22 Maret 2017

[220317.EN.BIZ] Wilmington Draws Asia-US East Coast Service Operated by THE Alliance

THE Alliance's all-water EC2 container shipping service will from May call at the port of Wilmington, North Carolina, sailing on a weekly frequency from China and Korea through the Panama Canal to the US east coast operated by vessels of 8,500 TEU.

Port authorities expect the EC2 will draw in more agricultural exports through the port's cold storage (PWCS) facility, especially shipments of pork and poultry, reported American Shipper.

The port authority is investing US$120 million in its infrastructure over the next few years to purchase new cranes, expand the turning basin and container yard, and make various berth improvements.


In addition to the EC2, the port's efforts have also resulted in the 2M Alliance adding a call to the port with the TA2/NEUATL2 loop.

Source : HKSG.

[220317.ID.BIZ] Kekurangan Dana Infrastruktur Kian Besar

JAKARTA. Asian Development Bank (ADB) menghitung tingkat investasi infrastruktur di Indonesia masih rendah, hanya 2,6% dari produk domestik bruto (PDB). Akibatnya kekurangan atau gap dana pembangunan infrastruktur Indonesia terus melebar.

Deputy Chief Economist ADB Juzhong Zhuang bilang, hasil studi ADB menunjukkan kebutuhan dana pembangunan infrastruktur Indonesia selama 2016-2020 mencapai US$ 74 miliar. Angka itu memperhitungkan biaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Nilai itu lebih tinggi dari estimasi di 2015 yang sebesar US$ 23 miliar. Artinya, kekurangan atau gap pembiayaan infrastruktur Indonesia sebesar US$ 51 miliar atau 5,1% dari PDB. Gap akan lebih kecil jika tidak memasukkan biaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang diperkirakan sebesar US$ 4 miliar.

Tanpa memasukkan mitigasi perubahan iklim, ADB menghitung kekurangan dana pembangunan infrastruktur Indonesia mencapai US$ 47 miliar selama 2016-2020. "Untuk Indonesia estimasi tanpa mitigasi perubahan iklim sebesar US$ 70 miliar," kata Zhuang, Selasa (21/3).

Wakil Presiden ADB untuk Urusan Pengelolaan Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan Bambang Susantono bilng, ADB memberikan komitmen pembiayaan infrastruktur ke Indonesia sebesar US$ 10 miliar, selama lima tahun ke depan.

Artinya utang yang diberikan ADB ke Pemerintah Indonesia sebesar US$ 2 miliar atau Rp 26,6 triliun setiap tahun. Namun dengan kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang besar, Bambang bilang, perlu adanya investasi swasta. Harus ada private sector. Kalau kita taruh US$ 1, mungkin ada Bill Gates Foundation masuk US$ 10," ujarnya.

Direktur ADB Edimon Ginting bilang, fungsi ADB tidak hanya pembiayaan ke pemerintah, tetapi juga mendorong sektor swasta. Oleh karena itu, ADB akan menaikkan pinjaman ke private sector di Indonesia. Mungkin pinjaman sekitar US$ 400 juta- US$ 600 juta, tapi skema co-financing bisa lebih besar," katanya.

Untuk menarik investasi swasta di infrastruktur, Bambang berharap adanya reformasi regulasi dan kelembagaan. Juga perlu undang-undang (UU) yang mengatur Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). Pemerintah juga perlu merampingkan proses pengadaan, mekanisme penyelesaian sengketa, dan mendirikan unit independen KPS. Pendalaman pasar modal juga perlu guna menyalurkan tabungan menjadi investasi infrastruktur, katanya.


Sumber : Kontan, 22.03.17.

21 Maret 2017

[210317.EN.BIZ] DP World 2016 Profits Up 6.2pc To High of US$1.12 Billion

DP WORLD's global portfolio of marine terminals net profit increased 6.2 per cent in 2016 to a record US$1.12 billion, drawn on revenues of $4.16 billion, up 1.3 per cent.

The full year contribution of Jebel Ali Free Zone in UAE and Canada's Fairview Terminal in Prince Rupert, British Columbia, also supported the revenue growth, reported Bahrain's TradeArabia.

The Dubai-based global port operator reported volume growth of 0.4 per cent, with total containerised revenue up three per cent year on year.

The group raised $1.2 billion in a new seven-year sukuk transaction at significantly improved terms, refinancing $1.1 billion of the existing 2017 sukuk (Muslim bond approved under Sharia Law) through a tender offer and extending the debt maturity profile.

By the end of 2016, its total capacity worldwide stood at 85 million TEU, an increase of 15 million TEU since 2012. The group expects 100 million TEU of gross capacity by 2020, subject to market demand.

"We expect capital expenditure in 2017 to be $1.2 billion with investment planned into Jebel Ali, Prince Rupert, Berbera (Somaliland), Dakar (Senegal) and London Gateway," the company said.

Said CEO Sultan Ahmed Bin Sulayem: "Our volumes have continued to grow ahead of the market with gross volumes growing 3.2 per cent versus Drewry full year market estimate of 1.3 per cent. This is pleasing given the significant challenges parts of our portfolio have faced, and once again demonstrates the resilient nature of our diversified portfolio.

"Disciplined investment throughout the economic cycle has been one of the keys to delivering consistent growth, and in 2016 we invested $1.29 million across our portfolio in markets with strong demand and supply dynamics," he said.

"We have made an encouraging start to the year and we expect to continue to deliver ahead-of-market volume growth. Our aim is to continue our disciplined approach to capital allocation in markets with strong growth potential while adding complementary or related services to further diversify and strengthen our business," he said.

Source : HKSG.

[210317.ID.BIZ] Menhub Gencar Sosialiasikan Revisi PM 32

JAKARTA. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi datang ke Mabes Polri untuk melakukan sosialisasi revisi PM 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang akan berlaku pada 1 April 2017 kepada 6 (enam) Pemerintah Daerah yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan, melalui video conference, Selasa (21/3).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Kapolri bertindak selaku tuan rumah, Menteri Perhubungan, Menkominfo, Dirjen Perhubungan Darat, Kepala BPTJ, beberapa perwakilan dari DPP Organda, serta perwakilan perusahaan penyedia jasa aplikasi online (Grab, Uber dan Gojek).

Budi mengatakan ada dua esensi mengapa PM 32 itu penting untuk segera diberlakukan. Pertama, untuk memberikan kepastian hukum bagi angkutan berbasis transportasi online yang beroperasi di Indonesia. Kedua, memberikan kesempatan kepada angkutan konvensional untuk bisa berkompetisi secara sehat.

"PM 32 akan tetap kami berlakukan mulai 1 April 2017. Para kepala daerah sudah mendukung langkah Kemenhub. Terkait masih adanya perbedaan pendapat mengenai poin-poin tertentu, kami akan terus lakukan pembahasan," jelas Budi dalam keterangan resminya, Selasa (21/3).

Pada saat revisi PM 32 diterapkan pada 1 April 2017, Kemenhub akan memberikan toleransi waktu terkait berapa poin revisi yang baru seperti misalnya terkait, uji KIR, SIM, kuota, dan penetapan tarif batas bawah dan atas, sambil peraturan tersebut diterapkan. Budi meminta pemerintah daerah dan kepolisian tidak melakukan penindakan secara represif, melainkan dengan cara-cara persuasif.

Sementara, Menkominfo Rudiantara mengatakan mendukung langkah Kemenhub yang telah mengeluarkan PM 32 Tahun 2016. Menurutnya, aturan tersebut membuat angkutan berbasis aplikasi online diperbolehkan beroperasi di Indonesia.

“Teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan. Tidak bisa tidak, harus kita hadapi. PM 32 telah mengatur angkutan berbasis teknologi online tersebut. Ini suatu kemajuan bagi Indonesia,”ungkapnya.

Kementerian Kominikasi dan Informasi akan melakukan penataan dan pengaturan terhadap para penyedia aplikasi. Menurut Rudi, para penyedia aplikasi tersebut harus tunduk pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sedangkan Kapolri Tito Karnavian mengatakan bahwa pihaknya telah meminta para Kapolda untuk bersama Pemerintah Daerah melakukan tindakan proaktif dan mencegah konflik antara taksi konvensional dan taksi online yang berdampak pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Lebih lanjut, Budi dalam video conference tersebut mengapresiasi Polri dan para Kepala Daerah yang telah mendukung Kemenhub dalam upaya menjalankan atau mensosialisasikan PM 32 Tahun 2016. Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah dan Kepolisian di Jawa Timur dapat dijadikan contoh daerah lainnya yang secara proaktif mengundang seluruh stakeholder baik angkutan konvensional maupun online untuk duduk bersama sehingga tidak terjadi konflik horizontal.

Saat ini yang masih dipermasalahkan dari revisi PM 32 tersebut adalah mengenai penetapan tarif batas atas dan bawah. Kemenhub pada dasarnya akan menyerahkan penetapan tarif dan kuota kepada pemerintah daerah.

"Tetapi beberapa daerah minta juga peran dari pusat. Untuk itu, kita putuskan usulan tarif dari daerah, nanti di Pusat ada namanya forum konsultasi. Sehingga kata akhirnya, tarif dan kuota ditetapkan oleh Pusat berdasarkan usulan dari daerah,” kata Budi.

Sumber : Kontan, 21.03.17.

20 Maret 2017

[200317.EN.BIZ] Cosco Shipping Ports' Feb Throughput Rises 6pc to 6.94m TEU

CHINA-BASED global terminal port operator Cosco Shipping Ports (CSP) reported a 5.6 per cent increase in overall throughput for February but saw drops in its key Bohai Rim and Yangtze River Delta regions.

CSP said in a statement that February overall throughput across all its ports rose to 6.94 million TEU from 6.57 million TEU in the previous corresponding period, Seatrade Maritime News of Colchester, UK, reported.

The China-focused port operator said throughput at the Bohai Rim ports fell 1.6 per cent to 2.22 million TEU from 2.25 million TEU previously, while at the Yangtze River Delta region volumes fell 3.6 per cent to 1.36 million TEU from 1.41 million TEU previously.

CSP's Pearl River Delta ports however saw a welcome recovery, with throughput rising 4.5 per cent to 1.61 million TEU from 1.54 million TEU previously, with the Hong Kong terminals in particular doing well to recover from a very low base in the previous corresponding period. Worryingly however, CSP's Yantian International Container Terminals, which had been a stalwart performer in that cluster, saw volumes plunge 16 per cent to 649,400 TEU.

The newer ports on the Southeast Coast and Southwest Coast continued on their steady growth trend, rising 16 per cent and 11 per cent to 321,100 TEU and 70,200 TEU respectively. And CSP's overseas ports also continued to do well, with throughput rising 33 per cent to 1.36 million TEU from 1.03 million TEU previously.

Source : HKSG.

[200317.ID.BIZ] Semen Indonesia Undur Rencana Produksi Komersial

JAKARTA. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengundur rencana mengoperasikan secara komersial pabriknya yang berlokasi di Rembang, Jawa Tengah. Pengoperasian yang semula dijadwalkan April akan ditunda beberapa bulan setelahnya.

Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengatakan, saat ini PT Semen sedang melakukan uji coba produksi 2.000 ton. Sejatinya produksi sudah dilakukan sejak Desember 2016 namun memang belum produksi untuk komersial.

“Entah Mei atau Juni akan dioperasikan secara komersial. Kami tidak tergesa-gesa,” ujar Agung, Minggu (19/3). Meski saat ini aksi demo petani Rembang terus berlangsung, namun, hal tersebut tidak menghalangi perusahaan untuk mengoperasikan pabriknya.

Sekadar informasi, pabrik Semen di Rembang, Jawa Tengah yang sempat kena semprit Mahkamah Agung (MA). Sebab, proyek pabrik ini masih harus memperbaiki analisis dampak lingkungan (Amdal).

Menurut Agung, selama ini perusahaan sudah sering melakukan mediasi dengan masyarakat. Anggaran corporate social responsibility (CSR) tahun 2016 misalnya sebesar Rp 25 miliar. CSR tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Perusahaan menawarkan solusi pengadaan air untuk masyarakat dengan menggunakan block mining system dan zero run off dengan membentengi daerah batu kapur yang panjangnya 10 meter sampai 50 meter. Dengan begitu air tidak akan lari keluar dan air tertampung ke dalam tidak mengalir keluar. Selain itu perusahaan membatasi diri dengan hanya menggali sekitar 10 hektare per tahun.

Mengenai rencana perusahaan untuk mengakuisisi pabrik penggilingan (grinding) semen di Bangladesh, Agung mengatakan hal tersebut masih belum sampai titik final.

“Kami melihat Bangladesh salah satu pasar yang baik. Potensinya besar karena di sana tidak ada pabrik semen, hanya ada grinding plan. Mereka tidak punya pabrik semen karena tidak ada tambang batu kapur,” kata Agung.

Agung mengatakan, selama ini Semen Indonesia mengekspor semen setengah jadi atau semen jadi ke Bangladesh sekitar 200.000 ton per tahun. Angkanya cukup besar mengingat total ekspor Semen Indonesia sendiri sekitar 500.000 ton per tahun.


Sumber : Kontan, 20.03.17.

19 Maret 2017

[190317.EN.BIZ] IATA Head Calls On Air Freight Industry to Modernise

THE air freight industry is being urged to adopt modern processes and deliver high quality service, particularly for the e-commerce and pharmaceutical sectors.

Speaking at the World Cargo Symposium in Abu Dhabi, the International Air Transport Association's (IATA) director general Alexandre de Juniac told delegates: "Complicated and convoluted paper-based processes that are basically unchanged from the 16th century are still being used in air cargo today.

"Our customers pay a premium to ship by air and they rightly expect modern processes and high quality services."

Mr De Juniac highlighted that the industry has been pursuing e-freight for over a decade, especially the adoption of the e-air waybill. Global penetration of the e-airway bill stands at nearly 50 per cent and the industry is targeting 62 per cent by the end of the year on enabled trade lanes, reported London's Air Cargo News.

In the rapidly expanding areas of e-commerce and time- and temperature-sensitive cargo such as pharmaceuticals, Mr De Juniac said: "Shippers today want responsive services based on intelligent systems able to self-monitor, send real-time alerts and respond to deviation. Technologically speaking, this is totally possible.

"The key to this and other innovations is using data efficiently and effectively. Finding solutions to unfulfilled (or even unrealised) expectations creates value for customers. And that propels a business forward," he said.

The Cargo iQ and the StB Cargo initiatives are helping to boosting quality standards and to support data-driven innovations to add value to the customer experience, Mr De Juniac added.

Partnerships are also critical in driving industry transformation, he continued. "Driving change - whether it is to modernise processes or unlock value through innovation - is challenging for a business where global standards are so vital. Air cargo is highly regulated, so governments must be on board with change. We are a complex value chain, so building industry consensus is critical," he said.

The IATA head also noted the need to address safety concerns over the shipment of lithium batteries. While industry and government have worked together to put in place regulations so that they can be shipped safely: "The problem is that the regulations are not being enforced. We still see too many examples of abuse including mislabelling of batteries.

"We ask governments to step up enforcement and take a tougher stance against rogue shippers... to impose significant fines and custodial sentences on those violating the regulations," Mr de Juniac added.


Source : HKSG.