04 September 2014

[040914.ID.SEA] Pemerintah Jokowi-JK Dibebani Banyak PR Maritim

Bisnis.com,JAKARTA -Indonesia National Shipowners Association menilai pemerintah mendatang bakal dihadapkan  banyak agenda yang mesti dikerjakan pada sektor maritim.

Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, terutama  infrastruktur pelabuhan, akses keluar masuk pelabuhan, keberadaan tenaga kerja bongkar muat  dan tata kelola pelabuhan yang harus disesuaikan dengan Undang Undang No.17/2008 tentang Pelayaran.

Di sisi lain, imbuhnya, pemerintah baru juga memiliki pekerjaan terkait kebijakan fiskal pada industri maritim. Kebijakan  penghapusan PPN atas pembelian BBM kapal agar harga BBM bagi industri kapal lebih kompetitif masih harus dirampungkan, penghapusan PPN atas penjualan kapal milik sebelum 5 tahun dan PPN atas bongkar muat barang pada jalur perdagangan internasional.

Selain itu, katanya, tidak kalah pentingnya adalah penghapusan bea masuk komponen kapal agar harga kapal produk dalam negeri bisa kompetitif. Tidak seperti sekarang, harga kapal produk galangan nasiona lebih mahal 30% ketimbang produk luar negeri.

"Ini relatif mudah , tetapi perlu fokus dan kami menunggu agar ini segera direalisasikan," ujarnya, Senin (1/9/2014).


Sumber : Bisnis Indonesia, 01.09.14.

03 September 2014

[030914.EN.SEA] NATO Warships To Patrol Mediterranean To Prevent Terrorist Attacks

THE US Maritime Administration (MARAD) has issued an advisory to ships operating in the Mediterranean that NATO warships are patrolling and vessels might be boarded.

Under Operation Active Endeavor (OAE) NATO ships are monitoring shipping to counter terrorist activity.

The operation, carried out under Article 5 of the NATO Charter and consistent with international law, evolved out of NATO's immediate response to the terrorist attacks against the United States of September 11, 2001.

"Under OAE NATO ships hail vessels and request identification and other information. Boarding of vessels may be requested, and is carried out only with the consent of the master and/or the flag state," the advisory said.

"Non-compliant vessels are reported to appropriate law enforcement organisations and shadowed until action is taken by a responsible agency/authority or until it enters a country's territorial sea.

"US-flag vessels hailed by NATO warships under OAE should cooperate to the extent possible without jeopardising the safety and security of the vessel, crew, or cargo," said the MARAD release.

"In the event the vessel cannot fully cooperate with OAE, provide the hailing warship the vessel name, IMO number and company security officer contact information, and report the circumstances immediately to the company security officer," said the statement.


Source : HKSG.

[030914.ID.SEA] Kekuatan Maritim INDONESIA: Sultan Berharap Jokowi Wujudkan Konsepnya

Bisnis.com, YOGYAKARTA --Jokowi mendapat tantangan secara halus untuk mewujudkan gagasan soal peningkatan kekuatan maritim Indonesia.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap kekuatan maritim Indonesia mampu diwujudkan pemerintahan baru dibawah kepemimpinan presiden terpilih Joko Widodo.

"Kekuatan kemaritiman bisa dimulai dari Pak Jokowi, karena kalau tidak keliru dalam konsep pemerintahannya ada konsep kemaritiman," kata Sri Sultan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (28/8/2014).

Sultan mengatakan dunia maritim Indonesia saat ini cenderung mengalami kemunduran signifikan jika dibandingkan zaman dahulu yang sempat mencapai kejayaan, baik dalam bidang politik maupun ekonomi.

"Ironis memang Indonesia yang mempunyai potensi laut sangat besar di dunia kurang begitu memperhatikan sektor ini," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Menurut dia, kekuatan maritim Indonesia saat ini masih lemah karena terkendala tata kelola laut yang masih tumpang tindih.

"Kesemrawutan tata kelola kelautan Indonesia yang sekarang ada, karena masing-masing instansi atau kementerian bertindak berdasarkan peraturannya sendiri.

Menurut dia, Indonesia tidak membutuhkan banyak badan untuk mengatur tata kelola kelautan.
"Yang dibutuhkan Indonesia adalah satu badan dengan banyak fungsi agar tumpang tindih pengelolaan laut dapat dihindari," katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah mendatang juga perlu mewujudkan budaya maritim dengan mendorong dunia pendidikan, keluarga, dan lembaga terkait makan ikan laut.

Menurut dia, dari sisi kesadaran masyarakat tentang pentingnya kekayaan laut hingga saat ini juga masih kurang terbangun.

"Tidak mengherankan jika penanganan "illegal fishing" tidak dianggap penting. Itu karena konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih rendah, dibanding negara lainnya," kata Sultan.


Sumber : Bisnis Indonesia, 28.08.14.

02 September 2014

[020914.EN.SEA] Disruption Ends on Dakar-Mali Railway After 8 Locomotives Come into Service

RAIL service between Dakar in Senegal and landlocked Mali is again operating normally following earlier congestion caused by a lack of technical capacity, French shipping line CMA CGM told customers.

The 1,200-kilometre line between Dakar and Koulikoro, via Mali's capital, Bamako, is a bi-national rail concession is run by Transrail, which suffered serious congestion in June.

This induced the shipping line to tell customers to transfer freight to road, but now that Transrail had taken delivery of eight locomotives, the problem had been solved.

Said CMA CGM: "There is no longer any rail congestion and both road and rail options are running smoothly."


Source : HKSG.

[020914.ID.BIZ] BPJS Ketenagakerjaan: Pinjaman Uang Muka Perumahan Kurang Diminati Peserta

Bisnis.com, MAKASSAR - Fasilitas pinjaman uang muka kepemilikan perumahan BPJS Ketenagakerjaan cenderung kurang dimanfaatkan para pekerja yang terdaftar dalam kepesertaan di wilayah Sulawesi dan Maluku.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulama, realisasi pinjaman uang muka perumahan (PUMP) sepanjang januari-juli hanya 5,2% dari total target penyaluran yang mencapai Rp8,9 miliar hingga akhir tahun ini.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulama Arief Budiarto mengatakan minimnya penyaluran PUMP itu disebabkan sebagian besar peserta tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas pinjaman.
"Selain itu, kita akui juga karena peserta tidak memahami dan mengetahui jika BPJS Ketenagakerjaan memiliki fasilitas pinjaman ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (2/9/2014).
Di sisi lain, pemanfaatan fasilitas PUMP juga cenderung hanya dimanfaatkan oleh peserta jaminan sosial yang terdaftar pada kota utama di wilayah operasional Sulama.
Arief memaparkan, kontribusi terbesar penyaluran PUMP berada area Makassar dengan persentase sekitar 40% dari total pinjaman, disusul area lainnya seperti Palu, dan Manado.
Menurutnya, penyediaan fasilitas tersebut diharapkan lebih memudahkan tenaga kerja yang masuk dalam kepesertaan untuk mendapatkan KPR dari perbankan.
Usman Rappe, Manager Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulama, mengatakan fasilitas PUMP yang disediakan mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta yang diseseuaikan dengan besaran upah pekerja dengan bunga sebesar 3% per tahun.
"Untuk tenornya sendiri, kita tawarkan hingga 5 tahun. Tetapi memang sering terkendala karena upah dari peserta tidak memenuhi persyaratan administrasi," katanya.
Menurutnya, secara umum pada tahun ini terjadi kecenderungan penurunan peminat PUMP yang cukup besar dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang juga dipengaruhi adanya regulasi bank sentral terkait pengetatan KPR.
Adapun, sepanjang tahun lalu BPJS Ketenagakerjaan Sulama berhasil menyalurkan PUPM hingga Rp7,2 miliar.

Sumber : Bisnis Indonesia, 02.09.14.

01 September 2014

[010914.EN.SEA] CMA CGM Profit Falls 185pc to US$94 Million On Record Revenues Up 3.7pc

MARSEILLES container carrier CMA CGM, the world's third biggest, has posted a 185 per cent second quarter net profit decline to US$94 million, drawn on record revenues of $4.2 billion, an increase of 3.7 per cent.

But this did not include last year's one-off $248 million gain from the sale of the 49 per cent of port operator Terminal Link. 

Volumes carried by the French shipping line increased eight per cent to 3.1 million TEU, compensating for a 3.9 per cent quarterly drop in per box revenue.

Cost per TEU was reduced 4.8 per cent with a 9.8 per cent drop in fuel cost per box owing to lower bunker prices and increased efficiency.

CMA CGM's volume growth was mainly attributed to its Asia-Europe and Africa lines, as well as Asia Pacific lines under its subsidiary, ANL.

During the quarter CMA CGM signed a partnership agreement to develop a new terminal in Mundra, India with local company Adani.

Negotiations have also begun for a terminal in Kingston, Jamaica, which could become the company's Caribbean transshipment hub.

The company's fleet size grew by one to 430 ships, while the fleet capacity increased three per cent to 1,589 TEU.

"Freight rates remained volatile overall, with the usual high level of volumes at this time of the year helping drive current rate increases. On this basis, CMA CGM expects its third-quarter operating performance to be sustained, said the company statement.


Source : HKSG.

[010914.ID.BIZ] Impor Turun, Rupiah Masih Melemah

TEMPO.COJakarta - Penguatan dolar masih menjadi faktor penekan rupiah meski data ekonomi dalam negeri sedikit membaik. Di transaksi pasar uang hingga pukul 12.30 WIB, rupiah melemah 10 poin (0,08 persen) ke level 11.700 per dolar Amerika Serikat.

Rilis data Badan Pusat Statistik menyebut neraca perdagangan bulan Juli mengalami surplus tipis US$ 123,7 juta. Nilai ekspor Indonesia tercatat US$ 14,18 miliar sementara impornya sebesar US$ 14,05 miliar. Namun, tekanan terhadap rupiah lebih disebabkan oleh faktor eksternal.

Dolar semakin kuat di pasar global setelah rilis data-data ekonomi AS tercatat membaik dan inflasi di zona euro melambat. Ini membuat pelaku pasar lebih memilih untuk berinvestasi pada aset berisiko rendah. Imbasnya, dolar kembali menguat terhadap mata uang utama dunia.

Di sisi lain, masih ada risiko dari kelanjutan konflik Ukraina yang kemungkinan pecah sewaktu-waktu dan potensi tekanan dari stimulus bank sentral Eropa (ECB). "Pelonggaran moneter tahap lanjut dari ECB akan memicu pelemahan euro dan sebaliknya menambah dorongan terhadap dolar," ujar Masashi Murata, analis dari Brown Brothers Harriman, Tokyo.

Pasar semakin yakin bahwa stimulus ECB akan digulirkan cepat atau lambat. Sinyal melambatnya perekonomian Jerman membuat posisi ECB sulit untuk tidak mengeluarkan stimulus," kata Murata.

Hingga pukul 12.30 WIB, euro melemah ke level US$ 1,31, poundsterling melemah ke US$ 1,66. Di pasar Asia, won Korea melemah ke level 1.013,94 per dolar AS, ringgit melemah ke 3,16 per dolar AS, dan baht Thailand melemah ke level 31,98 per dolar AS.
Sumber : Tempo, 01.09.14.