08 Januari 2018

[080118.ID.SEA] Jasa Pelayaran Optimistis Menatap Tahun 2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan penyedia jasa pendukung sektor pelayaran optimistis menatap tahun 2018 ini. Rupanya, mereka kecipratan berkah dari maraknya program kemaritiman dan tol laut yang sedang digencarkan oleh pemerintah.

Di luar itu, ada pula penerapan asas cabotage dan Permendag No. 82/2016 mengenai barang ekspor-impor harus diangkut oleh kapal berbendera Indonesia. Hal itu bisa berimbas positif terhadap performa sektor ini.

Paula Marlina, Direktur Keuangan PT Soechi Lines Tbk, menyambut baik kebijakan pemerintah yang berdampak positif terhadap kemajuan industri berbasis kemaritiman. "Kami sebagai pemain (industri kemaritiman) ini sedang positif banget karena pemerintah mendukung," katanya kepada KONTAN, Jumat (5/1).

Paula mengatakan, ke depan, potensi industri galangan sangat besar seiring dengan program pemerintah yang mengembangkan kemaritiman. Proyek tol laut, kapal navigasi, dan kapal penyeberangan juga membuka peluang sektor galangan kapal milik emiten berkode saham SOCI di Bursa Efek Indonesia ini terus meningkat.

Selain galangan kapal, Soechi mengoperasikan 39 kapal tanker yang jumlahnya akan terus ditambah, sejalan meningkatnya permintaan pasar. Untuk pengadaan kapal baru, SOCI mengalokasikan belanja modal pada tahun 2018 senilai US$ 30 juta–US$ 50 juta. Tahun lalu, dengan dana belanja modal sebesar itu, SOCI menambah dua unit kapal baru.

Setali tiga uang dengan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) yang sudah menyiapkan beberapa rencana bisnis untuk tahun ini. Salah satunya adalah penambahan kapal anyar. "Kami pasti ekspansi dan kemungkinan akan melakukan corporate action," klaim Leo Tangkilisan, Direktur Pelayaran Tamarin Samudra kepada KONTAN, Jumat (5/1). Sayang, Leo tidak membeberkan lebih lanjut tentang rencana pengadaan kapal anyar tersebut.

Sektor migas

Tapi Leo yakin, prospek perkapalan, termasuk di bidang supporting minyak dan gas (migas) akan sangat bagus ke depan. Di sisi lain, perusahaan berkode saham TAMU ini tengah mengincar tender penyewaan kapal yang dilaksanakan Chevron dan Pertamina Hulu Energi.

Pelayaran Tamarin akan menawarkan kapal petroleum winners ke perusahaan Chevron dan Pertamina Hulu Energi. Jika tender tersebut berhasil dimenangkan, lanjut Leo, kapal Petroleum Winners bakal mulai beroperasi pada Juni 2018.

Sebagai gambaran, kapal Petroleum Winners merupakan kapal accomodation work barge (AWB) dengan kapasitas mencapai 200 penumpang. Pelayaran Tamarin saat ini memiliki empat kapal AWB dan satu kapal anchor handling towing supply. Selama ini, kapal tersebut berkontribusi sekitar 15%–20% dari total pendapatan.

Hingga kuartal III-2017, perusahaan ini membukukan pendapatan US$ 10,9 juta atau tumbuh sekitar 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang ada di angka US$ 8,9 juta.

Berkah dari proyek tol laut juga dirasakan Pelni Logistik, anak usaha dari PT Pelni. Direktur Utama Pelni Logistics Suharyanto berujar, tahun ini, pihaknya berencana meningkatkan kegiatan bongkar muat dari sektor non-captive berupa batubara dan general cargo lainnya sebanyak 5,3 juta ton, atau naik signifikan daripada 2016 yang hanya 1,8 juta ton. Kami juga menargetkan laba setelah pajak Rp 49 miliar pada 2018 ini, katanya.

Pelni Logistics juga bakal mendapat tambahan 1.200 kontainer baru. Alhasil, sokongan anyar ini bakal memperkuat bisnis logistik perusahaan yang saat ini telah memiliki 980 kontainer.

Sumber : Kontan, 08.01.18.

07 Januari 2018

[070118.EN.BIZ] Nippon Express to Transport Japan-Asia Cargo by Rail Along Belt and Road



JAPANESE logistics company Nippon Express plans to leverage China's Belt and Road initiative to transport cargo between Japan and Europe via trans-Eurasia trains, starting from this spring.

Nippon Express will use regularly scheduled rail freight services out of Shanghai, Wuhan, Guangzhou and Tsingtao in China to transport mainly auto parts and electrical equipment components all the way up to Hamburg and Duisburg in Germany, passing through Urumqi, Moscow and Minsk in Belarus along the way.

Shipments from Japan will be transported to the seaport or airport closest to a Chinese train station. Following transportation to Europe, or Asia in the other direction, the cargo will be trucked to its final destination. The company's target is to move 20 large container shipments per month via the route, reported Nikkei Asian Review.

The service will shorten transit times to between 20 and 30 days. Sea-train service will slash costs by 50-60 per cent compared with air-only shipping, and the air-train combination will save 30-40 per cent.

Nippon Express has negotiated with Chinese customs authorities to enable smooth transfers of cargo to and from trains and is considering similar arrangements for rail cargo shipments between Southeast Asia and Europe via China as well.

Between January and November 2017 China ran 3,000 cargo train services to and from Europe along the Belt and Road route, double the full-year tally for 2016.

Source : HKSG.

[070118.ID.BIZ] Kereta Commuter Target Angkut 320 Juta Penumpang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) menargetkan dapat melayani 320 juta penumpang di 2018. Target tersebut meningkat 9,5% dibandingkan realisasi 2017. Pada tahun lalu, PT KCI mengangkut sebanyak 315 juta penumpang atau melampaui target yang ditetapkan sebanyak 292 juta penumpang.

Dari total jumlah penumpang dan juga usaha lainnya pada tahun 2017 itu, PT KCI memperoleh pendapatan sebesar Rp 2,5 triliun. “Pada 2018 kurang lebih (pendapatan) ditargetkan meningkat 8%-an,”ujar Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila, Kamis (4/1).

Pada tahun 2017, rata-rata jumlah penumpang yang diangkut per hari sebanyak 993.992 penumpang dengan rekor tertinggi terjadi pada 18 Desember 2017 yang mencapai 1.076.274 penumpang. Rata-rata jumlah penumpang harian ini meningkat dari 833.675 pada 2016 dan 705.556 pada 2015.

Ada pun jumlah rangkaian yang dioperasikan pada 2017 sebanyak 81 rangkaian dan 926 perjalanan KRL. “Kami mengoperasikan 76 stasiun sepanjang 2017,” ujar Muhammad.

Peningkatan jumlah penumpang yang dilayani, tidak terlepas dari upaya PT KCI melakukan upaya penambahan fasilitas seperti penambahan rangkaian dan perluasan jangkauan. Sepanjang 2017, ada penambahan rangkaian dengan formasi 12 kereta dan 10 kereta.

Hingga saat ini, PT KCI mengoperasikan 20 rangkaian dengan formasi 12 kereta dan 42 rangkaian dengan formasi 10 kereta. Bila dibandingkan 2016, terdapat penambahan 11 rangkaian dengan formasi 10 kereta dan 2 rangkaian dengan formasi 12 kereta.

Saat ini rangkaian formasi 12 kereta baru dioperasikan untuk lintas Bogor-Jakarta Kota dan Bekasi-Jakarta Kota. Sejumlah lintas lainnya akan mulai dioperasikan formasi 12 kereta setelah pekerjaan perpanjangan peron yang masih dalam tahap pengerjaan selesai dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Satuan Kerja Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Selain penambahan rangkaian kereta, PT KCI pada 2017 juga telah merampungkan pembangunan infrastruktur fasilitas pelayanan berupa perluasan maupun pembangunan hall baru di empat stasiun yaitu Jakarta Kota, Tebet, Tangerang dan Tanah Abang. Selain itu, juga enam underpass di Stasiun Cilebut,Citayam, Bojong Gede, Tebet, Sudimara dan Pondok Ranji serta Jembatan Penyeberangan Orang Stasiun Tanah Abang.

“Tahun 2018 ada emat lokasi lagi yang akan kita bangun (underpass) yaitu di Stasiun UI, Duren Kalibata, Pasar Minggu dan Depok. Empat stasiun ini menjadi prioritas kedua setelah enam staisun yang telah kita bangun underpass-nya pada 2017,”ujar Muhammad.

Sumber : Kontan, 04.01.18.

06 Januari 2018

[060118.EN.BIZ] Fedex Opens New Facility at Shanghai Pudong Airport For Healthcare Industry



FEDEX Express has officially opened its new international express and cargo hub at Shanghai Pudong International Airport to connect customers in eastern China to overseas markets, particularly those shipping to the US and Europe.

The 134,000-square-metre hub is the largest of its kind at that airport. The new facility applies cutting-edge technologies to enhance the operations of its customer care centre and cold chain facilities to serve the healthcare industry, one of the fastest growing sectors in Asia Pacific.

The cold chain centre is equipped with temperature controlled storage ranging from minus 22 degrees Celsius to 25 degrees Celsius and offers cold chain logistics solutions tailored to different healthcare products such as medicines, semi-finished medicines and pharmaceuticals.

"The Asia Pacific region remains the growth driver of the world," said FedEx Express CEO David Cunningham.

Source : HKSG.

[060118.ID.BIZ] Sinergi Pelni dan BUMN Menggenjot Bisnis Logistik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Indonesia (persero) (Pelni) memperkuat bisnis logistik ewat anak usahanya PT Sarana Bandar Nasional (SBN) dengan salah satunya memperkuat infrastruktur.

Harry Boediarto Soemarto, Direktur Utama Pelni menyampaikan, untuk tahap awal guna melayani aplikasi Pelni Logistics, Pelni baru menyiapkan tiga kapal yakni Dobonsoloi, Ciremai dan Gn. Dempo yang beroperasi di 12 pelabuhan.

Namun pada April 2018 mendatang ditargetkan sudah akan ada sebanyak 26 kapal yang beroperasi di 96 kota pelabuhan. Oleh karena itu perusahaan ini menyiapkan infrastrukuktur untuk mendukung hal itu.

"Pada April 2018 hampir semuanya (melayani aplikasi). Kontainer sudah dipasangi barcode semua," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/1).

Sekadar informasi, dengan aplikasi yang diluncurkan Pelni, pelanggan Pelni akan lebih mudah melakukan pemesanan kargo tanpa harus datang langsung. Selain itu, dengan aplikasi ini pembayaran akan lebih mudah karena menggunakan payment gateway.

Selain itu, Pelni juga akan menambah 1.200 kontainer baru. Asal tahu saja, SBN memiliki lini bisnis bongkar muat, forwarding, distribusi, dan ritel.

Suharyanto, Direktur Utama SBN mengatakan, sokongan 1.200 kontainer ini akan memperkuat bisnis logistiknya. Saat ini, SBN baru punya 980 kontainer, sebab dari 26 kapal yang full container baru sebanyak tujuh kapal saja.

Khusus di sektor logistik, Pelni menggandeng beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Garuda Cargo, Pos Indonesia dan lainnya. Harry mengatakan, integrasi ini perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan.

Untuk transportasi penumpang, Pelni pun sudah bersinergi. Untuk di Jakarta misalnya sudah terintegrasi dengan bus Transjakarta. Sedangkan untuk beberapa daerah lainnya, perusahaan ini juga akan menjajaki skema terintegrasi dengan Damri.

Suharyanto, mengatakan,  bahwa saat ini untuk logistik 10% merupakan penugasan pemerintah, selain skema business to business (B to B). Yang jelas sinergi ini menurutnya mampu menurunkan disparitas harga di wilayah timur.

Sumber : Kontan, 04.01.18.