03 Agustus 2018

[030818.ID.SEA] Hingga Semester I, Pendapatan Samudera Indonesia Mencapai US$ 225,70 Juta


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang semester I-2018, PT Samudera Indonesia Tbk mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar US$ 225,70 juta meningkat 9,22% ketimbang perolehan tahun lalu sebesar US$ 206,63 juta.

Seiring dengan meningkatnya penjualan dan pendapatan usaha, beban pokok penjualan dan pendapatan juga meningkat 11,70%.

Beban pokok penjualan dan pendapatan emiten berkode saham SMDR ini sebesar US$ 196,90 juta pada semester I-2018, tahun sebelumnya SMDR hanya mencatatkan beban pokok sebesar US$ 176,28 juta.

Lantaran beban pokok yang meningkat, jumlah laba bruto SMDR sepanjang semester I-2018 menurun 5,14% atau sebesar US$ 28,79 juta, tahun sebelumnya SMDR menorehkan laba bruto sebesar US$ 30,35 juta.

Direktur PT Samudera Indonesia, Bani M Mulia mengatakan penurunan bottomline lantaran ada beberapa penundaan pengoperasian kapal di domestik.

“Sebenarnya pendapatan di semester I-2018 sedikit di atas target tapi kemudian juga ada beberapa rute yang terpengaruh dengan kenaikan harga minyak, sehingga ada penurunan laba,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/8).

Sebagai informasi, pada 2018 perusahaan ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 190 juta. “Belanja modal ini digunakan untuk membeli kapal, ekspansi lahan, dan ada akusisi yang masih dalam proses,” ujarnya.

Sumber : Kontan, 03.08.18.

02 Agustus 2018

[020818,EN.BIZ] List of Freighter Transactions From Mid-June Through Mid-July


FEDEX plans to take delivery of thirty-three 767Fs and nine 777Fs by the end of its fiscal year 2020, according to Cargo Facts Update of recent freighter aircraft transactions.

Every week the Seattle publication posts a list of recent freighter aircraft transactions, and then a comprehensive summary in the monthly issue of Cargo Facts.

Each reference to a freighter aircraft transaction (FAT) in the publications contains a unique FAT code linked to the FAT database on the CargoFacts.com website.

This database is available to subscribers as an interactive tool on our website, and you can go to it from the "FAT Data" tab at the top of the home page, or directly at https://cargofacts.com/fat/

Below, we include the transactions from recent issues of Cargo Facts Update, and we encourage you to make use of the FAT database here on our website.

Air Atlanta Icelandic ACMI-leased a 747-400BCF (24801) to NAM - a division of the Network Aviation Group - and Astral Aviation [FAT 004492].

The freighter will join Network Airline Management's managed fleet, which currently consists of a 747-400F ACMI-leased from Air Atlanta Icelandic, and two MD-11Fs wet leased from Western Global Airlines.

The BCF will be based at NAM's European hub in Liege and will be placed in scheduled service as part of its network to Africa.

Boeing and FedEx jointly announced an order for twelve 767Fs and twelve 777Fs in a deal valued at US$6.6 billion at list prices [FATs 00458-4481].

FedEx took delivery of a 777F (41440) from Boeing [FAT 004482]. FedEx now operates thirty-five 777Fs and has 15 more on order.

FedEx took delivery of a 767-300F (43632) from Boeing [FAT 004489].

Northern Air Cargo acquired a 767-300BDSF (25201, ex-American Airlines) on-lease from Cargo Aircraft Management, the leasing arm of Air Transport Services Group, and will operate the aircraft on an ACMI basis for Strat Air [FATs 004493-4494].

Canada's Cargojet Airways acquired a 767-300ER (25449, ex-American Airlines) and is having it converted to freighter configuration with Bedek Aviation Group at Bedek's Tel Aviv (TLV) facility [FATs 004495-4496].

Air Transport Services Group took redelivery of a 767-300BDSF (25446, ex-American Airlines) following freighter conversion by Bedek Aviation Group [FAT 004497].

FedEx removed an A310-300F (449) from service and ferried it to Victorville (VCV) for storage, leaving only four A310 freighters operating in FedEx's fleet [FAT 004483].

Canada's Cargojet Airways took redelivery of a 757-200PCF (25730, ex-American Airlines) following its conversion to freighter configuration by Precision Aircraft Solutions at the Flightstar facility in Jacksonville (VQQ) [FAT 004490].

SF Airlines acquired a 757-200 (27245, ex-American Airlines) and has ferried it to ST Aero's Seletar facility for conversion to freighter configuration [FAT 004484-4445].

Airwork Holdings took redelivery of a 737-400F (25371, ex-Blue Air) following conversion to freighter configuration by Aeronautical Engineers, Inc at Dothan (DHN) [FAT 004486].

West Atlantic UK took redelivery of a 737-400F (25429, ex-Volito Aviation) on-lease from Vx Capital Partners [FATs 004487-4488] following conversion to freighter configuration by Aeronautical Engineers, Inc.

Luxembourg-based Vallair took redelivery of a 737-400F (27087, ex-City Airways) following conversion to freighter configuration by PEMCO World Air Services at the STAECO facility in Jinan [FAT 004491]. The aircraft was ferried to Montpellier Frejorgues (MPL), but an operator has not yet been announced.

MCS AeroCarga adds maiden 737-300QC (25159, ex-Air Costa Rica) [FAT 004498]. The aircraft will enter service with the Mexico City-based carrier configured as a freighter, joining MCS AeroCarga's fleet of four CRJ-200Fs. Looking ahead, the airline is said to be considering additional 737 Classics, according to Transponder1200.

Source : HKSG.

[020818.ID.BIZ] Sebanyak 186 Kendaraan Ditindak Dalam Operasi ODOL di Tol Jakarta-Tangerang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Cabang Jakarta-Tangerang-Cengkareng (JTC) menggelar operasi Over Dimension dan Over Load (ODOL) di KM 9+600 (eks Gerbang Tol Karang Tengah) arah Jakarta, Senin (30/7) hingga Jumat (3/8).

Operasi yang berlangsung sekitar pukul 09.00-14.00 WIB ini bertujuan untuk menertibkan kendaraan berat yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Operasi digelar dengan menggandeng tim dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat.

Selain kendaraan melebihi berat muatan (over load), penertiban juga dilakukan terhadap kendaraan berat yang melebihi dimensi kendaraan maupun muatan (over dimension) serta melewati masa berlaku KIR.

Berdasarkan data sementara operasi ODOL di Jalan Tol Jakarta-Tangerang KM 9+600 yang telah masuk sejak tanggal 30 Juli-1 Agustus 2018, diketahui adanya kecenderungan peningkatan jumlah kendaraan over load atau over dimensi yang terjaring tiap harinya.

Traffic Control Service Manager Ruas Jakarta-Tangerang Jasa Marga Cabang JTC Bing Purwatadi mengatakan, pada operasi hari pertama (30/7), jumlah kendaraan berat yang diperiksa dalam operasi ini adalah sebanyak 64 unit. Dari jumlah itu, kendaraan yang terbukti over load sebanyak 41 unit (64,06%), over dimensi 12 unit (18,75%), dan normal 11 unit (17,19%).

Pada hari kedua, (31/8), ada 86 unit kendaraan yang diperiksa dengan rincian kendaraan yang terbukti over load 47 unit (54,65%), over dimensi 6 unit (6,98%), dan normal 33 unit (38,37%).

Pada hari ketiga operasi (01/8), dari 109 unit kendaraan yang diperiksa, 65 unit (59,63%) di antaranya terbukti over load, over dimensi 15 unit (13,76%), dan normal 29 unit (26,61%).

Secara keseluruhan, dalam tiga hari operasi, jumlah kendaraan yang diperiksa adalah 259 unit. Dari jumlah itu, kendaraan yang terbukti over load 153 unit (59,07%), over dimensi 33 unit (12,74%), dan normal 73 unit (28,19%).

"Rencananya, operasi ini akan tetap digelar setiap bulannya sampai dengan akhir Desember 2018." kata Bing dalam siaran persnya, Kamis (2/8).

Menurut Bing, rata-rata kendaraan yang melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang berjumlah lebih dari 100.000 kendaraan per hari. Dari jumlah itu, sebanyak 17% di antaranya adalah kendaraan Golongan 2 hingga Golongan 5. Kendaraan Golongan 2 sampai Golongan 5 tersebut banyak yang muatannya berlebih.

“Over load ini tentunya sangat berpengaruh pada faktor penunjang kelancaran, di mana kendaraan yang over load itu tentunya sering mengalami gangguan, seperti pecah ban, patah baut roda, bahkan patah as roda sehingga menjadi hambatan-hambatan di jalan,” ujar Bing.

Selain itu, kendaraan over load itu tidak mempunyai akselerasi dan daya pengereman yang baik. Dampaknya adalah meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan di jalan, tabrak depan, maupun tabrak belakang. Kendaraan over load dapat menyebabkan kerusakan konstruksi jalan sehingga jalan menjadi bergelombang, berlubang, dan tidak rata.

Bing meneruskan, akibat kendaraan over load, kepadatan bisa terjadi dua kali, yakni saat kendaraan over load melintas dan saat perbaikan jalan yang menjadi cepat rusak akibat kendaraan over load tersebut.

Sumber : Kontan, 02.08.18.

01 Agustus 2018

[010818.EN.SEA] Cosco's OOCL Takeover Complete, 'Deepening' Cooperation Lies Ahead


COSCO has completed its takeover of Hong Kong's OOIL, parent of Orient Overseas Container Line (OOCL), saying its new holding would operate as separate brand but, at the same time, "deepening" cooperation lies ahead.

"Both liners will make their own decisions on rates based on their own business strategy/policy and characteristics of respective products and maintain their own pricing and approval systems," said the Cosco statement.

But there will be changes. "The pick-up and use of containers will be easier for customers through measures including centralised procurement, interchanging use of containers and so on," Cosco said.

The two now operate a combined fleet of 400 vessels, totalling 2.7 million TEU, which will grow with the 19 vessels on order, boosting capacity to 2.93 million TEU by the end of the year.

Source : HKSG.

[010818.ID.BIZ] Menhub & Dirjen Darat Silang Pendapat, Aptrindo Sampaikan Stimulus Trucking


Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia akan menyampaikan masukan secara resmi kepada Kementerian Perhubungan menyangkut stimulus angkutan barang.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengungkapkan asosiasinya sedang menyusun kebutuhan pengusaha truk yang akan diimplementasikan dalam bentuk stimulus usaha trucking supaya tepat sasaran.

"Kami akan sampaikan secara resmi soal itu kepada Kemenhub, kami sedang siapkan. Hal ini supaya tidak ada silang pendapat maupun salah tafsir antara pemerintah selaku regulator dengan para pengusaha truk yang diwakili Aptrindo," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta pada Selasa (31/7/2018).

Tarigan menyatakan hal itu merespons perbedaan penafsiran soal rencana pemberian stumulus angkutan barang antara Menteri Perhubungan Bufi Karya Sumadi dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi jika program penertiban truk overload dan overdimensi alias ODOL sukses digelar mulai 1 Agustus 2018.

"Selama ini kami menerima data bahwa ada triliunan rupiah yang mesti dikeluarkan pemerintah untuk merawat kerusakan jalan akibat truk ODOL. Aptrindo sangat mendukung penertiban truk ODOL," paparnya.

Tarigan mengaku juga mendengar langsung pernyataan Menhub Budi Karya yang menyatakan bakal menyiapkan stimulus angkutan barang dalam kaitan ODOL untuk mengembangkan dan perbaikan usaha trucking dan logistik pada masa mendatang.

"Ini kan baru wacana, kami sangat mengapresiasi, tinggal bagaimana pengusaha truk duduk bersama dengan pemerintah," papar Tarigan.

Sebelumnya, ketika menghadiri peresmian gedung baru Graha Aptrindo di Tanjung Priok pekan lalu, Menhub Budi Karya mengutarakan stimulus bisa saja disiapkan berupa pengurangan atau pembebasan pajak usaha trucking supaya kinerja perusahaan bersangkutan bisa lebih baik.

Pemberian stimulus itu disiapkan setelah beban pembiayaan perawatan jalan dari APBN berkurang sebagai imbas turunnya pengoperasian truk ODOL.

Namun, berbeda dengan pernyataan Menhub, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyatakan tidak akan memberikan insentif bagi pengusaha truk yang sudah taat aturan dalam hal ini tidak melakukan praktik ODOL.

Budi Setiyadi mengatakan pihaknya hanya akan memberikan apresiasi bagi pengusaha yang tidak melakukan ODOL. “Tidak ada insentif soal itu. Saya hanya menindak yang melanggar. Kalau yang sudah menaati aturan ya saya berikan apresiasi saja.”

Dalam hal ini pemberian apresiasi yang dimaksudnya hanyalah penghargaan terhadap perusahaan atau perorangan. “Mungkin hadiah berupa penilaian yang bagus, seperti bintang satu atau dua atau penghargaan. Jadi, itu akan meningkatkan kepercayaan pelaku terhadap perusahaan logistiknya.”

Sumber : Bisnis, 31.07.18.