12 Juli 2015

[120715.ID.BIZ] Ekonomi Loyo: Mandiri Turunkan Target Laba Rp20 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. merevisi turun target laba bersih pada tahun ini ke posisi Rp20 triliun, melihat perlambatan kondisi ekonomi yang menyebabkan perseroan harus lebih selektif dan hati-hati dalam menggenjot kredit.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2015, perseroan awalnya membidik pertumbuhan kredit di posisi 15%-17%.

Namun, melihat realisasi sepanjang semester pertama tahun ini, emiten berkode saham BMRI tersebut merevisi ke bawah target pertumbuhan kredit pada RBB 2015 menjadi 13%-15%.

"Laba juga kami revisi maksimal tumbuh 10%. Jadi akhir tahun nanti maksimal posisi laba Bank Mandiri Rp20 triliun," ujar Rohan kepada Bisnis, pekan ini.

Nantinya, lanjut Rohan, perseroan bakal mengalokasikan 30% dari laba bersih tersebut untuk pembayaran dividen. Sementara sisanya, bakal digunakan untuk menambah modal BMRI.

Dari laporan keuangan publikasi Bank Mandiri, sepanjang kuartal I/2015, perusahaan telah mencatatkan total modal bank konsolidasi senilai Rp104,41 triliun.

Laporan keuangan tersebut merinci modal inti perseroan tercatat sebesar Rp89,68 triliun, sedangkan modal pelengkap senilai Rp14,73 triliun pada akhir Maret 2015.

Dengan penambahan modal dari laba ditahan, Rohan menyebutkan pada akhir tahun nanti setidaknya perseroan bakal membukukan posisi modal sekitar Rp114 triliun-Rp115 triliun.

Adapun, untuk pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini, Rohan menilai pertumbuhan ekonomi bakal ditopang belanja pemerintah, pembangunan infrastruktur, dan konsumsi masyarakat. Sementara itu, di sisa 6 bulan tahun ini, BMRI bakal mengandalkan pertumbuhan kredit dari sektor infrastruktur dan mikro.

Rohan merinci, sepanjang kuartal I/2015, Bank Mandiri telah meneken komitmen untuk kredit infrastruktur senilai Rp64,6 triliun. Kemudian, di periode yang sama, BMRI juga telah mencatatkan pertumbuhan kredit mikro sebesar 32% secara year on year (y-o-y) dari Rp28,2 triliun pada akhir Maret 2014 menjadi Rp37,22 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin pun mengakui di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, sulit bagi perseroan untuk mencapai target laba yang diterakan dalam RBB 2015.

Apalagi, menurut Budi, kondisi pada semester II/2015 tak lebih baik dibanding periode sebelumnya.

“Untuk bertahan saja lumayan berat. Setidaknya kami menjaga agar tidak turun ,” jelas Budi.

Sementara itu, dari laporan publikasi bulanan (tidak diaudit) BMRI, hingga bulan kelima tahun ini, perseroan menuai laba bersih senilai Rp8,79 triliun atau tumbuh 20,9% y-o-y.

Kendati mencatatkan pertumbuhan laba cukup signifikan, Budi mengungkapkan perolehan tersebut belum memperhitungkan biaya pencadangan.

“Kami otomatis ingin terus mencadangkan sehingga kalau ada penurunan kredit, kami mempunyai pencadangan yang cukup,” kata Budi.


Sumber : Bisnis Indonesia, 12.07.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar