12 Februari 2016

[120216.EN.BIZ] Dacotrans Merges With GH Transport and Key Logistics



DACOTRANS Sweden AB, the Swedish member of the FPS Group of independent forwarders and NVOCCs, has merged with GH Transport AB and Key Logistics AB, creating a medium-sized freight forwarding and logistics business.

The three merged companies will now trade as Key Logistics AB, which will remain the FPS Network Agent for Sweden.

Dacotrans was launched in 1988, while GH Transport commenced operations in 1994, and Key Logistics was founded in 2005. All three had common ownership, and offered a comprehensive range of freight forwarding services including air, ocean LCL/FCL, and projects.

These activities will carry over to the new company, which continues to operate from Gothenburg.

"To strengthen our organisations and improve competitiveness, we decided to merge our three businesses into a single unit to exploit economies of scale," said CEO Stefan Hansson, formerly managing director of Dacotrans.

"The aim of the newly-expanded Key Logistics is now to build long-term relationships with customers and suppliers, creating enhanced value for both," he said.

Source : HKSG.

[120216.ID.AIR] Sejumlah Maskapai Asing Hengkang Dari Soekarno Hatta



Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah maskapai asing dikabarkan bakal menutup rute penerbangan internasional dari dan ke Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Hingga saat ini, Air France dan Kuwait Airways dipastikan tidak terbang per 28 Maret 2016.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan Angkasa Pura II telah menerima surat secara resmi dari Air France dan Kuwait Airways. Menurutnya, penutupan rute terbang disebabkan lesunya permintaan.

“Air France dan Kuwait per summer season 28 maret tidak beroperasi ke CGK dengan program yang disebut dengan temporarily suspension due to commercial and fleet rotation,” tuturnya di Jakarta, Kamis (11/02).

Agus mengatakan info yang diterima dirinya terkait maskapai asing baru sebatas dua maskapai tersebut. Meski demikian, sambungnya, tidak menutup kemungkinan apabila ada maskapai lainnya yang ikut menyusul.

Dia menjelaskan penutupan rute penerbangan internasional oleh maskapai asing sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, sejak maskapai dunia membentuk aliansi, ada kecenderungan dari para maskapai untuk melakukan efisiensi.

“Contoh, KLM Airlines rute Amsterdam-Kualalumpur-Jakarta. Biasanya penumpang banyak turun di Kualalumpur, sisanya ke Jakarta. Nah sisanya itu dialihkan ke Garuda Indonesia, dimana merupakan anggota dari aliansinya. Begitu juga sebaliknya,” katanya.

Akibat hengkangnya maskapai asing itu, Agus menilai tidak akan terlalu berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan. Namun, kondisi akan menjadi berbeda apabila maskapai yang hengkang tersebut ternyata bertambah.

Di lain sisi, penutupan rute penerbangan oleh maskapai asing juga berdampak positif bagi trafik lalu lintas penerbangan. Dia mengaku beban atau permintaan izin terbang oleh maskapai asing sudah kelebihan.

Karena banyak maskapai asing yang minta slotnya itu jam 7 dan 8 pagi. Nah ini kan susah, sudah padat juga. Mau menggeser ke jam lainnya juga susah, karena mereka juga ada kepentingan dari sisi bisnisnya,” ujarnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 11.02.16.

11 Februari 2016

[110216.EN.BIZ] Spring Tide, 13 Tugs Refloat Grounded 19,100-TEU CSCL Indian Ocean



THE 19,100-TEU CSCL Indian Ocean has been refloated and put into the Port of Hamburg having been grounded at high tide in the River Elbe, reported Bloomberg.

In a joint operation the Central Command for Maritime Emergencies, the Federal Water and Shipping Administration, salvage companies, owners and Elbe pilots have managed to refloat the ship with the help of tugs.

A total of 12 tugs were involved in the operation. First the ship was made lighter by pumping off fuel and ballast.

Dredgers and water jets prepared the ground around the ship for refloating. The tide, higher than normal, provided additional help for the operation.

"All emergency services worked professionally and effectively together, making the Elbe safe pilotage waters." said Ben Lodemann, chairman of the Lotsenbruderschaft Elbe pilot's association.

The CSCL Indian Ocean, one of the largest containerships in the world, was grounded after a rudder malfunction.

The ship was brought to the north edge of the fairway. This manoeuvre enabled the navigation channel to be kept open for shipping. Possible damage on the south edge of the navigation channel was avoided.

After several failed attempts to budge the 400-metre ship, owned by China Shipping Group Co, 13 tugboats were deployed to pull the vessel during a spring tide, when the earth aligns with the Sun and the moon, boosting the water level by 1.2 metres above the average.

It's the first time a ship of this size has become stranded in the German waterway, which is a major import and export hub for Europe's largest economy.

Source : HKSG.

[110216.ID.BIZ] Unilever Terkendala Listrik dan Gas



JAKARTA. Anak usaha PT Unilever Indonesia Tbk, yakni PT Unilever Oleochemical Indonesia, masih menghadapi kesulitan dalam mengoperasikan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatra Utara. Meski resmi beroperasi  sejak akhir November 2015, pabrik tersebut belum mampu berproduksi secara maksimal.

Sancoyo Antarikso, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk bilang, saat ini utilisasi pabrik tersebut baru mencapai 80%. Penyebab kapasitas pabrik tidak bisa melaju maksimal adalah karena kurangnya pasokan listrik ke pabrik ini.

Dari 12 megawatt (MW) yang dibutuhkan untuk menjalankan mesin, pasokan yang tersedia baru 8 MW. "Ini karena gangguan jaringan dan belum siapnya gardu induk tegangan tinggi di KEK Sei Mengkei," kata Sancoyo kepada KONTAN, Rabu (3/2).

Selain masalah pasokan listrik, Sancoyo juga meminta pasokan gas bisa segera berhembus ke pabriknya. Kabar terakhir yang diterima Sancoyo, sambungan pipa gas tersebut akan menghampar awal tahun 2016 ini. "Kami berharap bisa mendapatkan pasokan gas dengan harga yang kompetitif," ucap Sancoyo.

Dengan mengoperasikan 80% kapasitas pabrik, Sancoyo mengklaim telah menyerap 400 orang tenaga kerja langsung dan 2.000 tenaga kerja tak langsung. Selain membuka lapangan pekerjaan, Sancoyo bilang, pabrik tersebut juga membuka peluang kerjasama dengan petani sawit setempat untuk memasok. Dalam menggandeng petani tersebut, Unilever menggandeng PT Perkebunan Nusantara III dan IDH.

Pabrik Unilever Oleochemical di Sei Mangkei memiliki kapasitas produksi maksimal 200.000 ton per tahun. Pabrik ini merupakan pabrik fatty acid terintegrasi Unilever terbesar di dunia.

Sekitar 85% hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan Unilever di luar negeri dan domestik. Adapun, 15% untuk kebutuhan pihak lain di luar Unilever. "Kami baru beroperasi Desember 2015, masih bertahap memenuhi permintaan ekspor ke Unilever di negara lain," jelas Sancoyo.

Selain soal pabrik tersebut, Sancoyo enggan membicarakan rencana bisnisnya sepanjang tahun 2016 ini. "Kami akan terus berinvestasi di Indonesia untuk jangka panjang," ujar Sancoyo.

Catatan saja, investasi Unilever di Sei Mangkei tersebut menelan dana Rp 2 triliun. Pabrik tersebut menempati lahan 18 hektare (ha). Selain memproduksi fatty acid, pabrik itu juga memproduksi surfactant, glycerin, dan soap noodle.

Produk-produk tersebut akan menjadi bahan baku produksi sabun, sampo dan detergen. Sebanyak 85% hasil produksi akan diekspor ke luar negeri.

Sumber : Kontan, 04.02.16.

10 Februari 2016

[1002116.EN.SEA] CSCL Indian Ocean: Salvage Successful Within Minutes


On Feb 9 short past 2 a.m. the On-Scene-Coordinator (OSC) started the salvage of the "CSCL Indian Ocean" and handed over the further command to the tow master. During the salvage work, the Elbe had been barred for ship traffic between the buoys 111 and 120, and the multi purpose ship “Neuwerk” and the water police secured the exclusion zone.

The fire brigade Cuxhaven was ready to attend in case needed. The tide was 1,2 meters higher than normal due to the strong SW wind.

Smit had positioned the strongest of the tugs on scene, the "Union Manta" and "Fairmount Expedition", at the aft, supported by the “Bugsier 9”. The “ZP Boxer” and “Bugsier 8” were positioned at the bow, the remaining eight tugs „Bugsier 10“, „Bugsier 7“, „Bugsier 3“, Bugsier 2“, „ZP Bulldog“, „SD Rover“ und „SD Dolphin“were pushing at port side.

Before, 45000 cubic meters river bottom at starboard side, around the bow and the stern had been removed by dredgers. At 2.06 a.m. the stern was freed, and at 2.20 a.m. the container ship was pulled into the fairway. Immediately after the salvage a DO 228 aircraft carried out an oil surveillance flight.

After first investigations and testings it was fully seaworthy with the rudder working. Five tugs pulled into the Waltershofer Port in Hamburg where it was berthed at 5.45 a.m. The river was reopened for shipping then, three boxships had meanwhile dropped anchor on the Elbe roads.

The ship was loaded with 6614 containers, among them 19 reefer containers and 22 with hazardous goods such as batteries or fuel, but no explosives. In Hamburg 3017 boxes with an equivalent of about 6000 TEU were to be unloaded.

A spare part for the electronic component which had caused the rudder failure was ready to be fixed in Hamburg so that it was expected that the ship could leave the port again on Feb 12 with the morning tide.

If further repairs were necessary, they would be carried out in a shipyard in the Far East. Urgent cargo which was to be loaded onto the ship in Hamburg has been diverted to other boxships during the recent days.

Source : SN-TR, 09.02.16.

[100216.ID.BIZ] Eximbank Biayai Ekspor Gerbong Kereta PT Inka


JAKARTA. Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI) atau Eximbank memberikan fasilitas pembiayaan ke PT Industri Kereta Api (Inka). Eximbank membiayai ekspor gerbong kereta api Inka ke Bangladesh.

Hal tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Keuangan No 1156/KMK.08/2015 tentang penyediaan fasilitas pembiayaan atas program ekspor gerbong kereta penumpang ke Bangladesh.

Eximbank akan menyalurkan pembiayaan ke Inka dengan total nilai sebesar Rp 300 miliar. Secara bertahap, kemarin (9/2) Inka telah mendapatkan pembiayaan Rp 270 miliar dari Eximbank.

Sebagai informasi, pembiayaan menggunakan skema penugasan khusus ekspor atau National Interest Accoint (NIA). Sebab ekspor ke negara non tradisional market ini secara komersial kurang feasible dan berisiko dalam pembiayaan.

Ngalim Sawega, Direktur Eximbank menjelaskan, proyek ekspor gerbong kereta api (KA) memiliki nilai strategi bagi PT Inka.

"Jika pelanggan puas, Indonesia menjadi showroom yang efektif untuk memasuki pasar negara Asia Tengah seperti Pakistan, Srilanka, Asia Tenggara dan Timur Tengah," kata Ngalim, Rabu (10/2) dalam keterangan tertulisnya.

Sumber : Kontan, 10.02.16.

09 Februari 2016

[090216.ID.BIZ] Pemerintah Bilang Sudah Dikecewakan Ford



JAKARTA. Menanggapi kepergian PT Ford Motor Indonesia (FMI), Kementerian Perindustrian menganggap ini tidak memberikan pengaruh apa-apa. FMI hanya menjadi agen penjual yang tidak membangun industri denganpenyerapan karyawan dalam jumlah besar.

I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (ILMATE) mengatakan, selama ini Ford hanya melakukan penjualan mobil CBU melalui perusahaan yang bernama FMI. Namun tidak terlihat ada rencana untuk membangun pabrik di sini.

“Pada awalnya mereka membentuk FMI, tujuannya agar nanti bisa seperti industri lain, dengan membangun pabrik atau lokalisasi. Namun, sampai saat ini, investasi tidak kunjung diberikan sejak tahun 2002, dan terus menerus mengambil dari Thailand,” ujar Putu, Jumat (5/2).

Putu melanjutkan, apa yang dilakukan pihak Ford tidak menguntungkan pihak Indoensia. Dan itu malah membuat sakit hati.

“Itu membuat kami sakit hati, enak saja mereka mengambil pasar di Indonesia tetapi tidak memiliki program lokalisasi sama sekali. Akhirnya kami juga diam-diam saja,” ujar Putu menjawab Otomania.

Sumber : Kontan, 09.02.16.