07 Mei 2013

[070513.ID.SEA] KNKT Rekomendasikan Pembenahan Alur Kapal Merak-Bakauheni


BISNIS.COM, JAKARTA—Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai alur lalu lintas penyeberangan Merak-Bakauheni semraut, sehingga direkomendasikan perlu diatur ulang dengan memisahkan alur barat dan selatan.

Kesemrautan alur lalu lintas penyeberangan Merak-Bakauheni ini mengakibatkan terjadinya tabrakan dua kapal, KMP Bahuga Jaya asal Indonesia dengan MV Norgas Cathinka asal Singapura, dan menewaskan 7 orang pada 26 September 2012.

Tim investigasi KNKT Sri Untung mengatakan untuk alur lalu lintas Merak-Bakauheni pengaturannya belum cukup, alurnya semraut.

“Alur penyeberangan Merak-Bakauheni harus dipisahkan, lewat barat dan selatan. Sampai saat ini, di Selat Sunda, secara khusus, antar belum diatur. Harus dipisahkan seperti penyeberangan Batam-Singapura. Tak usah alat yang mahal lah,” katanya dalam publikasi Laporan Final Investigasi Kecelakaan Laut Tubrukan Antara KMP. Bahuga Jaya dengan MV. Norgas Cathinka di kantor KNKT, Senin (29/4/2013).

Dia menyebutkan untuk pemisahan alur di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni menjadi tanggung jawab Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan khususnya direktorat kenavigasian laut.

Sri menjelaskan alur penyeberangan lintas Merak-Bakauheni sudah sangat sibuk. Untuk penyeberangan ferry saja, setiap harinya ada 76 trip kapal yang menyeberang, dan per jamnya ada 7 kapal.

Sepanjang 2011, ada 26.291 trip kapal ferry yang menyeberang di lintasan ini. Jumlah ini tidak termasuk kapal asing yang melintas karena lintasan ini merupakan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI), sehingga jalurnya semakin ramai.

Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan pihaknya memberikan rekomendasi seiring hasil investigasi tubrukan kapal Bahuga Jaya dan Norgas Cathinka. Tujuan rekomendasi ini sebagai upaya pencegahan kecelakaan yang serupa di masa mendatang.

Perlu adanya pemisahan alur lalu lintas penyeberangan bagi kapal-kapal ferry yang menuju ke Merak dan Bakauheni. Selanjutnya menentukan pola operasi kapal ferry secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi kapal seperti halnya aspek kecepatan untuk mencegah adanya penumpukkan kapal di satu lokasi.

“Kepada operator kapal ferry, KNKT merekomendasikan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi navigasi dan pemahaman terhadap Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL) 1972 atau Coallision Regulation (COLREGS) 1972 International Maritime Organization (IMO). Untuk perwira jaga juga harus meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat kapal akan melintasi ALKI,” katanya.

Tatang melanjutkan, kepada perusahaan Norgas Carrier, KNKT menyampaikan rekomendasi untuk meningkatkan impelementasi system manajemen keselamatan terutama perihal pengawakan anjungan, penerapan COLREGS dan prosedur pengawasan keliling,” ujar Tatang.

Sumber : Bisnis Indonesia, 29.04.13.

06 Mei 2013

[060513.EN.BIZ] Clarkson : Global Trade Forecast For 2013


GLOBAL trade forecasts for 2013 are already being revised down, only a few months into the year with the latest estimates from Clarkson dropping from 6.6 per cent a month ago to 6.1 per cent today.

The maritime consultancy group expects containerised trade to reach 166 million TEU in 2013, which will be the highest ever recorded figure for the industry. But even in this early stage of the year the forecasts for the major trades are coming down significantly.

According to Clarkson's Container Intelligence Monthly report, Asia-Europe volumes just one month ago were forecast to grow 3.96 per cent, today that figure has been adjusted to 3.48 per cent for a total volume of 20.8 million TEU.

This marks an increase of just 1.46 per cent from 2011, which was the last year that the trade actually posted growth…

So in actual fact if this latest Asia-Europe forecast proves accurate, the trade will only have caught up to where it was two years ago—and keep in mind that 2011 was a loss-making year for the industry and the Asia-Europe trade in particular.

On the transpacific trade the latest forecast is for growth of 4.3 per cent for a total volume of 21.8 million TEU, downgraded from the earlier projection of 5.68 per cent growth for the year.

The biggest change among all trade forecasts covered by Clarkson in its monthly report is on the transatlantic, which is now expected to post growth of just 1.58 per cent to 6.4 million TEU, down from the earlier forecast of 4.83 per cent for the year.

Commenting on the precarious outlook for the mainline trades this year Clarkson said that even these revised figures for "modest growth" were subject to further downgrades.

"This is dependent on the larger European economies avoiding recession, as well as US consumer demand shrugging off the ongoing fiscal uncertainty," it said.

The US is roughly US$4 trillion in debt and is now in the process of trying to wipe out that debt through what will most likely be a combination of increased taxes and major spending cuts, all of which are unlikely to encourage consumer spending.

Clarkson again projects that a bulk of this year's trade growth will occur in the emerging markets. However, even the projections for these trades are down, according to the latest report from the group.

Non-mainline east-west trades, which include the trades connecting North America, Europe and the Far East to the Indian Subcontinent and the Middle East, are expected to collectively post growth of 6.59 per cent to 21 million TEU, down from the previous projection of 7.61 per cent growth.

The North-South trades have had their forecast revised down from 7.06 per cent a month ago to 6.39 per cent today for a total of 28.3 million TEU. This of course is still relatively healthy growth, but the fact that the downward revisions are coming so early in the year does provide some fodder for concern.

The only projection that remains unchanged from month to month is the "others" category, which includes all intra-regional trades such as the Intra-Asia or Intra-European trades, and south-south trades as well. These markets are expected to see growth of a very healthy 7.48 per cent year on year in 2013 for a combined volume of 67.5 million TEU.

Intra-Asia trade alone, according to Clarkson is forecast to grow 8.3 per cent this year, which should see the likes of Wan Hai, OOCL, RCL and other Intra-Asia specialists post strong results this year.

Total container carrying capacity is expected to rise 6.4 per cent to 19.55 million TEU this year, which Clarkson says will put supply and demand growth in relative balance for 2013, but it will still be added onto the already steep supply surplus in the market from last year.

Shipping lines will no doubt take steps to help reduce the gap even further. One potential problem, however, could be in vessel cascading as larger vessels in the 8,000 TEU range that are now too small for the Asia-Europe and transpacific markets will be transferred over to the healthier intra-regional trades.

This could then see the supply and demand mismatch in Asia-Europe and the transpacific transferred to these other markets that typically work with far smaller margins than the larger trades, thus making the margin of error smaller as well in terms of rate setting.

It is still very early in the year and so much now is merely speculative. But what we can be sure of, even in the first quarter, is that 2013 will be a challenging year for the market. The only thing in question for now is just how challenging it will be.

Source : SN-TR, 04.05.13.

[060513.ID.SEA] Pendalaman Pulau Baai : Pelindo II Targetkan Tuntas Akhir Tahun ini


BISNIS.COM, BENGKULU--PT Pelindo II  (IPC)  menargetkan proyek pendalaman alur di Pulau Baai, Bengkulu mencapai -14 MLWS tuntas pada akhir tahun ini.

Direktur Komersial dan pengembangan usaha Pelindo II Saptono R. Irianto mengatakan pendalaman alur itu diperlukan dalam rangka meningkatkan produktifitas dan kinerja perseroan. Adapun saat ini operator pelabuhan BUMN itu telah melakukan pengerukan hingga -12 MLWS.

Dengan melakukan pendalaman alur, lanjutnya, memungkinkan kapal-kapal berukuran besar untuk masuk ke pelabuhan. Sehingga bisa menumbuhkan pasar petikemas di pelabuhan Pulau Baai yang sempat terhenti sejak 2005 hingga 2011.

“Kami targetkan pendalaman hingga -18 MLWS, tetapi dilakukan bertahap. Tahun ini kami targetkan bisa melakukan pengerukan hingga -14 MLWS. Kami harap September atau Oktober 2013 sudah tuntas,” ujarnya Sabtu (4/3)  malam.

Dia menyebutkan dengan kedalaman alur -12 MLWS, ukuran kapal yang bisa masuk ke pelabuhan maksimal 30.000 DWT. Sementara itu, dengan penambahan kedalaman hingga -14 MLWS, kapal-kapal berukuran hingga 60.000 DWT juga bisa masuk ke pelabuhan tersebut.

Berdasarkan data perseroan, trafik kunjungan kapal ke Pelabuhan Pulau Baai menunjukkan peningkatan baik dari jumlah unit maupun gross tonnage (GT). Pada 2012 tercatat sebanyak 1.999 unit kapal dengan 3,96 juta GT bersandar di pelabuhan tersebut. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya sebanyak 1.708 unit kapal dengan 2,22 GT.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga mengapresiasi rencana pengembangan bisnis Pelindo II. Dia menilai pendalaman alur merupakan salah satu cara memperbaiki infrastruktur di wilayah tersebut.

“Saya melihat rencana Pelindo II sudah baik, saya tinggal mengawal saja. Dengan memperdalam alur, maka memberikan infrastruktur yang baik. Saya harap dengan dilakukannya pendalaman alur, pantai Barat Sumatra bisa kembali menjadi pembicaraan lagi, selain Teluk Bayur. Kapal-kapal yang dari bagian Timur bisa kembali lagi ditarik ke Barat,” jelasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 05.05.13.

05 Mei 2013

[050513.EN.SEA] British Defence Agency Publishes New Set of Asian Danger Zone Charts


THE United Kingdom Hydrographic Office (UKHO), which has charted world oceans for the Royal Navy for 200 years, has published two new Admiralty Maritime Security Charts, covering the waters around India and southeast Asia.

The new charts provide best routes to avoid piracy, armed robbery, embargoes, exclusion zones, illegal fishing and smuggling, as well as routing and reporting requirements enforced by local military and security forces.

The new charts add to the UKHO's existing anti-piracy chart (Q6099) that cover the Red Sea, Gulf of Aden and Arabian Sea, and its two existing maritime security charts that cover the Mediterranean (Q6110) and the Persian Gulf and Arabian Sea (Q6111).

The new Maritime Security Charts were produced by the Royal Navy and cover Karachi to Hong Kong (chart number Q6112) and the Andaman Islands to the Torres Strait, including Indonesia (chart number Q6113).

The charts are available as free downloadable versions, along with the UKHO's Security-Related Information to Mariners (SRIM) updates available at www.ukho.gov.uk/security. The full suite of Admiralty Maritime Security Charts, including charts Q6112 and Q6113, are available to purchase from UKHO chart agents.

A full list of agents can be found at http://www.admiralty.co.uk/SitePages/Distributors.aspx .

Source : HKSG.

[050513.ID.BIZ] Sistem Alih Daya: Outsourcing Seringkali Langgar Aturan Ketenagakerjaan

BISNIS.COM, JAKARTA -- Sistem outsourcing yang dijalankan oleh beberapa perusahaan di Indonesia dinilai seringkali tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

"Saya melihat sistem outsourcing sering ada di jenis pekerjaan utama, bukan pekerjaan penunjang. Itu jelas menyalahi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Hal seperti ini dapat menimbulkan permasalahan ketenagakerjaan," kata Andari Yuriko Sari, pakar hukum perburuhan Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Rabu (1/5).

Dia menjelaskan persoalan ketenagakerjaan dalam penerapan sistem outsourcing yang kerap terjadi justru terkait dengan hak-hak para pekerja, seperti tidak adanya kepastian kerja bagi pekerja outsourcing karena hubungan kerja yang tidak jelas.

 Andari menyebut hal itu terjadi karena sebenarnya tidak ada hubungan hukum antara pekerja outsourcing dan perusahaan pemberi pekerjaan, sehingga tidak ada kepastian pemenuhan hak dan kewajiban secara langsung antara kedua pihak.

 "Jadi, para pekerja outsourcing sudah pasti sulit untuk mendapat kenaikan upah atau kenaikan jabatan karena tidak ada perlindungan hukum yang jelas dalam hubungan kerja itu. Ibarat perkawinan tidak bisa menuntut tanggung jawab," ujarnya.

 Masalah lain yang dihadapi pekerja outsourcing, kata dia, bersinggungan dengan hak untuk berserikat. Andari menilai pekerja outsourcing cenderung sulit untuk berserikat.

 "Sebagian besar pekerja outsourcing tidak dapat bergabung dalam serikat pekerja di perusahaan karena pada dasarnya status mereka bukanlah pekerja tetap dari perusahaan itu," jelasnya.

 Namun,  Andari menekankan jika syarat-syarat untuk melakukan outsourcing tidak dipenuhi dengan baik sebagaimana tercantum dalam UU Ketenagakerjaan pada pasal 64, 65, dan 66, maka status pekerja outsourcing dapat beralih menjadi pekerja tetap di perusahaan pemberi pekerjaan. (Antara)

Sumber : Bisnis Indonesia, 01.05.13.

04 Mei 2013

[040513.EN.AIR] United To Purchase 30 Embraer 175s For Its United Express Operations


UNITED Airlines is purchasing 30 Embraer 175 regional jets to add to the United Express fleet scheduled for delivery in 2014 and 2015 and will be operated by a United Express partner to be announced later, said a company statement.

As United inducts the new aircraft into the United Express fleet, it will remove some of the older 50-seat regional jets. The E175s will consume 10 per cent less fuel per seat and will have fewer CO2 emissions than the 50-seat aircraft they replace.

"At United, we are focused on modernising our fleet, and we look forward to introducing the E175 to our United Express service," said Jim Compton, United's vice chairman and chief revenue officer.

The Embraer 175 will be the first 76-seat regional jet aircraft in the United Express fleet.

United Express is the brand name of a flight connection service for the "spoke-hub" of US mainline carrier United Airlines, under which 12 individually owned regional airlines operate short- and medium-haul feeder flights.

Source : HKSG.

[040513.ID.BIZ] Kisah Kesalahan Karier Terbaik Versi 10 Orang Sukses

Liputan6.com, Jakarta : Tidak ada orang yang langsung dilahirkan sebagai orang sukses. Semua butuh proses. Bahkan untuk mencapai puncak kesuksesan, banyak orang pernah membuat kesalahan besar, kehilangan kesempatan dan akhirnya karier mereka terpuruk. Namun dari kesalahan tersebut, mereka dapat mengambil pelajaran dan kembali bangkit membangun karier yang lebih baik.

Dilansir dari laman Business Insider, Senin (29/4/2013), berikut kesalahan karier yang pernah dilakukan sejumlah CEO dan orang sukses.  

1. CEO Chegg.com, Daniel Rosensweigg

Setelah menjual perusahaannya kepada CNET, Rosensweigg ditawari bergabung dengan perusahaan raksasa, Yahoo. Tapi pria ini menolak karena ingin membantu masa transisi tim Chegg.com di bawah kepemimpinan yang baru. Namun penolakan kesempatan itu justru berbuah anjloknya pasar saham yang mengakibatkan Rosensweigg harus kehilangan banyak uang.

Meski keputusan tersebut merupakan kesalahan terbesar, tapi setelah satu tahun berjalan, Rosensweigg akhirnya bisa mendapatkan posisi karier jauh lebih tinggi sebagai Chief Operating Officer (COO) di Yahoo.

2. CTO Electronic Arts, Rajat Taneja gagal untuk membuat percakapan dengan eksekutif penting

Ketika dia masih bekerja di Microsoft, Taneja bersama dengan seorang eksekutif penting dalam sebuah lift dan tidak bisa berkata apapun selain halo. Padahal dengan berinteraksi, Anda bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru untuk mendukung karier Anda.

Sejak saat itu, Taneja tak ingin kehilangan kesempatan lagi untuk terhubung dengan orang lain, baik para eksekutif maupun masyarakat biasa. Ini merupakan kunci penting dalam berbisnis dan melatih percakapan yang lebih baik.  

3. Profesor Wharton, Yunus Berger dipecat oleh stafnya sendiri

Ketika Berger memutuskan untuk menghabiskan satu semester di perguruan tinggi di luar negeri, dia menyerahkan perusahaannya kepada Chief Financial Officer (CFO) dan memintanya untuk menjalankan bisnis sampai dia kembali. Namun stafnya justru punya rencana lain.

"Saya terlalu mudah percaya untuk menitipkan perusahaan kepada tim. Namun mereka mengubah rencana saya dan akhirnya mereka memecat saya. Saya sangat terpukul," kata Berger.

Hingga akhirnya sebelas tahun berjalan, kini Berger adalah seorang profesor di bidang pemasaran di Wharton School Universitas of Pennsylvania.

"Dipecat adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku. Jika jalannya tidak seperti ini, saya tidak akan pernah menemukan jalur karier sekarang. Pemecatan bukanlah akhir dari cerita, tapi awal babak baru," tegasnya.

4. CEO Redfin, Glenn Kelman hampir dipecat oleh Plumptree Software yakni sebuah perusahaan yang dia dirikan

Di usianya yang ke-28, Kellman pernah hampir mengalami pemecatan oleh dewan direksi karena tidak senang dengan kinerjanya. Namun dia berjanji untuk memperbaiki kinerja, dan membawa perusahaan go public.

Delapan tahun berjuang keras, Kellman mampu membuktikan performanya. Kini sebagai CEO, dia merasa beruntung karena merasa memiliki arti bagi tim di perusahaannya.

5. Ahli Keuangan, Jennifer Openshaw menumpahkan kopi di bajunya tepat sebelum tampil on air di televisi.

Openshaw kala itu bergegas menuju stasiun televisi CBS lokal di Los Angeles untuk on air di acara pagi. Cerobohnya, dia menumpahkan kopi yang mengenai bajunya. Di saat itu, Openshaw tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

6. Senior Editor di Majalah Fortune, Adam Lashinsky melewatkan kesempatan karena tidak menjalani perintah bosnya

Saat itu, salah satu editornya David Snyder menyuruh dia untuk menghubungi narasumber yang akan menjadi topik utama di majalahnya. Namun Lashinsky tidak juga menelepon narasumber tersebut, sampai beberapa minggu kemudian, Synder memanggil dia ke kantor dan menunjukkan sebuah artikel di Wall Street Journal yang berisikan pernyataan narasumber itu.

"Memang Synder tidak memarahi saya, tapi saya tahu bahwa saya telah mengacaukan rencananya dan saya dipermalukan," ujarnya. Sejak saat itu sampai hari ini, Lashinsky memegang prinsip untuk memprioritaskan apa yang diperintahkan pimpinannya.  

7. Craig Newmark, CEO Craigslist tidak sabar dalam melayani pelanggan

Episode Newmark paling dramatis adalah ketika perusahaannya tidak mendengarkan pilihan yang lebih disukai oleh pelanggan. Newmark pun menjadi orang yang kehilangan kesabaran dalam melayani pelanggan. Hingga akhirnya dia tersadar dan mulai memahami karakteristik, keinginan pelanggan sejak 18 tahun lalu.

8. CEO Mandalay Entertainment & Golden State Warriors, Peter Guber memutuskan tidak menandatangani kontrak pemain basket ternama, Jeremy Lin tahun lalu

Banyak orang mengkritisi langkah Warrior tersebut. Apalagi Lin, akhir tahun lalu pindah kontrak ke Houston dan dia tampil cukup baik di tahun ini serta menguntungkan manajemen lain. 

Namun kekecewaan menghilang, ketika Guber merubah pemilihan tim pemain pertama dengan usia 17 tahun dan membuat playoff kedua kalinya untuk usia lebih dari 20 tahun. Guber tak pernah khawatir dengan keputusan yang diambilnya.
"Ikuti saja keyakinan Anda dan tidak perlu dorongan dari gosip dan spekulasi media," katanya.

9. CEO CVWarehouse, Inge Geerdens dipecat karena dia memiliki visi yang berbeda dengan atasannya

Pada tahun 1995, Geerdens baru saja merintis karir pertamanya di sebuah perusahaan perekrutan. Pada saat itu, investasi di bidang IT masih hal baru dan sangat mahal. Pimpinannya kala itu tidak bersedia menanamkan modalnya di IT, sehingga Geerdens terpaksa dipecat.

"Saya mulai mendirikan perusahaan perekrutan tech savvy bukan karena ingin membuktikan bos saya salah. Tapi saya punya keyakinan bahwa perusahaan ini punya masa depan," tutur dia.
Hanya dalam waktu lima tahun, saya membangun brand yang kuat lalu setelah itu menjualnya. Lalu dia mendirikan perusahaan baru dan menawarkan solusi rekrutmen online.

10. CEO Asana, Justin Rosenstein merilis Google Drive di 2006, tapi proyek ini tidak didorong cukup keras

Ketika berusia 22 tahun dan bekerja di perusahaan raksasa, Google, Rosenstein memiliki ide pengembangan GDrive yang dapat dihubungkan ke file komputer pengguna, dan bisa digunakan untuk sistem operasi Windows, Mac, Linux dan web. Proyek bermanfaat dan menakjubkan ini justru ditolak oleh pendiri Google, Larry Page.

"Larry begitu cerdas, tapi saya tidak punya percaya diri untuk mendorong proyek ini agar bisa diterima. Saya tidak punya modal cukup untuk mempengaruhi tim Google Docs dan ketika Dustin meminta saya bergabung dengan Facebook pada 2007, saya meninggalkan Google tanpa menyelesaikan proyek," jelas dia.

Dan lima tahun kemudian, Google meluncurkan GDrive terintegras. Dari kejadian itu, Roseinsten memetik pelajaran berharga bahwa jika Anda sudah menciptakan suatu proyek di sebuah perusahaan, maka bertanggung jawablah. Karena bukan manajemen yang bisa memahami posisi pemasaran dan strategi unik untuk proyek Anda. (Fik/Ndw)

Sumber : Liputan6, 02.05.13.