26 April 2018

[260418.EN.BIZ] Canadian Pacific Rail Strike Averted, Teamsters and Electricians Sign Deal


THE Canadian Pacific Railway (CP) has reached an agreement with the Teamsters Canada Rail Conference and the Global Port Development Report (IBEW) that has averted a strike this week, the company announced.

On the recommendation of federal mediators, the minister of labour will direct the Canadian Industrial Relations Board to administer a ratification vote on each of the company's final offers to the Teamsters and the IBEW.

"I want to thank the leadership of the unions and Federal Mediation and Conciliation Service for their hard work, collaboration and openness to getting this situation resolved without a work stoppage," said CP president and CEO Keith Creel. "This is tremendous news for our employees, our customers and the Canadian economy."

CP will immediately begin to execute a safe and structured start-up of its train operations in Canada. As a result of today's announcement, there will be no disruption to the commuter rail companies operating on CP's network and CP will be able to continue to provide safe and efficient freight service for our customers.

There are 3,000 conductors and engineers represented by the Teamsters and 360 signalmen represented by the IBEW.

Source : HKSG.

[260418.ID.BIZ] AP II Siapkan Langkah Hukum Hadapi Putusan KPPU


Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mempersiapkan langkah hukum atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dengan praktik monopoli dalam pelayanan dan pengiriman kargo dan pos di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara.

Vice President Of Corporate Commucation Angkasa Pura (AP) II Yado Yarismano mengatakan bahwa pihaknya akan menjalankan prosedur hukum meski belum menerima secara resmi putusan dari KPPU.

“Kami senantiasa menjalankan prinsip kehati-hatian dan good corporate governance dalam setiap pengambilan keputusan bisnis dan operasional fasilitas kebandarudaraan,” katanya, Kamis (26/4/2018).

PT Angkasa Pura II (Persero) diputus bersalah karena melakukan praktik monopoli, terkait dengan pelayanan dan pengiriman kargo dan pos di Bandara Internasional Kualanamu.

Perkara bernomor 03/KPPU-I/2017 tersebut diputuskan oleh majelis komisi pada 24 April 2018.

Dalam amar putusannya, Chandra Setiawan sebagai Ketua Majelis Komisi yang didampingi oleh Sukarmi dan Kamser Lumbanradja sebagai anggota majelis menyatakan bahwa PT Angkasa Pura II (terlapor) terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 17 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Terdapat perilaku penyalahgunaan posisi monopoli yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura II [Persero] terhadap pengguna jasa terkait pelayanan dan pengiriman kargo dan pos yang justru tidak menciptakan kondisi yang efektif dan efisien dalam kegiatan usaha,” kata Chandra dalam amar putusan yang dikutip Bisnis, Rabu (25/4).

Dengan putusan tersebut, PT Angkasa Pura II didenda sebesar Rp6,53 miliar, yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha.

Selain itu, majelis juga meminta PT Angkasa Pura II untuk menurunkan penetapan tarif pengiriman (outgoing) kargo dan pos dengan memperhitungkan kegiatan yang hilang setelah diambil alih oleh Regulated Agent (RA) dan mengembalikan proses pengambilan (incoming) kargo dan pos di Bandar Udara Kualanamu tanpa melalui mitra usaha PT Angkasa Pura II (Persero) di Lini II.

Sumber : Bisnis Indonesia, 26.04.18.

25 April 2018

[250418.EN.BIZ] Indian E-commerce Booms as Amazon, Flipkart Takes 80-85pc Share


INDIAN e-commerce, dominated by Amazon and Flipkart, now accounts for INR500 billion (US$7.6 billion) of revenues in the domestic cargo sector with INR100 billion raised in air freight, according to a new study, reports the Press Trust of India.

The Express Industry Report 2018 said the "e-commerce players have challenged the traditional express operations and unlocked many opportunities by providing newer avenues for value addition".

The INR170 billion domestic express industry revenues, made from shipments by road and air, is growing by 15 per cent, with the online sales being the key driver, the report said.

Express Industry Council of India operations chief Vijay Kumar, said he favoured re-evaluation of the government policy to allow the domestic cargo airlines to offer international operations, thus wooing more players into the air cargo business.

The big player today in the domestic air cargo airlines is Blue Dart Express. More players and avenues in the cargo business could mean more scope for expansion for e-commerce, said the report.

Amazon and Flipkart account for 80-85 per cent of industrywide revenues. But newer players such as Paytm, ShopClues and aggressive investments from incumbents to capture a higher share of the lucrative Indian e-retail market, the competitive intensity in the express industry has increased significantly, the report said.

Source : HKSG.

[250418.ID.AIR] Eropa Larang Biodiesel. Menko Luhut : Kami Tidak Berencana Alihkan Pembelian Pesawat ke Boeing


Bisnis.com, JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah berniat melakukan tindakan balasan atas larangan masuknya biodiesel berbahan kelapa sawit ke Uni Eropa.

"Kami tidak berencana mengalihkan pembelian pesawat ke Boeing. Melakukan tindakan balasan bukan budaya kami. Kami ingin terus bernegosiasi untuk menemukan solusi yang baik bagi semua pihak. Tetapi, kami jangan terus disudutkan," ujar Menko Luhut dalam keterangannya, Rabu (25/4/2018).

Seperti diketahui, Boeing adalah pesaing ketat Airbus, produsen pesawar yang dibentuk sejumlah negara anggota Uni Eropa.

Dikutip dari Wikipedia, Airbus SAS yang berbasis di Toulouse, didirikan tahun 2001 di bawah hukum Perancis sebagai perusahaan join stok yang dipermudah atau "S.A.S." (Société par Actions Simplifiée).

Airbus Industrie dimulai sebagai konsorsium perusahaaan penerbangan Eropa untuk menandingi perusahaan Amerika seperti Boeing dan McDonnell Douglas.

Perusahaan ini dibentuk pada 1970 setelah adanya persetujuan antara Aerospatiale (Prancis) dan Deutsche Aerospace (Jerman), disusul oleh CASA, Spanyol) pada tahun 1971, untuk mengembangkan Airbus A300, yang terbang pertama kali pada 1972.

Pada 1979 British Aerospace (sekarang BAE SYSTEMS) bergabung dengan Airbus.

Menurut Luhut Indonesia harus lebih agresif melakukan perundingan dan diplomasi karena selama ini menurutnya hal tersebut kurang dilakukan. Sehingga dari beberapa tokoh yang ditemui selama di Brussel kurang banyak yang memahami kemajuan Indonesia.

"Mereka tidak tahu kemajuan ekonomi kita, situasi keamanan Indonesia dan bahwa kita sedang mengerjakan isu-isu lingkungan," jelasnya.

Dia meminta pihak Uni Eropa untuk langsung datang ke Indonesia melihat apa yang terjadi sebelum mengambil keputusan. Luhut meyakini banyak dari mereka akan kaget dengan Indonesia. Parlemen Eropa bakal tidak menyangka Indonesia begitu besar dan kagum dengan pemerintahan yang bisa mengelola negara sebesar ini.

"Karena itu saya undang mereka untuk datang ke Indonesia, melihat langsung karena seeing is believing," ujarnya.

Di sisi lain kata Menko Luhut, satu hal yang diminta para counter part untuk segera dikerjakan adalah perundingan Indonesia -- European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

"Komisioner EU Karmenu Vella juga meminta Indonesia untuk ikut mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian dagang IEU-CEPA," ujar Luhut.

Selama di Brussel Luhut juga bertemu anggota Parlemen Eropa Sean Kelly. Menurutnya keputusan tentang pembatasan biofuel sawit ini masih lama. Hal itu tidak boleh dilakukan dan bertentangan dengan prinsip WTO.

Kelly berharap Indonesia bisa memperbaiki kekurangannya. Ia juga berharap Indonesia segera melakukan finalisasi IEU-CEPA.

Pada tahun lalu, Uni Eropa adalah tujuan ekspor terbesar ke 6 dan asal impor terbesar ke 4 bagi Indonesia, Nilai masing-masing sebesar US$16,2 miliar dan US$ 11,2 miliar. Total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa mencapai US$ 27,4 miliar.

Sumber : Bisnis Indonesia, 25.04.18.

24 April 2018

[240418.EN.SEA] CMA CGM To Take a Quarter of CEVA to Boost Logistics Role


FRENCH shipping giant CMA CGM says it will acquire nearly 25 per cent of CEVA Logistics, having committed to subscribe for mandatory convertible securities of CEVA for between CHF380 million (US$390 million) and CHF450 million.

These securities will be convertible into CEVA common shares subject to obtaining all required regulatory approvals. The investment takes place in connection with CEVA's planned initial public offering on the SIX Swiss Exchange on April 20 and remains conditioned upon its successful completion.

With this transaction, CMA CGM aims to increase its role in the logistics sector, a business closely related to shipping, said the Marseilles-based company.

CEVA employees number 56,000 in 160 countries, generating revenues of US$7 billion in 2017. CEVA is the fifth biggest contract logistics providers and the 10th largest forwarder worldwide, managing nine million square metres of warehouses in more than 750 sites.

"Its long-standing blue-chip customer base includes leading players in the automobile, consumer & retail (including e-commerce), industrial & aerospace, technology and healthcare sectors," said the CMA CGM statement.

Following this equity investment, CMA CGM will nominate two members of CEVA's board. The two companies have agreed to explore potential opportunities to work together towards the development of joint commercial offerings, according to terms that will be defined in the coming months.

The closing of the transaction remains subject to the completion of CEVA's IPO as well as to the approval from regulatory authorities.

Said CMA CGM chairman and CEO Rodolphe Saade: "Together, the two companies will also explore possible cooperation, allowing us to propose an ever more differentiated and qualitative offering while integrating services beyond maritime transport.".

Source : HKSG.