10 Oktober 2016

[101016.ID.BIZ] Peremajaan Armada : KAI akan Ganti 900 Kereta Hingga 2019

Bisnis.com, BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan akan mengganti 900 kereta sebagai program peremajaan armada dalam 3 tahun ke depan.

Direktur Komersial PT KAI M. Kuncoro Wibowo mengungkapkan pihaknya akan fokus pada peremajaan armada kereta yang saat ini hampir 50% usianya sudah di atas 30 tahun sehingga sudah harus diperbaharui.

Pada 2017 ditargetkan akan ada penggantian kereta lama dengan yang baru sebanyak 438 kereta yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT Inka yang akan memproduksi seluruh gerbong kereta baru.

Rinciannya terdiri dari kereta kelas eksekutif (K1) sebanyak 210 kereta, kereta kelas ekonomi (K3) berkepasitas 80 tempat duduk dan 64 tempat duduk sebanyak 150 kereta, sisanya untuk kereta wisata dan kereta makan.

“Hingga 2019, peremajaan kereta ditargetkan sebanyak 900 kereta terutama untuk mengganti sarana kereta yang berumur di atas 30 tahun. Jadi, tujuannya untuk peningkatan standar keamanan dan kualitas pelayanan, sehingga peningkatan okupansi tidak signifikan,” ujarnya, Senin (10/10/2016).

Kuncoro menjelaskan perseroan tengah fokus untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta dengan memacu peremajaan armada yang sudah melewati umur laik operasi.

Oleh karena itu, peremajaan tersebut dilakukan hampir mencapai 50% terhadap total jumlah kereta yang dimiliki Kareta Api Indonesia saat ini sebanyak 1.763 unit kereta.

“Semuanya gerbong kereta, kalau untuk lokomotif tahun ini sudah didatangkan sebanyak 50 unit seri CC206 dari GE, dan jumlahnya sudah mencukupi untuk meningkatkan pelayanan angkutan penumpang maupun barang.”

Berkaitan dengan nilai investasi untuk peremajaan, pihaknya belum bisa menentukan besarannya karena spesifikasi kereta yang akan dikembangkan masih disiapkan dan dihitung oleh PT Inka sesuai dengan kebutuhan.

Menurutnya, investasi peremajaan armada dilakukan bertahap sesuai dengan kepasitas finansial yang dimiliki perseroan. “Tetapi, kami belum mengetahui pasti angka pastinya, karena masih dihitung spesifikasi kereta yang dibutuhkan seperti apa. Tentunya akan berbeda antara kereta jarak pendek, menengah dan jarak jauh.”

Kuncoro menambahkan, untuk peningkatan okupansi/kapasitas angkut penumpang kereta jarak jauh akan dilakukan melalui pengaturan jumlah kursi dalam gerbong, penambahan rangkaian dan optimalisasi layanan pada musim puncak.

“Tahun ini target penumpang untuk kereta jarak jauh naik dari 69 juta orang menjadi 72 juta orang. Realisasinya sudah 90% tercapai, dengan target pendapatan sebesar Rp5,1 triliun.”

Untuk 2017, pihaknya juga akan memacu layanan kereta barang yang diharapkan bisa menjadi penopang pendapatan terbesar perseroan dengan target pendapatan bisa mencapai Rp6,3 triliun dari tahun ini sekitar Rp5 triliun.


Sumber : Bisnis I(ndonesia, 10.10.16.

09 Oktober 2016

[091016.EN.BIZ] Samsung Phone Blamed For Smoke On Southwest Jet

SOUTHWEST Airlines said a Samsung smartphone caused smoke that forced the evacuation of a plane waiting to depart from Louisville, Kentucky, almost three weeks after US safety regulators started an official recall of the Galaxy Note 7, said Bloomberg.

None of the 75 passengers and crew was injured after smoke was reported in the cabin of the Boeing 737, said Natalie Chaudoin, a spokeswoman for the Louisville Regional Airport Authority.

Flight 994, headed for Baltimore-Washington International Airport, was still at the gate when the incident occurred. The type of Samsung phone involved hasn't been determined, Southwest said.

"Samsung is looking into the issue and will have to confirm the model," Lori Crabtree, a spokeswoman for the airline, said in an emailed statement. The incident involved "just smoke - no explosion or flames of any kind," she said in an e-mail. "Some charring occurred to the carpet."

The phone involved was a replacement Galaxy Note 7, owner Brian Green told The Verge, a technology news-focused website. Mr Green said he picked up the phone at an AT&T Inc. store on September 21, and showed The Verge a photograph of the box that displayed a black square symbol indicating a replacement phone.

Samsung recalled Galaxy Note 7 smartphones because a battery flaw can lead to overheating, posing a burn hazard to consumers. The Federal Aviation Administration (FAA) will investigate the report that a phone was the source of the smoke, the agency said in an e-mailed statement.

The Consumer Product Safety Commission is communicating with the FAA and Samsung to determine whether the initial reports are accurate, spokesman Scott Wolfson said in an e-mail. Samsung didn't immediately respond to requests for comment.

The Southwest aircraft was temporarily taken out of service for a thorough inspection. It suffered "minimal damage," Ms Crabtree said.

There were at least 17 instances in which batteries smoked or caught fire on US airlines or air-cargo haulers in 2015, according to records kept by the FAA. Another three cases occurred this year through January 15, the most recent date for which data was collected.

All but one of those cases involved lithium-based cells. The Galaxy Note 7 batteries are rechargeable lithium-ion.

Source ; HKSG.

[091016.ID.BIZ] Pelabuhan Tanjung Intan Mulai Garap Bahan Pangan

JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia III cabang Cilacap untuk pertama kalinya memulai proses bongkar muat bahan pangan berupa kedelai di Pelabuhan Tanjung Intan. Selama ini pelabuhan tersebut hanya menangani aktiivitas bongkar muat untuk jenis klinker dan batubara. Kapal MV Pac Schedar membawa 12.000 ton kedelai dari Amerika Selatan itu bersandar di dermaga III Pelabuhan Tanjung Intan.

”Kebutuhan masyarakat akan kedelai membuka peluang potensi pengiriman kedelai di wilayah Cilacap dan sekitarnya,” ujar Fariz Hariyoso, General Manager Pelindo III Tanjung Intan dalam keterangan tertulisnya, MInggu (9/10).

Ia memperkirakan dengan muatan yang diangkut, proses bongkar muar bisa diselesaikan dalam waktu tiga hari. Setiap jamnya bisa diselesaikan 100 ton per jam, sehingga dalam sehari bisa dibongkar 3500 ton. Kata Fariz pihaknya akan berusaha melakukan bongkar muat diatas rata-rata.

Umar Halil, , Supervisor Bongkar Muat Pelindo III Tanjung Intan menambahkan setelah dari Cilacap, pasokan kedelai itu akan dilanjutkan ke Banyuwangi. Sebanyak 12.483,71 ton akan dibongkar di pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Tirmur.

Sejauh ini arus barang yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap masih didominasi oleh barang jenis curah kering. Batubara terctat sebagai komoditas utama. Sampai September kemarin, bongkar muat batu bara di Pelabuhan Tanjung Intan mencapai 1.429.649 Ton dan disusul oleh klinker sebanyak 531.069 Ton.


Sumber : Kontan, 09.10.16.

08 Oktober 2016

[081016.EN.BIZ] NYK President Rallies Staff In Anniversary Speech

NYK president Tadaaki Naito has marked the 131st anniversary of shipping line's founding by addressing company employees at its head office in Tokyo, calling on them to emulate the company by continually applying creativity and ingenuity in response to changes in the shipping industry.

He cited the example in the 1960s when liner trade was the main business of the NYK Group. However, the company overhauled the business model by taking determined steps to establish specialised shipping businesses designed for transporting coal, wood chips, cars, oil and LNG to suit Japan's period of rapid economic growth, which was just beginning.

"Foreseeing how the times would change early on, NYK responded flexibly and tactically, commissioning such new vessels while also giving importance to maintaining the company's reputation among customers as a trustworthy and dependable partner. From that time onward, NYK was able to ride out the storms resulting from changes in industries and switchovers to different energy sources," Mr Naito explained.

Another case which he brought up in his speech was when breakdowns in shipping conferences led to intensifying competition in the liner trade sector. "In response to this shift in the operating environment, we took the initiative of launching a logistics business. We have since been able to expand this business by applying creativity and ingenuity in various ways to meet customers' needs, which are becoming increasingly sophisticated and complex."

He pointed out that over 20,000 employees in over 40 countries worldwide currently work in logistics operations managed by Yusen Logistics Co Ltd. The growth of this business has helped the NYK Group secure stable earnings.

"I think it is clear that the NYK Group has been making progress up to the present day by applying the group's creativity and ingenuity in pursuit of its own distinct path. Recognising that everyone including me feels anxious about trying new ways or making changes, we need to be bold enough to implement them.

"To 'overcome the raging seas' of today, let's set a course for a brighter tomorrow and adapt the NYK Group to the days ahead with both courage and conviction," Mr Naito said.


Source : HKSG.

[081016.ID.BIZ] New Priok Perkuat Daya Saing Pelabuhan Indonesia

JAKARTA. Beroperasinya pelabuhan baru New Priok, yang merupakan hasil reklamasi dari Pantai Utara Jakarta, dinilai akan semakin memperkuat daya saing sektor pelabuhan di Indonesia.

Saat ini New Priok Container Terminal 1 (NPCT1) yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mulai beroperasi komersial sejak 18 Agustus 2016.

Direktur Namarin Institute Siswanto Rusdi mengatakan, reklamasi New Priok atau dikenal pulau N, dari rencana 17 pulau reklamasi di Pantai Utara Jakarta, merupakan salah satu contoh reklamasi yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

“Pembangunan New Priok melalui reklamasi adalah langkah strategis untuk memperkuat daya saing pelabuhan nasional. Dengan kapasitas dan standar layanan tinggi, pelabuhan New Priok dapat menjadi alternatif bagi pelabuhan di Singapura dan Malaysia,” jelas Siswanto saat dihubungi, Kamis (6/10/2016).

Menurut Siswanto, keberadaan New Priok sangat dibutuhkan Indonesia untuk bisa bersaing di industri terminal petikemas dunia. Apalagi sebagai negara dengan perekonomian terbesar di ASEAN, selama ini potensi perdagangan laut Indonesia justru banyak dinikmati oleh pelabuhan-pelabuhan di Asean lainnya.

Siswanto bilang, kawasan Pantai Utara Jakarta merupakan wilayah yang tepat untuk dijadikan sebagai wilayah ekonomi baru. Melalui pengembangan kawasan yang integratif, Jakarta Utara menawarkan potensi ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Jakarta dan perekonomian Indonesia.

“Pembangunan New Priok melalui reklamasi menjadi contoh bahwa kebijakan pemerintah sudah tepat. Dampak ekonomi dari operasionalisasi New Priok sangat besar dan melibatkan berbagai sektor usaha yang menyerap banyak tenaga kerja,” imbuh Siswanto.

Sebelumnya Corporate Secretary & General Affairs PT Pengelola Pelabuhan Indonesia (PPI) Hambar Wiyadi mengatakan, sebagai bagian dari proyek New Priok, akan dibangun juga NPCT2 dan NPCT3.

Saat ini PPI, yang juga anak perusahaan Pelindo II, sedang menyelesaikan proses reklamasi sejak 2 tahun lalu. Kegiatan reklamasi yang diperkirakan membutuhkan pasir hingga 25 juta meter kubik ini ditargetkan akan selesai dalam 3 tahun.

“Reklamasi terminal pasirnya dari pengerukan. Dermaganya di dalami jadi minus 14 meter, hingga sampai minus 16 meter” katanya.

New Priok Container Terminal 1 (NPCT1) seluas 32 hektar memiliki kapasitas sebesar 1,5 juta TEUs per tahun dengan total panjang dermaga 850 meter pada akhir 2016.

Terminal baru tersebut diproyeksikan dapat melayani kapal peti kemas dengan kapasitas 13.000 hingga 15.000 TEUs dengan bobot di atas 150.000 DWT.

Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya mengatakan, nantinya terminal 2 dan 3 akan bisa menampung kontainer masing-masing 1,5 juta TEUs, sehingga total mencapai 4,5 juta TEUs. Kehadiran New Priok akan menambah kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok sebesar enam juta TEUs.

“Terminal New Priok ini memberikan volume perdagangan yang besar, sehingga kapal-kapal besar dari Eropa bisa langsung ke sini, tidak perlu lagi singgah ke Singapura," kata Elvyn beberapa waktu lalu.


Sumber : Kontan, 06.10.16.

04 Oktober 2016

[041016.EN.BIZ] Global Cool Chain Forecast To Be Worth US$16.7 Billion By 2020: CCA

LONDON's Drewry Maritime Research expects reefer containerships to move 23 per cent more cargo by 2019 than it did 2014 when 100 million tonnes of containerised cargo was carried by ship.

The maritime analyst expects the seaborne reefer trade to grow by an average of 2.5 per cent per year.

This optimistic growth forecast is backed up by the Cool Chain Association's (CCA) estimate that China and India's cold chain capacity were both growing at 25 per cent per year and would generate revenues of US$75 billion and $13 billion, respectively, by 2017, reported Lloyd's Loading List.

"Temperature controlled logistics is expected to grow by nine per cent every year, leading to a global cool chain industry worth around $16.7 billion by 2020," said CCA chairman Sebastiaan Scholte.

To meet demand for cold chain logistics, Maersk Line has just ordered 14,800 new reefers boxes on top of the 30,000 it purchased last year, making its reefer fleet the biggest in the world with 270,000 units.

This follows an earlier announcement by Hapag-Lloyd that it has invested in a further 5,750 refrigerated containers to support the growth of its perishables and pharmaceuticals services. The first of the reefer boxes will be delivered in October.

The extra temperature-controlled capacity and investment is much needed. The CCA calculates that in China alone, 12 million tonnes of fruit and 130 million tonnes of vegetables are damaged each year at an estimated cost of $20 billion as only five per cent of these perishables are transported using appropriate cold chain equipment.

According to the CCA, pharma shippers suffer annual losses of up to $35 billion resulting from wasted pharmaceutical product temperature excursions, most of which takes place during shipment, delegates at a CCA event in Dubai were told.

Shippers of perishables and pharma products are now, however, benefiting from technological advances, including unit load devices (ULDs) with rechargeable batteries, more efficient covers for protecting temperature-sensitive cargo, real-time global tracking, and the deployment of 'nearfield" communications (NFC) to more accurately monitor and better protect pharmaceutical products.


Source : HKSG.

..

..