23 Februari 2020
19 Februari 2020
[190220.EN.SEA] Blanked Box Sailings Ups Backhaul Shippers?rates in Capacity Crunch
THE
three leading container shipping alliances have blanked sailings as the
prolonged factory shutdown over the Chinese New Year holidays and Wuhan
coronavirus outbreak in China have dented cargo volumes.
Danish maritime analysts at Sea-Intelligence report that the rapid mass-cancellation of sailings
is very likely to cause capacity shortages for back-haul shippers in three to
six weeks' time, depending on where shippers are based, reported, Athens' Container News.
"Back-haul shippers should
therefore now prepare not only contingency plans for potential capacity issues,
but also for significant price spikes," said a Sea-Intelligence report.
"In terms of operations, we should expect larger than normal delays in the
sailing schedules, an effect which will be felt for several months as the
delayed vessels work their way around their planned loops."
Capacity issues could spread to
other ports and countries, particularly Vietnam, where manufacturing plants
have picked up some of the slack, which could lead to "capacity issues in
secondary ports as well as an impact on feeder carrier rotations."
Coronavirus
voided sailings on the transpacific trade have reached 25, with carriers on the
Asia-North America west coast trade lane announcing 23 blank sailings.
"In total, roughly 231,100
TEU, 210,800 TEU on Asia-North America west coast and 20,300 TEU on Asia-North
America east coast, or six per cent of the total capacity, are slated to be
taken out of the Pacific trades in the analysed eight-week period,"
according to Sea-Intelligence.
The Asia-Europe trade will see a
similar pattern with 22 blank sailings, with 16 on Asia-North Europe and six on
Asia-Mediterranean. This translates into a total capacity withdrawal of 364,800
TEU, 276,900 TEU on Asia-North Europe and 88,000 TEU on the Asia-Mediterranean
route, or 10 per cent of the total capacity on the trade.
Cuts by the alliances are not,
however, equal explains Sea-Intelligence, with THE Alliance only withdrawing capacity
from one route, the Asia to US west coast trade, out of the four major trade
lanes as a result of the coronavirus.
"Even then, they are slated
to blank a lower amount compared to 2M and Ocean Alliance on that trade
lane," said Sea-Intelligence, adding that in all four major trade lanes,
"2M has announced blank sailings equalling roughly 269,200 TEU, which
translates into 12 per cent of their total capacity.
"Ocean Alliance is slated to
blank 272,300 TEU or 10 per cent of its total capacity. THE Alliance will only
blank two per cent of its total capacity, which equates to 41,200 TEU, all to
be blanked on Asia-North America west coast route."
On February 7 Sea-Intelligence
reported that exports from China has been slashed by up to 350,000 TEU per
week, costing the industry US$350 million every week.
Source : HKSG / Illustration : JoC.
[190220.ID.BIZ] Facebook: Kelas Menengah Jadi Tulang Punggung Bisnis Digital 2025
Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah
survei yang dilakukan oleh Facebook
dan Bain
& Company menunjukkan bahwa kelas menengah di Asia
Tenggara bakal menjadi tulang punggung pertumbuhan konsumen digital pada 2025.
Hal ini didorong dari membaiknya akses internet dan
tingkat kesejahteraan populasi meningkat. Dua hal ini akan menjadi faktor kunci mendorong aktivitas belanja online
di Asia Tenggara. Studi tersebut melihat bagaimana prilaku dan preferensi kelas
menengah membentuk tren belanja di e-commerce dan ranah online.
Kepala
Pemasaran untuk Facebook Indonesia Hilda Kitti menerangkan, studi ini merupakan kelanjutan dari Emerging Middle Class yang dilakukan pada 2018.
Saat itu penelitian menunjukkan
bagaimana dunia digital memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis dan
ecommerce di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
"Ada banyak cara berbelanja,
dan tidak ada orang yang berbelanja dengan cara yang sama dua kali. Kuncinya
adalah merancang strategi pada fase pencarian, mengingat pelanggan berinteraksi
dengan banyak mereka melalui berbagai saluran pada waktu yang sama," ujar
Hilda di Hermitage Lounge, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).
Studi
mensurvei 12.965 responden di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura,
Thailand dan Vietnam, serta
mewawancarai lebih dari 30 CEO
dan
pemodal di wilayah tersebut.
Hal ini menunjukkan kelas menengah di Asia Tenggara akan mendominasi 70-80 persen dari pertumbuhan konsumen digital pada 2025.
Menurut Hilda, Facebook telah
hadir mendukung bisnis kecil dan besar, serta industri yang lebih luas melalui
investasi dalam hal inovasi produk, solusi, program dan kemitraan untuk
meningkatkan kemampuan digital dan mendorong dampak ekonomi di Indonesia.
"Di Indonesia, 66 persen
responden mengatakan, mereka terbuka untuk memilih merek lain atau akan membeli
berbagai merek saat berbelanja online," kata Hilda. "Artinya, seluruh
skala bisnis, memiliki peluang besar untuk bersaing dalam cakupan yang lebih
besar di Asia Tenggara."
Partner
Bain & Company, Edy Wijaya,
menyebutkan dari 90
juta konsumen digital pada tahun 2015, Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan
sebesar 2,8 kali lipat menjadi 250 juta konsumen digital pada tahun 2018. "Pada tahun 2025, akan ada 310 juta konsumen
digital di Asia Tenggara," tutur Edy.
Di Indonesia, angka konsumen
digital telah tumbuh pesan dan hal ini mendorong pertumbuhan belanja online.
Studi ini menunjukkan bahwa konsumen digital di Indonesia tumbuh dari 64 juta,
34 persen dari total populasi pada tahun 2017 menjadi 102 juta, 53 persen atau
setelah dari total populasi pada tahun 2018.
"Dengan kenaikan angka
konsumen digital ini, pertumbuhan belanja online juga diprediksi tumbuh 3,7
kali dari US$ 13,1 miliar pada 2017, menjadi US$ 48,3 di 2025," tambah
Edy.
Sumber : Bisnis, 19.02.2020.
18 Februari 2020
[180220.EN.BIZ] Canada To Back Ban On Heavy Fuel Oil In Arctic at IMO Meeting in London
CANADA will support a ban on scrubbers in the course of lobbying for a ban on the use of heavy
fuel oil by ships plying Arctic waters when the UN's
International Maritime Organisation (IMO) meet in London, Transport
Canada officials announced.
To ban heavy fuel oil use in the
Arctic is to ban scrubber technology, which cleans the emissions from burning
heavy bunker fuel. Such a ban would boost rival LNG and blend technology.
Transport Canada officials
announced their commitment to ban a heavy fuel oil (HFO) during a stakeholder
engagement call ahead of the 7th Session of the IMO's Sub-Committee on
Pollution Prevention and Response (PPR7).
"The Government of Canada
will publicly announce its position on this issue early next week, once Canada
has declared its official position to the international membership of the IMO
at the Sub-Committee meeting," Transport Canada officials told Radio
Canada International.
This would make Canada the
seventh Arctic country to support the ban championed by environmentalist and
Eskimo, but faces opposition from shipping companies plying Arctic waters.
Source : HKSG / Map : Britannica.
[180220.ID.BIZ] Bisnis Pergudangan Dan Area Industri di Banjarmasin Mulai Bangkit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum
pulihnya kondisi sektor pertambangan, ternyata tidak lantas membuat Banjarmasin, Kalimantan
Selatan (Kalsel) terpuruk jauh.
Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Kalsel kini berupaya keras mendorong sektor ekonomi alternatif yang dapat
menggantikan sektor pertambangan yang selama ini merupakan primadona di
Banjarmasin.
Menjadi salah satu kota utama di
Pulau Kalimantan, Banjarmasin sangat strategis sebagai kota transit distribusi barang, karena letaknya dekat dengan kota besar, yakni
Surabaya dan Makassar.
Inilah alasan mengapa Banjarmasin
tetap dilirik oleh perusahaan dan industri nasional sebagai wilayah ekspansi
penting dalam rangka pemerataan distribusi produknya.
Terbukti dalam dua tahun
terakhir, ekspansi beberapa perusahaan dan industri nasional terus masuk di
Banjarmasin. Perusahaan dan industri tersebut relatif tidak terpengaruh
terhadap kondisi perekonomian nasional, sebab produk yang dihasilkan adalah
consumer goods (barang konsumsi) yang setiap hari dibutuhkan masyarakat.
Alhasil proyek permintaan akan
properti pergudangan dan area industri masih tetap tumbuh. Hal itu dirasakan
oleh Ciputra Group yang mengembangkan kawasan pergudangan BizPark Ciputra di Banjarmasin.
“Untuk perusahaan dan industri yang bergerak
consumer goods, mereka tetap melakukan ekspansi usaha. Di Banjarmasin sendiri,
kebutuhan atau permintaan terhadap pergudangan dan area industri masih tumbuh,
meski tidak dalam jumlah masif,” kata Johan
Giam Direktur Ciputra Group
dalam keterangan resminya, Selasa, (18/2).
Kebutuhan akan business park atau
kawasan industri di Banjarmasin, diyakini oleh Johan terus tumbuh dan akan
booming saat sektor pertambangan kembali membaik.
Kata Johan, tahun 2019 permintaan
gudang dan kavling industri di BizPark Ciputra Banjarmasin sudah memperlihatkan
peningkatan. Dengan masuknya perusahaan farmasi Konimex dan beroperasi sejak
2019 yang membeli lahan seluas 2.016 m².
“Selain itu, ada juga investor
besar membeli lahan besar dan membangun pergudangan, lalu disewakan, salah
satunya kepada perusahaan consumer goods brand internasional. Para investor
melihat ada prospek bisnis pergudangan di Banjamasin cukup besar, dan proyek
kami menjadi pilihan utamanya,” jelas Johan.
Sumber : Kontan, 18.02.2020.
17 Februari 2020
[170220.EN.SEA] HMM Net Losses Narrow In 2019 With Increased Sales
SOUTH Korea's biggest shipping
company by sales, Hyundai
Merchant Marine (HMM) has announced
in a regulatory filing that that its net losses narrowed to KRW592 billion (US$501
million) last year from
KRW790 billion in 2018.
Operating losses also narrowed to
KRW304 billion in 2019 from KRW558.6 billion a year ago. Sales rose 5.6 per
cent to KRW5.51 trillion in 2019 compared to the previous year, the company
said.
The shipping company has been
mired in operating losses since the second quarter of 2015. Hyundai Merchant
said its business performance in 2019 was mainly driven by rationalising its
service network as well as maximising utilisation of five new very large crude
carriers, according to South
Korea's Yonhap News Agency.
The South Korean shipper said its
profitability could improve this year as a result of new cooperation with THE
Alliance and the deployment of twelve
24,000-TEU container ships.
HMM said it "will continue
to secure global competitiveness through enhancing operational efficiency,
strengthening cost-saving efforts and establishing customer-oriented
solutions."
Hyundai Merchant has said its 12
container ships in the 24,000-TEU class are to operate in order starting in
April on a route connecting Asia and Europe.
In April, the shipping company is
set to join of THE Alliance, one of the world's top three shipping alliances
along with 2M Alliance and Ocean Alliance. It has been serving as a strategic
partner for 2M Alliance operated by Maersk Line of Denmark and Mediterranean
Shipping Co of Switzerland since April 2017, but their partnership is set to
expire in March.
Source : HKSG.
[170220.ID.BIZ] Kereta Api Indonesia Menyediakan 233.464 Tiket Per Hari Untuk Akomodasi Lebaran 2020
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia akan menyediakan 233.464
tiket per hari untuk akomodasi Lebaran
tahun 2020. Tiket berlaku untuk semua Daop dan semua tujuan untuk Jawa Tengah
dan Jawa Timur. Tiket sudah bisa dipesan mulai 14
Februari 2020.
Tahun
ini hari raya Idul Fitri 1441 H jatuh pada tanggal 24-25 Mei 2020. Penjualan tiket KA Reguler untuk masa Angkutan
Lebaran juga sudah mulai dijual sejak H-90 untuk keberangkatan H-10 Lebaran
atau 14 Mei 2020 dan seterusnya.
"Tiket KA Reguler untuk masa
Angkutan Lebaran 1441 H akan dijual H-90 sebelum lebaran agar rentang waktunya
lebih lama dan tidak terjadi penumpukan dalam satu waktu," kata Yuskal Setiawan VP Public
Relations PT KAI kepada Kontan.co.id,
Sabtu (15/2).
Yuskal juga menambahkan, agar
para pengguna jasa bisa lebih leluasa mempersiapkan waktu keberangkatan dan
waktu pemesanan tiket. Menurut dia, pembelian tiket berlaku untuk semua Daop
dan semua tujuan untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Guna melayani perjalanan mudik
para pengguna kereta api (KA) Yuskal memaparkan, PT KAI menyediakan 374 KA
reguler. Menurutnya, sampai saat ini penjualan tertinggi ada pada KA Bengawan
yaitu 79% dengan 757 penumpang dari 954 tempat duduk sedangkan untuk KA lainnya
menurut Yuskal masih di bawah 50%.
Sedangkan untuk ketersediaan
tempat duduk, dalam kurun waktu 22 hari masa Angkutan Lebaran 14 Mei - 4 Juni
2020 (H-10 sampai dengan H+10) untuk keberangkatan KA Reguler di area Daop 1
Jakarta tersedia sebanyak 879.736 tempat duduk, yang terbagi dari 405.856
tempat duduk keberangkatan dari Stasiun Gambir, 426.360 tempat duduk
keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen, dan 47.520 tempat duduk dari Stasiun
Jakarta Kota.
Yuskal juga menuturkan, di masa
angkutan Lebaran tahun ini, ada kemungkinan menyediakan KA tambahan.
"Tetapi kami belum menentukan berapa banyak jumlah KA tambahan yang
disiapkan. Untuk KA tambahan lebaran akan kami umumkan nanti," paparnya.
Yuskal mengatakan, Sebagai
langkah antisipasi meningkatnya jumlah pengunjung channel penjualan tiket, KAI
telah mengoptimalkan sistem penjualan tiket serta menambah kapasitas server dan
bandwidth sebanyak dua kali lipat dari hari biasa.
Yuskal menyebut, pada tahun ini
tidak ada peningkatan harga tiket dari tahun-tahun sebelumnya. "Kami fokus
untuk kemudahan para calon penumpang untuk mendapatkan tiket. Jadi tidak ada
peningkatan, harga masih sama," katanya.
Sumber : Kontan, 17.02.2020.
Langganan:
Postingan (Atom)





