07 Juni 2021

[070621.ID.BIZ] Deretan Perusahaan Ini Menjadi Investor di Aplikasi Karya Anak Bangsa

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna memperkuat bisnis dan memperoleh pendanaan yang melimpah, GoTo berencana melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di bursa saham. Menarik ditelusuri komposisi pemegang saham yang terdapat pada raksasa digital tersebut. Terlebih lagi, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) menjadi perusahaan induk dari GoTo.

Berdasarkan penelusuran Kontan.co.id dari data Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, komposisi kepemilikan saham PT Aplikasi Karya Anak Bangsa per 29 Mei 2021 yang selama ini dikenal sebagai perusahaan yang menaungi Gojek tampak semakin gemuk.

Di sana terdapat nama William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison yang merupakan pendiri Tokopedia. Baik William maupun Leontinus memiliki saham AKAB Seri Q dan Seri R.

Kemudian, CEO Gojek Kevin Aluwi juga memiliki saham Seri N di perusahaan tersebut. Begitu pula dengan Nadiem Makarim, pendiri Gojek yang kini menjadi Mendikbudristek, juga punya saham AKAB Seri E, Seri I, dan Seri D.

Beberapa investor institusi global juga terdaftar sebagai pemilik saham Aplikasi Karya Anak Bangsa. Di antaranya, Allianz Strategic Investments SARL, Anderson Investments PTE LTD, Blackrock Global Funds, Gamvest PTE Ltd, Google Asia Pacific PTE LTD, Golden Signal LTD, KKR Go Investments PTE LTD, Mitsubishi Corporation, Rakuten Capital Holdings, Sequoia Capital India Growth Investment, SB-Pan Asia Fund, SB Global Star Fund, Tencent Mobility Limited, Visa International Service Association, WP Investment, hingga Taobao China Holding LTD.

Ada pula sejumlah investor institusi nasional yang membenamkan sahamnya di Aplikasi Karya Anak Bangsa. Misalnya, AIA Financial Indonesia, Astra International, Asuransi Juwa Sequis Life, Global Digital Niaga, Northstar Pacific Investasi, Union Sampoerna, dan Telkomsel.

Beberapa investor global ataupun nasional ada yang memiliki saham AKAB dengan total nilai yang cukup besar. Ambil contoh, Gamvest PTE LTD memiliki saham AKAB Seri F senilai Rp 24,29 miliar dan Seri I senilai Rp 20,09 miliar. Gamvest juga memiliki beberapa seri saham perusahaan tersebut dengan nilai yang lebih rendah.

Kemudian, ada Anderson Investments PTE LTD yang memiliki saham Seri I senilai Rp 17,85 miliar. Baik Gamvest maupun Anderson Investment merupakan sayap investasi dari Temasek Holdings, BUMN investasi Singapura.

Google lewat Google Asia Pacific PTE LTD juga mengantongi kepemilikan saham yang besar di Aplikasi Karya Anak Bangsa. Melalui pendanaan saham Seri M, Google Asia Pacific PTE LTD menjadi investor perusahaan tersebut dengan nilai kepemilikan Rp 36,15 miliar. Perusahaan ini juga memiliki saham Seri I senilai Rp 17,85 miliar.

KKR Go Investments juga memiliki sejumlah saham AKAB, salah satunya Seri F yang bernilai Rp 37,08 miliar.

Masih merujuk data AHU, perusahaan nasional seperti Astra International memiliki saham AKAB Seri I senilai Rp 17,86 miliar, Seri J senilai Rp 6,61 miliar, dan Seri M senilai Rp 10,32 miliar. Tak hanya itu, Telekomunikasi Selular (Telkomsel) turut memiliki saham Seri P dengan nilai Rp 44,56 miliar. Begitu pula dengan Global Digital Niaga yang menaungi Blibli.com, mereka punya saham Seri I senilai Rp 17,86 miliar.

Pihak Manajemen Gojek enggan menanggapi perihal komposisi kepemilikan saham PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Yang terang, kolaborasi antara Gojek dan Tokopedia yang kemudian merger menjadi GoTo merupakan bentuk persatuan dua perusahaan yang setara. “Yang mana PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) bertindak sebagai perusahaan induk,” tegas Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek, Senin (7/6).

Dalam catatan Kontan, GoTo yang menggunakan nama perusahaan AKAB membawahi tiga subholding, yaitu Gojek, GoTo Financial, dan Tokopedia.

Nila juga bilang, IPO menjadi salah satu tujuan Gojek bersama Tokopedia dalam rangka mendukung pertumbuhan perusahaan ke tahap selanjutnya. Sayangnya, untuk saat ini belum ada detail yang dapat disampaikan mengenai rencana IPO tersebut.

Lebih lanjut, dengan terbentuknya GoTo, perusahaan ini berupaya untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dan signifikan kepada seluruh pemangku kepentingan di dalam ekosistemnya. “Prioritas kami adalah untuk tetap fokus dalam menyediakan platform terbaik untuk jutaan konsumen, mitra usaha, dan mitra lainnya di ekosistem kami,” pungkasnya.

Sumber : Kontan, 07.06.2021.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar