01 Juli 2015

[010715.ID.BIZ] Penumpang Kereta Api Naik 27% Per Tahun

JAKARTA. Penumpang kereta api meningkat sekitar 27 persen setiap tahun sejak perbaikan sistem penjualan tiket dan pelayanan kereta yang lebih nyaman, kata seorang pejabat PT Kereta API Indonesia.

"Dari 2013 sampai 2014 peningkatan jumlah penumpang sekitar 27 persen dan itu diperkirakan selalu meningkat setiap tahunnya," kata Direktur Keuangan PT KAI Kurniadi Atmosasmito usai menandatangani kerja sama terkait distribusi tiket dengan CIMB NIAGA di Jakarta, Rabu malam.

Ia menjelaskan penaikan jumlah penumpang ini harus diikuti dengan peningkatan pelayanan yang baik.

"Pada wilayah Jabodetabek saja per hari sekitar 400 ribu penumpang, ini akan terus meningkat," kata Kurniadi.

Oleh karena itu PT KAI berencana menambah sebanyak 1.000 rangkaian kereta api untuk dioperasikan guna mengantisipasi semakin meningkatnya pengguna kereta.

Selain itu PT KAI juga telah bekerja sama dengan perbankan untuk mempermudah distribusi tiket.

Bisnis perbankan mulai menjajaki kerja sama dengan PT KAI terkait penjualan tiket melalui jalur ''online'' atau daring kepada para nasabah.

"Kami melihat ini peluang, dan suatu inovasi bagus untuk memberi pelayanan maksimal bagi nasabah," kata Head of Chards and Merchant Business CIMB Niaga Bambang Karsono Adi.

Usai jumpa pers peluncuran transaksi online, ia menjelaskan kerja sama ini merupakan bentuk dukungan nyata pada perkembangan bisnis ''e-commerce'' terhadap nasabah.

Menurut data dari kominfo.go.id, pada kuartal ke-IV 2014, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 83,7 juta pengguna, dengan perkiraan sales volume sebesar Rp150 triliun.
Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 123 juta pengguna internet dengan total sales volume sebesar Rp278 triliun di akhir 2018.

Dengan mengunjungi situs CIMB Niaga, nasabah akan ditawarkan penjualan tiket online beserta dengan waktu keberangkatan dan pemilihan tempat duduk secara langsung.

Sumber : Antara – Kontan, 01.07.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar