29 Agustus 2010

[280810.ID.LOG] Angkutan Peti Kemas Pakai Kereta Saja

JAKARTA, KOMPAS.com  Pemerintah mendorong pelaku bisnis yang terbiasa melakukan perdagangan internasional untuk menggunakan moda kereta api sebagai alat angkut barang yang akan mereka ekspor atau impor ke dan dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Namun, ini baru akan terealisasi jika jalur kereta api antara Tanjung Priok-Cikarang (Bekasi) serta Tanjung Priok-Manggarai (Jakarta Selatan) sudah terhubung kembali.

"Selain naik truk, kami mendorong penggunaan kereta. Untuk itu, kami menelusuri jalur ini (jalur jalan truk dan bakal jalur rel kereta api), sekaligus melihat jalan yang tadi belum selesai (di kawasan Semper, Jakarta).

Nanti (keretanya) akan berhenti di sini (Tanjung Priok). Ini adalah baru tahap pertama. Tahap berikutnya, kereta akan berlanjut ke pelabuhan yang dituju," ungkap Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Sabtu (28/8/2010) saat melakukan Kunjungan Kerja di pelabuhan tanpa kawasan perairan (Dry Port) Jababeka, Cikarang, Bekasi.

Untuk mendorong penggunaan kereta api pada angkutan barang, Hatta menyebutkan, ada beberapa jalur ruas kereta lagi yang perlu diperbaiki. Jalur yang diperbaiki itu harus selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. Itu akan mencakup jalur lingkar selatan Cikarang.

"Itu sepur lintas Cikarang. Intinya dari Dry Port (Cikarang) ke sini (Tanjung Priok) akan mengunakan kereta api sebagai moda angkutan barang. Jika sudah beralih ke kereta, maka beban jalan akan berkurang," tuturnya.

Hatta juga menyoroti kondisi jalan di sekitar Cilincing, penghubung Bekasi dengan Tanjung Priok, yang macet parah. Untuk mengurangi kemacetan di ruas itu, pemerintah tengah memikirkan pengaturan kontainer kosong yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan mengatur kontainer kosong, tidak ada lalu lintas yang berulang-ulang.

"Kami sudah mempertimbangkan untuk memindahkan kontainer kosong yang ada di pelabuhan ini (Tanjung Priok) sehingga tidak akan terjadi arus lalu lintas yang berulang-ulang. Datang dari pabrik, mengangkut kontainer kosong, lalu mengisi kontainernya dan kembali lagi ke jalur yang sama. Kami sudah meminta Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk memindahkan kontainer kosong ke kawasan industri," tutur Hatta.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan penyelesaian jalan tol, Semper-Cilincing, yang seharusnya sudah bisa digunakan sekarang. Namun, penggunaan tol itu tertunda akibat ada masalah terkait penyelesaian pembebasan tanah.

"Ini akan dipercepat sehingga pada 2012 bisa berjalan semua. Artinya kami meningkatkan produktivitas dan kapasitas industri karena terjadi percepatan arus pengiriman barang," ungkap Hatta.

Sumber : Kompas, 28.08.10.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar