10 Mei 2018

[100518.ID.BIZ] Semen Baturaja Mulai Ekspor Klinker ke Australia


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak 1974 atau selama 44 tahun berdiri, baru kali ini PT Semen Batu Raja Tbk (SMBR) melakukan ekspor semen. Bekerja sama dengan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, yaitu PT Pelindo II dan PT Sucofindo, SMBR mengekspor semen setengah jadi (klinker) ke Australia. Pada ekspor perdana Rabu, 9 Mei 2018, klinker diangkut dari Pelabuhan Panjang, Lampung menuju Pelabuhan Bulwer Island, Brisbane, Australia.

Direktur Utama Semen Baturaja (SMBR), Rahmad Pribadi mengatakan, ekspor perdana dilakukan bersamaan dengan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. "Terkait pelemahan rupiah yang minggu ini telah menembus Rp 14.000, hal itu harus disiasati secara cerdas, agar bisa menjadi berkah buat perseroan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (10/5).

Lebih lanjut ia mengatakan melemahnya rupiah justru dapat menguntungkan eskportir sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke negara lain. “Saya pikir saat ini adalah momentum yang paling tepat untuk memulai ekspor, termasuk ekspor klinker yang baru saja kami lakukan,” tuturnya.

Rahmad mengemukakan ekspor perdana kali ini merupakan uji pengiriman (trial cargo) dengan volume sebesar 30.000 metrik ton. Nilainya, menurut Rahmad sekitar 1 juta dollar AS. “Apabila trial cargo berhasil dengan baik, akan diikuti dengan kontrak jangka panjang,” katanya.

Pada ekspor perdana kali ini, PT Sucofindo (Persero) menjadi lembaga yang ditunjuk Semen Baturaja sebagai surveyor yang melakukan pengambilan sampling dan analisis klinker yang akan diekspor. “Baik pra-muat maupun saat memuat,” sebutnya.

Sementara PT Pelindo II (Persero) cabang Panjang, Lampung, kata Rahmad berperan sebagai lembaga yang ditunjuk Semen Baturaja untuk jasa stevedoring dan trucking di Pelabuhan Panjang.

Rahmad mengemukakan Semen Baturaja mengekspor klinker sebagai langkah strategis perseroan untuk mengantisipasi kelebihan pasokan (over supply) semen di Indonesia, meningkatkan utilisasi pabrik yang ada dan menyiasati pelemahan kurs rupiah.

Selain itu, Semen Baturaja, kata Rahmad, juga ingin membuktikan jika produk klinker dan semennya memenuhi standar kualitas ekspor di Australia, yang selama ini sulit ditembus. “Karena persyaratannya sangat ketat,” ujarnya.

Ia menjelaskan potensi ekspor komoditi klinker dan semen ke sejumlah negara saat ini prospeknya sangat menjanjikan. Rahmad memprediksi akan terjadi booming pada tahun 2018 ini dan pada tahun-tahun berikutnya menyusul menurunnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya permintaan di pasar internasional. Peningkatan ekspor menurutnya akan berdampak pada perekonomian nasional yang akan semakin membaik.

Sumber : Kontan, 10.05.18.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar