29 September 2020

[290920.EN.SEA] Shipowners 'See Dollar Signs' As Charter Market Soars

 

THE latest Alphaliner idle tonnage report shows that a further 65 vessels, for a total of 155,350 TEU, have found employment in the past two weeks, driving charter rates to new highs.

According to the Alphaliner report, just 163 containerships were idled as at September 14, which includes 21 which are out of service for scrubber retrofits.

At 644,293 TEU, representing 2.7 per cent of the global containership fleet, idle tonnage has slumped from around 1 million TEU just a month ago, reflecting the aggressive strategy of ocean carriers to charter virtually any size ship to take advantage of skyrocketing freight rates on many trades.

The strength of demand for tonnage from the liners has resulted in daily hire rates for some sectors hitting all-time highs, with, in particular, adaptable panamax 4,000-5,000 TEU vessels able to command rates of up to US$20,000 a day, nearly 200 per cent higher than the market rate at the start of the pandemic, according to UK's The Loadstar.

"The strong cargo demand on many routes, particularly on the Pacific and Asia-South America trades, as well as the shortage of larger tonnage, is driving this rally," said Alphaliner.

"Short employments are commanding especially healthy charter rates, as carriers are keen to cover their high-paying spot cargo requirements, but longer charters are also seeing fast-improving figures," it added.

Brokers told The Loadstar there was "virtually no availability" in the larger-size containerships, of 6,000 TEU and above, with visibility on vessels becoming open in the next month to two months "not looking good".

"Rates are irrelevant if we can't get the open ships," said one broker, "and those ships that have options are all being extended."

Moreover, the charter market rally has extended into the smaller sizes that hitherto lagged in terms of daily hire rate improvements.

One broker said carriers that would previously have regarded ships of 3,000 TEU and below as too small to be economically viable, had returned to the market, pushing rates higher.

"I've had several enquiries this week from carriers for sub-panamax ships, and owners are really seeing the dollar signs now," the broker said.

However, Alphaliner added some words of caution about the sustainability of the containership charter market rally. It questioned how long the "current bonanza" on the demand side could last, "considering the depressed state of the world economy and the ever-threatening Covid-19.

"A greater availability of larger tonnage, quite likely during and after the forthcoming Chinese Golden Week holiday, could also take its toll."

Source : HKSG.

[290920.ID.BIZ] Sekitar 1,5 Juta Pegawai Mal Terancam Dirumahkan

 

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bisnis mal tengah babak belur terpukul pandemi. Alhasil, sebanyak 1,5 juta pegawai mal terancam mengalami pengurangan pendapatan, dirumahkan, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu diungkapkan Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah.

Kondisi itu akan terjadi jika pengusaha terus tertekan dampak pandemi yang menyebabkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pelemahan ekonomi. Menurutnya, kondisi keuangan para peritel di mal kini sudah defisit.

"Jumlah tenaga kerja kami ada sekitar 3 juta, yang terdampak itu 50% di sektor yang ada di pusat perbelanjaan atau mal. Itu sudah pasti angkanya sebesar itu yang akan berkurang pendapatannya, maupun dirumahkan. Jadi di 1,5 juta pegawai itu akan terjadi," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (28/9/2020).

Menurut Budiharjo, saat ini sudah 90 pengusaha mal yang melaporkan akan melakukan efisiensi pada pegawainya. Diperkirakan ini segera terdampak pada sekitar 100.000 pegawai. "Itu akan terjadi kemungkinan dirumahkan atau shifting, alias berkurang pendapatannya," kata dia.

Perkiraan ini juga sejalan dengan survei yang dilakukan Hippindo pada peritel mal di Jakarta, di mana saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah memperketat PSBB. Survei menunjukkan pengusaha akan melakukan efisiensi jika penjualan terus tergerus.

Dampak penurunan penjualan pada September-Oktober 2020, untuk peritel bagian fashion akan mengambil langkah merumahkan karyawan, pemotongan gaji, meski tidak akan melakukan PHK.

Sementara untuk peritel di bagian food and beverage (F&B) memilih untuk merumahkan karyawan, pemotongan gaji, PHK, atau bahkan tutup total. Sedangkan peritel departement store memilih untuk merumahkan karyawan, pemotongan gaji, dan PHK.

Oleh sebab itu, Budiharjo mengharapkan adanya bantuan pemerintah pada pengusaha untuk bisa bertahan di tengah krisis pandemi, guna tak berimbas pada PHK pegawainya. Di antaranya dengan relaksasi pajak dan subsidi gaji pegawai mal.

Sumber : Kontan, 29.09.2020.

28 September 2020

[280920.EN.BIZ] E-commerce Growth Leads to Rise in Shipping And Investments: CMA CGM Chief

 

THE head of French shipping giant CMA CGM says the future of the world's fourth-largest container line will increasingly be built on e-commerce.

Chairman and chief Executive of CMA CGM, Rodolphe Saade said in a recent interview that the shipping company is bringing the logistics business it acquired last year more deeply into its operations as the carrier takes on bigger trade volumes aimed at online consumers.

"Clients like Amazon and Walmart are looking for one entity for all their shipment needs," he said.

The company has swapped out the management of Ceva Logistics AG, the big logistics operator it acquired last year, and moved its headquarters from Switzerland to the shipping company's base in Marseilles. Mr. Saade said the moves are aimed at turning the loss-making Ceva profitable while embedding its inland distribution specialties into the shipping line's own port-to-port operations.

CMA CGM is seeing signs of changing distribution patterns in the recent container import surge that hit US shores in the third quarter. "Amazon and Walmart are increasing significantly their volumes coming out of Asia to the US. People don't go to the malls with the pandemic, but they buy on the internet," he said. "These clients are increasingly asking for warehousing and last-mile services."

Shipping executives and brokers estimate that up to a quarter of all container volume heading into the US from across the Pacific in recent months has been destined for e-commerce distribution centres and that demand continues to grow. CMA CGM is one of the biggest operators on trans-Pacific container lanes.

The company's logistics investments are part of a broader move in the maritime sector.

Companies including AP Moller-Maersk are investing in warehousing, customs clearance and truck capacity to cater to the growing demand. The Danish company said earlier this month that it will consolidate its supply-chain services by having its logistics division absorb Damco, a separate arm of the group that provides air and ocean freight forwarding, according to the Wall Street Journal.

CMA CGM is betting on Ceva to fulfil that part of the supply chain. The shipping line spent US$1.65 billion last year to buy the third-party logistics operator. The loss-making company is a top-10 global freight forwarder in terms of revenue, but lags behind fellow European firms DHL Global Forwarding and DHL Supply Chain, Kuehne + Nagel International AG and Schenker AG.

Mr. Saade said he expects Ceva, which lost $1 million in the second quarter, to show a profit next year. The CMA CGM group, which includes the main shipping arm with a fleet of 500 ships, made a profit of $136 million in the quarter, after a $109 million loss last year.

"This year our profit is coming from shipping," Mr. Saade said. "Tomorrow, most probably it will be divided between shipping and inland logistics, maybe half and half, over the next five years."

Source : HKSG.

[280920.ID.BIZ] Akibat PSBB, Pengusaha Pusat Perbelanjaan Kehilangan Omzet Hingga Rp 200 Triliun

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para pengusaha di pusat belanja, baik pengelola maupun penyewa atau tenant babak belur menghadapi dampak virus Corona (COVID-19). Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyatakan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak awal pandemi corona atau Covid-19 berdampak pada hilangnya omzet hingga Rp 200 triliun.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, hal itu terjadi karena pusat perbelanjaan hanya punya batas kapasitas 50% saja selama pemberlakuan PSBB.

"Kami omzet setahun Rp 400 triliun. Kalau 50% turun jadi sekira Rp 200 triliun, ya kerugiannya di situ, tapi kan biayanya tidak bisa menutup yakni tetap harus membayar pajak dan hak karyawan meski kapasitas mal hanya setengah," ujar Budihardjo dalam konferensi virtual, Senin (28/9).

Menurutnya, kewajiban-kewajiban pajak itu bisa memakan biaya operasional hingga 25%. "Kalau untuk porsinya, secara persentase costing dari sewa maupun biaya lainnya bisa mencapai, selain gaji yang terbesar dan operasional, itu bisa di 20%-25% dari costing kami," terang Budi.

Ia menjelaskan, para pengusaha mal memerlukan pembebasan pajak mulai dari reklame, PBB, dan sebagainya untuk dibebaskan. Budiharjo menegaskan, ketika dibebaskan, para pengusaha akan memfokuskan porsi keuangan perusahaan untuk memulihkan kondisi pegawai dan sebagainya.

"Kami ajukan juga untuk bantuan tunai kepada karyawan kami sehingga bisa berkurang kewajiban kepada cost untuk penggajian. Karena itu sangat penting dengan adanya pengurangan kewajiban. Karena untuk bayar gaji karyawan dengan bantuan seperti di Singapura seperti di negara-negara lain di mana sektor ritel dijaga supaya bertahan. Dan kita akan alokasikan tetap untuk bertahan untuk toko membayar supplier membayar, juga ke pihak mal dan juga kepada pihak pemerintah," jelas Budi.

Selain itu, dia menambahkan, arus kas dari tenan penyewa di pusat perbelanjaan juga sudah lesu sejak Maret karena adanya PSBB. "Pusat belanja dan tenan 6 bulan ini berat. Tidak baik dari Maret sampai sekarang, omzet dan kas dari perusahaan minim," ujar Budi.

Oleh karena itu, Ia mengharapkan bantuan langsung untuk pekerja di industri ritel yang diperkirakan mencapai tiga juta jiwa. Selama enam bulan bertahan menghadapi tekanan pandemi covid-19, dana talangan untuk menjalankan operasional kian menipis.

"Sudah waktunya diberikan langsung bantuan, bukan potongan yang sweetener, seperti gaji karyawan ditanggung 50%, bantulah kami, waktu sangat penting harus cepat," ujarnya.

Sumber : Kontan, 28.09.2020.

27 September 2020

[270920.EN.SEA] HMM Commissions 12th And Final Giant Box Ship Deployed on Asia-N Europe Trade

 

SOUTH Korean shipping giant HMM announced that it has completed the commissioning of its twelfth and final giant box ship, the 24,000 TEU HMM St Petersburg.

The aggressive expansion programme, supported by the South Korean government, saw the dozen ships which are billed as the world's largest super-class ships enter service between May and September 2020.

The last ship of the class, the HMM St Petersburg was built along with four others at Samsung Heavy Industries. The other seven vessels were built at Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.

Delivery began with the HMM Algeciras in late April 2020, followed by HMM Oslo, HMM Copenhagen, HMM Dublin, HMM Gdansk, HMM Rotterdam, HMM Hamburg, HMM Southampton, HMM Helsinki, and finally HMM Stockholm. All twelve ships are sailing between Asia and Northern Europe permitting HMM to maintain weekly sailings along the route.

With dimensions of 1,312 feet in length and a 200-foot beam, each ship qualifies as the largest of the box ships currently in service and part of a trend that has seen dramatic growth in the size of container ships in recent years. HMM has expanded its total capacity from 400,000 to over 700,000 TEU.

The shipping company said that the class of ships is highly efficient and eco-friendly creating significant advantages in the market. HMM said that despite their size the ships reduced fuel costs by 13 per cent per TEU compared to its previous class of 15,000 TEU ships.

Further, HMM said that despite the sharp decrease in global volumes due to the impact of the coronavirus, the ships have been sailing full. In May, the HMM Algeciras set a world record in terms of shipments with 19,621 TEU, and since then the sister ships have averaged approximately 19,500 TEU on their sailings.

In addition to this class of ships, HMM also has eight 16,000 TEU-class container ships being built by Hyundai Heavy Industries. Those vessels are due to be delivered in the first half of 2021. This second class of ships will permit HMM to expand capacity to approximately 850,000 TEU and are part of the line's strategy to reach a one million TEU capacity by 2022, reports The Maritime Executive, Fort Lauderdale, Florida.

Source : HKSG.

[270920.ID.BIZ] Ini Tujuh Poin Perubahan UU Ketenagakerjaan Dalam Omnibus Law

 

KONTAN.CO.ID - Pemerintah menyebutkan terdapat tujuh substansi pokok perubahan Undang-Undang (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi mengatakan, perubahan tersebut antara lain,

Pertama, terkait waktu kerja. Selain waktu kerja yang umum (paling lama 8 jam/hari dan 40 jam/minggu), RUU cipta kerja ini juga mengatur tentang waktu kerja untuk pekerjaan yang khusus, seperti pekerjaan yang dapat kurang dari 8 jam/hari misalnya pekerjaan paruh waktu dan ekonomi digital atau pekerjaan yang melebihi 8 jam/hari seperti migas, pertambangan, perkebunan, dan pertanian

Pemerintah ajukan perubahan dalam RUU Cipta Kerja, agar TKA ahli lebih dipermudah

DPR dan pemerintah bahas klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja, Jumat malam

Kedua, terkait tenaga kerja asing (TKA). Pemerintah menyebut tidak akan membuka semua jenis pekerjaan untuk TKA, akan tetapi hanya untuk TKA ahli yang memang diperlukan untuk kondisi tertentu seperti untuk darurat, vokasi, dan peneliti.

Ketiga, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Elen mengatakan, pekerja kontrak belum diberikan perlindungan yang sama dengan pekerja tetap. Perkembangan teknologi digital dan revolusi industri 4.0 menimbulkan jenis pekerjaan baru yang bersifat tidak tetap dan membutuhkan pekerja untuk untuk jangka waktu tertentu (pekerja kontrak).

“Pekerja kontrak diberikan hak dan perlindungan yang sama dengan pekerja tetap antara lain dalam hal upah, jaminan sosial, perlindungan K3 termasuk kompensasi pengakhiran hubungan kerja, kami ingin ada kepastian disini untuk PKWT,” kata Elen dalam pembahasan DIM RUU cipta kerja, Sabtu (26/9).

Keempat, alih daya (outsourcing). Pemerintah menyebut, pengusaha alih daya wajib memberikan hak dan perlindungan yang sama bagi pekerjanya baik sebagai pekerja kontrak maupun pekerja tetap, antara lain dalam hal upah, jaminan sosial dan perlindungan K3.

Kelima, upah minimum. Upah minimum tidak dapat ditangguhkan, kenaikan upah minimum menggunakan formulasi pertumbuhan ekonomi daerah dan produktivitas, basis upah minimum pada tingkat provinsi dan dan dapat ditetapkan upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu dan upah untuk UMKM tersendiri.

Keenam, penyesuaian perhitungan besaran pesangon PHK, menambahkan program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).

Ketujuh, program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Pemerintah menyebut hal ini belum diatur dalam UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Hal ini dinilai perlu terlebih disaat kondisi pandemi covid-19.

Pemerintah mengatakan, perlindungan pekerja yang terkena PHK dengan manfaat JKP berupa cash benefit, vocational training, dan job placement access. Pekerja yang mendapat JKP tetap akan mendapatkan jaminan sosial lainnya yang berupa jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), jaminan kematian (Jkm), dan jaminan kesehatan nasional (JKN).

Ketua Badan Legislasi (Baleg) Supratman Andi Agtas mengatakan, pemerintah dan DPR menyepakati konsepsi terkait beberapa hal.

Pertama, ketentuan mengenai sanksi akan kembali menggunakan pengaturan di UU eksisting (UU nomor 13 tahun 2003).

Kedua, dicabutnya upah minimum padat karya dari RUU Cipta Kerja. Pencabutan ini berdasarkan kesepakatan tripartit yang sebelumnya dilakukan.

Ketiga, upah minimum kabupaten/kota tidak dihilangkan.

Keempat, pengaturan kluster ketenagakerjaan wajib mematuhi putusan mahkamah konstitusi (MK).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi mengatakan, kondisi ketenagakerjaan saat UU ketenagakerjaan disahkan pada 2003 berbeda dengan kondisi ketenagakerjaan saat ini berbeda. Terlebih saat ini tengah memasuki revolusi industri 4.0.

Anwar mengatakan, RUU cipta kerja ini memfokuskan kepada tiga kelompok. Yakni mereka yang akan bekerja, mereka yang tengah bekerja dan mereka yang terputus pekerjaannya karena PHK. Anwar mengatakan pihaknya juga akan melakukan transformasi balai latihan kerja (BLK) untuk meningkatkan kompetensi pekerja sesuai kebutuhan industri.

“Kami ingin BLK ini bukan hanya semacam katakanlah sebagai tempat berlatih tapi dari sisi dukungan tidak kompatibel lagi dengan kebutuhan, ini yang akan kita lakukan,” ujar Anwar.

Sementaara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan, bahwa pihaknya bersama KSPSI Andi Gani Nena Wea dan 32 federasi yang lain meminta agar klaster ketenagakerjaan dikeluarkan dari RUU Cipta Kerja. Selain itu, serikat pekerja juga meminta tidak ada pasal-pasal di dalam UU 13/2003 yang diubah atau dikurangi.

Said mengatakan, pihaknya siap diajak untuk membahas poin – poin yang belum ada dalam UU nomor 13 tahun 2003. Seperti penguatan fungsi pengawasan perburuhan, peningkatan produktifitas melalui pelatihan dan pendidikan, pengaturan regulasi pekerja industri startup, pekerja paruh waktu, pekerja tenaga ahli, dan sebagainya dalam rangka meningkatkan investasi dan menghadapi revolusi industri 4.0.

“Mari kita dialog untuk dimasukan dalam omnibus law tapi tidak boleh sedikitpun merubah apalagi mengurangi isi UU No 13 Tahun 2003," kata Said Iqbal.

Sumber : Kontan, 27.09.2020.

26 September 2020

[260920.EN.AIR] Boeing to Open New Freighter Conversion Lines, Receives Two Orders For 737-800BCF

 

AMERICAN aircraft manufacturer Boeing says it has received an order for two 737-800BCFs from an unidentified customer while announcing that it had signed agreements to open additional cargo conversion lines in Guangzhou, China, and Singapore to meet demand for express traffic and e-commerce.

Boeing said the 737-800BCF converted freighter, based on the generation of the popular narrowbody made before the grounded 737 MAX, now had 134 orders and commitments including the purchase by the unidentified customer. To date, Boeing has delivered 36 of the freighters to more than 10 operators across four continents.

The airplane is capable of carrying up to 23.9 tonnes (52,800 pounds) and flying up to 2,000 nautical miles (3,750 km).

The US manufacturer said the new conversion line at Guangzhou Aircraft Maintenance Engineering Co Ltd (GAMECO) was scheduled to open in early 2021, making it the second 737-800BCF line for the operator.

"The addition of the new production line demonstrates our ability to quickly respond to market trends and requirements and is a testament to the skill and professionalism of the entire GAMECO-Boeing team," GAMECO general manager Norbert Marx said in a statement.

Boeing said it would also add a second conversion line for its widebody converted freighter, the 767-300BCF, at Singapore Technologies Engineering Ltd's facility in Singapore. The second line is scheduled to open later this year, according to Reuters.

Source : HKSG.

[260920.ID.BIZ] Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik Bulan Depan

 


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jalan Akses Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 kilometer siap dilintasi dan melayani arus logistik pada Oktober 2020. Seperti diketahui, Pelabuhan Patimban merupakan pelabuhan kontainer yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok.

Jalan akses ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekspor yang bersumber dari kawasan industri di sekitar Cikarang-Cibitung-Karawang hingga Cikampek, dan memfasilitasi arus logistik nasional.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan, penyelesaian Jalan Akses Pelabuhan Patimban merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mantan Perdana Menteri Jepang periode 2007-2008 Yusuo Fakuda yang juga Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia beberapa waktu lalu.

Jalan akses ini merupakan wujud nyata dari kerja sama bilateral Indonesia-Jepang dengan skema pinjaman senilai Rp 1,2 triliun.

"Untuk itu harus bisa dikerjakan dan diselesaikan tepat waktu. Saat ini progres konstruksi mencapai 98,3 persen, dan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2020," kata Basuki dalam keterangan tertulis Rabu (23/9/2020).

Jalan akses Pelabuhan Patimban dibangun dengan 3 tipe konstruksi. Sebagian besar dirancang dengan struktur melayang (elevated) di atas persawahan dengan tanah lunak. Ketiga tipe struktur tersebut adalah pile slab sepanjang 5,9 kilometer, flyover sepanjang 1,6 kilometer, dan flexible pavement sepanjang 0,7 kilometer.

Saat ini, Kementerian PUPR juga tengah mempersiapkan pembangunan jalan tol yang menghubungkan ruas Tol Cipali KM 89+125 hingga ruas Pantura sepanjang 37,5 kilometer, sehingga nantinya akan terhubung dengan Jalan Akses Patimban.

Adapun pemrakarsa Akses Tol Pelabuhan Patimban yakni konsorsium antara PT Jasa Marga (50 persen), PT Surya Semesta Internusa (25 persen), PT Daya Mulia Turangga (10 persen), dan PT Jasa Sarana (10 persen) dengan nilai investasi sebesar Rp 7,5 triliun.

Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban tersebut, rencana konstruksinya akan dimulai pada Januari 2022 dan ditargetkan beroperasi pada 2024. (Hilda B Alexander)

Sumber : Kontan, 24.09.2020 / Foto : Bisnis.

25 September 2020

[250920.EN.AIR] Airbus Plans For Zero-emission Aircraft Fuelled by Hydrogen to Operate by 2035

 

EUROPEAN multinational aerospace company Airbus has announced plans for the world's first zero-emission commercial aircraft models that run on hydrogen and could take to the skies by 2035.

Airbus revealed three different aircraft concepts that would be put through their paces to find the most efficient way to travel long distances by plane without producing the greenhouse gas emissions responsible for global heating.

Guillaume Faury, the Airbus chief executive, said the "historic moment for the commercial aviation sector" marks the "most important transition this industry has ever seen".

He said: "The concepts we unveil today offer the world a glimpse of our ambition to drive a bold vision for the future of zero-emission flight. I strongly believe that the use of hydrogen - both in synthetic fuels and as a primary power source for commercial aircraft - has the potential to significantly reduce aviation's climate impact."

All three of the aircraft concepts rely on hydrogen as a fuel because the only emissions produced when it is burned is water vapour, making it a clean fuel option for heavy vehicles such as planes, trains and trucks, The Guardian, UK, reported.

The first of the Airbus concepts could carry between 120 and 200 passengers more than 2,000 nautical miles by using a turbofan design that includes a modified gas-turbine engine running on hydrogen, rather than jet fuel, which could be stored in tanks located behind the plane?™s rear pressure bulkhead.

The second concept, a turboprop design, would also use a modified gas engine but could carry up to 100 passengers for 1,000 nautical miles on short-haul trips.

The aviation giant's plans also include a plane with an "exceptionally wide" body that blends into the plane's wings to open up multiple options for hydrogen storage and the cabin layout. This plane could carry as many passengers as the turbofan design and travel as far too.

Mr Faury said the design options would help the aircraft maker mature plans for what would become "the world's first climate-neutral, zero-emission commercial aircraft", which it planned to have in service by 2035. Huge investment in infrastructure would be required to make hydrogen planes a reality, he said.

Grazia Vittadini, the chief technology officer at Airbus, said the "very ambitious" development plan would yield its first results by the middle of next year, and a final concept would be chosen by 2025. It did not rule out exploring the possibility of producing electric aircraft in the future, she said, but it could happen on a smaller scale and using different models."

Ms Vittadini said the safety of its hydrogen distribution systems would be a priority for Airbus, and also stressed the need to lower the cost of "green hydrogen" to help aviation have the smallest carbon footprint possible.

Source : HKSG / Photo : ACT Consulting.

[250920.ID.BIZ] Kapal Perang Rusia Bertabrakan Dengan Kapal Kontainer di Perairan Denmark

 

KONTAN.CO.ID - COPENHAGEN. Sebuah kapal perang Angkatan Laut Rusia bertabrakan dengan kapal kontainer milik Swiss di perairan Denmark pada Rabu (23/9), dekat Jembatan Oresund yang menghubungkan Denmark dan Swedia.

Ice Rose, yang berlayar dari St. Petersburg, Rusia, ke Gothenburg, Swedia, bertabrakan dengan kapal fregat Rusia pada Rabu (23/9) pagi, juru bicara Pusat Operasi Gabungan Denmark mengatakan kepada Reuters.

Tapi, juru bicara Pusat Operasi Gabungan Denmark menolak memberikan identitas kapal perang Angkatan Laut Rusia tersebut. Yang jelas, kapal fregat itu memiliki izin untuk berada di perairan Denmark.

Menurut juru bicara Pusat Operasi Gabungan Denmark, kapal fregat Angkatan Laut Rusia telah memberi tahu pihak berwenang Denmark tentang keberadaannya. Tapi, dia tidak mengungkapkan penyebab tabrakan tersebut.

Hanya, Reuters melaporkan, sebagian besar wilayah Denmark tertutup kabut pada Rabu (23/9) pagi.

Juru bicara Pusat Operasi Gabungan Denmark menyebutkan, tidak ada seorang pun yang berada di kapal kontainer Ice Rose yang terluka. Dan, tidak ada tanda-tanda kebocoran minyak atau masuknya air ke kapal itu.

Maestro Shipmanagement yang berbasis di Siprus, yang mengelola Ice Rose, mengonfirmasi kepada Reuters, sebuah insiden terjadi terhadap kapal itu. Tetapi, tidak bisa berkomentar lebih lanjut dan sedang menunggu informasi lebih lanjut dari otoritas Denmark.

Sedang pemilik Ice Rose, Maestro Shipping yang berbasis di Swiss, menolak berkomentar.

Sumber : Kontan, 23.09.2020.

24 September 2020

[240920.EN.SEA] Hyundai Delivers World's First LNG-powered Box Ship, The CMA CGM Tenere

 

SOUTH Korea's Hyundai Samho Heavy Industries has delivered the world's first very large containership powered by liquefied natural gas (LNG) to Singapore's Eastern Pacific Shipping (EPS).

The LNG-powered, 14,800 TEUy CMA CGM Tenere is one of six containerships in a series being built for EPS by Hyundai Samho, a unit of shipbuilding giant Korea Shipbuilding & Offshore Engineering Co.

The six neo-Panamax box ships are each powered by dual-fuel MAN B&W 11G90ME-GI main engines capable of running on LNG or traditional diesel bunker fuel.

The 366-metre-long vessels were ordered by EPS in April 2018 and will be delivered by the third quarter of 2022. They will be chartered by French container shipping company CMA CGM.

The French shipping carrier is to take delivery soon of even larger LNG-powered containerships, starting with the 400-metre-long, 23,000-TEU capacity CMA CGM Jacques Saade from Shanghai Jiangnan-Changxing Shipyard. The Chinese shipyard is building nine vessels in the series for CMA CGM, that aims to operate at least 20 LNG-fueled containerships by 2022, reports New York's MarineLink.

More and more shipowners in various segments - from bulk carriers to cruise ships - are looking to LNG-powered vessels to meet the International Maritime Organization's (IMO) environmental regulations that call for ship emissions to be reduced by more than 30 per cent by 2025 from 2008 levels. The IMO rules also target 40 per cent emissions reductions by 2030 and by 70 per cent reductions by 2050.

Source : HKSG / Photo : ShipSpotting.com.

[240920.ID.BIZ] Meski Boleh Beroperasi, Usaha Logistik Dibayangi Penurunan Omzet dan PHK


Bisnis.com, JAKARTA - Kendati aktivitasnya tidak dibatasi, perusahaan di sektor logistik mengalami penurunan kinerja baik dari omzet maupun adanya rencana PHK.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menjelaskan pihaknya telah melakukan survei terhadap anggotanya yang mencapai 3.412 perusahaan logistik, yang 29 persen di antaranya atau 295 merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA). Dari 1.256 perusahaan yang mengikuti survei, 95,6 persen di antaranya mengalami penurunan omzet perusahaan.

"Dari sisi omzet turun semua dari 95 persen responden dari sisi persentase penurunan omzet juga begitu ada 41,3 persen kehilangan omzet lebih dari setengahnya, pemutusan hubungan kerja juga terjadi 17 persen PHK dan dalam proses melakukan PHK ada 75,2 persen," jelasnya, Kamis (24/9/2020). 

Lebih lanjut dalam bahan paparannya, 41,3 persen responden mengaku terjadi penurunan omzet lebih dari 50 persen. Sebanyak 42,9 perusahaan mengaku mengalami penurunan antara 25-50 persen, serta 15,8 persen responden mengatakan penurunan keuntungan kurang dari 25 persen.

Selain itu, kondisi yang cukup memprihatinkan juga terjadi dari adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan perusahaan logistik. Terdapat 17 persen perusahaan telah melakukan PHK dan 7,8 persen sedang dalam proses itu.

Dilaporkan sebanyak 75,2 persen responden yang tidak melakukan PHK.

Hasil survey juga menyebut ada 35,4 persen perusahaan yang hanya mampu bertahan menghadapi pandemi Covid-19 selama 3-6 bulan mendatang. Sementara itu, 51,9 persen sisanya merasa masih mampu antara 6-12 bulan mendatang.

Sebanyak 12,8 persen hanya mampu bertahan hingga 3 bulan mendatang.

Dari hasil survey tersebut, masih ada 77,7 persen perusahaan yang tidak mendapatkan keringanan fasilitas kredit. Sementara itu, masih banyak perusahaan yang tidak mendapatkan fasilitas keringanan perpajakan atau sebanyak 42,7 persen responden.

"Dari stimulus sektor keuangan banyak dari sisi implementasi di lapangan belum bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Yukki mengatakan kebijakan pemerintah mengizinkan sektor logistik beroperasi telah membantu meski faktanya terjadi penurunan pendapatan akibat permintaan yang turun.

"Kami survei ke beberapa negara di Malaysia jauh lebih sulit dari logistik di indonesia. Kami masuk dalam kebijakan pemerintah yang dikecualikan saat PSBB," urainya.

Dia juga menyebut pelaku usaha yang melaksanakan kegiatan secara bisnis ke bisnis (B2B) menjadi yang mengalami kerugian paling tinggi. Sementara yang bisa bertahan adalah perusahaan logistik yang transaksinya dari pelanggan ke pelanggan (C2C) dan bisnis ke pelanggan (B2C).

"Kami harapkan dari dasar ada perubahan luar biasa signifikan ini harus dibangun bersama karena dengan keinginan bersama menghilangkan pandemi dulu 2030 Indonesia bisa masuk 7 negara dengan ekonomi terbesar. Kalau tidak berubah ke sana, saya khawatir kita terjebak di negara middle income," katanya.

Sumber : Bisnis, 24.09.2020 / Foto : Portal Berita Editor.

23 September 2020

[230920.EN.BIZ] China Winning Trade War With US as Trade Surplus Widens to Over US$300b

 

CHINA's trade surplus with the US has grown almost 25 per cent since the start of the Trump presidency, exceeding US$300 billion on an annualised basis, Bloomberg reported citing Jim McCormick of NatWest Markets.

China is also nowhere near on track to meet its target of increasing imports from the US under the partial deal (also called "phase 1") to end the trade conflict, the signal accomplishment of Mr Trump's tariff tit-for-tat.

The nation's GDP surged as a result of its vastly more effective response to the pandemic that began there. China, Mr McCormick notes, is the only country among 48 to have reported a second-quarter gross domestic product number that was higher than at the end of 2019. In the US, the worst country when it comes to the coronavirus (as measured by death and infections), the economy shrank 9.5 per cent in the second quarter, a drop that equals an annualised pace of 32.9 per cent, its sharpest downturn since at least the 1940s.

The Chinese currency is on a tear, climbing for the eighth week in a row, its longest run of gains since February 2018. Global bond funds are pouring into the country - one that still offers yields. Meanwhile, the dollar is slumping.

Behind these headline numbers also are deeper industrial trends, which again work in China's favour, helping it pick up global market share in the aftermath of Covid-19 lockdowns. Increasingly, China is supplying the kind of sophisticated machinery that German manufacturers once dominated, like high-end tunnel borers and hydraulic valves and pumps used in wind turbines.

"It's only a matter of time until Chinese firms are No 1," says Ulrich Ackermann, managing director for foreign trade at Germany's VDMA Mechanical Engineering Industry Association.

The net result of Mr Trump's efforts to decouple the US and Chinese economies is to push China even further toward self-sufficiency, a strategy set to be enshrined in China's new five-year plan at a meeting of the Chinese Communist Party Central Committee next month.

Source : HKSG / Photo : IRPJ.

[230920.ID.BIZ] Asas Cabotage Pelayaran Akan Dihapus? Ini Respons Kemenhub

 

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan asas cabotage dalam pelayaran tetap dipertahankan dalam RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang saat ini dibahas di DPR. Dengan demikian, investor asing tetap hanya boleh memiliki saham pelayaran sebesar 49 persen.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Antoni Arif Priadi tidak menemukan adanya rencana menghilangkan asas cabotage dari regulasi di Indonesia, termasuk dalam pembahasan RUU Cipta Kerja yang akan meleburkan aturan investasi dalam UU No. 17/2009 tentang Pelayaran.

"Belum [ada rencana hilangkan cabotage], sementara informasi tidak dihilangkan, tetap ada dengan maksimal kepemilikan asing 49 persen. Saya sekali ke Badan Legislasi DPR untuk membahas dan cabotage tetap dipertahankan," jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (23/9/2020).

Lebih lanjut, dia menyebut anggota DPR juga mendukung asas cabotage yang mendasari pembatasan kepemilikan investasi asing di Indonesia khususnya di pelayaran tetap dipertahankan. Pasalnya, anggota Baleg pun membela Merah Putih dan kedaulatan negara di sektor maritim.

Menurutnya, cabotage sudah tidak menjadi soal, saat ini untuk membuat Indonesia dapat berjaya di lautannya sendiri, pelaku ekspor dan impor harus mulai berani menggunakan jasa kapal laut berbendera Indonesia.

"Kalau mau berjaya harusnya perusahaan ekspor Indonesia yang harus berani pakai kapal Indonesia dan juga para importir pakai kapal indonesia," ujarnya.

Selama ini aktivitas pelayaran diatur dalam UU No. 17/2009 tentang Pelayaran. Dalam UU tersebut tercantum Indonesia menganut asas cabotage yang membuat pelayaran dalam negeri wajib menggunakan kapal dan pemilik berbendera Indonesia. Dengan demikian, aktivitas pelayaran dalam negeri terlindungi dari kepemilikan investor asing secara mayoritas.

UU ini didukung oleh Peraturan Presiden (Perpres) No. 44/2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Dalam aturan presiden tersebut diatur angkutan moda laut dalam negeri dan angkutan moda laut luar negeri hanya boleh dimiliki penanam modal asing maksimal 49 persen dari total saham perusahaan.

Kedua aturan ini tengah direvisi pemerintah dan DPR, termasuk berbagai sektor lainnya di bidang lainnya. Pada Perpres No. 44/2016 terdapat 350 sektor yang dibuka untuk investor asing dengan persyaratan seperti pada angkutan moda laut tersebut.

Sumber : Bisnis, 23.09.2020.