16 April 2011

[160411.ID.LAN] JICA Setujui Pembiayaan MRT Rp10 Triliun

JAKARTA: Tender pra kualifikasi proyek Mass Rapid Transit (MRT) akhirnya diumumkan setelah Japan International Coorporation Agency (JICA) menandatangani pembiayaan sebesar Rp10 triliun. 

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan pengumuman tender pra kualifikasi proyek MRT akhirnya dilakukan pada Jumat (15/4) setelah JICA menandatangani kesepakatan dana proyek. Untuk tahap pertama, JICA akan membiayai proyek MRT sebesar Rp10 triliun.

“Kemarin [Kamis], ada jawaban resmi dari JICA soal persetujuan pra kualifikasi proyek MRT, mereka setuju untuk membiayai,” kata Tundjung dalam jumpa pers di kantor kemenhub, Jumat sore.

Dia menambahkan dengan demikian akan menjawab wacana yang berkembang bahwa pihak Jepang, yakni JICA, menarik diri untuk membiayai proyek MRT akibat negaranya dilanda gempa dan tsunami.

PT Mass Rapid Transit Jakarta akhirnya mengumumkan tender pra kualifikasi secara terbuka di media massa pada Jumat (15/4).

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan proyek MRT ini sudah 20 tahun dibicarkan, dan terus mengalami tarik ulur, dengan demikian proyek ini tidak bisa diundur lagi dan harus segera diimplementasikan.

“BUMN kita siap kok mengerjakan proyek ini, pemerintah akan mendukung, karena proyek ini sangat mendesak dalam jangka pendek untuk mengurai kemacetan Jakarta,” tutur Menhub.

Dalam pengumuman pra kualifikasi ini, tender dibagi dua klasifikasi yakni untuk kontrak bagian permukaan (surface section) atau bagian melayang, serta untuk kontrak bagian bawah tanah (underground section).

Untuk seksi surface section, terbagi atas tiga yakni pertama depot and elevated station (depo dan stasiun melayang), kedua, elevated structures and stations (struktur melayang dan stasiun), dan ketiga elevated structures and stations (struktur melayang dan stasiun).

Untuk seksi di bawah tanah (underground section), juga terbagi tiga yakni CP 104, CP 105, dan CP 106 yang terdiri dari underground and tunnels (bawah tanah dan terowongan).

Dalam data kemenhub, pendanaan dari JICA untuk proyek MRT ini tterdiri dari dua jenis yakni kesepakatan pinjaman No. IP-536 untuk engineering services loan/LA-1 untuk Lebak Bulus-Bundaran HI. Dana yang digelontorkan sebesar 1.869 juta yen dengan masa berlaku 22 Maret 2012.

Ruang lingkup dari pinjaman IP-536 ini yakni basic engineering design, management services (on granting kepada Pemda DKI Jakarta), assistance to contractor tendering (on granting kepada Pemda DKI Jakarta).

Jenis pinjaman selanjutnya yakni kesepakatan pinjaman No. IP-554 yakni engineering services loan/LA-2 Lebak Bulus -- Bundaran HI. Pinjaman sebesar 48.150 juta yen dengan masa berlaku 29 Juli 2009 - 29 Juli 2019. Ruang lingkup yakni civil works and equipment supply (on granting kepada PT Mass Rapid Transit Jakarta), consulting services (on granting kepada PT Mass Rapid Transit Jakarta). (sut)

Sumber : Bisnis Indonesia, 15.04.11.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar