24 Oktober 2014

[241014.EN.SEA] Global Supply of Box Shipping Capacity Decreased in September



THE supply of container shipping capacity decreased in September year on year as the rate of production slowed, said shipping analysts at DNB Markets in Oslo.

Deliveries added 74,000 TEU to the total fleet, while demolitions removed 16,000 TEU from the market, leaving a net increase of 57,000 TEU, reported Denver-based IHS Maritime 360.

On an annualised level, this implied deliveries running at 5.5 per cent of the existing fleet, while the figure for scrappings stood at 1.1 per cent.

"We estimate that effective supply decreased with the equivalent of -187,000 TEU, resulting in an effective net change of -130,000 TEU or an annualised -8.7 per cent," said Nicolay Dyvik, Oyvin Berle and Petter Haugen, the analysts at DNB Markets.

As far as the demand side is concerned, the UK's Container Trade Statistics (CTS) said last week that the total volume of seaborne container trade amounted to 11.72 million TEU in August, which was slightly lower than the 11.81 million figure for the previous month, but higher than the 11.09 million TEU in August 2013, said the report.

Source : HKSG.

[241014.ID.BIZ] Jika Uji Kepatutan Gagal, Mutiara Dilelang Ulang





TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan Kartika Wirjoatmodjo mengatakan lembaganya telah memasukkan seluruh data kelengkapan pembelian PT Bank Mutiara kepada Otoritas Jasa Keuangan. Otoritas akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan kepada J Trust atas pembelian PT Bank Mutiara.

"Kalau enggak lulus, itu haknya OJK ya.... Otomatis harus kita lakukan proses ulang lagi lelangnya," kata Kartika di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2014. Ia mengatakan proses uji kepatutan dan kelayakan menjadi hak penuh OJK dalam meluluskan atau tidaknya J Trust dalam pembelian Bank Mutiara. (Baca: Pejabat Bank Mutiara Jadi Sekper Bank Mandiri)

Menurut Kartika, LPS telah menyerahkan seluruh data dan dokumen terkait secara lengkap sehingga ia optimis telah memenuhi syarat seperti yang diwajibkan oleh OJK.

Kartika berharap seluruh proses uji kepatutan akan selesai dalam kurun 2-3 pekan ke depan. Selama proses hingga tiga pekan ke depan, OJK akan melakukan panggilan kepada pemegang saham pengendali dan pengurus dari J Trust. (Baca: Bila Mutiara Dibeli J Trust, BRI Hormati LPS)

"Masih ada proses untuk interview dengan pemegang saham pengendali dan pengurus J Trust dan sebagainya," kata Kartika. Selain melakukan pemanggilan dan proses wawancara, OJK juga masih harus menghubungi otoritas moneter dari negara Jepang, negara asal perusahaan tersebut.

Saat ini, PT Bank Mutiara dalam tahap akhir proses penjualan. OJK sedang melakukan proses uji kepatutan dan kelayakan untuk mengukur kesiapan dan komitmen J Trust dalam pengembangan bisnis Bank Mutiara.

Sumber : Tempo, 24.10.14.

23 Oktober 2014

[231014.EN.SEA] Hanjin Boosts Asia-South Africa Services by Taking Slots On Two Loops

HANJIN Shipping is taking slots on two weekly loops operated by Evergreen, Cosco, PIL, "K" Line and MOL to offer two-way Far East-South Africa services.

As part of a service rationalisation, the South Korean shipping line will from the end of October take slots on the two revised loops, FAX-C/ASA-C and FAX-S/ASA-S.

The port rotation of the FAX-C/ASA-C is Shanghai, Ningbo, Keelung, Singapore, Durban, Singapore, Shanghai.

It is operated by seven 4,200-TEU range ships, which turn in seven weeks.

The port rotation of the FAX-S/ASA-S is Kaohsiung, Xiamen, Hong Kong, Shenzhen-Shekou, Singapore, Port Kelang, Durban, Cape Town, Port Kelang, Singapore and back to Kaohsiung.

This service is operated by eight ships ranging in size from 4,200-6,300 TEU and turns in eight weeks, reported Alphaliner.

Previously, Hanjin served the South Africa-Far East trade in the eastbound direction through wayporting at Ngqura and Durban on the eastbound legs of the Far East-east coast South America services operated by Hanjin jointly with Maersk, CMA CGM, CSAV, Hamburg Sud, CSCL and CCNI.


Source : HKSG.

[231014.ID.AIR] Setelah 35 Tahun, Boeing Jual Suku Cadang ke Iran Air

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Untuk pertama kalinya sejak 1979, Boeing menjual suku cadang kepada maskapai nasional Iran Air. Boeing mengatakan keuntungan transaksi itu mencapai 12 ribu dolar AS. Penjualan tersebut mengakhiri berhentinya hubungan bisnis kedua perusahaan selama 35 tahun karena sanksi Amerika Serikat.

"Selama kuartal ketiga 2014, kami menjual manual pesawat, gambar dan bagan navigasi dan data kepada Iran Air," ujar Boeing dalam laporan kuartalnya, dikutip dari AFP, Kamis (23/10).

Pada April, pemerintah AS mengeluarkan lisensi yang mengizinkan Boeing, dalam jangka waktu tertentu, menyediakan suku cadang bagi tujuan keamanan kepada Iran. Namun, Boeing belum diizinkan menjual pesawat baru kepada Iran.

Lisensi itu diberikan oleh Departemen Keuangan AS dalam konteks kesepakatan sementara antara kekuatan dunia dan Iran atas negosiasi program nuklir yang akan ditandatangani November mendatang.

Boeing mengatakan suku cadang yang dijual sesuai pedoman dari pemerintah AS terkait negosiasi nuklir yang sedang berlangsung. Perusahaan AS itu mengatakan tidak menutup kemungkinan akan menjual lagi suku cadang kepada Iran Air.


Sumber : Republika, 23.10.14.

22 Oktober 2014

[221014.EN.LOG] Big American Rail Mergers Risk Service Disruptions, Says CSX Chief

US RAIL disruptions and congestion rather than intended improvements can be expected if further consolidation of major US railroads occurs, says CSX Corp CEO Michael Ward.

"We might actually see a step back in service," Mr Ward told analysts in a conference call commenting on third quarter profits that beat analysts' expectations.

Mr Ward referred to the last round of US rail mergers in the 1990s, which were accompanied by system-wide service collapses.

He was commenting on a Wall Street Journal report that Canadian Pacific Railway had offered to buy the No 3 American CSX railway. Both companies declined to comment on the report, but later CP announced that merger talks had ended.

Mr Ward told Reuters he expected push back from customers about freight price increases next year, and said new reporting requirements may take time to implement.

The STB ruled that starting this week (October 22) major railways must report weekly train speeds, dwell times and other service metrics.

Mr Ward said CSX will comply, but added that railways have different definitions for the metrics the STB wants. "Getting everyone to agree on one definition will take time," he said.


Source : HKSG.

[221014.ID.OTH] 'Kutukan' dan Wajah di Balik Topeng Emas Firaun Tutankhamun

Firaun Tutankhamun mati muda, dalam usia sekitar 19 tahun. Jasadnya kemudian dimumikan, ditempatkan dalam peti berlapis emas lengkap dengan topeng yang menggambarkan wajahnya yang terlihat kokoh dalam segala kemegahan.

Namun, penelitian DNA menguak, sosok di balik itu nyatanya diduga  bergigi kelinci, memiliki posisi kaki yang bengkok ke bawah dan memutar ke dalam (clubfoot), dengan pinggul besar mirip perempuan.

Dan alih-alih gambaran raja muda yang suka balap kereta, Firaun Tut -- begitu julukannya -- mengandalkan tongkat untuk berkeliling selama masa pemerintahannya pada Abad ke-14 Sebelum Masehi.

Hal tersebut berdasarkan hasil 'otopsi virtual', yang terdiri atas lebih dari 2.000 pemindaian komputer, yang dilakukan secara tandem dengan analisis genetik keluarga Tutankhamun -- yang mendukung bukti bahwa orangtuanya adalah kakak beradik.

Para ilmuwan yakin, pernikahan sedarah itu mengakibatkan Tut mengalami gangguan fisik yang dipicu ketidakseimbangan hormon. Sejarah keluarganya itu juga bisa saja membuatnya mati muda.

Sejumlah mitos menyebut, sang firaun meninggal karena dibunuh atau jadi korban kecelakaan kereta -- karena ditemukan retak pada kepalanya dan bagian lain dari kerangka tubuhnya.


Namun kini, para ilmuwan yakin, ia mungkin tewas akibat penyakit turunan sebab hanya satu patah tulang yang terjadi sebelum ia meninggal. Kondisi retak-retak lain di sekujur jasadnya diduga sebagai akibat penanganan setelah kematian. Saat jenazah diubah jadi mumi. Sementara kakinya yang bengkok tak memungkinkan ia ikut balap kereta.

Albert Zink dari Institute for Mummies and the Iceman di Italia mencoba mengungkap kebenaran asal usul Tutankhamun dari DNA.

Ia menemukan, Tut lahir setelah ayahnya  Akhenaten -- yang dijuluki 'firaun sesat' -- berhubungan dengan adik kandungnya sendiri. Kala itu, incest bukan hal yang tabu di zaman Mesir Kuno, masyarakat kala itu tak tahu implikasi kesehatan pada keturunan yang diakibatkan perkawinan sedarah itu.

Hutan Ashrafian, dosen pembedahan di  Imperial College London menjelaskan, sejumlah anggota keluarga dekat Tut menderita kelainan yang bisa dijelaskan sebagai akibat ketidakseimbangan hormonal. "Banyak pendahulunya yang meninggal dalam usia renta. Namun, belakangan banyak yang mati muda," kata dia seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (20/10/2014).

Ahli radiologi Mesir,  Ashraf Selim menambahkan,  otopsi visual menunjukkan jari-jari kaki Tut mengalami kelainan. "Atau dengan kata lain ia berjalan pincang," kata dia. "Dan hanya pada satu titik di mana retak tulang terjadi sebelum kematiannya. Di lutut."

Bukti keterbatasan fisik Raja Tut didukung bukti 130 tongkat jalan yang ditemukan di makamnya.
Kutukan dan Kelamin yang Berdiri
Pada tahun 1907,  Earl Carnarvon, Lord George Edward Stanhope Molyneux Herbert meminta arkeolog Inggris sekaligus ahli Mesir,  Howard Carter untuk mengawasi ekskavasi di  Valley of the Kings -- Lembah Para Firaun.

Kemudian, pada 4 November 1922, Carter dan timnya menemukan tangga yang ternyata mengarah pada makam Tutankhamun.  Butuh beberapa bulan bagi mereka untuk memetakan ruang depan.

Februari tahun berikutnya, tim membuka kamar makam dan menemukan  sarkofagus berlapis emas dan timbunan harta karun. Tentu saja, itu temuan berharga, namun, konon kutukan menimpa mereka yang berani mengganggu makam Tut.

Memang sejumlah orang terkait pembukaan makam tersebut satu per satu meninggal dunia. Dengan penyebab yang misterius. Dari penjaga keamanan hingga arkeolog.

Salah satu yang tewas adalah Lord George Herbert yang mendanai proyek arkeologi itu. Ia meninggal pada 25 Maret 1923, setahun setelah makam Tut dibuka. "Banyak orang menyebut, kematiannya misterius, namun nyatanya, ia menderita sakit sebelum tiba di Kairo. Tewas akibat penyakit yang berkaitan dengan nyamuk," demikian dimuat LiveScience. 

Namun, Howard Carter, arkeolog yang membuka langsung kamar makam itu hidup hingga 1939, 16 tahun setelah ia menemukan kuburan Tut. Ia meninggal di usia 64 tahun akibat kanker.

Ide bahwa ia korban kutukan dicetuskan tokoh terkenal, penulis novel  Sherlock Holmes, Sir Arthur Conan Doyle. Juga dari Carter sendiri, untuk menjauhkan orang-orang dari temuan berharganya kala itu.

Tak hanya itu yang menarik. Awal tahun ini, ahli Mesir dari American University di Kairo menguak ritual aneh yang ditemukan dalam makam Tut. Termasuk fakta bahwa sang kemaluan firaun dibalsem dengan posisi tegak, 90 derajat. Satu-satunya mumi yang ditemukan dalam kondisi seperti itu. 


Mereka mengklaim, itu dilakukan dengan tujuan agar sang firaun nampak seperti Osiris -- dewa maut dan dunia setelah kematian. Untuk membatalkan revolusi keyakinan yang digagas Akhenaten, firaun yang diyakini sebagai ayah Tutankhamun

Di tahun kematiannya, 1323 SM, ayahnya adalah pemimpin revolusi keyakinan di Mesir. Akhenaten ingin menghancurkan keyakinan pada para dewa Mesir, dan mengarahkan penyembahan pada satu dewa, Aten, yang berbentuk lingkaran matahari.

Tut berniat menggagalkan revolusi, namun ia diduga mengalami patah kaki dan meninggal karena infeksi pada luka. Analisis DNA pada tahun 2010 juga menemukan jejak malaria dalam tubuhnya.

Selama mumifikasi, jasad Tutankhamun juga diredam cairan hitam untuk membuat kulitnya dengan Osiris.

Juga tak ada jantung pada muminya. Disingkirkan. Sebagai pengingat kisah Dewa Osiris yang dipotong-potong oleh saudaranya, Seth dan jantungnya lalu dikubur.

Meski berusia pendek, Tutankhamun konon dipuja sebagai dewa yang hidup, penguasa yang paling terkenal dan paling muda dari sebuah dinasti paling jaya, yang memimpin salah satu peradaban terbesar di dunia, Mesir.

Ia juga menjadi firaun paling terkenal, karena makamnya yang relatif terpelihara selama ribuan tahun. Imejnya di peti mati dan artefak yang berkaitan dengannya paling sering dipamerkan di dunia. (Ado)


Sumber : Liputan6, 22.10.14.

21 Oktober 2014

[211014.EN.SEA] Slow Steaming Will Be Less Profitable in Inevitable Bull Markets to Come


THE practice of slow steaming as way to reduce a vessel's fuel consumption has proven a good way to trim operating expenses to boost a shipping line's bottom line and stay profitable in the current weak freight market.

Speaking at Singapore's Nanyang Technological University, economics professor Ma Shuo from Sweden's World Maritime University presented numbers to back his theory that the prevalence of slow steaming was mostly dictated by low freight rates.

To calculate the optimal speed, he applied the six factors into a feasible model of a 8,000-TEU ship sailing between Shanghai and Rotterdam with a distance of 12,000 miles and 100 per cent load factor.

Bunker was set US$650 per tonne, plus a ship cost of $100 million, containers worth $20 million, operating cost per day of $8,500, value of cargo at $60,000 per TEU, annual interest rate at three per cent, emission cost of $30 per tonne of fuel consumed and a freight rate of $800 per TEU.

The calculations showed that with rates at less than $600 per TEU, the optimal speed would be 17 knots, rising to 19 knots for a $800 per TEU rate, 24 knots for $1,200 per TEU and 27 knots for $1,400 per TEU, meaning that the optimal speed becomes higher in a firmer freight market.

"During the previous shipping boom, had anyone heard of slow steaming?" asked Prof Ma.

"Shipping companies would be foolish to slow steam back then when freight rates are high and it made sense to sail at the fastest speed in order to achieve higher turnarounds for each vessel," he said.

Given a cyclical shipping market, many question whether slow steaming, which makes economic sense in a bear market, is here to stay, reported Seatrade Global.

Port captain Soren Retz Johansson at Denmark's Norden Shipping with businesses in the dry cargo and tanker segments, made it clear: "We are doing everything we can to slow steam."

In the container segment, Mr Johansson highlighted that 18,000 TEU containerships are designed specifically to slow steam, pointing to a long term resolve by lines to employ this modus operandi.

Based on a recent market survey of 200 liner and tramp companies, 75 per cent apply slow steaming to various extents, said Prof Ma.

"I consider slow steaming to be affected by an interplay of six forces or factors. But basically the most important and dominating factor is the freight rate," he said.

"This means that when freight rates are high, speed has to be high."

Apart from the freight rate, the other five factors are bunker cost, ship cost, cargo cost, interest rate and environmental cost, he said.

Source : HKSG.