10 November 2009

[ID-OTH] HK : Era 'Matinya' Pemasaran Gaya Lama

Sekapur Sirih,

Mulai hari ini, Selasa 10/11/09 kami akan menurunkan cuplikan tulisan Hermawan Kartajaya (HK) yang dimuat di harian "Kompas" dan akan diterbitkan diblog ini setiap hari Selasa sebagai "menu khusus" pembelajaran ilmu pemasaran bagi kita semua. Wass, e-DITOR.

Seri pertamanya berjudul : Era 'Matinya' Pemasaran Gaya Lama! Selamat menikmati.

Sekitar Mei 2008 lalu, salah seorang praktisi pemasaran di industri telekomunikasi menghampiri saya dengan mengatakan bahwa praktek pemasaran yang dijalani di perusahaannya sekarang sudah berubah, dari era legacy ke era new wave.

Dari percakapan itu, saya langsung ‘meminjam’ istilah legacy dan new wave dari beliau untuk menjelaskan kepada dunia pemasaran bahwa langkah pemasaran gaya lama (legacy) memang semakin lama, semakin mati.

Ketika itu saya bersama tim di MarkPlus, Inc sudah menyadari bahwa lanskap dunia pemasaran terus berubah.

Apa lagi “biang kerok”-nya kalau bukan produk-produk teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih dengan aplikasi web 2.0, yang membuat dunia ini semakin horisontal dan demokratis.

Seiring dengan masuknya kita ke dalam awal abad-21 ini, dunia teknologi semakin memberikan interaksi, partisipasi, dan peluang untuk berkolaborasi, membawa kita para pemasar untuk melakukan praktek pemasaran yang bertumpu pada jejaring saling terhubung dan berkembang biak.

Sejak itu saya bersama tim di MarkPlus, Inc semakin meneliti pergeseran perubahan lanskap dunia bisnis dan implikasinya terhadap praktek dan tata cara pemasaran di dunia yang baru ini.

Beberapa hasil penelitian ini telah dimuat dalam berbagai kesempatan, mulai dari penulisan 100 artikel di Kompas tahun lalu yang kemudian dijadikan buku “New Wave Marketing: The World is Still Round, the Market is Already Flat.”

Dari kolaborasi dengan Kompas tersebut, selama setahun belakangan saya keliling ke kampus-kampus, menghadiri seminar dan konferensi pemasaran, di dalam dan luar negeri dengan membawa tema pembicaraan “New Wave Marketing” sekaligus menyebarkan virus horisontalisasi pemasaran.

Kolom New Wave Marketing di rubrik ini akan memuat artikel-artikel yang berisikan percakapan (conversation) saya bersama pembaca kompas.com.

Selama beberapa bulan ke depan, kolom ini akan memuat tiga pokok bahasan utama yang dibagi kedalam kerangka why, what is, dan how to dalam konteks New Wave Marketing.

Di bagian “why new wave”, kita akan sama-sama melihat trend terbaru di lanskap bisnis termasuk di antaranya 10 faktor utama kenapa bisnis telah menjadi horizontal. Di sini pula akan dibahas kenapa bentuk model pemasaran Anda harus dirubah ke dalam praktek new wave.

Bagian kedua ”what is new wave”, akan membahas pergeseran strategi, taktik, dan value pemasaran. Dari sisi strategi pemasaran, terjadi pergeseran dari yang namanya Segmentation menjadi Communitization, Targeting menjadi Confirmation, dan Positioning menjadi Clarification.

Penerapan elemen taktik pemasaran pun berubah karena terjadi pergeseran praktek Differentiation menjadi Codification, dari bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion) menjadi New Wave Marketing-Mix 4C (co-creation, currency, communal activation, dan conversation) dan juga dari Selling ke Commercialization.

Begitupula dengan Marketing Value yang bergeser dari Brand ke Character, dari Service menjadi Care, dan dari Process menjadi Collaboration.

Bagian ketiga akan membahas bagian ”how to” atau bagaimana mengaplikasikan pola new wave marketing.

Ada beberapa sub-bagian yang akan dibahas di sini, di antaranya pembangunan tiga pilar utama new wave marketing: pengelolaan konsumen yang berbasiskan komunitas (community-based customer management), pengelolaan produk yang berbasiskan co-creation dengan komunitas (co-creation-based product management), dan juga pengelolaan brand yang berbasiskan karakter (character-based brand management).

Selain tiga pilar utama dalam praktek new wave marketing, lewat tulisan di bagian ketiga (”how-to”) pada kolom ini juga akan dibahas bahwa kalau Anda ingin melakukan pola pemasaran gaya baru ini, pada akhirnya Anda harus memiliki atau mungkin menunggangi tiga platform penghubung yaitu interaksi mobile, event experiential, dan social media yang ketiganya ada di dalam dunia online dan offline.

Beberapa studi kasus yang akan dibahas nantinya akan mengacu pada kerangka yang telah diurai di atas. Contoh perusahaan yang dimuat adalah mereka yang berlandaskan paradigma horisontal, masuk ke jejaring komunitas, dan menunggangi platform konektor yang ada di dunia online dan offline.

Tidak sedikit dari mereka telah sadar bahwa pemasaran gaya lama semakin lama semakin tidak mumpuni, dibutuhkan pendekatan baru, New Wave Marketing, yang lebih relevan dengan perubahan lanksap seperti sekarang.

Bagaimana pendapat Anda?

Catatan - Profil Hermawan Kartajaya,
"Pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing".

Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara."

Sumber : Kompas, 28.08.09.

09 November 2009

[EN-SEA] ELAA Comments on European Trades Post-Liner Conferences

The abolition of the liner shipping Conferences in Europe couldn't have come at a worse time for the industry, says Chris Bourne, executive director of the European Liner Affairs Association (ELAA).

Speaking at the Global Shipping Summit in Dalian last week, Bourne outlined the challenges members face in the current poor trading environment, coincidental with the EU's abolition of liner shipping Conferences.

Bourne did make it clear that the regulatory move to abolish Conferences in Europe in October 2008 had not precipitated the current crisis in liner shipping; but the timing couldn't have been worse.

However, the uncertainty created by the end of the Conference system inevitably added to the destabilisation of the market, and the freefall of rates on the major Asia-Europe trade might not have been so severe if the Conference system had still been active in Europe.

According to recently published ELAA statistics, the rate of decline in trade has slowed in the third quarter westbound on the Asia-Europe trade (down by 14% in Q3 compared with 22% in Q2).

But rates are still down 40 - 45%, although export volumes from Europe have improved and, in some recent months, exceeded last year.

There have been other consequences of Conference abolition that Bourne suggests might well have confused the market at a time when, as volumes dropped dramatically, keener focus would have been more beneficial.

One such issue was the uncertainty over ancillary charges and bunker and currency surcharges. With lines having to introduce their own tariffs, shippers have had difficulty in getting clarity in comparing the various rates on offer.

The global regulatory situation remains in flux, and such uncertainty would clearly not be good for any industry.

While the European Commission in Brussels had hoped that the regulatory bodies around the world would follow its lead in banning Conferences, there is little sign of this happening.

"There is little prospect of a global competition law for the shipping industry in the near future," says Bourne.

"While we have learned that meaningful dialogue with regulators is useful through our experience in Europe, the lines still feel threatened by competition law that certainly lacks uniformity around the world. The lines operate globally but the regulators do not, as yet, have the same global perspective."

Source : EFT, 28.10.09

[ID-BIZ] "Sariguna" Ekspansi Pabrik Air Minum Kemasan

Oleh : Dwi Wahyuni

PASURUAN, Jatim (bisnis.com): PT Sariguna Primatirta, anak perusahaan Tanobel Group, akan terus melakukan ekspansi pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek "Cleo" di berbagai daerah untuk memperpendek jalur distribusi.

Kushardianto, Sales Manager PT Sariguna Primatirta, mengatakan dalam waktu dekat atau sekitar awal Desember Tanobel Group ini akan membuka satu pabrik air minum dalam kemasan di NTB. Tahun depan rencana ekspansi yang sudah masuk adalah Bandung dan Samarinda.

Namun dia belum dapat menyebutkan besaran investasinya mengingat proses pembangunanya belum final. Pembangunan pabrik tersebut selain mendekati konsumen juga untuk memperpendek jalur distribusi.

Selama ini pengiriman produk antarpulau membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Pengiriman satu kontainer akan memerlukan biaya sekitar Rp8 juta--Rp9 juta.

"Jadi kecepatan produk sampai ke tangan konsumen ini penting untuk menjaga tingkat kesegaran produk sekaligus mendukung upaya memacu penjualan," ujarnya di sela-sela kunjungan pabrik Sariguna Primatirta (Tanobel Food) di Pandaan, Pasuruan.

Selain memproduki air oksigen tersebut, Tanobel Food juga memproduksi dua brand lainnya yakni mineral water Anda serta Anda Jouce.

Dia mengatakan setelah menggenjot penyebaran distribusi melalui pengembangan Cleo Mart, Sariguna siap memacu penjualan merek baru tersebut melalui pogram Cleo reward kepada konsumen seperti promo pembelian berhadiah.

Program menarik konsumen para ibu ini diharapkan akan mampu medorong pertumbuhan penjualan yang pada 2010 diperkirakan mencapai 50% seiring dengan pengoperasian pabrik dan Cleo Mart baru.

Saat ini, kata dia, jumlah Cleo Mart tersebut telah mencapai 30 gerai atau bertambah sekitar 12 gerai selama Oktober 2009, sedang yang inden masih sekitar sembilanan.

Jumlah pabrik yang dilengkapi dengan fasilitas produksi, kantor dan gudang itu tercatat delapan. "Operasional pabrik itu di antaranya berada di Pandaan, Jember, Makassar, Bali, Kudus, Bogor dan Medan," tambahnya. (tw)

Sumber : Bisnis Indonesia, 04.11.09.

08 November 2009

[EN-SEA] "K" Line Invests in Another Chinese Ship Repair Yard

KAWASAKI Kisen Kaisha, Ltd ("K" Line) has signed an agreement with "Zhejiang Eastern Shipyard Co Ltd" (Zesco) to invest in a joint venture set up by "Hanjin Shipping" and "Shunhe Shipping" to provide ship repair services.

Hanjin Shipping will hold 34 per cent, Shunhe Shipping, 34 per cent, Shanghai Changjiang Shipping (a Sinotrans unit) will hold 20 per cent with "K" Line holding 12 per cent.

Since the shipyard became fully operational in April, 24 vessels have so far docked there and 16 more are expected before the end of this year.

The deal was done "by accepting Zesco's [offer to] increase capital for third parties together with Shanghai Changjiang Shipping [a Sinotrans unit]," said a "K" Line statement.

Under the deal, "K" Line will secure a number of repair slots "for increasing numbers of large vessels" at Zesco as a main shareholder and user of the shipyard, which can "accommodate all kinds of vessels, not limited to containerships, without any narrow navigation restriction on the river," a "K" Line statement said.

This latest agreement comes in the wake of "K" Line participation in the ship repair business with "Titan Quanzhou Shipyard Ltd" (TQSL), which is under construction in Quanzhou City , Fujian province.

Last month, "K" Line said it also established a consultancy, named "Shanghai Brainy- Kawasaki Maritime Service Co" (SBK) to "provide full support when vessels dock" in both the Zesco and Titan yards.

The Zesco yard in the northern Zhoushan Islands covers 550,000 square metres with 1,900 metres of coastline.

It has a capacity to repair 150 vessels annually and is equipped with two large graving docks, a hull workshop, a repair berth, a paint shop and a mechanical-electrical workshop. Zesco plans to construct a second repair berth and third graving dock.

Source : HKSG, 07.11.09

[ID-BIZ] Program "FTZ" Batam Dinilai Gagal

BATAM, KOMPAS.com — Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau Rudy Chua menilai, Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) gagal menjadi percontohan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) bagi daerah lain di Indonesia karena penerapan FTZ di ketiga pulau itu tidak terlaksana dengan baik.

"BBK harusnya menjadi daerah percontohan FTZ di Indonesia, tapi menurut saya BBK produk gagal," kata Rudy Chua di Batam, Selasa. Ia mengatakan, pelaksanaan FTZ gagal karena pemerintah memberikan kewenangan yang setengah-setengah kepada Dewan FTZ.

Dewan FTZ, kata dia, tidak dapat bergerak penuh mengembangkan FTZ BBK karena dibatasi pemerintah. Selain itu, ada peraturan pemerintah lain yang berbenturan dengan prinsip FTZ BBK.

"Apa-apa, kembali ke pusat, kalau tidak, ada peraturan yang lebih tinggi yang menghambat," kata dia. Ia menyatakan, pelaksanaan FTZ ditertawakan investor asing.

"Mereka punya ekspektasi yang tinggi, karena dijanjikan yang bagus-bagus, tapi ternyata amburadul," kata anggota DPRD Kepri ini. Jika pemerintah menginginkan FTZ BBK berhasil, kata dia, seharusnya memberikan kewenangan dan kepastian hukum yang lebih.

"Jangan dilepas kepala, tetapi dipegang ekornya," kata dia. Di tempat terpisah Ketua Apindo Kepri Abidin Hasibuan mengatakan, FTZ belum berjalan seperti yang diharapkan.

Ia mengatakan pemerintah memiliki waktu enam bulan untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan FTZ, seperti yang dijanjikan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sumber : Kompas-Ant, 04.08.09.

NB :
Edisi 7/11 ngga terbit - Jakarta dan Tangerang mati listrik seharian, luar biasa. Prestasi PLN memang luar biasa. Telat bayar listrik, risiko diputus ... ehh giliran mati listrik, komplein digratisin. Mantap !

06 November 2009

[EN-SEA] Rising OOCL Star Erxin Yao Heads to US

Hong Kong: One of Hong Kong containerline OOCL’s rising stars is set to take up the reins of the firm’s American operations. Erxin Yao, currently managing director of OOCL (China) Ltd in Shanghai, will be transferred to the USA and take up the position of president of OOCL (USA) Inc.

Mr Yao will also become a member of OOCL’s Executive Committee and a Director of OOCL. Insiders say Mr Yao is being groomed for a very high up position within the Tung family controlled company in the future.

In the US, he will be taking over from Peter Leng, who is set to retire on January 1 after 34 years with company.

In other changes announced yesterday, with effect from January 1, 2010, Mr Stephen Ng, currently Senior Vice President, Transpacific, OOCL (USA) Inc, will relocate to Hong Kong as Director, Transpacific Trade.

Mr Paul Devine, currently Vice President, Transatlantic Trade, will relocate to San Ramon, California, as Senior Vice President of Sales.

Ms Pamela Tung will take up the position of Director, Transatlantic Trade, based in Hong Kong. With effect from November 1, 2009, Mr Henry Wong will relocate to Hong Kong to take up the position of Director of Corporate Logistics Department.

Mr Wong is currently head of OOCL Europe. Regions will report to Mr Bosco Louie, who will take up the position of Director of a new Regions Management Department.

Source : STA-Online, 30.10.09.

[ID-OTH] "Hackintosh", Kawin Silang Hack dan Macintosh

Apa sih OSx86 atau yang lebih sering disebut "Hackintosh"? Bagaimana istilah tersebut bisa muncul?

OSx86--asal kata dari OS X dan x86--adalah proyek kolaborasi hacking untuk menjalankan sistem operasi komputer Mac OS X pada PC non-Apple yang memiliki prosesor dengan arsitektur x86.

Geliat Hackintosh mulai terasa pada Juni 2005, saat WDC (Worldwide Developers Conference) Apple mengumumkan penggunaan prosesor Intel, menggantikan PowerPC yang selama ini menjadi otak komputer buatan mereka.

Pada Januari 2006, Apple meluncurkan sistem operasi Mac OS X 10.4.4 pada iMac dan MacBook Pro. Keduanya adalah mesin Apple generasi pertama yang menggunakan prosesor Intel.

Tepat sebulan kemudian, pada 14 Februari 2006, sebuah Mac OS X v10.4.4 dengan tambahan istilah Hack muncul dan ditampilkan di internet oleh seorang programer yang bernama Jonathan Black.

Seakan berlomba antara Apple dan para Hackintosher. Tiap kali Apple merilis update, dalam waktu dua minggu versi patchnya juga rilis di internet.

Sampai pada saat Leopard dirilis, semakin banyak orang ataupun tim OSx86 developer yang merilis DVD installer (distro). Beragam distro dengan nama sandinya.

Sebut saja Kalyway, iATKOS, Leo4All, Zephroth, iDeneb, XxX, iPC dan JaS. Installer ini semakin memudahkan orang untuk menginstal Hackintosh.

Perkembangan distro pun semakin memudar saat Snow Leopard dirilis. Distro ditinggalkan saat munculnya alternatif instal dengan menggunakan DVD retail dari rilis asli Apple dengan menggunakan bootable CD yang dinamakan Boot-123.

Sampai saat ini, Hackintash masih berada pada wilayah abu-abu. Pihak Apple Software Licence belum mengizinkan OS X di-instal pada komputer di luar produk Apple. Namun saat ini perkembangan Hackintosh makin pesat. Lihat saja di forum-forum dan dimilis.

Jumlah anggotanya semakin membludak. Tak hanya itu, posting tentang update pun kian cepat.

Demikian detikINET kutip, Senin (2/11/2009), dari Kopdar-3 Indonesia Hackintosh Community.

Sumber : Detikcom, 2.11.09.