26 Desember 2012

[261212.EN.BIZ] Swiss Fine K+ N-Deutsche Bahn-Agility-Panalpina Cartel US$6.7 Million


GLOBAL freight forwarders have faced a Swiss probe since 2007 into price-fixing of air freight during 2003-2007 through Switzerland resulting in fines of CHF6.2 million (US$6.7 million).

The four freight forwarders, Kuehne + Nagel, Deutsche Bahn, Agility and Panalpina have been fined by the Swiss Competition Commission (COMCO) over cartel that fixed fees and surcharges in the area of air freight.

Both Deutsche Bahn and Agility were able to lessen fines by confessing, thus Germany's national rail company had to pay CHF1.02 million while the Kuwait-based logistics provider had to pay CHF907,349.

Heaviest fines went to Switzerland's two logistics giants, Panalpina, which had to pay CHF3.12 million and Kuehne + Nagel, CHF1.17 million.

Panalpina issued a statement that it had suffered goodwill impairment. "Due to the loss of a major customer in Norway, the group considers that the intangible assets of its Norwegian operations have to be partially written off. The company expects an impairment charge of CHF29 million to be recorded against the assets in its full-year financial statement 2012."

Source : SN-TR.

[261212.ID.BIZ] Samin Tan Siap Lepas Ikatan Bakrie


JAKARTA—Samin Tan, Presiden Komisaris dan salah satu pemegang saham terbesar Bumi PLC, berencana membubarkan usaha patungannya dengan Bakrie Group agar kedua pihak diperbolehkan bertindak terpisah dalam pemungutan suara di direksi Bumi.

Hari Rabu kemarin, UK Takeover Panel atau badan pengawas merger di Inggris memutuskan Bakrie Group bertindak sejalan atau “in concert” dengan Samin Tan dan Rosan Roeslani, salah satu pemegang saham lain di Bumi. Dengan melepas hubungan bisnis Bakrie terkait perusahaan batu bara yang berkantor di London itu, Samin berharap panel bisa mengubah keputusan tersebut.

Takeover Panel, yang bertanggung jawab memastikan perlakuan adil untuk seluruh pemegang saham dalam proses merger, menyatakan hak suara ketiga investor Indonesia itu di direksi Bumi akan dibatasi, karena ketiganya dianggap bekerja sama.

Berdasarkan keputusan itu, total hak suara Bakrie, Samin, dan Rosan kini dibatasi hingga 30%, meski ketiganya menguasai 50% lebih saham Bumi. Batasan itu dapat memengaruhi hasil pemungutan suara yang akan menentukan perincian proses “cerai” antara Bumi dan keluarga Bakrie.

Menyusul sengketa di level direksi Bumi terkait tata kelola perusahaan, Bakrie Group menyatakan niatnya mundur dari Bumi dengan menawarkan $1,2 miliar dan saham mereka, untuk ditukar dengan tambang batu bara milik Bumi di Indonesia. Jika tawaran ini diterima, semua aset pertambangan perusahaan itu akan kembali ke tangan Bakrie Group, dan Bumi menjadi sebuah cangkang investasi tanpa aset.

Walaupun keputusan panel itu mengubah peta suara direksi, Samin berkata pemegang saham akan tetap menerima setidaknya sebagian tawaran dari Bakrie, awal tahun depan. Menurutnya, sebagian besar investor sudah setuju dengan tahap pertama penawaran itu, yakni pengambilalihan kembali PT Bumi Resources oleh Bakrie.

“Ini adalah hal yang tepat bagi perusahaan,” jadi investor sebaiknya menyetujui tawaran Bakrie untuk membeli kembali Bumi Resources, kata Samin dalam wawancara. “Saya yakin [tawaran itu] masih akan mendapat dukungan pemegang saham.

Perusahaan pertambangan milik Samin, PT Borneo Lumbung Energi & Metal, memang memiliki ikatan kuat dengan Bakrie di Bumi. Melalui dua kendaraan investasi, Borneo dan Bakrie Group menguasai saham Bumi secara tandem, dan dengan demikian harus bersama-sama memakai hak suara. Tapi Borneo tengah dalam proses menarik diri dari kendaraan investasi patungan itu, kata Samin, dan maka akan memegang saham Bumi secara independen sebelum akhir tahun.

Setelah masa tenang selama tiga sampai enam bulan seperti yang biasanya disyaratkan panel, Samin berharap Borneo akan dianggap sebagai investor yang terpisah dari Bakrie Group.

Sumber : ISWJ, 21.12.12.

25 Desember 2012

[251212.EN.SEA] Shipping's Worst Market Since 1986 Seen Persisting On Ship Glut

The worst commodity shipping market in 26 years may persist next year as an oversupply of vessels continues to curb ship owners’ ability to boost charter rates, according to Clarkson Plc (CKN), the world’s largest shipbroker. 

The Baltic Dry Index, a measure of transportation costs for cargoes from grain to iron ore, averaged 923 points so far in 2012. 

That would be the lowest since 1986, the bourse’s data show. The gauge’s last publishing day this year is Dec. 24. “The market is going to be under pressure for next year but I don’t think we’re alone in that view,” Guy Campbell, Clarkson’s London-based head of dry bulk, said by phone today. 

He declined to forecast whether average rates next year will be higher or lower. 

“We still see the weight of tonnage coming into the market as being the main driver.” Trade in ore, coal, grain and other bulk commodities will expand by 4 percent next year while the total fleet capacity will swell 7 percent, according to estimates from Clarkson’s research unit. 

The fleet of Capesize ships that haul the most iron ore will increase by 5 percent while demand for the steelmaking commodity will advance by 6 percent, it anticipates. 

Rates may rally in the second and fourth quarters of 2013 because of seasonal demand for grain cargoes, Campbell said. The supply of new ships joining the fleet will expand in the first three months of next year, negating the effect of additional iron ore shipments, he said.

Source : SN-TR, 21.12.12.

[251212.ID.BIZ] Pelni Siapkan Kapal Khusus Ternak

JAKARTA: Kementerian Perhubungan menargetkan pada tahun depan kapal khusus untuk mengangkut sapi atau ternak akan dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) setelah dilakukan modifikasi kapal.
Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan komitmen menyediakan angkutan khusus ternak terutama sapi itu muncul setelah Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian beserta Kementerian BUMN.
“Kami sudah minta Pelni bagaimana caranya supaya bisa angkut [sapi], mereka sudah siap modifikasi kapal untuk ternak, selama ini kapal ngangkut sayur, ternak, orang, dan barang. Ini khusus sapi,” katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan langkah modifikasi kapal untuk sapi itu penting mengingat di negara lain seperti Australia dalam mengangkut sapi dilakukan dengan kapal khusus sehingga kondisi ternak itu sehat dan berkualitas di dalam kapal.

Menurut Menhub, nantinya kapal tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang guna menjamin kelangsungan kualitas dan berat badan dari ternak tersebut.

Dia mengakui selama ini angkutan bagi ternak menjadi satu masalah, terlebih dalam memenuhi kebutuhan daging nasional.

Selama ini angkutan ternak sapi dilakukan seadanya saja ditambah lagi karena pasokan ternak berasal dari peternak kecil.  (ra)

Sumber : Bisnis Indonesia, 25.12.12.

24 Desember 2012

[241212.EN.SEA] NATO: India Ocean Pirates Not Expected To Declare Christmas Truce

NATO is calling on the merchant shipping community not to lower their guard over Christmas as the pirates operating in the Indian Ocean and surrounding waters will not be taking a holiday.

This warning comes after pirates attacked on December 16 the Danish 105,002-dwt tanker Torm Kristina, which NATO said proves that they are still on the lookout for targets.

Vice Admiral Christian Canova, deputy commander at NATO's maritime headquarters in Northwood said: "Piracy in the Gulf of Aden and Indian Ocean is at its lowest point since 2008 and this is good news, however we cannot be complacent," he said in a statement.

"The weekend's attack on the Torm Kristina shows that the pirates are active and are able to operate at great distances from the Somali coast. NATO and her maritime partners are still patrolling and disrupting pirate activity, however, the merchant community have their role to play and should continue to ensure that vessels implement Best Management Practices (BMPs) and are prepared to repel pirate attacks."

Source : HKSG, 24.12.12.

[241212.ID.SEA] TPK Kariangau : Peralihan Bongkar Muat Peti Kemas Ditarget Januari 2013

BALIKPAPAN--Peralihan aktivitas bongkar muat peti kemas dari Pelabuhan Semayang ke Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau dijadwalkan rampung pada Januari 2013 mendatang seiring dengan selesainya pembangunan jalan akses menuju kawasan tersebut.

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot Balikpapan Sri Soetantinah mengatakan adanya peralihan tersebut akan mengurangi dampak kemacetan di dalam kota.

Selain itu, masa tunggu kapal di pelabuhan juga bisa berkurang karena penggunaan peralatan yang lebih lengkap di TPK Kariangau.

“Januari tahun depan semua aktifitas bongkar muat harus di TPK Kariangau. Ini harus jalan karena memang sudah diprogramkan,” ujarnya, Selasa (18/12).

Nantinya, Pemkot Balikpapan akan menerapkan aturan pembatasan kendaraan bertonase besar yang masih berkeliaran di dalam kota.

Dia berharap hal ini bisa mengurangi beban jalan yang sering mengalami kemacetan akibat penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan. Tantin mengungkapkan peralihan tersebut baru dijalankan untuk peti kemas karena kebutuhannya mendesak.

Adapun untuk komoditas dan bahan pokok lainnya, Pemkot Balikpapan masih memberikan toleransi bongkar muat dilakukan di Pelabuhan Semayang.

“Kalau untuk  logistik secara bertahap. Perlu dukungan infrastruktur pergudangan juga di sana,” tambahnya.

Dia berpendapat peralihan dilakukan secara bertahap guna memberi waktu dalam persiapan pembangunan fasilitas pergudangan yang selama ini masih tersebar.

Apabila dipaksakan pindah mengikuti peti kemas, Tantin mengkhawatirkan adanya inefisiensi biaya sehingga mengakibatkan gangguan distribusi.

“Kalau sistem pergudangan masih seperti sekarang masih belum efisien, rentan terhadap gangguan distribusi. Kalau dipaksakan bisa berdampak pada peningkatan harga akibat beban distribusi yang meningkat,” ungkapnya.

Kendati demikian, dirinya optimis peralihan tersebut bisa terealisasi pada Januari 2013. Dirinya juga berharap agar ada investor yang tertarik untuk membuat kawasan pergudangan terpadu untuk mengatasi masalah distribusi sembako atau barang logistik lainnya, sehingga akhir tahun depan semua kegiatan bongkas muat di pusatkan di TPK Kariangau.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto mengatakan pemerintah berencana membangun pusat pergudangan berdekatan dengan lokasi pelabuhan.

Namun, pembangunan gudang tersebut masih belum diketahui waktu perealisasiannya karena lokasi lahan yang masih belum ada jalan aksesnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Balikpapan Rendi S. Ismail mengaku sedang menjajaki peluang untuk berinvestasi pergudangan di sekitar TPK Kariangau.

Dia menambahkan kebutuhan akan gudang menjadi fasilitas pelabuhan yang harus tersedia bagi para pelaku usaha. Namun, pihaknya menyayangkan tingginya harga lahan di sekitar areal TPK Kariangau hingga melebihi batas wajar.

Menurutnya, hal ini menjadi salah satu faktor penghambat masih belum tertariknya investor masuk dalam bisnis pergudangan di TPk Kariangau. (Bsi)

Sumber : Bisnis Indonesia, 20.12.12.

23 Desember 2012

[231212.EN.SEA] Stena Primorsk Went Aground

The 182 meter long, 65125 dwt tanker Stena Primorsk went aground on the Hudson River near Stuyvesant, New York. The vessel departed from Albany with a cargo of light crude when it went aground. The vessel was able to refloat itself a short time later and proceeded to an anchorage off Stuyvesant.  

The Coast Guard was notified of the grounding. No reports of injuries, damage or pollution released.

Source : SWL, 20.12.12.