04 Juli 2020

[040720.ID.BIZ] Riset Snapcart: Shopee Paling Diminati Dan Jadi Pilihan Konsumen Belanja


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Snapcart sebuah aplikasi online untuk riset pasar memotret trend belanja online pada saat bulan Ramadan dan Hari Raya Lebaran yang merupakan bulan berbelanja online paling tinggi dalam budaya masyarakat Indonesia.

Selama bulan Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2020 yang berlangsung di tengah Pandemi COVID-19, berbelanja online bahkan semakin menjadi pilihan utama konsumen.

Dalam riset yang dilakukan Snapcart, pada saat itu hasilnya menunjukkan 66% konsumen dari 1.000 responden survey seluruh Indonesia selama Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2020 lalu, memilih Shopee sebagai situs belanja online yang paling diingat (top of mind).

Data lebih detail, 58% konsumen di Jabodetabek memilih Shopee sebagai situs belanja online yang paling diingat, dan 72% konsumen non Jabodetabek.

Disusul 16% konsumen memilih situs Tokopedia; 19% Jabodetabek dan 12% non Jabodetabek. Kemudian 12% konsumen memilih Lazada; 13% Jabodetabek dan 10% non Jabodetabek.

Lalu 4% konsumen memilih Bukalapak; 5% Jabodetabek dan 3% non Jabodetabek. Disusul Blibli, JD.ID, Akulaku, OLX, dan Sociolla.

Hasil riset Snapcart yang berlangsung selama pandemi ini juga menunjukkan, Shopee merupakan situs belanja online yang paling sering digunakan dalam berbelanja selama Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2020 lalu (66%), dimana 59% konsumen di Jabodetabek memilih Shopee dalam berbelanja online, dan 72% konsumen non Jabodetabek juga memilih Shopee.

Sedangkan Tokopedia (15%), Lazada (12%), dan Bukalapak (5%). Disusul JD.ID, Blibli, Zalora, Sorabel, Berrybenka, Qoo10, dan Zilingo.

Menurut Astrid Wiliandry Direktur Snapcart, masyarakat menempatkan Shopee sebagai situs yang paling diminati berbelanja saat Ramadan yang bertepatan dengan pandemik karena banyak faktor.

“Di saat kebijakan physical distancing telah diberlakukan, masyarakat mencari opsi lain yang lebih aman bagi mereka untuk tetap memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan dari rumah," kata dia dalam siaran persnya, kemarin.

Shopee menjadi lebih unggul karena ragam produk yang lebih menarik dan tawaran harga yang lebih kompetitif.

Selain itu, Shopee juga terus melengkapi platformnya dengan fitur yang memperpanjang time spent dan engagement di dalam aplikasinya sehingga menjadikan daya tarik tersendiri untuk para penggunanya.

Gender dan Kelompok Umur

Yang menarik, 77% perempuan mengaku memilih berbelanja di Shopee, dibanding laki-laki 52%. Ini berbeda dengan Tokopedia yang lebih disukai konsumen laki-laki 22%, dibanding perempuan 9%.

Juga Lazada  yang lebih disukai konsumen laki-laki 14%, dibanding perempuan 10%. Dan Bukalapak yang juga lebih disukai laki-laki 9% dan 2% perempuan.

Sedangkan riset berdasarkan kelompok umur, berbelanja di Shopee paling disukai oleh kelompok umur 19-24 tahun (72%), 25-30 tahun (69%), kurang dari 19 tahun (69%), 31-35 tahun (63%), dan 35 tahun keatas (53%).

Berbeda dengan Tokopedia yang lebih disukai kalangan 35 tahun keatas (24%), 31-35 tahun (15%), 25-30 tahun (14%), 19-24 tahun (10%), dan kurang 19 (10%). Sedangkan Lazada lebih disukai kelompok umur kurang 19 tahun (14%), 19-24 tahun (13%), 25-30 tahun (12%0, 31-35 tahun (11%), dan 35 tahun keatas (9%).

Sedang berbelanja di Bukalapak lebih disukai oleh kelompok umur 35 tahun keatas (10%), 35-31 tahun (7%), 19-24 tahun (4%), 25-30 tahun (2%), dan kurang 19 tahun (2%).

“Mengapa Shopee menjadi pilhan utama bagi kelompok umur muda yaitu usia 19-24 dan 25-30 tahun, kami menilai fitur-fitur di Shopee lebih interaktif dan selalu ada tema baru pada setiap momen,” ujar Astrid.

Untuk semakin meningkatkan awareness konsumen selama bulan Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2020 lalu yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19, semua situs belanja online menambah berbagai fitur baru, aplikasi jualan baru yang menarik, dan menawarkan program serta gimmick baru di portalnya.

Sepuluh fitur di Shopee menempati daftar teratas fitur dan aplikasi belanja online yang paling dikenal dan diketahui (awareness) konsumen.

Yakni fitur Shopee Tanam (71% responden tahu fitur ini), Goyang Shopee (64%), Shopee Tangkap (57%), Shopee Serba 10 Ribu (56%), Shopee Lempar (51%), Shopee Capit (50%), Shopee Lucky Prize (48%), Shopee Joged (47%), Shopeepoly (34%), dan Shopee Liga 1 (30%).

Kemudian diikuti Tap Tap Mantap (Lucky Egg) Tokopedia (28%), Serbu Seru Bukalapak (26%), Share & Win Shopee (19%), Lazada LazCity (13%), Daily Giftbox Bukalapak (12%), Lazada Voucher Rain (11%), TopQuest Tokopedia (11%), Lazada Moji Go (9%), Lazada Guest It (8%), dan Ball Pop Tokopedia (8%).

“Kreativitas membuat fitur-fitur baru sangat penting dalam membangun komunikasi dengan konsumen online, agar mereka tidak mudah bosan dan terus ada sesuatu yang baru dan menarik. Melalui itu, Shopee berhasil membuktikan bahwa semakin banyak fitur baru dan beragam, akan semakin meningkatkan banyak pilihan konsumen berbelanja,” ujar Astrid Wiliandry.

Lantas fitur dan program gimmick apa yang paling disukai konsumen online dalam mereka berbelanja selama Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2020 lalu yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19?

Dari hasil survey Snapcart didapatkan data, konsumen paling menyukai fitur Shopee Tanam (49%) terutama oleh kelompok umur 19-24 tahun dan 25-30 tahun, kemudian fitur Goyang Shopee (10%), Shopee Serba 10 Ribu (6%).

Lalu Tap Tap Mantap (Lucky Egg) Tokopedia (6%), Shopee Tangkap (5%), Serbu Seru Bukalapak (4%), Shopee Lucky Prize (3%), Shopee Capit (2%), Shopee Lempar (2%), Lazada Voucher Rain (2%), Lazada LazCity (2%), Shopee Joged (2%), Shopee Liga 1 (1%).

Kemudian, Shopeepoly (1%), Daily Giftbox Bukalapak (1%), Lazada Guest It (1%), Lazada Moji Go (1%), dan TopQuest dari Tokopedia (1%). 

“Dari data terlihat, penawaran  diskon belanja masih yang paling disukai, baik dalam bentuk cashback atau hadiah belanja. Para millenial menyukai fitur-fitur berbentuk flash games karena lebih interaktif,” ungkapnya.

Sumber : Kontan, 04.07.2020.

03 Juli 2020

[030720.EN.BIZ] SIPG and THE Alliance Test Fast-track Box Processing at Yangshan Port

SHANGHAI International Port Group (SIPG) and THE Alliance have entered into an agreement to test out onshore container drop-offs for cargoes bound for Yangshan Deepwater Port, which is farther from Shanghai.

Opened in 2005, Yangshan port is built on the islands of Greater and Lesser Yangshan, which are part of Zhejiang province, but is administered by SIPG to facilitate Shanghai's throughput growth.

The three-month pilot scheme, which began on July 1, will see containers that are meant to be shipped on THE Alliance's Asia-US East Coast (EC1) service, being dropped off at an onshore yard and then handled by SIPG, instead of being trucked along the congested Donghai Bridge, which connects Yangshan port to Shanghai's Pudong New Area.

The project is aimed at improving the business environment of Shanghai Port and reducing logistics costs, while also improving Shanghai Port in terms of business innovation and port development work in line with the construction of the Shanghai International Port Centre and a free trade zone.

The system will alleviate bottlenecks on the Donghai Bridge and the accumulation of containers in the port area by rationing trailer entries into the port during quiet times, reports Container News, Jacksonville.

In recent years, Yangshan port has seen increasing container shipments as Shanghai consolidates its position among container ports worldwide.

Last year, Yangshan port handled 19.8 million TEU, with its automated terminal accounting for 3.27 million TEU. Donghai Bridge is the only overland route to send containers to Yangshan Port and traffic will continue to increase. In future, the automated terminal's handling capacity is expected to reach 6.3 million TEU.

Source : HKSG.

[030720.ID.IZ] Pelni Catatkan Kenaikan Volume Kontainer Hingga 300% Di Semester I-2020


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atawa Pelni mencatat, adanya kenaikan pada volume muatan kontainer yang diangkut dengan kapal barang sepanjang semester I-2020. Bahkan, dalam enam bulan pertama itu, kenaikan volume muatan kontainer hampir 300% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, pada semester pertama lalu, kapal barang telah mengangkut muatan kontainer sebesar 2.869 TEUs.

"Dibandingkan dengan semester I-2019, kinerja pada kapal barang naik nyaris 300% atau naik dari 941 TEUs di semester 1-2019 menjadi 2.869 TEUs di semester pertama lalu," kata dia dalam siaran resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (3/7).

Sebagai informasi, sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan, Pelini mendapatkan delapan trayek penugasan dalam penyelenggaraan angkutan barang di tahun 2020.

Dari delapan trayek tersebut, terdapat tiga trayek yang padat muatan, yakni trayek T-10 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 6 (Tg. Perak - Tidore - Galela - Buli - Maba - Weda - Tg. Perak), trayek T-15 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 3 (Tg. Perak - Makassar - Jailolo - Morotai (Daruba) - Tg. Perak), serta trayek H-1 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 1 (Tg. Perak - Makassar - Tahuna - Tg. Perak).

"Ketiga trayek tersebut membawa total muatan sebesar 1.819 TEUs, atau berkontribusi sebesar 63,40% dari total muatan," ungkap Yahya.

Adapun 5 trayek lainnya masih memiliki potensi untuk menambah muatan, seperti trayek T-5 ( Bitung - Tahuna - Tagulandang/ulu siau - Lirung/Melangoane - Miangas - Marore - Tahuna - Bitung), T-13 (Tg. Perak - Rote - Sabu (Biu) - Tg. Perak), T-14 (Tg. Perak - Lembata (Lewoleba) - Tabilota/Larantuka - Tg. Perak), T-3 (Tg. Priok - Jemaja/Letung - Tarempa - Midai - Selatlampa - Serasan - Tg. Priok), serta trayek T-18 ( Tg. Perak - Badas - Bima - Merauke (Kelapa Lima) - Bima - Tg. Perak).
Selain itu, 26 kapal penumpang milik Pelni juga memiliki ruang yang mampu untuk membawa muatan (2 in 1). Selain itu terdapat dua kapal dapat membawa penumpang, barang sekaligus kendaraan atau 3 in 1.

Yahya menerangkan, pengangkutan kendaraan pada semester I-2020 mengalami peningkatan dibandingkan semester I-2019, walaupun pada tiga bulan terakhir terjadi penurunan muatan. "Pada semester ini terjadi peningkatan sebesar 4% dibandingkan semester I-2019, yakni dari 3.536 unit menjadi 3.681 unit," terangnya.

Hal yang sama juga terjadi pada muatan REDPACK. Layanan end to end logistik Pelni ini mengalami peningkatan 110% dibandingkan semester pertama 2019, yakni dari 74.569 kg/m3 menjadi 156.884 kg/m3 pada paruh pertama tahun ini..

Yahya juga mengatakan, perusahaan tetap optimis dalam menjalankan kegiatan operasional terutama di tengah penerapan fase new normal.

"Manajemen berharap dengan mulai dibukanya beberapa pelabuhan sebagai akses masuk keluarnya masyarakat dan muatan dapat meningkatkan performa Perusahaan di Semester yang akan datang, seperti dengan membuka peluang kerjasama dengan berbagai BUMN, perusahaan swasta maupun instansi lainnya ," pungkas Yahya.

Sumber : Kontan, 03.07.2020.

02 Juli 2020

[020720.EN.SEA] MSC Introduces Instant Quote Function For Online Cargo Bookings

MEDITERRANEAN Shipping Company (MSC) has upgraded its e-business platform myMSC with the addition of a new online Instant Quote function. Customers wishing to use this tool will be able to quickly and easily get real-time shipping rates for container bookings.

Currently, the majority of MSC's bookings are carried out offline, and it can take some time to complete a booking. Using Instant Quote, customers can generate an online quote in less than a minute, with just a few simple clicks, 24/7 online.

Customers then have the option to instantly complete the booking with the generated quote on myMSC. Alternatively, they can save the quote or forward it to multiple contacts for booking at a later stage. The automated quote generation also reduces room for human error, further improving the efficiency of the process.

The Instant Quote function is currently only available for shipping trade routes from North America to Europe and from Asia to Europe, with plans for the addition of more trades over the course of 2020.

"The Covid-19 pandemic has accelerated the trend towards digitalisation within the industry and the importance of engaging customers through multiple platforms, including through e-business. As such, this upgrade of myMSC is a clear illustration of our continuing efforts to invest in digital business transformation with the aim to improve efficiency and transparency, and to give our customers more options," said Andre Simha, chief digital & information officer.

The launch of Instant Quote is expected to significantly boost the number of MSC's online bookings, and further unlock the value of myMSC as an e-business platform for customers.

Customers will first need to login to myMSC at myMSC.com, or to sign up for an account if they do not have one yet. Upon login either through the desktop version or the myMSC iOS/Android app, customers can access the Instant Quote function.

By selecting the starting and ending points of the shipment and the equipment size, customers can see the options for shipping rates. Details such as the shipping window, estimated transit time, routing and the charges included in the quotation will be clearly displayed.

The tool can be used for bookings of standard-sized (20 and 40 feet) and High Cube (40 and 45 feet) dry containers. For locations where intermodal services are available, customers can opt for end-to-end rates from the origin to destination.

MSC has ensured a seamless integration of the Instant Quote function into myMSC, and a smooth overall user experience for customers. This new function adds on to the list of e-business tools available in myMSC, such as ability to do e-bookings, retrieval of documents such as booking confirmations and arrival notices, oversight of bookings via a dashboard, creation and submission of shipping instructions, submission of Verified Gross Mass (VGM), tracking of shipments and receiving of notifications.

For more information on MSC's Instant Quote tool: www.msc.com/ebusiness.

Source : HKSG.

[020720.ID.BIZ] Waralaba Pizza Hut AS Bangkrut, Saham Sarimelati Kencana (PZZA) Anjlok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham emiten ritel pengelola gerai Pizza Hut Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) hari ini, Kamis (2/7) ditutup menyentuh batas bawah penurunan dengan koreksi sebesar 6,88% di level harga Rp 745 per saham.

Sejatinya pada perdagangan hari ini PZZA hanya terkoreksi 2,50% saja di harga Rp 780 per saham, akan tetapi jelang menit-menit akhir perdagangan Danpac Sekuritas melakukan aksi jualan besar-besaran sehingga harga PZZA tertekan sampai menyentuh level ARB.

Penurunan saham PZZA pada hari ini karena perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 85% pada periode kuartal pertama tahun ini menjadi Rp 6,04 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, PZZA membukukan laba bersih Rp 40,17 miliar.

Pada tiga bulan pertama tahun ini, mengacu data laporan keuangan Perseroan, Sarimelati membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 955,64 miliar, naik 5,58% dari tahun sebelumnya Rp 902,28 miliar.

Sekretaris Perusahaan PZZA Kurniadi Sulistyomo menyampaikan, pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan operasional PZZA terdampak dari kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu, yang tengah ramai diperbincangkan saat ini yaitu pengajuan kepailitan dari NPC International, perusahaan pemegang waralaba terbesar Pizza Hut di Amerika Serikat (AS).

Merek Pizza Hut dimiliki oleh Yum! Brands Inc, perusahaan yang tercatat di bursa New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode saham YUM, sementara NPC hanya memegang lisensi waralabanya.

Kendati waralaba global mengajukan kepailitan, Kurniadi menjelaskan, kepailitan yang terjadi di AS bersifat terpisah. Pasalnya, Sarimelati Kencana, merupakan pemegang hak lisensi waralaba tunggal di Indonesia.

"Permasalahan kepailitan yang terjadi di Amerika Serikat, dapat kami sampaikan bahwa perkara tersebut bersifat terpisah. Kami tidak mengetahui bagaimana proses kepailitan yang terjadi di sana," papar Kurniadi kepada Kontan.co.id, Kamis (02/7).

Ia mengungkapkan, PT Sarimelati Kencana Tbk merupakan pemegang hak lisensi waralaba tunggal di Indonesia, dan pihaknya tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pizza Hut Amerika Serikat tersebut.

"Apapun nanti putusan pengadilan di Amerika Serikat, maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja dan kegiatan usaha kami, Pizza Hut di Indonesia dan kami tetap menjalankan kewajiban fee waralaba. Sejauh ini belum ada rencana untuk renegosiasi," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut tidak berdampak sama sekali terhadap perseroan, karena NPC International Inc sendiri bukan pemilik hak Franchise Pizza Hut.

“Pemilik hak Franchise Pizza Hut saat ini adalah Yum Brand Inc, yang juga memiliki hak restoran seperti Taco Bell dan KTC. Kemudian selain berbeda yurisdiksi kami juga tidak berafiliasi dengan NPC, sehingga pemegang saham Sarimelati Kencana tidak perlu khawatir,” katanya.

Perlu diketahui, total aset perseroan pada akhir Maret 2020 berjumlah Rp 2,36 triliun yang terdiri atas aset lancar senilai Rp 563,17 miliar dan aset tidak lancar yaitu Rp 1,80 triliun. Sedangkan pada jumlah liabilitas saat ini sebanyak Rp 1,01 triliun.

Sumber : Kontan, 02.07.2020.

01 Juli 2020

[010720.EN.SEA] OOCL Clinches Fuel Efficiency Gong


HONG Kong's Orient Overseas Container Line (OOCL), now a Cosco unit, has been presented with the Fuel Efficiency Award at the Seatrade Maritime Awards Asia 2020 for its achievement in fuel savings and efficiency improvements.

This annual industry event pays tribute to companies with remarkable achievements in various aspects of Asia's maritime industry. This year, the award winners were announced and virtually participated in the event via an online celebration on June 23.

The Fuel Efficiency Award recognises a company which has demonstrated success in true fuel savings and efficiency improvements with the input of its workforce.

Over the years, OOCL has been taking a proactive role in implementing various fuel-saving initiatives in its fleet and marine operations, successfully reducing carbon emissions by 60 per cent since 2004. The latest technologies, such as OOCL's proprietary Robo-advisor solution, was adopted to actively reduce overall bunker consumption in the fleet.

OOCL's investment in the latest state-of-the-art G-Class vessels have also been performing 48 per cent better than the Energy Efficiency Design Index (EEDI) baseline level required by the International Maritime Organization (IMO).

In addition, the implementation of the fuel saving incentive scheme was able to motivate the company's crew to contribute their valuable input and effort towards meeting the fuel saving objectives of OOCL.

Managing director of OOCL (Singapore) Pte Ltd, Richard Hew, commented: "This Award is certainly an affirmation of OOCL's efforts in achieving fleet operation efficiency. The adoption of technologies in both software and hardware solutions have helped us achieve significant reductions in fuel consumption and carbon emissions.

"Apart from the fuel saving programme onboard our vessels, the Robo-advisor solution we introduced to leverage the Global Vessel Voyage Monitoring Centre (GVVMC) and AI technology provided us with incredible berth visibility and fuel optimisation models to strengthen the decision-making process of marine operations and thereby improve our services to customers."

Source : HKSG / Photo : Ship Technology.

[010720.ID.BIZ] Di Tangan Bani, Apa Yang Akan Terjadi Dengan Samudera Indonesia


Bani Maulana Mulia, kini didapuk sebagai direktur utama PT Samudera Indonesia, menggantikan Masli Mulia, ayahnya yang menduduki posisi di dewan komisaris.

Pengangkatan Bani itu berdasarkan hasil RUPS dan RUPSLB pada Selasa (30/6), di Jakarta.

Suami Lulu Tobing ini memang sudah cukup lama dipercaya sebagai direksi di perusahaan pelayaran yang didirikan oleh Soedarpo Sastrosatomo (kakeknya) tersebut.

Beberapa kali Ocean Week bertemu Bani dan mewawancarainya, pria berparas tampan ini memang terlihat cerdas dan tangkas.

Bayangkan saja, puluhan perusahaan grup Samudera Indonesia yang dipercayakan untuk dikelolanya, semuanya berhasil dan cukup eksis.

Bani boleh dibilang sebagai generasi pembaharu dalam tata kelola Samudera Indonesia grup. Orang bilang, dia memiliki ‘tangan dingin’ dalam menangani perusahaan. Itu juga karena dibantu oleh para tenaga profesional dibidang masing-masing.

Misalnya, untuk perusahaan yang bergerak di sektor pelayaran, Bani pun mempercayakan kepada ahlinya sebagai pelaksananya, begitu pula untuk sektor pelabuhan, terminal petikemas maupun logistik.

Bani sendiri mulia meniti karir di perseroan ini sejak 2009, dan dia sempat menduduki posisi Direktur Pelaksana sejak 2016 lalu.

Sebelumnya, Bani menjabat sebagai Komisaris Utusan pada 2013 dan Sekretaris Dewan Komisaris pada 2009 di perusahaan yang sama.

Selain itu, Bani juga memegang jabatan Direktur Utama pada sejumlah anak usaha SMDR, yakni di PT Samudera Terminal Indonesia, PT Samudera Perkapalan Indonesia, PT Samudera Agencies Indonesia, PT Samudera Properti Indonesia, PT Samudera Indonesia Logistik Kargo, PT Silkargo Indonesia, dan PT Perusahaan Pelayaran Nusantara Panurjwan.

Putra Masli Mulia dan Chandraleika Mulia ini sungguh tak diragukan lagi dalam mengelola perusahaan.

Setelah berhasil lulus Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Bani pun melanjutkan pendidikannya ke Deakin University, Australia dengan peminatan di bidang Finance.

Dalam organisasi, selain pernah aktif di salah satu organisasi pelayaran, Bani juga tercatat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Disamping itu, dia juga sebagai anggota Komite Transportasi dan Energi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Meski menjadi big bos di puluhan perusahaan, namun Bani bukanlah sosok yang angkuh. Dia memang dikenal sangat familiar kepada siapapun. Dan Bani pun sangat dekat kepada para karyawannya. Pembawaan cukup sederhana itulah yang menjadikan sosok Bani cukup disegani oleh siapapun yang mengenalnya.

Sumber : Ocean Week, 30.06.2020.