26 Februari 2017

[260217.ID.BIZ] Dewan Pelabuhan Dukung Modernisasi Tanjung Priok

Jakarta - Dewan Pelabuhan Tanjung Priok mendukung rencana modernisasi pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Menurut Sungkono Ali, anggota Dewan Pelabuhan Tanjung Priok, salah satu aspek yang akan dimodernisasi adalah container freight station (CFS) atau tempat bongkar muat kontainer yang saat ini tersebar di sekitar 15 lokasi di Tanjung Priok.

Dewan Pelabuhan Tanjung Priok adalah wadah komunikasi dan konsultasi antara penyelenggara pelabuhan, para penyedia dan pengguna jasa pelabuhan terkait kegiatan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok.

“CFS hanyalah salah satu aspek modernisasi pelabuhan yang dibahas dalam meeting kemaren. Layanan CFS yang terintegrasi dengan menggunakan IT akan banyak memberikan manfaat positif,” ujar dia, Minggu (26/2).

Menurut dia, layanan CFS dengan IT akan dapat membuat tenaga kerja yang dibutuhkan berbagai pihak salah satunya Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi lebih efisien. Jika selama ini di setiap CFS butuh sekitar dua orang tenaga, 15 CFS yang saat ini beroperasi dibutuhkan minimal 30 orang. Melalui sistem yang terintegrasi dengan IT, jumlahnya bisa dikurangi.

“Manfaatnya sangat besar dengan konsolidasi tata kelola pelabuhan, lebih mudah mengontrol pendapatan negara Bea Cukai,” lanjut dia.

Ke depan, integrasi CFS tidak hanya dalam aspek IT, tetapi juga konsolidasi lokasi, sehingga akan ada satu lokasi khusus CFS untuk less than container load (LCL). Rencananya ada lokasi khusus yang disiapkan untuk menjadi lokasi konsolidator CFS.

“Jika nanti ada lokasi khusus, kami siap mendukung tetapi dengan syarat para pelaku (CFS) yang sudah lama tidak digusur. Jadi seandainya disiapkan di satu lokasi khusus, 15 lokasi CFS yang saat ini tidak langsung ditutup," kata dia.

Sungkono lebih lanjut menjelaskan, di lokasi baru pun sebaiknya PT Pelindo II sebagai otorita pengelola pelabuhan tidak ikut berbisnis. Pelindo II cukup menyediakan tempat sedangkan pengelolanya bisa pengelola CFS yang selama ini berjalan.

“Nanti bisa diatur untuk profit sharing dengan Pelindo. Modernisasi pelabuhan Tanjung Priok harus mendengarkan masukan dari para pelaku (CFS) yang saat ini sudah beroperasi," ujar dia.

Menurut Sungkono, masih akan ada beberapa pertemuan lanjutan untuk membahas mengenai CFS dan strategi modernisasi Pelabuhan Tanjung Priok. Integrasi layanan CFS nantinya dapat membantu mempercepat menurunkan dwelling time di Tanjung Priok.

Sumber : BeritaSatu, 26.02.17.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar