31 Agustus 2020

[310820.EN.BIZ] DSME and KSOE Merger Gets The Nod From Singapore's Competition Authority

 


The Competition and Consumer Commission of Singapore (CCCS) has cleared the proposed merger between two South Korean shipyards, Korea Shipbuilding & Marine Engineering Co (KSOE) and Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME).

CCCS said it was unable to conclude in its in-depth review that the proposed merger will not result in a substantial lessening of competition that would become detrimental to customers in Singapore.

"The parties overlap in the global supply of commercial vessels, including oil tankers, containerships, LNG carriers and LPG carriers," CCCS stated.

The CCCS assessment states that barriers to entry and expansion are generally high, customers have buyer power to constrain the merged entity from exercising its market power, and the two parties are close competitors to each other particularly in the 200,000 dwt ultra-large VLCC and 40,000 cubic metre LNG carrier markets, reports Colchester's Seatrade Maritime News.

"While market concentrations in the relevant markets will be high post-merger, the evidence does not indicate that the proposed transaction will result in coordination or collusion on prices as shipbuilders tend to have private negotiations with customers, which limit price transparency. Shipbuilders may also find it difficult to coordinate on prices as customers perceive differences in quality and experience of shipbuilders," CCCS wrote.

"After evaluating all the evidence available, CCCS assessed that the proposed transaction, if carried into effect, will not lead to a substantial lessening of competition in Singapore."

The proposed shipyards' merger still requires clearance from the European Commission (EC). Due in part to delays as a result of the coronavirus (Covid-19) pandemic, the EC's decision has been postponed.

Source : HKSG.

[310820.ID.BIZ] Turuti Komisi V DPR, Kemenhub Bakal Tegur Batik Air

 

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuruti permintaan Komisi V DPR untuk menegur Batik Air karena dianggap telah melanggar protokol kesehatan dengan mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimal yakni 70 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menindak tegas maskapai yang mengabaikan protokol kesehatan terutama dari sisi kapasitas maksimal penumpang.

"Batik Air nanti kami tegur. [Masa] Covid-19 ini orang suka khilaf, khilafnya juga terus-terusan lagi, nanti kami tegur. Karena aturan 70 persen, walaupun secara internasional dengan filter HEPA bisa 100 persen, hanya saja ada ekses yang bisa terjadi seperti senggolan antar penumpang. Saya akan tegur [Batik Air]," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Senin (31/8/2020).

Dia bercerita secara profesional sebenarnya, dari sisi regulasi global, tidak ada aturan pembatasan kapasitas maksimal penumpang pada penerbangan internasional yang diatur oleh ICAO dan IATA.

Pasalnya, di penerbangan ada teknologi filter HEPA. Saringan udara ini membuat pesawat aman dari penularan Covid-19 karena sirkulasi udara bergerak dari atas ke bawah lalu ke luar pesawat, sehingga selalu ada udara baru di dalam pesawat.

"Hanya saja kami tak berani, di beberapa negara kapasitas sudah 100 persen, Kami secara psikis Kemenkes tak mau menaikan, tak mau naikan ini karena faktor psikis," paparnya.

Dia menegaskan karena secara aturan di Indonesia kapasitas maksimal penumpang sebanyak 70 persen, pelanggaran mengangkut penumpang di atas itu dan tidak menjaga jarak antar penumpang harus diberi sanksi.

Sementar, Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan secara pribadi memang sudah menghindari penerbangan menggunakan maskapai tertentu. Alasannya, karena maskapai tersebut sudah terkenal tidak menerapkan physical distancing serta mengangkut lebih dari 70 persen kapasitas penumpang.

"Angkutan umum survei hari ini salah satu tempat menularkan virus Covid-19 ini. Kita dari Kemenhub harus ambil posisi lebih tegas lebih jelas, setiap yang pakai angkutan umum harus ambil posisi tegas," urainya.

Sumber : Bisnis, 31.08.2020.

30 Agustus 2020

[300820.EN.BIZ] Domestic Trade to Help Growth of Chinese Ports

 

DOMESTIC container shipping will be China ports' growth engine as the pandemic impacts on international trade, according to the China Ports and Harbours Association's secretary-general, Ding Li.

Speaking at a recent industry conference in Ningbo, Mr Ding said: "The new growth points are centred around the domestic market. Ports serve the economy and the flow of goods. Even as imports and exports are slowing, the movement of goods within the country continues."

With people less inclined to leave home, e-commerce sales are rising. As commercial aviation has ground to a halt, e-commerce retailers are turning to shipping to fulfil transportation requirements.

"Ports serve the real economy and trade in goods. Faced with the complex internal and external situation, it's necessary to control the pandemic and ensure the smooth flow of international and domestic logistics chains."

Container volumes in China will continue to recover moderately in the second half of the year, said Mr Ding. Taking into account the impact of the Covid-19 pandemic in the first quarter of 2020, full-year volumes are expected to drop by about 3 per cent compared to last year.

However, recently issued Ministry of Transport guidelines have driven technological innovation of transport infrastructure, including a shift towards smart ports.

"Ports are gradually changing from a labour-intensive industry to a technology-intensive industry," Mr Ding noted.

Current developments viewed in the context of the application of the Internet of Things (IoT), shows China's port construction is "undergoing a transformation and upgrading towards digitalisation and automation," he claimed.

The secretary general believes the development of smart ports has become more rapid as a result of Covid-19, both in coastal and inland ports, UK's Container News reported.

"5G will definitely enhance the dimension of smart port construction and make it possible to enrich the content of smart ports," he said.

Source : HKSG.

[300820.ID.BIZ] Mengenal Tadashi Yanai, Bos Uniqlo Yang Jadi Orang Terkaya di Jepang

 


KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pasca berakhirnya Perang Dunia II, Jepang perlahan bangkit menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dukungan dana dari Amerika Serikat setelah perang usai benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Jepang.

Saat ini, perusahaan-perusahaan Jepang sudah sangat dikenal di berbagai penjuru dunia. Jepang menguasai industri dari berbagai macam sektor, mulai dari telekomunikasi, otomotif, musik, perfilman, hingga fashion.

Awal tahun ini, Forbes mencatat daftar orang terkaya di Jepang, dan yang ada di posisi puncak adalah Tadashi Yanai, founder dan presiden Fast Retailing yang membawahi Uniqlo. Bisnis ritel fashion ini sekarang sudah menancapkan kakinya di banyak negara, termasuk Indonesia.

Tadashi Yanai resmi tercatat sebagai orang terkaya di Jepang oleh Forbes dalam laporannya bulan April 2020 lalu. Saat itu kekayaan Yanai ditaksir ada di angka $22,3 triliun.

Perusahaan ritelnya, yakni Fast Retailing, sekarang menjadi perusahaan pakaian terbesar keempat di dunia dengan lebih dari 2.000 toko ritel di seluruh dunia.

Beberapa merek terkenal yang ada di bawah jaringan ini antara lain Uniqlo, Helmut Lang, Theory, Comptoir des Cotonniers, Princesse tam.tam, J Brand, dan g.u.

Uniqlo sebagai ujung tombaknya saat ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan hingga US$ 50 miliar pada tahun 2020, sebagian besar akan diupayakan melalui ekspansi di AS, China, serta penjualan online.

Pada tahun 1984, Yanai mulai menjabat sebagai presiden dari jaringan clothing milik ayahnya yang memiliki 22 gerai. Setelah itu, ia mulai membuka toko baru di Hiroshima dengan nama Uniqlo Clothing Warehouse, atau saat ini akrab disebut dengan Uniqlo.

Bisnis Uniqlo berjalan sangat baik di Jepang. Hingga tahun 1998, Yanai sudah mampu membuka 300 gerai Uniqlo di seluruh Jepang.

"Saya mungkin terlihat sukses tetapi saya telah membuat banyak kesalahan. Orang menganggap kegagalan mereka terlalu serius. Anda harus positif dan yakin bahwa Anda akan menemukan kesuksesan di kemudian hari," ungkap Yanai dalam wawancaranya dengan majalah Monocle.

Pendekatan yang dilakukan Yanai dalam bisnis Uniqlo juga dinilai berbeda dengan kebanyakan merek fashion lainnya.

Zara misalnya, bisnis pakaian terbesar di dunia ini selalu merespons dengan cepat setiap tren mode yang muncul. Dengan cepat mereka langsung memproduksi model baru yang didistribusikan ke gerai-gerai hanya dalam waktu dua minggu.

Sementara Uniqlo melakukan hal yang sebaliknya. Uniqlo cenderung tidak mengikuti tren yang berkembang. Mereka merencanakan produksi pakaiannya hingga satu tahun sebelumnya.

Atas dasar pendekatan inilah Yanai menyebut bahwa Uniqlo bukan lah bisnis mode, melainkan bisnis teknologi.

Sekarang Yanai, bersama dengan Fast Retailing dan Uniqlo, berambisi untuk mengalahkan raksasa fashion dunia seperti H&M serta Inditex yang merupakan induk perusahaan dari Zara.

Sumber : Kontan, 30.08.2020.

29 Agustus 2020

[290820.EN.SEA] HMM Inks MOU to Reduce Greenhouse Gas Emissions From Ships

 


SOUTH Korea's leading shipper HMM has signed a memorandum of understanding (MOU) with the Korea Bio Energy Association, Hyundai Heavy Industries Co, Korea Shipbuilding & Offshore Engineering Co, and the Korean Register of Shipping in a move to strengthen its efforts to reduce the emission of greenhouse gases from its ships.

HMM inked the MOU to promote the substantiation of the eco-friendly fuel bio heavy oil, an alternative fuel to heavy oil that is made by using resources such as animal and plant oils and the residues of bio diesel processing as main ingredients.

HMM said it expects bio heavy oil to be designated for use on its vessels through additional R&D since it has similar properties to existing ship fuels.

Under the terms of the MOU, HMM will pursue cooperation in the establishment of bio heavy oil quality standards and a fuel supply system. To this end, the company plans to test the use of bio heavy oil-mixed fuel for its 13,100 TEU-class container ship currently in operation.

Hyundai Heavy and Korea Shipbuilding will be responsible for in-land testing of bio heavy oil by establishing related test facilities, reports Korea Bizwire.

Source : HKSG.

 

[290820.ID.BIZ] Japfa Comfeed (JPFA) Akan Mengakuisisi So Good Food Dengan Nilai Rp 1,21 Triliun


 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan anak usahanya, PT Ciomas Adisatwa akan mengakuisisi PT So Good Food dan PT So Good Food Manufacturing dengan nilai Rp 1,21 triliun. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena pihak penjual merupakan dua perusahaan yang juga anak usaha Japfa Ltd.

JPFA dan Ciomas telah meneken perjanjian jual beli 100% saham ditempatkan dan disetor dalam So Good Food dan 0,004% saham ditempatkan dan disetor So Good Food Manufacturing.

Japfa akan membeli saham tersebut dari Jupiter Foods Pte Ltd dan Annona Pte Ltd. Kedua perusahaan ini berbasis Singapura dan sama-sama merupakan anak usaha Japfa Ltd sehingga transaksi merupakan transaksi afiliasi.

"Peralihan hak atas saham-saham dalam transaksi akan terjadi pada tanggal 30 November 2020 atau tanggal lain yang disetujui oleh para pihak secara tertulis," ungkap Japfa Comfeed dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8).

Transaksi ini bukan merupakan transaksi material karena nilai transaksi hanya 10,6% dari total ekuitas Japfa Comfeed pada akhir 2019. Japfa mengatakan, transaksi akan dilakukan sesuai dengan prinsip kewajaran berdasarkan pendapat kewajaran dari Truscel sebagai penilai independen.

Japfa mengungkapkan, sekitar 30% dari harga pembelian akan dibayar secara tunai pada 20 November 2020, terdiri dari Rp 363,18 miliar dari Japfa Comfeed ke Jupiter. Ciomas akan membayar Rp 1,04 miliar ke Annona dan Japfa akan membayar Rp 18,2 juta ke Jupiter.

Sebesar 70% dari harga pembelian akan dibayar lewat promissory notes kepada Jupiter sebesar Rp 849,89 miliar. "Promissory note akan dibayar oleh Japfa ke Jupiter on demand," imbuh Japfa.

Promissory note ini akan dikenakan bunga sejak 16 April 2021 sebesar Jibor (1 bulan) ditambah 2,25% per tahun sampai surat utang ini dibayar oleh Japfa.

Sumber : Kontan, 29.08.2020.

28 Agustus 2020

[280820.EN.SEA] Idle Box Ship Volume Falls Below 1m TEU For First Time This Year

 


THE latest survey by Alphaliner shows that some 90 containerships, equating to over 600,000 TEU of capacity, have found employment in the past month as carriers continue to reinstate blanked sailings and add extra loaders on routes.

The data also shows that the idle containership fleet stood at 223 vessels, for 969,000 TEU at August 17, representing 4.1 per cent of the global cellular fleet.

Moreover, not all of these ships are actually open for employment, with 11 vessels of 12,500 TEU and over currently out of service due to scrubber installations.

The consultant's report on July 20 recorded 313 ships in lay-up, with a capacity of 1.56 million TEU, 6.6 per cent of the world's fleet, reports UK's The Loadstar.

During the peak of the pandemic at the end of May, Alphaliner recorded an all-time high of 551 laid-up ships, for 2.72 million TEU, representing 11.6 per cent of the global fleet.

"The inactive containership fleet dipped below the 1 million TEU mark for the first time in 2020, as carriers resumed several suspended services on the Far East-North America and Far East-Europe routes.

"Shipping lines also reduced the number of planned skipped sailings and implemented summer peak season extra loops," said Alphaliner.

Compared with the July 20 report, all sizes have seen new employment, with for example the larger sector of vessels of over 12,500 TEU reducing by 17 ships to 16, with the number of idled 7,500-12,500 TEU vessels falling by 11 to 27.

"The pool of large inactive ships continues to recede as carriers cater for high demand, especially in the transpacific trade where MSC will soon launch an additional peak season loop, marketed as Santana," said Alphaliner.

The Geneva-based carrier announced last week it would commence the new loop at the end of August, "in anticipation of continuous strong market demand".

Meanwhile, the 2M has also reinstated two loops in the transpacific that were temporarily suspended in April.

Given the substantial fall in open tonnage, charter market daily hire rates have rebounded strongly. The Alphaliner charter rate index has recorded a massive 35 per cent jump in the past month, from a reading of 52 points to over 70, and is well on the way to recovering the losses suffered due to the impact of Covid-19 on cargo and ship demand.

"The outlook is today more positive than anticipated, with carriers reporting encouraging numbers in their latest financial results," said Alphaliner.

Notwithstanding the lack of market visibility due to the risks from a second wave of the virus during the winter season, the consultant said the omens were for "better days ahead" for the charter market.

Source : HKSG / Photo : The Loadstar.

[280820.ID.BIZ] BCA Bakal Gabungkan Rabobank dengan BCA Syariah

 


Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Central Asia Tbk atau BCA berencana akan menggabungkan (merger) PT Bank Rabobank Indonesia dengan entitas anak PT BCA Syariah. Proses merger akan dilakukan setelah perseroan menyelesaikan akuisisi Bank Rabobank.

"Memang kami ada rencana Rabobank akan merger dengan BCA Syariah, itu rencana kami," ungkap Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim dalam paparan bersama PT Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8).

Vera menuturkan tujuan merger tersebut adalah untuk mengembangkan pasar syariah. Ia menegaskan BCA tidak berupaya untuk berkompetisi dengan rencana penggabungan bank syariah pelat merah lantaran nilai aset BCA Syariah masih kecil ketimbang bank syariah BUMN yakni sekitar Rp8 triliun.

"Tapi paling tidak bagaimana kami bisa besarkan pertumbuhan bisnis BCA Syariah baik organik dan anorganik. Kebetulan momentumnya ketemu untuk anorganik," tuturnya.

BCA bersama entitas anaknya PT BCA Finance membeli saham Bank Rabobank sebanyak 3.719.070 saham Rabobank Indonesia yang mewakili seluruh modal ditempatkan dan disetor. Nilai akuisisi awal diprediksi mencapai Rp397 miliar.

Saat ini, ia mengatakan perseroan masih fokus untuk menyelesaikan proses akuisisi tersebut yang masih tahap menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Targetnya, proses akuisisi itu rampung pada September mendatang. Setelah itu, BCA baru akan melanjutkan kepada penggabungan Bank Rabobank dengan BCA Syariah.

"Kalau semua jalan lancar, rencananya legal merger kami bisa lakukan di awal tahun depan. Mudah-mudahan semua lancar," tuturnya.

Untuk diketahui, BCA mengantongi laba bersih konsolidasi sebesar Rp12,24 triliun sepanjang semester I 2020. Capaian laba bank swasta nomor wahid itu turun 4,8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12,86 triliun.

Penurunan laba bersih dipengaruhi oleh peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang mencapai Rp6,5 triliun pada semester I 2020. CKPN tertinggi terjadi pada kuartal II 2020 sebanyak Rp5,6 triliun.

Sumber : CNN Indonesia, 28.08.2020.

27 Agustus 2020

[270820.EN.SEA] Q3 Demand For Box Shipping Forecasts to Decline Slightly by 0.1pc: Analyst

 


ANALYST Sea-Intelligence says the demand in the third quarter for container shipping is expected to contract by 0.1 per cent, pulled down by the developments in July.

Sea-Intelligence said it had developed a model to predict medium-term global volume changes, based on the planned capacity supply of the carriers.

"The methodology we applied was that the net level of blank sailings serves as a direct indicator of the underlying volume developments in 2020. Our model tracks the actual developments as seen during the pandemic from February to June," the analyst said in its latest issue of Sunday Spotlight.

CEO Sea-Intelligence Alan Murphy said: "While volumes are still looking to decline in July year over year, we are looking at a prospective year-on-year growth in August and September. For the entire third quarter, we expect a year-on-year demand contraction, but by a marginal -O.1%, pulled down by the developments in July."

He added: "While this may seem counter-intuitive in a pandemic, there are some factors that we believe are at play here. First is a shift in consumption patterns away from services to physical goods, which would give rise to a need for stockpiling a large volume of goods different to what were previously sold.

"Second, restrictions of travelling and regular outings would potentially fund a higher spending on consumer products. Lastly, a change in working conditions necessitating a work-from-home approach has also driven consumer behaviour towards purchases for furnishing home offices."

Source : HKSG.

[270820.ID.BIZ] Ini Lima Kunci Proses Digitalisasi UMKM Agar Berkembang Dan Naik Kelas

 


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya menekankan, terdapat lima kunci dalam proses digitalisasi UMKM agar bisa berkembang dan naik kelas. Di antaranya UMKM harus perhatikan proses produksi, distribusi, pembiayaan (cashless), pemasaran, manajemen.

Selain itu Eddy juga menekankan pentingnya konsolidasi UMKM dengan menyiapkan sentra-sentra produksi untuk menarik market yang lebih besar.

"Perlu disiapkan program multiyear yang mengacu kepada ide besar dan konsep digitalisasi yang matang dan komprehensif," kata Eddy dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Kamis (27/8).

Dengan mengkonsolidasikan digitalisasi UMKM yang menyebar di berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) dengan leading sektor Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), sehingga semua K/L memiliki satu desain pengembangan UMKM.

Program sinergi tersebut antara lain Gerakan Belanja di Warung Tetangga. Dimana merupakan kolaborasi KemenkopUKM dengan sembilan BUMN Klaster Pangan, Bulog, dan PTPN yang menghubungkan warung tradisional untuk masuk ke dalam platform daring serta menyediakan stok bahan baku yang mudah dengan harga yang kompetitif. Sehingga, warung tradisional nantinya dapat bersaing dengan ritel modern.

Selain itu, bentuk digitalisasi bagi UMKM untuk dorong naik kelas ada juga Laman Khusus UMKM pada e-katalog LKPP, yang melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Jumlah pelaku UMKM dalam pengadaan pemerintah secara elektronik mencapai 1.237 penyedia dengan potensi total nilai paket pengadaan pemerintah bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp 310 triliun.

Eddy menambahkan, pihaknya fokus pada strategi digitalisasi percepatan kebangkitan UMKM dengan menggulirkan program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, program Kelas Daring melalui edukukm.id, Sparc Campus di Smesco Indonesia, hingga Pahlawan Digital UMKM.

Kemudian, mengangkat produk UMKM melalui komunitas dan aplikasi lokal seperti halnya Pasar Gotong Royong Indonesia Creative Store, termasuk digitalisasi UMKM agar Onboarding melalui program Kakak Asuh dan UMKM Katalog Digital (IMOOJI).

"Dukungan promosi dan pemasaran, Billboard untuk local brand activist dan #banggabuatanindonesia, hingga promosi oroduk oleh PLUT KUMKM, review produk oleh influencer, artis juga musisi," imbuh Eddy.

Saat ini memang baru 13% dari total 63 juta pelaku UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Digitalisasi UMKM harus menjadi agenda kolektif, melalui edukasi lalu inkubasi bagi UMKM agar terhubung dengan ekosistem digital.

"Dalam hal ini kita tidak dapat bekerja sendiri dalam mengakomodir kebutuhan transformasi digital bagi UMKM, perlu sinergi, kolaborasi sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk mencapai target dua juta UMKM Go Online di tahun 2020," ungkapnya.

Sumber : Kontan, 27.08.2020.

26 Agustus 2020

[260820.EN.SEA] ONE Launches South Korea-Far East Russian Shuttle Service

 


JAPAN's Singapore-headquartered Ocean Network Express (ONE) is to launch a new shuttle service connecting two Far East Russian ports, Vladivostok and Vostochny to Pusan, South Korea.

The new Korea Russia Express (KRX) service has been developed to strengthen the connection between Russia and Asia, enhancing connectivity from Russia to the rest of the world, through ONE's global network.

The Korea Russia Express (KRX) rotation is as follows: Pusan, Vladivostok, Vostochny and returning to Pusan.

"The new service will provide an excellent, reliable and efficient service for ONE's valued customers," the shipping line said in a statement.

The first sailing will commence from Pusan on September 14 2020.

Source : HKSG.

[260820.ID.BIZ] Ini Strategi J&T Express Kuasai Pasar China

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Global Jet Express atau J&T Express kini tengah memfokuskan ekspansi bisnis di China. Perusahaan jasa pengiriman barang yang identik dengan logo berwarna merah ini rupanya diam-dian sudah berhasil masuk ke negara terluas di Asia.

“Saat ini, kami sudah masuk ke China, semoga dalam satu atau dua tahun ke depan J&T akan menjadi cukup eksis di sana,” kata Robin Lo, CEO J&T Express, Rabu (26/8).

Menurutnya, China sekarang merupakan salah satu pasar paling besar di dunia. Jumlah aktivitas pengiriman yang terjadi di negeri tirai bambu itu sangat jauh dibanding Indonesia. Kalau di tanah air, setiap hari hanya 4 juta pengiriman, di China mencapai 220 juta.

Meski masih terbilang baru, J&T Express tetap optimis untuk membidik pasar e-commerce di China. Robin mengaku, sudah menyiapkan strategi khusus agar bisa memenangkan pertarungan.

Katanya, J&T Express tidak akan langsung bersaing dengan 5 perusahaan pengiriman raksasa di China. “Justru, kami akan ambil pasar kecil yang tidak tertangani oleh perusahaan besar tersebut. Saya yakin, yang kecil ini akan menjadi besar suatu saat nanti,” sebut Robin.

Robin bilang, dalam mengembangkan bisnis di luar negeri, J&T Express memang harus benar-benar jeli dalam menyiapkan strategi. Pasalnya, kondisi lingkungan berbeda, budaya berbeda, kebijakan pemerintah setempat juga belum tentu sama.

Walaupun tetap mengusung merek J&T, dia menambahkan, untuk bisa berhasil di pasar baru, perusahaannya banyak bekerjasama dengan tenaga kerja lokal.

Sumber : Kontan, 26.08.2020.

25 Agustus 2020

[250820.EN.BIZ] Agility's H1 Net Profits Plunge 61pc Despite Increase in Airfreight Revenue

 


KUWATI-BASED Agility saw its profits dive in the first half, although its airfreight business performed well.

Revenue for the first half decreased by 1.3 per cent year on year to KWD765.1 million (US$2.50 million), earnings before interest, tax and depreciation (EBITDA) was down 20.1 per cent to KWD75.8 million and net profit slipped by 61.3 per cent to KWD16.2 million.

The decline was largely driven by its infrastructure division, which was affected by its general aviation businesses.

Meanwhile, its global integrated logistics business saw its EBITDA for the half year increase by 1.3 per cent on a year earlier to KWD28.8 million and revenues were flat at KWD135.8 million. This was driven by strong contract logistics, project logistics, and airfreight results, as well as a sharp focus on containing costs, the company said.

Volumes were down in both airfreight and ocean freight in the first half of this year, by 23.6 per cent in airfreight (tonnage) and 14.8 per cent in ocean freight, due to Covid-19 impact on demand due to lockdowns, production stoppages, and economic contraction across industries and geographies, reports London's Air Cargo News.

However, the first half saw higher yields in airfreight due to capacity shortages and a spike in demand for urgent shipments of PPE and other medical equipment. First-half airfreight net revenue increased 17 per cent compared with the same period a year earlier, while ocean freight net revenue decreased 16 per cent against last year.

Contract logistics achieved 7 per cent net revenue growth, mainly in the Middle East region as the result of the addition of new facilities and "increased operating efficiencies".

Project logistics registered a 25 per cent net revenue increase, driven by new capital projects and positive volume development from existing customers. Fairs and events net revenue fell 46 per cent with the cancellation and postponement of key events.

Tarek Sultan, Agility vice chairman and chief executive, said the economic fallout from the pandemic has had an uneven effect on Agility businesses: "Our contract logistics business and logistics parks have weathered this reasonably well because demand for storage space has been steady or increased, especially as customers have looked to add to safety stock or support pandemic-driven increases in e-commerce sales. In many instances, we are experiencing accelerated adoption of disruptive and emerging technologies related to the Covid-19 pandemic or underlying CSR paradigms."

Source : HKSG.

[250820.ID.BIZ] Potensi Ekspor Pangan Melimpah

 


indopos.co.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga mengatakan bahwa potensi ekspor pangan kita sangat melimpah. Oleh karena itu, potensi tersebut harus dikembangkan.

“Sangat banyak sekali jenis bahan pangan yang kita hasilkan. Semuanya bisa saja di ekspor. Jadi bukan hanya terbatas pada mie instan, kakao atau kopi, tetapi semua produk pangan bisa saja diekspor,” kata Jerry lewat siaran persnya, Selasa (25/8/2020).

Hal ini dikatakannya ketika memberikan sambutan pada Webinar “Inovasi Pangan Nasional” yang diadakan oleh Accelerice Indonesia, Senin (24/8/2020). Webinar itu juga menghadirkan William Wongso, Prof F.G. Winarno, Ravindra Airlangga dan Leonard Theosabrata sebagai pembicara.

Menurut Jerry, jenis pangan Indonesia sangat beragam mulai dari padi-padian, ikan, kacang-kacangan hingga sagu-saguan. Kuncinya, menurut Wamen Milenial itu adalah inovasi dalam semua aspek baik pengolahan, pemasaran, kemasan dan sebagainya.

“Dalam pengolahan, sebuah produk harus mengikuti standard-standar yang diterapkan oleh negara sasaran ekspor. Sebuah negara bisa saja menetapkan standar kesehatan, ekologis dan sebagainya yang harus dipenuhi oleh pengimpor,” jelas Jerry.

Dalam pemasaran, pendekatan-pendekatan marketing harus dilakukan secara komprehensif mulai dari pameran, business matching, iklan dan seterusnya. Dalam pengemasan juga harus bisa memenuhi standard dan ekspektasi konsumen agar menarik serta meningkatkan nilai tambah.

Jerry mengatakan, Kementerian Perdagangan memberikan fasilitasi bagi inovasi-inovasi dalam pengembangan produk ekspor.

“Sesuai dengan tupoksi kami, bahwa dalam hal ekspor kita ini ada di hulu. Untuk produksi atau di hulu, ada di kementerian lain seperti kementerian perindustrian, pertanian, Kemenkop dan UKM dan sebagainya. Kami memberikan fasilitasi dalam pemasaran dan kemudahan-kemudahan perdagangan lainnya,” jelas mantan anggota Komisi I tersebut.

Jerry mengatakan, yang tidak boleh dilupakan adalah adanya perjanjian perdagangan dalam menunjang ekspor produk pangan.

“Perjanjian perdagangan itu penting sekali dalam memperluas akses produk-produk Indonesia. Termasuk produk pangan, baik yang mentah maupun sudah olahan. Dengan perjanjian perdagangan tarif masuk produk dari Indonesia akan diberikan keringanan atau bahkan bisa nol persen. Nah dari situ secara harga kita bersaing.” ucapnya.

Menurut Jerry, sudah banyak perjanjian perjanjian perdagangan yang diselesaikan. Oleh karena itu ia berharap para produsen Indonesia memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang dihasilkan dari perjanjian perdagangan itu. Tanpa pemanfaatan yang optimal maka perjanjian perdagangan tidak akan memberikan manfaat nyata bagi produk Indonesia.

“Kami punya 5 FTA-Center (Free Trade Area Center). Di sana para produsen bisa berkonsultasi mengenai bagaimana sebaiknya dalam melakukan ekspor, bagaimana mekanismenya dan sebagainya. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kami. Kami pasti akan membantu seoptimal mungkin. Apalagi memang sudah jadi visi presiden untuk meningkatkan ekspor. Tugas kamilah untuk mengimplementasikan visi presiden tersebut,” terangnya.

Jerry menyadari, meningkatkan ekspor pangan adalah tantangan tersendiri. Sektor pertanian dan pangan biasanya lebih proteksionis dibandingkan dengan sektor lain. “Ini terjadi di semua negara karena sektor pangan biasanya menyangkut kepentingan yang sangat kompleks,” jelasnya.

Tetapi hal itu tidak berarti tidak bisa diatasi. Hal ini karena selain keunggulan kompetitif juga ada keunggulan komparatif Indonesia yang diakibatkan oleh faktor tanah dan iklim. Misalnya saja produk gandum, Indonesia memang harus impor karena memang kita tidak bisa menanam sendiri secara optimal. Produk Indonesia juga banyak yang punya keunggulan komparatif, buah-buahan misalnya.

“Banyak buah-buahan yang hanya bisa hidup di iklim tropis atau bahkan hanya di Indonesia. Jadi itu bisa jadi modal tersendiri bagi kita,” kata Wamendag.

Jerry berpesan agar keunggulan komparatif tidak melenakan produsen Indonesia karena keunggulan kompetitif tetap memegang kunci. Dia ingin agar inovasi dilakukan sebaik mungkin. “Hal itu agar secara kualitas dan kuantitas, produk Indonesia bisa memenuhi ekspektasi negara-negara pengimpor,” pungkasnya.

Sumber : indopos, 25.08.2020.

24 Agustus 2020

[240820.EN.BIZ] Port of Montreal Reopens After Strike Truce

 


THE Port of Montreal is back in business after longshore workers and employers agreed to a seven-month truce that will end an 11-day strike that had caused shipping companies to reroute cargo to other ports in Canada and the US.

The truce will last until March 2021, a representative from the employer group said. Canada's second-largest port was set to reopen two days ago on Sunday pending final negotiations between the Maritime Employers Association (MEA) and Canadian Union of Public Employees (CUPE), the union representing longshore workers.

Both sides voiced optimism that they can agree on a new contract before the seven months ends.

"We are truly confident we will reach a deal," Martin Tessier, MEA president, told reporters in Montreal. "It will take two to four weeks to recover," Mr Tessier said.

Longshore workers went on strike at the port on August 10. Without a contract since 2018, they are seeking higher wages and changes to hours and working conditions.

Discussions over the workers' demands will continue as work resumes. The longshore workers' union has been pressing for better scheduling, arguing that workers who are asked to be on call for 19 out of every 21 days have no work-life balance. They have been working without a contract since the end of 2018.

Montreal's port handles more than US$75 billion of merchandise a year. It is second to Vancouver, British Columbia, in Canadian container imports, according to Piers, a data service of IHS Markit, and is the country's main maritime gateway for trade with Europe.

The forestry industry was particularly worried about the impact of an extended port closure. A lumber shortage has caused prices for the commodity to climb, and lumber companies that are already scrambling were having trouble getting supplies and equipment, said Joel Neuheimer, vice president of international trade and transportation for the Forest Products Association of Canada.

"The industry is trying to catch up with demand, and it's having trouble sourcing materials it needs to recover," he said.

The stoppage also could have hurt the auto sector, food processors and mining companies, said government officials for the provinces of Quebec and Ontario who wrote a letter asking the federal government to intervene.

Businesses and some politicians had been growing increasingly alarmed at the port strike and impacts on the supply chain as vessels diverted to other ports, mainly Halifax. The government of Prime Minister Justin Trudeau rejected calls to intervene.

Corey Darbyson, director of Transport DSquare, an intermodal trucking company that services the port, welcomed the tentative agreement.

"It's going to help maintain the supply chain and give people a paycheck," Mr Darbyson said.

He expects the impacts of the strike will be relatively short-lived, noting "Montreal is a port city."

DSquare managed to find some silver linings from the disruption. While the carrier took a hit from the falloff in incoming vessels, it picked up a lot of business of hauling containers to Halifax that CN and Canadian Pacific railways couldn't accommodate.

"It was good for us in some ways," Mr Darbyson said, according to media reports.

Source : HKSG / Photo : CTV Montreal.

[240820.ID.BIZ] ShopeePay Tumbuh Paling Pesat Raih Pengguna Terbanyak


 

indopos.co.id – Transaksi elektronik dengan menggunakan aplikasi dompet digital atau e-wallet semakin meningkat dalam dua tahun terakhir. Selain dianggap praktis, aman, cepat, dan menawarkan banyak keuntungan; transaksi e-wallet juga dianggap lebih aman dan sesuai dengan protokol kesehatan kala pandemi COVID 19 masih belum usai.

Dalam tiga bulan terakhir ini, bahkan e-wallet semakin menjadi pilihan utama konsumen dalam melakukan pembayaran di gerai-gerai belanja online dan offline. Untuk mengetahui trend perilaku ini, Snapcart telah melakukan survei online selama 3 bulan (Juni, Juli, dan Agustus), yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, dengan responden dipilih 1.000 orang.

Menurut Direktur Snapcart Indonesia, Astrid Williandry, menyatakan sebagai salah satu pemain di tengah sederet penyedia fitur layanan keuangan elektronik, ShopeePay saat ini merupakan e-wallet yang memiliki laju pertumbuhan paling pesat dari awal tahun 2020 ini.

Dalam survei tersebut menyebutkan bahwa ShopeePay merupakan e-wallet yang mengalami pertumbuhan paling pesat, jauh di atas OVO, GoPay, Dana, dan LinkAja. Hal ini didukung oleh gencarnya strategi ShopeePay dalam menjangkau dan memperoleh konsumen baru, yang terlihat salah satunya melalui kelengkapan fitur dan menambah jangkauan merchant di seluruh Indonesia.

”Di satu sisi, integrasi ShopeePay dalam aplikasi Shopee yang sekarang sudah menjadi e-commerce terbesar di Indonesia pun mendukung keberhasilan ini,” ungkap Astrid, di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Hasil survei juga menunjukkan dalam 3 bulan terakhir ini, ShopeePay menjadi brand aplikasi dompet digital dengan user atau pengguna terbesar (68 persen), disusul oleh OVO dan GoPay yang bersaing ketat di masing-masing 56 persen, serta Dana (42 persen), dan LinkAja (19 persen). “Lima brand itu paling populer, karena mereka gencar melakukan promosi dan menjalin kerjasama dengan banyak merchant sehingga dikenal oleh konsumen,” ujar Astrid Williandry.

Selain menjadi e-wallet dengan jumlah pengguna terbesar, ShopeePay juga tercatat memiliki pangsa pasar jumlah transaksi paling tinggi, yakni 32 persen dari total jumlah transaksi e-wallet di Indonesia, disusul OVO (25 persen dari total), GoPay (20 persen dari total), kemudian DANA (16 persen dari total) dan LinkAja (8 persen dari total).

Bukan hanya itu, ShopeePay juga mencatatkan pangsa pasar total nilai transaksi terbesar, yakni 34 persen dari total nilai transaksi e-wallet di Indonesia, diikuti oleh OVO (25 persen dari total), kemudian oleh GoPay dan DANA yang bersaing ketat di angka masing-masing 16 persen dan 17 persen, dan LinkAja (9 persen).

E-Wallet dengan Frekuensi Tertinggi dan Paling Direkomendasikan oleh Pengguna

“Dengan jaringan ratusan ribu merchant di seluruh Indonesia dalam berbagai kategori, dari makanan, minuman, fashion, ritel, logistik, hingga kegiatan sosial seperti donasi, membuat bisnis ShopeePay melaju pesat dan hadir di setiap lini kehidupan konsumen,” tambah Astrid Williandry. Banyak brand terkenal juga telah menjalin kerjasama dengan ShopeePay, di antaranya McDonald’s, Burger King, Excelso, Kopi Kenangan, Alfamart, Superindo, Ramayana, dan lain-lain.

Hal yang mendukung ShopeePay bisa melejit menjadi e-wallet dengan total jumlah transaksi terbesar tidak hanya karena jumlah pengguna yang paling banyak, melainkan juga tingginya frekuensi pemakaian ShopeePay, dibanding dengan pemain e-wallet lainnya. Frekuensi transaksi bulanan ShopeePay di 9,1 kali per bulan, jauh di atas 2 pesaing terdekatnya, OVO (8,6 kali per bulan), GoPay (6,9 kali per bulan).

Tingginya frekuensi penggunaan ShopeePay juga menunjukkan kenyamanan para pengguna dalam menggunakan e-wallet ini. Pengalaman belanja online yang seamless dan menawarkan cara bertransaksi non-tunai secara aman, efektif, dan efisien membuat para pengguna ingin merekomendasikan ShopeePay.

Hal ini tercermin dari hasil survei, di mana 33 persen responden pun lebih memilih ShopeePay sebagai merk e-wallet yang paling direkomendasikan, diikuti OVO (26 persen), Dana (20 persen), GoPay(16 persen), dan LinkAja (5 persen).

”Menurut kami, ShopeePay unggul karena sangat masif menawarkan berbagai layanan promo. Selain dapat digunakan untuk pembayaran online, ShopeePay juga dapat digunakan untuk melakukan pembayaran offline di gerai-gerai. Di sisi lain, metode pembayaran menggunakan e-wallet diyakini juga merupakan solusi aman bertransaksi di masa pandemi. Sehingga e-wallet ini yang paling disukai konsumen dan paling banyak digunakan karena multi solutif dan memudahkan,” cetus Astrid.

Sumber : indopos, 24.08.2020.