuters the vessel had been bringing Islamist fighters to Derna. "We had warned any ship not to dock at the port without prior permission," he said.

The National Oil Corporation did not comment on the allegation but said the bombing of the tanker would have a "very negative" impact on oil shipping from Libyan ports.

Libya has been in chaos since President Muammar Gaddafi was killed with western military assistance in 2011.

Numerous insurgent militias govern territory within the country successive governments, based in Tobruk from September, struggling to seize them back, having been dislodged from the capital, Tripoli last year.

"We strongly condemn the January 4 bombing of a Greek-operated oil tanker near Derna," said State Department spokeswoman Jen Psaki.

"The ongoing escalation of violence in Libya against civilian commercial interests further widens a conflict that is fundamentally political," she said.

"The United States remains committed to working with the international community to help the Libyan people establish an inclusive system of government," said Ms Psaki.


Source : HKSG.

[090115.ID.AIR] 61 Penerbangan Ini tak Miliki Izin Terbang Kemenhub

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Sebanyak 61 penerbangan dari lima maskapai terbukti tidak memiliki izin terbang atau melanggar izin Kementerian Perhubungan berdasarkan hasil audit atau investigasi beberapa waktu lalu.

"Berdasarkan audit tersebut, 61 penerbangan dari lima maskapai melanggar perizinan yang telah ditetapkan," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam konferensi pers di Kemenhub, Jakarta, Jumat.

Jonan merinci 61 penerbangan tersebut, di antaranya empat dari Garuda Indonesia, 35 Lion Air, 18 Transnusa dan tiga Susi Air. Dengan demikian, lanjut Jonan penerbangan tersebut dibekukan dan diwajibkan mengajukan izin untuk kembali terbang.

"Sanksi pelanggaran tidak boleh terb ang, dan kami meminta maskapai tersebut untuk mengajukan izin secepatnya," ucapnya, menegaskan.

Investigasi dilakukan oleh Kemenhub dengan menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk mengungkap dugaan maskapai yang melakukan pelanggaran. Investigasi tersebut melibatkan lima otoritas bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kualanamu-Medan, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Denpasar dan Sultan Hasanuddin-Makassar.

Investigasi tersebut juga bertujuan untuk mengungkap pejabat-pejabat otoritas bandara yang diduga terlibat dalam izin penerbangan. Sebelumnya, sudah ada tujuh pejabat baik kementerian maupun otoritas bandara yang sudah dimutasi untuk kepentingan audit dan investigasi.

Di antaranya dari pejabat internal kementerian terdapat dua orang yang dimutasi, yakni Kepala bidang keamanan dan kelayakan angkutan udara merangkap Unit Kerja Pelaksana "slot-time" di otoritas bandara wilayah III Surabaya dan Principal Operational Inspector (POI) Kemenhub di Air Asia.

Dari Airnav Indonesia, terdapat tiga orang, yakni General Manager Perum Airnav Surabaya, Manager "Air Traffic Service" (ATS) Operation Surabaya, Senior Manager ATS Kantor Pusat Perum Airnav. Sementara itu, dari Angkasa Pura I, yakni Departement Head Operation PT AP I cabang Bandara Juanda dan Section Head (Apron Movement Control) AP I Bandara Juanda.

Investigasi tersebut merupakan upaya lanjutan untuk menyelidiki penerbangan tak berizin Pesawat Air Asia QZ8051 yang pada akhirnya tidak pernah tiba di Bandara tujuan Changi Singapura, karena jatuh di Selat Karimata sekitar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah 28 Desember 2014 lalu.

Sumber : Republika.Online, 09.01.15.