29 Juli 2012

[290712.ID.BIZ] Konglomerasi : Li Ka-Shing Beli Saham Wales & West Utilities US$1 Miliar


HONG KONG: Li Ka-Shing, orang terkaya di Hong Kong, menggelontorkan dana sebesar 645 juta pound atau US$1 miliar untuk membeli saham Wales & West Utilities Ltd guna menambah portofolio bisnis utilitasnya di Inggris.

Cheung Kong Holdings Ltd., Cheung Kong Infrastructure Holdings Ltd., Power Assets Holdings Ltd. dan LKSFL yang dikendalikan Li pada hari ini (menyatakan akan membeli perusahaan tertutup tersebut. 

“Harganya cukup wajar mengingat operasional perseroan yang besar di wilayah tersebut. Menambah aset utilitas global adalah strategi pengembangan Cheung Kong Infrastructure dan mungkin mereka akan membeli lebih banyak lagi,” kata Evan Li, analis saham utilitas di Standard Chartered Plc.

Li telah menambah asetnya di Inggris menyusul menurunnya valuasi perseroan akibat kekhawatiran perekonomian global akan terus melambat. Grup yang dikendalikannya telah mengakuisisi Northumbrian Water Group Plc. senilai US$7,5 miliar pada 2011 dan Electricite de France SA senilai 5,8 miliar pound pada 2010. (03/Bloomberg/yus)

Sumber : Bisnis Indonesia, 25.07.12.

28 Juli 2012

[280712.EN.SEA] Evergreen To Receive First Of 20 Samsung 8,000 TEUers In July

TAIWAN's big container shipping line Evergreen will receive the first of twenty 8,000-TEU ships this month.

Evergreen is spending US$2.06 billion at Samsung Heavy Industries for the "L-type" ships, which will be delivered through to 2015, reports SinoShip News.
Evergreen has 10 similar ships under construction at CSBC in Taiwan costing a total of $1.03 billion, while it has recently concluded a charter deal with Athens-based Enesel to take a series of 13,800 TEU ships that are to be built at Korea's Hyundai Heavy Industries.

Evergreen's massive fleet build-up will result in a fleet of nearly 200 ships, surpassing that of China's top player Cosco and propelling the company into fourth place on the global league tables.

Evergreen had thought to lease these vessels from Korea Infrastructure Investments Asset Management Co Ltd, but negotiations did not pan out because both sides could not reach a consensus on technical issues within a mutually agreed time limit, reported the Taipei Times.

The 40 vessels will increase Evergreen Marin's capacity by 378,000 TEU after they are all delivered in 2015.

Source : HKSG.

[280712.ID.BIZ] Eropa Ancam Jatuhkan Sanksi kepada Microsoft

SAN FRANSISCO - Uni Eropa mengancam akan mengenakan denda besar terhadap raksasa teknologi Amerika, Microsoft, karena perusahaan itu tidak memberi pelanggan di Eropa pilihan atas  web browsernya.

Microsoft sendiri menyatakan kejadian itu merupakan ‘kesalahan teknis” karena tidak menawarkan kepada 28 juta pengguna sistem pengoperasian Windows 7 Eropa atas opsi peramban internet selain Internet Explorer. Padahal sebelumnya pada kasus anti monopoli yang dituduhkan kepada mereka tiga tahun, Microsoft telah menyatakan bersedia untuk menawarkan berbagai pilihan peramban web.

Microsoft  mengaku telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi masalah itu. Salah satunya menawarkan tambahan selama 15 bulan kedepan untuk daftar pilihan peramban web.

"Jika penyelidik menetapkan Microsoft tidak mematuhi kesepakatannya semula, perusahaan itu akan menghadapi konsekuensi berat," ujar Komisi Kompetisi Uni Eropa Joaquin Almunia seperti dilansir VOA.

Perusahaan Bill Gates  itu sebelumnya sudah didenda lebih dari USD 1 miliar dalam kasus anti monopoli tersebut.(esy/jpnn)

Sumber : JPNN, 19.07.12.

27 Juli 2012

[270712.EN.SEA] Smouldering MSC Flaminia Fire Under Control While Under Tow To UK Coast

THE fire aboard the 6,732-TEU MSC Flaminia is under control with flames extinguished in its No 4, No 5 and No 6 holds with the vessel last reported under tow in relatively calm seas headed for the UK coast.

The tug Fairmount Expedition is towing the vessel, with its a 10-degree starboard list, which was bound for Antwerp from Charleston when the fire broke out on July 14 about 1,000 miles from Britain. It is now being watched by standby tugboats Anglian Soverign and Carlo Magno and was 320 nautical miles from Britain.

The boarding party has succeeded in reactivating the MSC Flaminia's own fire-fighting system and was also able to see the extent of the damage, which has destroyed cargo holds 5 and 6, along with hold 4 - where the fire originated, reports London's Containerisation International.

The German containership claimed the life of one crewman, but another is seriously injured and another is still missing. The remaining 18 crew and two passengers took sanctuary at Falmouth, Cornwall, escaping injury.

The vessel can only enter port when all fires are extinguished. It is unknown at this stage how many of the 2,876 TEU it is carrying have been salvaged. However, the calm conditions at sea eases the ships way to shore.

Source : HKSG.

[270712.ID.BIZ] Ini Blok Migas Yang Akan Habis Kontraknya Hingga 2021

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR dari Fraksi Parta PAN Chandra Tirta Wiajaya menuturkan ada sekitar 29 dari 72 kontrak migas di Indonesia yang akan habis masa kontraknya dari 2013 hingga 2021. Menurut Chandra, negara punya hak menguasai blok-blok migas tersebut daripada memperpanjang kontraknya.

"Membesarkan NOC (Perusahaan Minyak Nasional) lewat penguasaan blok-blok migas habis masa kontraknya, sekaligus jalan untuk meningkatkan ketahanan, kemandirian nasional dan ketersediaan pasokan energi dalam negeri," ujar Chandra pada seminar di gedung Nusantara 5 MPR, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Berikut blok-blok migas yang akan habis kontraknya 2013-2021 baik yang dikelola Pertamina, Swasta Nasional, asing, maupun kerja sama BUMN dengan asing:

-2013: Wilayah Siak (PT Cevrom Pacifik Indonesia)
 

-2015: Gabang (JON Pertamina-Costa)

-2017: Mahakam (Total EP Indonesie), Offshore North West Java (Pertamina Hulu Energi), Attaka (Inpex Corp), dan Lematang (Medco EP Indonesia)


-2018: Tuban (Join Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina), Ogan Komering (JOB Pertamina-Talisman), North Sumatera Offshore B (Exxon Mobil), Sumatera Tenggara (Vico Indonesia), dan Pasir Barat dan Attaka (Cevron Indonesia).


2019: Bula (Kalrez Petroleum), Seram Non Bula (Citic), Pendopo dan Raja (JOB Pertamina-Golden Spike), dan Jambi Merang (JOB Pertamina-Hess).


2020: South Jambi B (Conoco Philips), Malacca Strait (Kondur Petroleum), Brantas (Lapindo), Salawati (JOB Pertamina-Petrochina), Kepala Burung 8lok A (Petrochina), Sengkang (Energy Equity), dan Makassar Strait Offshore Area A (Chevron Indonesia Company).


2021: Rokan (CPI), Bentu Segat (Kalila), Muriah (Petronas), dan Selat Panjang (Petroselat).

Marwan Batubara dari Indonesia Resources Studies berharap, adanya sikap lamban bahkan tidak berniat dari pemerintah terhadap perusahaan minyak nasional bangsa sendiri. Hal itu terkait penguasaan blok-blok migas yang telah habis masa kontraknya pada beberapa waktu lalu.

"Ini masih terlihat pada lambannya pengambilam keputusan terkait blok Mahakan atau tidak didukung keinginan Pertamina berpartisipasi pada blok Masela, blok Siak atau Terang Serasun beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Sumber : Kompas, 17.07.12.

26 Juli 2012

[260712.EN.SEA] Danaos Quarterly Profit Up 54pc To US$6.2 Million As Revenue Rises 35.6pc

US listed international containership charter owner, Danaos Corporation, has posted a year on year 54.4 per cent net profit increase to US$6.2 million, drawn on operating revenues of $134.2 million, up 35.6 per cent.

The high performance was attributed to the addition of 10 vessels to the fleet, three of which were delivered in the first quarter. The three new units, with an aggregate carrying capacity of 34,730 TEU, have been all deployed on 12-year time charters.

"During this first quarter, we evidenced the seeds of the container market recovery. The liner companies were aligned in box rate hikes, which, until now, have been pretty successful. The charter market became more active with rates on some post-panamax vessels almost doubling and we evidenced a trickle-down effect on the large panamaxes. This development will put most liner companies back in the black for 2012 and will greatly reduce the counter-party risk that was troubling the market," said Danaos CEO John Coustas.

Dr. Coustas said the company continues to experience restraint in new orders with the notable exception of the much awaited Evergreen contract for 10 large post-panamaxes. "On the company front, we continue with the delivery of our fleet. As of today, we have taken delivery of all but two 13,100-TEU vessels, which are scheduled to be delivered until the end of June 2012," he said.

The company's charter coverage for the remainder of 2012 stands at 95 per cent in terms of operating revenues. "We still have three vessels in cold lay-up and we are evaluating their employment possibilities. We are getting very close to the successful completion of one of the most ambitious new building programmes within the next quarter to maximise the cash generating capacity of our company."

During the first quarter, Danaos had an average of 60 containerships compared to 51 containerships for the same period in 2011. "Our fleet utilisation was reduced to 94.5 per cent in the three months compared to 96.7 per cent in the same period of 2011, mainly due to the 246 days for which three of our vessels were off-charter and laid-up in the first quarter of 2012," Dr Coustas said.

Source : HKSG, 12.05.12.

[260712.ID.BIZ] Jusuf Kalla: Pertamina Layaknya Makelar Minyak

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memandang, publik umumnya mengenal Pertamina bukan sebagai produsen sekaligus penjual minyak, melainkan hanya sebagai penjual minyak layaknya makelar. Ini disebabkan banyaknya blok-blok migas di Indonesia yang dikuasai sekaligus dikelola asing, sementara blok migas yang dikuasai Pertamina tidak sebanyak asing.

"Memang Pertamina itu karena karakternya semacam makelar saja. Jadi Pertamina semacam owner saja. tapi yang bekerja ya kontraktornya (Asing), seperti Shell, Chevron, Petronas, Total , dan lain-lain. Sekarang maka dari itu kita tidak bisa begitu lagi karena harus bagi-bagi hasil," tuturnya pada seminar di Gedung Nusantara 5 MPR, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Kalla menuturkan, teknologi serta modal yang dimiliki Pertamina memang belumlah sekuat Shell, Total, maupun Chevron. Namun menurut Kalla, Pertamina mempunyai salah satu upaya, yakni menguasai blok-blok minyak yang sudah berusia 25 tahun, terutama blok-blok migas yang kontraknya telah habis masa berlakunya.

Ini sesuai dengan pasal 28 ayat 9 PP No. 35/2004 yang menegaskan, PT Pertamina dapat mengajukan permohonan jepada Menteri untuk wilayah kerja yang habis jangka waktu kontraknya. Lala, pada pasal 33 UUD 1945 bahwa SDA harus dikuasai negara sebesar-besarnya guna kemakmuran rakyat.

"Seharusnya Pertamina menjadi tulang punggung negara dalam meningkatkan produktivitas kebutuhan energi dalam negeri." tutur Kalla.

Kalla juga mengatakan, Pertamina harus siap dan mampu jika akhirnya pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap blok- blok yang masa kontraknya sudah habis. "Jika siap tapi tidak mampu, minyaknya dijual saja ke orang lain," kata Kalla.

Sedangkan jika Pertamina mampu namun belum siap, JK mengkhawatirkan, produktivitasnya akan menurun. Lalu, jika yang menjadi kendala adalah teknologi, teknologi pun bisa dibeli.

Jika pemerintah melakukan nasionalisasi tanpa adanya kesiapan teknologi, Kalla mencemaskan Indonesia kelak hanya akan jadi pengimpor minyak.

Sumber : Kompas, 17.07.12.