04 November 2019

[041119.ID.BIZ] Ini 10 Provinsi Dengan UMP 2020 Terendah

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan upah minimum regional 2020 telah ditetapkan sebesar 8,51 persen oleh Kementerian Ketenagakerjaan, disesuaikan dengan besaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengacu ke Surat Edaran Menteri Nomor B-M/308/HI.01.00/2019, para gubernur di 34 provinsi seluruh Indonesia wajib mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di masing-masing daerah secara serentak pada 1 November 2019.

Adapun untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), selambat-lambatnya ditetapkan dan diumumkan pada 21 November 2019.

Meski diputuskan UMP nasional sebesar 8,51 persen, tapi daerah dengan UMP/UMK pada 2015 masih di bawah nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) diwajibkan menyesuaikan upah minimumnya untuk sama dengan KHL paling lambat pada penetapan upah minimum 2020.

Hal itu diatur dalam Pasal 63 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 mengenai pengupahan. Dalam hal ini, disebutkan ada tujuh provinsi yang harus menyesuaikan UMP sama dengan KHL yaitu Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Lalu, provinsi mana saja yang memiliki UMP terendah untuk 2020? Berikut daftar 10 provinsi dengan UMP terendah:

1. Jawa Tengah dari Rp1.605.396 pada 2019, menjadi Rp1.742.015 pada 2020,
2. Jawa Timur dari Rp1.630.059 pada 2019, menjadi Rp1.768.777 pada 2020,
3. Jawa Barat dari Rp1.668.372 pada 2019, menjadi Rp1.810.350 pada 2020,
4. NTT dari Rp1.793.293 pada 2019, menjadi Rp1.945.902 pada 2020,
5. DI Yogyakarta dari Rp1.570.922 pada 2019, menjadi Rp2.004.000 pada 2020,
6. Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Rp2.012.610 pada 2019, menjadi Rp2.183.883 pada 2020,
7. Bengkulu dari Rp2.040.000 pada 2019, menjadi Rp2.213.604 pada 2020,
8. Sulawesi Tengah dari Rp 2.123.040 pada 2019, menjadi Rp2.303.710 pada 2020,
9. Kalimantan Barat dari Rp2.211.500 pada 2019, menjadi Rp2.399.698 pada 2020,
10. Lampung dari Rp2.240.646 pada 2019, menjadi Rp2.431.324 pada 2020.

Sumber : Bisnis, 04.11.19.

03 November 2019

[031119.EN.BIZ] Hyundai, Israel's Taavura to Collaborate on Future Mobility Solutions


HYUNDAI Motor and Israeli mobility firm Taavura have entered into a partnership to tap business opportunities in future mobility together and collaborate on a study of new technology trends.

Established in 1955, Taavura is a logistics service firm that transports ground and air cargo and also imports and distributes vehicles. The Israeli company has been seeking expand its business into the fields of information technology, data and cyber security.

The company plans to establish a Taavura Innovation Centre this year to nurture budding Israeli enterprises and secure its innovative technology in smart mobility, transportation, logistics and energy.

Under the partnership, the South Korean carmaker will also participate in a startup support programme at the innovation centre and may consider investments in promising startups there, reported the Korea Herald.

Hyundai Motor's Technology Innovation Centre head Sull Won-hee was quoted as saying: "By utilising Taavura's infrastructure and its position in Israel's mobility industry, we expect to discover promising startups and speed up the process of testing (new) technology and business models."

Said Taavura CEO Shai Livnat: "Taavura is proud to partner with a strong and highly respected global automotive player in order to further drive innovation for future mobility solutions based on Israeli ingenuity and innovation."

Through a startup incubator launched in November in Tel Aviv, Hyundai Motor signed a series of strategic partnerships with Israeli startups including allegro.ai, a developer of computer vision technologies; Percepto, a drone maker; and energy firm H2 Pro.

In June, Hyundai also announced its investment in Israeli technology startup MDGo which provides a connected mobility service that automatically calls an ambulance in case of car accidents.

Source : HKSG.

[031119.ID.BIZ] PT KAI Luncurkan Empat Kereta Baru, Simak Daftarnya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan hadirnya 4 kereta api baru yang berelasi di Pulau Jawa.

Namun, saat dikonfirmasi, PT KAI (Persero) belum memberikan penjelasan mengenai harga tiket yang berlaku untuk kereta baru tersebut.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan bahwa masyarakat dapat memesan tiket pada tanggal 1 November 2019 untuk jadwal keberangkatan tanggal 1 Desember 2019.

Pemesanan tiket dilakukan secara bertahap dan berlaku di semua kanal pembelian.

Perhatikan Tiket

Tak hanya itu, Edi juga mengimbau kepada masyarakat agar memerhatikan jadwal yang tercantum pada tiket.

"Saya mengimbau kepada calon penumpang KA dengan keberangkatan 1 Desember 2019 dan seterusnya agar memerhatikan lagi jadwal yang tertera di tiket. Tujuannya agar tidak tertinggal kereta, karena sudah diberlakukannya Grafik Perjalanan KA (Gapeka) Tahun 2019," ujar Edi kepada Kompas.com, Jumat (1/11).

Edi menjelaskan bahwa Gapeka 2019 merupakan salah satu program yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 1781 Tahun 2019 tentang Penetapan Grafik Perjalanan KA Tahun 2019 PT KAI (Persero).

Selanjutnya, Gapeka 2019 digalakkan guna memenuhi aspirasi dan kebutuhan pelanggan akan layanan kereta api.

Tak hanya itu, penggunaan Gapeka 2019 ini nantinya berpengaruh pada jadwal perjalanan kereta api, waktu tempuh perjalanan, perpanjangan relasi kereta api, dan hadirnya KA-KA baru.

Berikut rincian pengaruh dari penggunaan Gapeka 2019:

Perubahan waktu tempuh KA

KA Pasundan relasi Bandung Kiaracondong-Surabaya Gubeng akan mengalami pengurangan waktu tempuh sebesar 82 menit, dari sebelumnya 16 jam 7 menit menjadi 14 jam 45 menit.
KA Brantas relasi Blitar ke Pasar Senen mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh sebesar 54 menit, dari sebelumnya 15 jam 4 menit menjadi 14 jam 10 menit.
KA Singasari relasi Blitar ke Pasar Senen mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh sebesar 45 menit, dari sebelumnya 15 jam 55 menit menjadi 15 jam 10 menit. 

Sumber : Kontan, 02.11.19.

02 November 2019

[021119.EN.BIZ] Philippines Youth Group Visits NYK Head Office And Maritime Museum


JAPANESE shipping giant NYK recently played host to a group of Filipino young people as part of the Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS 2019), sponsored by Japan's Ministry of Foreign Affairs.

The group toured the head office and the NYK Maritime Museum and Hikawa Maru museum ship as part of the Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths,

NYK personnel also reviewed the company's business activities and how Filipino seafarers are playing an important role in the shipping industry, said a company statement.

The company also introduced the NYK-TDG Maritime Academy (NTMA), which is located in the suburbs of Manila and jointly run by NYK and the Transnational Diversified Group (TDG). In addition, a Filipino seafarer who works at the NYK head office talked about his work and life in Tokyo, and many questions were asked by the youths.

On October 30, they visited the NYK Maritime Museum and the Hikawa Maru museum ship in Yokohama to learn more about the company's contributions to the shipping industry in Japan.

The NYK Group said will continue to work to expand its business while striving to improve both the quantity and quality of Filipino seafarers by strengthening the company's relationship with the Philippines.

The Transnational Diversified Group (TDG) is a globally competitive and highly progressive Philippine-owned business group that comprises over 40 companies, primarily in logistics, ship management & manpower, travel & tourism, information and communications technology, and other investments in industries such as renewable energy, agriculture, and real estate.

Since its establishment in 1976, TDG has been actively working with NYK and has since become a respected strategic partner of large global corporations as a result of its world-class experience and win-win outlook.

Source : HKSG / Photo : JICE.

[021119.ID.BIZ] Menilik Posisi Indonesia di Kerja Sama Dagang RCEP

Bisnis.com, JAKARTA-- Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) merupakan salah satu pakta kerja sama ekonomi terbesar di dunia yang sedang diupayakan penyelesaiannya tahun ini.

Namun, rupanya belum banyak yang tahu bahwa Indonesia memainkan peran yang penting dalam RCEP.

Menteri Perdagangan Indonesia Agus Suparmanto mengakui hal tersebut. Menurutnya, publik belum banyak mengetahui dan paham mengenai perundingan RCEP yang dilakukan oleh Indonesia selama ini.

Adapun menurutnya isu perundingan RCEP merupakan salah satu perjanjian dagang dan kerja sama ekonomi yang diharapkan segera diselesaikan secara substansial tahun ini oleh Indonesia.

“Sayangnya, tidak banyak masyarakat yang paham tentang perundingan RCEP. Padahal, ide dan konsep RCEP pertama kali digulirkan pada KTT Asean ke-19 pada 2011 di Bali, Indonesia. Kala itu Indonesia sebagai Ketua Asean 2011,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (2/11).

Dalam perjalanannya,setelah diinisasi di Bali,  Asean yang didukung oleh 6 negara mitra perjanjian dagang bebasnya  yakni China, Korea Selatan, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan India menyepakati pembentukan Guiding Principle for Negotiating RCEP dan meluncurkan pakta kerja sama tersebut dalam KTT Asean ke-21 pada 2012 di Kamboja.

Dalam hal ini RCEP diharapkan akan mendorong kemajuan industri negara-negara Asean. Ambisi itu diperkuat dengan adanya keenam negara mitra perdagangan  Asean  dalam rantai pasok kawasan RCEP.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, perundingan putaran pertama RCEP dimulai pada Mei 2013. Adapun, dalam proses perundingan RCEP, Indonesia ditunjuk sebagai negara koordinator .

Sementara itu Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo ditunjuk sebagai Ketua Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiating Committee/TNC) RCEP sekaligus Ketua Perunding untuk Asean.

“Karena perannya sebegai negara pencetus dan pengembang ide RCEP, Indonesia kemudian diusulkan menjadi negara koordinator dan Ketua Komite Perundingan RCEP sekaligus sebagai Ketua Perunding Asean,” jelas Iman Pambagyo.

Iman menambahkan bahwa RCEP merupakan perjanjian dagang dan kerja sama ekonomi terbesar yang mencakup 9 kelompok kerja dan 7 subkelompok kerja sesuai dengan cakupan perundingan yang disepakati.

Sembilan kelompok kerja tersebut meliputi perdagangan barang, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, standar dan kesesuaian, SPS, pengamanan perdagangan, jasa, investasi, kekayaan intelektual, niaga elektronik, kerja sama ekonomi dan teknis, pengadaan barang pemerintah, penyelesaian sengketa, finansial, dan telekomunikasi.

“Di bawah kepemimpinan Indonesia, perundingan RCEP yang melibatkan 16 negara ini  dipandang sangat penting dan diharapkan dapat menjadi penyeimbang bagi maraknya langkah proteksionisme yang terus bergulirakhir-akhir ini,” ujar Mendag Agus.

Untuk itu Mendag AGus menargetkan RCEP harus segera diselesaikan secara substantif tahun ini agar dapat ditandatangani tahun 2020.

Adapun, dengan jumlah populasi masyarakat negara anggota yang mencapai 48% dari populasi dunia dan dengan total PDB sebesar 32% dari PDB dunia, RCEP akan menjadi pasar yang besar dimana 29% perdagangan dunia berada di kawasan ini. Selain itu, arus investasi asing langsung (FDI) yang masuk ke kawasan ini mencapai 22% dari FDI dunia.

Bagi Indonesia, RCEP menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi akses pasar ekspor produk unggulan dan masuknya arus investasi di sektor industri bernilai tambah tinggi

Saat ini perundingan RCEP hampir menyelesaikan seluruh isu perundingan, khususnya terkait teks perjanjian. Saat ini, isu perudningan mengenai teks perjanjian tersebut hanya menunggu konfirmasi persetujuan dari India.

Dengan demikian, Indonesia mengharapkan India dapat segera memberikan sinyal positif. Hal itu dibutuhkan agar pada KTT RCEP ke-3 pada 4 November 2019, kepala negara anggota RCEP dapat memberikan pengumuman perkembangan perundingan yang signifikan dan rencana ke depan terkait dengan proses penandatanganan.

Sumber : Bisnis, 02.11.19.

01 November 2019

[011119.EN.BIZ] Deep-water Port in Gdynia to be Built as Public-private Partnership


POLAND's Port of Gdynia Authority along with the Ministry of Investment and Economic Development have selected the transactional advisor to provide consulting services for the deep-water outer port project that is to be built through a public-private partnership.

The plan calls for a deep-water outer port to be built on artificial land near the existing quays of Slaskie and Szwedzkie, to increase the port area by 151 hectares and its cargo handling capabilities by 2.5 million TEU in an effort to boost its competitive position in the Baltic Sea region.

The offer, filed by contractors acting together, ie, Ernst & Young, Domanski Zakrzewski Palinka (DZP) and WYG International, was selected during the proceedings.

The advisor will be responsible for addressing the project's economic, financial, legal and technical issues. Cooperation with an experienced advisor is expected to result in the selection of the best private partner to carry out the project, reported St Petersburg PortNews.

Subsequent investment stages could not happen without port-related legislative support. In August a special law was passed regarding the building of outer ports. The goal is to facilitate the efficient completion of investments in seaport development projects. According to the ministry, without the new law the process of preparing such investments would take seven years, but thanks to the act it will be reduced to three to four years.

Source : HKSG / Photo : Wikipedia.

[011119.ID.BIZ] Waze Luncurkan Fitur Tarif Jalan Tol Bagi Pengendara di Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform yang mempertemukan komunitas di jalan maupun di luar jalan, Waze mengumumkan peluncuran fitur Tarif Jalan Tol di Indonesia. Lewat fitur ini, memungkinkan bagi pengguna untuk melihat dan membandingkan harga ketika berkendara di sepanjang rute jalan tol.

Tujuannya untuk membantu pengendara mengambil keputusan dengan memberikan visibilitas harga sebelumnya. Sehingga pengguna bisa membandingkan tarif dari rute yang berbeda dan perkiraan waktu tempuh sesuai pilihan.

Fitur hyperlocal ini tersedia berkat usaha komunitas Waze yang terdiri dari lebih dari 30.000 Map Editor aktif di Indonesia setiap bulannya. Komunitas inilah yang secara sukarela membantu mengumpulkan dan memasukkan informasi tarif jalan tol ke dalam aplikasi.

Hal ini menandakan bahwa Waze merupakan aplikasi yang sangat didukung oleh masyarakat dan digerakkan oleh komunitas.

“Hingga saat ini, Waze selalu berupaya mengurangi waktu yang dihabiskan dalam kemacetan dan sekarang, kami juga membantu para pengguna kami dalam menghemat biaya perjalanan dengan memberikan alternatif rute terbaik, berdasarkan perkiraan waktu tempuh (ETA) serta biaya tol selama perjalanan. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan komunitas kami agar fitur ini tersedia di seluruh kawasan,” ujar Moriah Royz, Product Manager Waze dalam keterangan tertulis pada Rabu (30/10).

Fitur yang kompatibel dengan jalur padat kendaraan ini secara otomatis dapat digunakan dan pengguna dapat melihat tanda Tol di rute yang melalui jalan tol. Pengendara dengan kartu e-toll juga dapat memilih ini di aplikasi Waze, sehingga dapat selalu terhubung dengan aplikasi Waze ketika rute-rute pilihan ditampilkan.

Sumber : Kontan, 30.10.19.