25 September 2014

[250914.ID.SEA] Jokowi Anggarkan Rp60 Trilun Untuk Infrastruktur Laut



Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden terpilih Joko Widodo menganggarkan Rp60 triliun dari APBN untuk perbaikan infrastruktur laut di wilayah Indonesia.

Jokowi, sapaan akrabnya, mengatakan dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan pengembangan pelabuhan dalam rangka mewujudkan tol laut yang menjadi program prioritas pemerintahannya.

"Untuk semua infrastruktur laut, tol laut dan pelabuhan. Pelabuhan diperbaiki, diperluas, dan diperdalam, ada juga yang dibuat baru," katanya di Kantor PT Pelindo II atau Indonesia Port Corporation, Selasa (23/9/2014).

Dirinya mengaku sudah paham dengan segala permasalahan dalam membangun infrastruktur laut ini setelah berbincang dengan Direktur Utama IPC Rj Lino.

Namun, dirinya enggan menjelaskan apa saja tantangan yang dihadapi.

Jokowi hanya menyebutkan tantangan utama adalah dana, tetapi dirinya optimis dapat mengatasi masalah tersebut dan menargetkan perbaikan infrastruktur laut ini dapat selesai berbarengan dengan berakhirnya masa pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya kira dapat selesai dalam 4-5 tahun," tambah Jokowi.

Mantan Walikota Kota Solo itu juga menyatakan negara Indonesia adalah negara maritim, sehingga langkah yang paling tepat untuk memajukan transportasi adalah dengan menggunakan sarana transportasi laut.

"Ya namanya kita kan negara maritim, ya harus ke situ," terang dia.

Sumber : Bisnis Indonesia, 23.09.14.

24 September 2014

[240914.EN.SEA] Maersk Poised to Win Big From Low Costs And Upturning A-E Market: Drewry


DANISH shipping giant, Maersk Line, is poised to reap the rewards of improving global trade conditions especially if early signs of a recovery in demand on the key Asia-Europe route prove to be true, according to a Drewry analyst.

Drewry equity research chief Rahul Kapoor said lower bunker costs and consumption, a continuous cost saving programme running since 2012 and the introduction of ships that burnt 15 per cent less fuel puts Maersk in a good position to make big money.

"We believe the magnitude of cost cutting over the last couple of years combined with increased volumes, which are higher than its peers, point to a very good year for Maersk," said Mr Kapoor.

Drewry Maritime Equity Research analysis found that unexpectedly high trade growth of 2Q14 from Asia to Northern Europe had continued into the early 3Q14 peak season, with 90 per cent utilisation.

Maersk Line, with around 15 per cent of global container capacity, would be "the key beneficiary" among shipping lines if global trade volume gains maintained momentum and freight rates recovered, reported Lloyd's Loading List.

"Maersk Line's key trade lane of Asia-Europe is already showing early signs of renewed growth with year-to-date volumes up a significant eight per cent, surpassing our expectations," said Mr Kapoor.

"In the freight rates front, even as 2014 contracts were signed for weaker rates, spot rates have shown a positive trend with significantly higher yearly averages." he said.

"We expect higher volume growth and a decline in freight rate volatility to provide continued earnings visibility for Maersk Line in the next few years as the container shipping demand-supply balance returns to equilibrium," he said.

Last month, Maersk Line surprised investors with a profit of $547 million, compared to profits of $439 million and $454 million in 2Q13 and 1Q14 respectively, During the period liftings were up 8.9 per cent year-on-year and freight rates rose 0.6 per cent.


Source : HKSG.

[240914.ID.SEA] HUT TNI, Perusahaan Pelayaran Bisa Rugi Rp 2 Miliar

TEMPO.CO, Surabaya - Perayaan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-69 di Surabaya berpotensi mengganggu aktivitas pengiriman dan distribusi barang. Para pelaku bisnis di pelabuhan Tanjung Perak bahkan mengaku tetap mengalami kerugian meskipun hanya ditunda beroperasi selama 3-4 jam.

Sebab, antrean kargo kapal-kapal internasional di Surabaya satu jam saja bakal berdampak serius pada aktivitas pelabuhan transit internasional lain seperti Singapura. "Kami bisa rugi Rp 1-2 miliar per hari," kata Ketua Surabaya Indonesian National Shipowners Association (INSA) Stenvens H. Lesawengen di kantornya, Rabu, 24 September 2014.

Pelabuhan Tanjung Perak, kata Stenvens, adalah pelabuhan internasional yang beraktivitas selama 24 jam penuh. Kontribusi bisnis yang berputar di sana terhadap perekonomian Indonesia Timur besar. Maka, sistem konektivitas global menjadi perhatian utama, bukan pada durasinya. Dalam hal ini, kapal-kapal internasional yang akan terkena imbas dibandingkan kapal-kapal lokal. "Satu-dua jam delay di sini, Singapura sudah teriak. Kargo internasional sangat ketat soal waktu," kata dia.

INSA menghitung, apabila satu kapal berbobot 12 ribu ton mengalami penundaan, nilai cartering-nya mencapai US$ 6.000 per hari. Sedangkan kerugian akibat delay kapal kargo berukuran 14-20 ribu ton bisa sebesar US$ 10 ribu per hari. "Ini belum termasuk pembengkakan bahan bakar minyak."

Stenvens mengungkapkan INSA tetap menghormati dan mendukung perhelatan HUT TNI. Sebagai pelaku usaha perkapalan, pihaknya ingin masyarakat dapat melihat langsung kekuatan alutsista tentara nasional. Meski ia berharap, pemerintah mempertimbangkan penggunaan Pelabuhan Tanjung Perak beserta Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) esok. "Ke depannya, kami berharap TNI dan Kementerian Pertahanan memilih pelabuhan lain yang tingkat kesibukannya tidak sebesar Tanjung Perak."

INSA juga meminta Terminal Petikemas Surabaya (TPS) selaku operator terminal berupaya memaksimalkan aktivitas bongkar-muat. Itu dilakukan agar antrean kapal tak semakin panjang. (Baca berita sebelumnya: HUT TNI, Pelabuhan Tanjung Perak Tidak Ditutup)

Jelang HUT TNI ke-69 di Dermaga Ujung, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Oktober mendatang, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Surabaya, mengeluarkan surat edaran. Surat tersebut berisi permintaan agar kapal-kapal melintas menghentikan aktivitasnya di alur pelayaran barat Surabaya pada tanggal 24-25 September 2014 mulai pukul 06.00 WIB-11.00 WIB. Pun pada tanggal 29 September, 1, 2, 3, 4, dan 6 Oktober mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.


Sumber : Tempo, 24.09.14.

23 September 2014

[230914.EN.SEA] Ukraine: Washington Bans Russian Companies, Moscow Mulls Overflight Ban

The US Commerce Department's Bureau of Industry and Security (BIS) has announced additional steps to restrict trade with Russia in response to Russia's continued military intervention in the Ukraine.

But in response, to "stupid¡¨ sanctions, Russian Prime Minister Dmitry Medvedev said Russia signalled it might ban Western airlines from flying over its territory, Reuters reports.

The Americans have now banned dealing with Almaz-Antey Air Defense Concern Main System Design Bureau, a defence industry complex; Tikhomirov Scientific Research Institute of Instrument Design, weapons control system specialists; Mytishchinski Mashinostroitelny Zavod, ordnance specialists; Kalinin Machine Plant, military machine maker and Dolgoprudny Research Production Enterprise, a military product developer.

In addition, BIS now requires licences "with the presumption of denial" to export, re-export for or to the Gazprom conglomerate; Gazpromneft, oil and gas producers; the Lukoil petroleum giant; Rosneft, another petroleum giant and Surgutneftegas, an oil and gas concern.

This move follows a European Union initiative to add 24 people to its travel ban list, reported American Shipper.

Said BIS: "Today's actions are being announced in conjunction with an announcement by the US Treasury that it is also imposing a new set of targeted prohibitions and designations against a range of Russian entities," the agency said.

Said Mr Medvedev: ¡§If there are further restrictions on Russia's financial sector, we will have to respond asymmetrically. If Western carriers have to bypass our airspace, this could drive many struggling airlines into bankruptcy."

He said Russia would delay imposing new sanctions to give Moscow time to show it was resolving the Ukraine conflict, the European Union said it would press ahead with implementing the new measures.

An EU diplomat said Russia's top oil producers and pipeline operators Rosneft, Transneft and Gazprom Neft were on its list of state-owned firms that would not be allowed to raise capital or borrow on European markets.

A shaky ceasefire in the Ukraine has done little to convince some Western countries that Russia is committed to resolving the conflict in which 3,000 have been killed.

Russia's ban on food imports from the EU, United States, Canada and Norway would also help Russia, said Mr Medvedev adding it would encourage farmers and induce consumers to buy Russian produce.


Source : HKSG.

[230914.ID.BIZ] Bridgestone Ingin Perbesar Pasar Dalam Negeri

Bisnis.com, SURABAYA - Produsen ban PT Bridgestone Tire Indonesia ingin memperbesar pasar di dalam negeri dengan memproduksi ban Ecopia yang mampu menghemat bahan bakar sejalan dengan adanya rencana pencabutan subsidi BBM oleh pemerintah.

Frankie Paduli, Asisten Sales and Marketing Director Bridgestone, mengatakan saat ini pangsa pasar ban Bridgestone di Indonesia sekitar 35%.

Dengan memproduksi ban ramah lingkungan tersebut, Birdgestone mengincar para pemilik mobil MPV (multi porpose vehicle) berbagai merek yang banyak diminati keluarga saat ini, atau setidaknya bisa meningkatkan pangsa pasar melebihi 35%.

"Target penjualan kami sebanyak-banyaknya, karena yang kami tau harga bahan bakar nanti akan tinggi dan jumlah kendaraan yang beredar semakin banyak apalagi mobil keluarga, otomatis produk ban sangat dibutuhkan sebagai ban pengganti," jelasnya di sela-sela acara Ecopia Go Indonesia di Surabaya, Selasa (16/9/2014).

Dia menjelaskan Bridgestone saat ini sudah memiliki lebih dari 40 distributor, 200 toko model (jaringan toko resmi), 5 Bridgestone Truck Centre, 1.500 toko yang menjual ban Bridgestone di seluruh Indonesia.

"Jawa Timur pun masih akan terus menjadi pasar potensial bagi kami sejalan dengan tingginya pertumbuhan industri otomotif di sini," imbuhnya.

Yasuhiro Ukegawa, Sales and Marketing Director Bridgestone, mengatakan pihaknya telah menggelar program Ecopia Go Indonesia untuk membuktikan bahwa produk baru ban Ecopia yang diproduksi itu menjadi pilihan terbaik untuk menghemat bahan bakar bagi konsumen di Indonesia.

Adapun program pengujian ketahanan ban Ecopia tersebut telah dilakukan sejak 12 September 2014 dengan start dari fasilitas proving ground (PG) Bridgestone.

Perjalanan pengujian itu mengelilingi Pulau Jawa selama 9 hari dengan jarak tempuh 1.687 Km dengan menggunakan 3 unit mobil dan 3 jenis ban yang berbeda termasuk kompetitornya.

"Ada 7 kota yang dilewati untuk bertemu langsung dengan konsumen, yakni rute pertama ke Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Semarang dan Cirebon," jelas Yasuhiro.


Sumber : Bisnis Indonesia, 16.09.14.

21 September 2014

[210914.EN.SEA] Airbus' 'White Whale' Celebrates 20 Years of Transporting Component Parts




WITH its maiden flight on September 13, 1994, the Beluga cargo aircraft - named after the white whale because of its shape ¡V is celebrating 20 years of flying Airbus parts between its European plants.

Since 1995, five Belugas replaced the aging Super Guppy transporters to supply the Airbus final assembly lines in Toulouse and Hamburg. Today, there are some 60 flights are between 11 sites, carrying parts.

The Beluga fleet is operated by Airbus Transport International (ATI), an Airbus subsidiary, and each Beluga crew is composed of a pilot, a co-pilot and a flight engineer.

With the production start of the A350 XWB in 2012 and with other Airbus programmes, Beluga activities again will increase in the next five years, reports Atlanta area Air Cargo World.

¡§The Beluga is an essential element and it is thanks to its reliability and engagement of the Beluga teams that we can fulfil our constant pursuit of efficiency¡¨, said chief operationss officer Gunter Butschek.

The Beluga is based on the twin-engine A300-600R and can carry 47 tonnes non-stop over 1,660 kilometres or 900 nautical miles.

Source : HKSG.

[210914.ID.BIZ] Pemeriksaan di TPFT Priok di Soal



Bisnis.com, JAKARTA - Kegiatan pemeriksaan fisik peti kemas impor yang sudah mengantongi surat pemberitahuan pengeluaran barang (SPPB) di lokasi tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) CDC Banda yang dioperasikan Multi Terminal Indonesia (MTI) maupun Graha Segara di Pelabuhan Tanjung Priok, di persoalkan.

Sejumlah importir yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, mengeluhkan hal tersebut kepada Bisnis hari ini, Selasa (16/() di Pelabuhan Tanjung Priok.

Para importir di Pelabuhan Priok mengatakan, seharusnya terhadap barang impor kategori jalur kuning dan jalur hijau karena langsung SPPB dikeluarkan dari pelabuhan/terminal peti kemas dan di periksa di instansi karantina yang ada di luar pelabuhan.

“Kenapa yang sudah SPPB harus masuk lagi ke TPFT untuk di periksa? Padahal kalau sudah mengantongi SPPB sudah harus keluar pelabuhan tetapi karena diharuskan masuk TPFT ya akhirnya masuk lagi ke lini satu pelabuhan. Ini mengakibatkan kondisi semerawut karena didalam pelabuhan jadi macet,” ujarnya.

Dewan Pembina Asosiasi pengusaha tempat penimbunan sementara Indonesia (Aptesindo) Syamsul Hadi saat dikonfirmasi Bisnis terkait masalah tersebut, mengatakan Aptesindo juga sudah mempertanyakan peran TPFT terhadap peti kemas impor yang wajib di periksa karantina dan kepabeanan, di pelabuhan Priok.

“Kami (Aptesindo) sudah menanyakan soal peran TPFT itu kepada Kepala Otoritas Pelabuhan Priok lewat surat resmi 19 Agustus 2014. Tetapi hingga kini belum direspon,”ujarnya.

Dia mengatakan, keberadaan Instalasi Karantina Hewan (IKH) dan Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) di luar pelabuhan terhadap barang yang sudah mengantongi SPPB selama ini menjadi penopang kelancaran arus logistik dan mampu menekan cost logistik hingga 30%.

IKT dan IKH tersebut, kata dia, hadir berdasarkan UU No16/1992 tentang Karantina Hewan dan Tumbuhan, Peraturan Menteri Pertanian No:05/Permentan/HK.060/3/2006 tentang Persyaratan dan Tata cara Instalasi Karantina Tumbuhan Milik Perorangan atau Badan Hukum, serta dipayungi melalui Peraturan mentri Pertanian No:27/KPts/HK.310/4/2006 tentang persyaratan dan tata cara pelaksanaan tindakan karantina tumbuhan tertentu oleh pihak ketiga.

“Barang yang wajib diperiksa karantina itu kan kategorinya ada yang high risk dan low risk dimana untuk yang high risk disiapkan oleh pemilik barang sedangkan yang low risk dan sudah SPPB di periksa di IKT yang ada di luar pelabuhan,” paparnya.

Syamsul mengatakan, pemeriksaan karantina di lokasi TPFT CDC Banda maupun Graha Segara terhadap barang impor yang sudah SPPB adalah hal yang aneh, sebab barang yang kategori low risk ditarik kembali kedalam pelabuhan untuk di periksa di TPFT dan bukan di periksa di IKT di luar pelabuhan.

“Kami khawatir proses ini menghambat kelancaran arus barang di pelabuhan sebab barang yang sudah keluar pelabuhan harus masuk lagi ke dalam TPFT,”paparnya.

Sumber  : Bisnis Indonesia, 16.09.14.