07 Maret 2020

[070320.ID.BIZ] Antisipasi Virus Corona, IPC Perketat Pemeriksaan Kapal


Bisnis.com, JAKARTA –  PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) memperketat masuknya semua kapal barang dan kapal penumpang untuk mengantisipasi penyebaran virus corona baru (covid 19) melalui pelabuhan.

Direktur Utama IPC Arif Suhartono mengaku bahwa pelayanan kapal di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) sempat terhenti karena adanya pemeriksaan. Namun, operasional kembali berjalan normal setelah pemeriksaan dilakukan.

Dia menambahkan, IPC melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melakukan pemeriksaan awal kepada seluruh awak kapal yang akan bersandar, sebelum petugas pandu IPC memandu kapal hingga bersandar di pelabuhan.

“Semua kapal barang dari luar negeri yang akan bersandar di pelabuhan IPC diperiksa lebih ketat. Bukan hanya kapal dari China, tapi kapal dari semua negara, mengingat penyebaran virus corona sudah terjadi di lebih dari 60 negara,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (7/3/2020).

Dia mengatakan bahwa semua awak kapal berbendera asing dilarang turun ke pelabuhan ketika kapal bersandar. Pergantian kru hanya dapat dilakukan setelah melewati masa observasi yang diawasi petugas KKP. Kapal-kapal yang akan bersandar diminta melaporkan secara online 10 pelabuhan terakhir yang disinggahi sebelum ke Tanjung Priok.

Untuk menghindari kemungkinan penularan, imbuh dia, para petugas yang berisiko wajib menggunakan Alat Pelindung Diri minimal berupa masker dan sarung tangan.

Arif menjelaskan, IPC terus meningkatkan koordinasi dengan Petugas Posko Pencegahan Penyebaran Virus Corona di Pelabuhan Tanjung Priok, yang dibentuk secara khusus pada Januari 2020. Setiap minggu, IPC melaporkan rencana kedatangan kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Agen-agen kapal berbendera asing juga diwajibkan melaporkan kondisi kesehatan seluruh awak kapal, dan melampirkan surat pernyataan bebas penyakit pneumonia yang ditandatangani oleh nahkoda, setidaknya 2X24 jam sebelum kapal berlabuh," ujarnya.

Sementara itu, pada kapal penumpang domestik, petugas juga menurutnya memperketat pemeriksaan. Pengawasan dilakukan secara ekstra terhadap penumpang dari Batam.

“Khusus kapal pesiar (cruise) dari luar negeri, diberikan izin sandar, namun untuk penumpangnya yang akan melakukan perjalanan wisata, harus diperiksa terlebih dahulu, dan harus mendapatkan izin dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Meski demikian, IPC memastikan bahwa semua operasional dan pelayanan kapal di semua dermaga di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan kondusif. Terkait dengan  laporan adanya kapten kapal asing (CMA CGM Virginia) yang diduga terpapar virus Corona, pihak yang bersangkutan telah diperiksa di Rumah Sakit Pelabuhan Tanjung Priok.  Arif menyebut, sejauh ini tidak ada bukti orang itu terpapar virus Corona.

"Kapten kapal berikut seluruh awak kapal CMA CGM Virginia sudah kembali berlayar meninggalkan dermaga JICT pada Jumat malam pukul 22.00 WIB, setelah mengantongi Surat Izin Berlayar (SIB)," tukas Arief.

Sumber : Bisnis, 07.03.2020.

06 Maret 2020

[060320.EN.BIZ] Davies Turner Resumes Express China Rail Freight Service For Containers


DAVIES Turner has announced that its fixed-day, weekly direct rail import service from China to the UK will re-commence in the middle of this month.

"In keeping with normal practice, our Express China Rail Service did not operate during the Chinese New Year holiday break and its suspension has been further extended due to the coronavirus," said head of supply chain services Tony Cole at this UK-based independent freight and logistics company.

"With Wuhan, the epicentre of the epidemic, continuing to be under lockdown and the re-opening of factories there recently postponed until March 11, the rail service will now depart from the Xi'an rail hub, directly into Duisburg in Germany.

"Containers will be then trucked under bond to the port of Rotterdam and transported by ferry to Purfleet, on the River Thames for on-carriage by truck to Davies Turner's distribution centre, near Dartford, east of London, where they will be discharged, customs cleared and delivered," he said.

From March 13, Davies Turner plans initially to offer a single weekly departure, but this could rise to twice-weekly departures, depending on demand. The transit time between Xi'an and Duisburg is 18 days.

Mr Cole added: "At this time, we have rail bookings to hand which relate to frames for glasses, plastic film, metal parts, tooling, as well as fashion goods; but our closing date for receipt of cargo for the initial departure from Xi'an is not until March 9, and therefore we expect further bookings to be received.

"Since we launched the dedicated weekly direct consol service in November 2018 we have seen it go from strength to strength. Bookings have increased continually."

Source : HKSG / Photo : Davies Turner.

[060320.ID.BIZ] Kabar Nakhoda Kapal CMA CGM Virginia Positif Corona Tidak Benar


Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan memastikan bahwa informasi adanya nakhoda kapal CMA CGM Virginia di Pelabuhan Tanjung Priok yang terindikasi virus corona (Covid-19) adalah tidak benar.

"Informasi simpang siur yang beredar melalui percakapan di aplikasi WhatApp, yang menyebutkan adanya Nakhoda kapal berkewargaan Ukraina terindikasi virus Corona adalah informasi tidak benar dan menyesatkan," tegas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub Ahmad, Jumat (6/3/2020).

Dia juga menanggapi adanya informasi yang mengatakan bahwa sandarnya kapal tersebut tidak mengikuti standar dan prosedur pemeriksaan kapal asing terkait antisipasi virus corona dan adanya anak buah kapal (ABK) CMA CGM Virginia yang juga terindikasi virus corona.

"Sekali lagi, kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priok tepatnya di Jakarta International Container Terminal (JICT) sudah mengikuti prosedur dan semua ABK dalam kondisi sehat," ujarnya.

Pihaknya menjelaskan kronologi kejadian tersebut berawal dari adanya pergantian nakhoda kapal sebelum kapal tersebut bertolak ke Tanjung Perak Surabaya.

Kejadian bermula saat Kapal CMA CGM Virginia dari China sandar di JICT Tanjung Priok pada 5 Maret 2020 pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di zona karantina dan pada akhirnya diizinkan bersandar setelah ada clearance kesehatan dari KKP. Dari hasil observasi oleh KKP tersebut dinyatakan tidak ada ABK kapal yang terindikasi virus Corona.

Selanjutnya, hari ini, surat persetujuan berlayar (SPB) diterbitkan oleh SyahbandarTanjung Priok dan ada pergantian nakhoda kapal sebelum kapal tersebut akan bertolak ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Adapun, nakhoda kapal pengganti tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan diketahui sedang sakit batuk sehingga agen kapal menelpon KKP yang langsung membawa Nakhoda kapal pengganti tersebut ke rumah sakit Jakarta Medical Center (JMC ) Tanjung Priok.

"Hasil pemeriksaan dikatakan bahwa Nakhoda kapal berkewargaan Ukraina tersebut tidak terindikasi virus Corona melainkan sakit flu biasa. Namun demikian, Nakhoda kapal tersebut masih diobservasi di Rumah Sakit JMC hingga saat ini," katanya.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan sejumlah langkah guna mengantisipasi penyebaran virus Corona, salah satunya antisipasi penyebaran di wilayah pelabuhan dengan menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. 8/2020 tentang Langkah Siaga Hadapi Penyebaran Virus Corona di Wilayah Pelabuhan Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan pesan melalui unggahan video pendek di media sosial pribadinya yang menyebutkan bahwa musuh terbesar bangsa Indonesia saat ini bukanlah virus corona itu sendiri, tapi rasa cemas, rasa panik, rasa ketakutan yang berlebihan dan berita-berita hoaks.

Sumber : Bisnis, 06.03.2020.

05 Maret 2020

[050320.EN.SEA] Coronavirus is 'Hugely Disruptive' to Global Shipping Supply Chains

THE coronavirus outbreak is causing supply chain disruptions that are placing hundreds of millions of dollars worth of shipping business in jeopardy, in the wake of a massive decline in raw material imports due to the prolonged factory shutdown in China.

Tanker charter rates have plummeted 80 per cent as the coronavirus outbreak continues to slam the brakes on large economies, costing the shipping sector hundreds of millions in lost business, an industry official told Reuters news agency.

While some of the lost revenue cannot be recovered, a trade rebound could put the sector back into calmer waters later this year, International Chamber of Shipping (ICS) secretary-general Guy Platten said.

"On the finished goods side of it you've got empty containers for example in China and you've got a shortage of containers in the [United] States because the manufactured goods are not getting out of China and being transported around the world. It's affecting all the supply chain throughout the shipping industry," he said.

"There has been an absolute plunge in rates for various classes of ship ... We know that container lines are doing empty sailings. It would be hundreds of hundreds of millions of dollars [that] would be in jeopardy now," he said.

Mr Platten was in Geneva to meet World Health Organization officials leading the international response to the outbreak that has infected 80,000 people and killed 2,700, mostly in China.

Separately, the German shipowners' association VDR told its annual news conference in Hamburg that terminal operations in Chinese ports were not going smoothly because truck drivers and port workers were missing.

Containerships' round trips through Chinese ports were being increasingly cancelled because of low load levels. Shipowners have asked staff to stay on board and wear face masks, VDR said.

Crews were not being swapped in China, and ships were not receiving and loading food during Chinese port stays, it added.

Source : HKSG.

[050320.ID.BIZ] Harga Batubara Belum Stabil, Efek Corona Masih Timbulkan Ketidakpastian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Batubara Acuan (HBA) Maret 2020 naik tipis dibanding bulan sebelumnya. HBA Maret tercatat sebesar US$ 67,08 per ton atau naik tipis 0,28% dibandingkan HBA Februari yang berada di angka US$ 66,89 per ton.

Secara bulanan, HBA berturut-turut mencatatkan kenaikan. Pada Februari, HBA juga naik 1,45% dibanding bulan sebelumnya, menjadi sebesar US$ 66,89 per ton.

Kendati begitu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai bahwa kondisi tersebut tidak mencerminkan penguatan harga batubara di pasar global. Menurutnya, indikator pada tren HBA kuartal awal ini masih diliputi ketidakpastian, yang diproyeksikan masih akan bertahan untuk bulan-bulan berikutnya.

"Masih terlalu dini untuk menyebut adanya tanda positif penguatan harga. Ke depannya bisa saja ada faktor-faktor eksternal lainnya yang dapat mempengaruhi pergerakan harga," kata Hendra kepada Kontan.co.id, Kamis (5/3).

Di tengah kondisi saat ini, Hendra menyatakan bahwa HBA sulit untuk dijadikan indikator referensi pergerakan harga di pasar. "Mengingat HBA pada dasarnya adalah rata-rata empat indeks dari bulan sebelumnya. Misalnya HBA Maret menggunakan rata-rata empat indeks di Februari," terangnya.

Hendra bilang, pada bulan Februari lalu permintaan batubara dari China cukup tinggi antara lain karena libur Imlek dan belum stabilnya pasokan batubara domestik. Hal itu terjadi lantaran industri tambang yang belum beroperasi penuh. "Sementara demand dari negara-negara lain belum kelihatan ada peningkatan sejauh ini," sambung Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menyebut bahwa efek dari wabah corona belum dapat tergambar secara pasti. Ia mengatakan industri di China belum beroperasi secara optimal, dan perusahaan batubara di sana juga belum sepenuhnya beroperasi. "Kita lihat di bulan Maret seperti apa. Tapi efek virus corona belum sepenuhnya bisa di asses," ungkapnya.

Hendra memprediksi, pengaruh corona untuk batubara bisa tergambar dalam beberapa pekan ke depan setelah pengurangan energi dari China sudah terpetakan dengan perimbangan pasokan energi . Peluang bagi Indonesia, kata Hendra, bisa terjadi saat pasokan batubara domestik China terkendala, sehingga meningkatkan kebutuhan impor batubara.
"Tentu demand energi Tiongkok akan berkurang tapi sejauh mana kelancaran pasokan domestik mereka juga belum bisa di asses. Mungkin dalam beberapa pekan ke depan. Kalau pasokan domestik terkendala hal ini berpeluang mendorong impor," terang Hendra.

Dihubungi terpisah, Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengatakan bahwa efek dari Corona jelas mengakibatkan produksi batubara China terganggu. Kendati begitu, tidak secara otomatis membuat impor batubara China meningkat tajam.

Sebab, kondisi ekonomi dan industri China yang juga terganggu akan menurunkan pasokan batubara terhadap PLTU. "Dengan kondisi ini, dapat diproyeksikan kebutuhan impor dari Indonesia meningkat, namun harus diletakkan juga seberapa besar industri mereka terganggu. Bahkan kondisi riil yang ada, justru Cina tidak agresif dalam meningkatkan impor batubara," terang Singgih.

Ia menilai, kebutuhan batubara yang belum meningkat tajam mengindikasikan upaya China untuk menjaga keseimbangan antara gangguan produksi, kapasitas stockpile atau persediaan batubara serta kondisi industri terkait kebutuhan energi.

Singgih bilang, hal yang sama juga akan dilakukan oleh negara lain untuk mengantisipasi dampak Corona ini. "Bukan lantas meningkatkan impor berlebih, namun mereka akan membaca juga produksi dalam negeri, pertumbuhan industri dan proyeksi global ekonomi. Mereka harus menjaga berbagai parameter itu agar harga tidak secara ekstrim naik," terangnya.

Dengan begitu, harga yang tercermin dalam HBA belum menunjukkan tingkat kestabilan harga. "Nanti bisa jadi turun lagi, kalau naik, tidak terlalu tinggi," tandasnya.

Sumber : Kontan, 05.03.2020.

04 Maret 2020

[040320.EN.BIZ] Coronavirus Drags Down China's Sea Port Cargo Volumes by 6m TEU


CARGO traffic at China's sea ports is expected to have dropped by six million TEU owing to the prolonged Lunar New Year holiday, a move implemented by the Central government to curb the spread of the coronavirus, according to Alphaliner estimates.


"The full impact of the Chinese coronavirus outbreak on container volumes will not be fully measurable until ports announce their throughout numbers for the first quarter, but data collected on weekly container vessel calls at key Chinese ports already shows a reduction of over 20 per cent since January 20 2020," Alphaliner's newsletter further states.

Shipping lines continued to blank sailings in February as cargo volumes dived. The voiding of sailings is likely to continue until mid-March, negatively impacting an economic recovery.


Wuhan handled 1.7 million TEU of containerised cargo in 2019, accounting for 0.6 per cent of total Chinese port throughput.

The coronavirus threatens not only the Chinese economy but potentially that of the entire world.

"The Chinese government will need to initiate far-reaching stimulus measures to counteract the economic effects of the virus once it has been contained. China has already halved tariffs, from five per cent to 2.5 per cent, on US$75 billion worth of imports from the US, originally implemented in September 2019," BIMCO predicts.

"Other countries in the region, such as Japan and South Korea - both of which saw low growth in 2019, with Japan's falling by 6.3 per cent in the fourth quarter of 2019 on an annualised basis - could feel the knock-on effects of the coronavirus crisis. It has the potential to harm both countries' exports and disrupt supply chains, given the interconnectedness of manufacturing in the region."

As factories and offices in China remain closed for prolonged periods BIMCO believes this might also affect the implementation of the phase one agreement between the US and China, especially if China finds itself unable to increase its imports from the US by the amounts outlined in the deal.

Source : HKSG.

[040320.ID.AIR] Tiga Maskapai Ini Yang Melayani Penerbangan Haji 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, pada musim haji tahun 2020 sebanyak tiga maskapai siap melayani penerbangan jamaah haji.

"Ada dua maskapai internasional, satu nasional," kata Fachrul, Rabu (4/3).

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengatakan, maskapai penerbangan yang akan digunakan di antaranya, Saudi Arabian Airlines, Flynas Airline, dan Garuda Indonesia.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya dilibatkan dalam pembicaraan mengenai kontrak penerbangan. Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di Kementerian Agama (Kemenag).

Seperti diketahui, Kemenag dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menekan perjanjian kerja sama untuk peningkatan layanan haji.

Perjanjian kerja sama itu di antaranya mengatur terkait sistem jamaah haji, hubungan kelembagaan, kebijakan akuntansi dan sistem pelaporan pengeluaran penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama dan BPKH.

"Setelah kesepakatan ini akan kami bentuk beberapa kelompok kerja, untuk pertajam masing-masing bidang. Tujuan kita membuat jamaah lebih fokus pada ibadahnya dan mendapatkan pelayanan yang semestinya dia dapatkan," kata Fachrul.

Sumber : Kontan, 04.03.2020.