22 Juli 2015

[220715.ID.BIZ] Bos Toshiba Terlilit Skandal Akuntansi

TOKYO. Hisao Tanaka, Chief Executive Officer (CEO) Toshiba Corp mengundurkan diri hari ini, Selasa (21/7) atas kasus penyimpangan akuntansi. Selain Tanaka, tujuh eksekutif lainnya mundur dari perusahaan elektronik tersebut.

Panel investigasi independen yang terdiri dari akuntan dan pengacara menemukan, Tanaka secara sadar mengetahui penggelembungan laba operasional setidaknya sebesar 151,8 miliar yen atau sekitar US$ 1,2 miliar selama enam tahun terakhir. Tidak ada gugatan yang dilayangkan terhadap delapan eksekutif tersebut terkait penemuan ini.

"Ini merupakan kejadian paling merusak brand kami selama sejarah Toshiba 140 tahun," kata Tanaka. Dalam pemaparan publik, Tanaka dan eksekutif juga membungkuk meminta maaf pada publik.

Menurut hasil investigasi yang telah dimulai sejak Mei ini, Tanaka dan top eksekutif menekan divisi bisnis untuk mencapai target yang sulit. Karyawan tidak bisa menolak permintaan atasan ketika diminta menunda melaporkan kerugian.

"Penyimpangan akuntansi ini disembunyikan secara terampil dari peninjau luar perusahaan," tulis investigasi yang dirilis kemarin.

Awalnya, Toshiba melakukan investigasi internal untuk divisi infrastruktur, yang mencakup bisnis peralatan nuklir, hydroelectric, dan pembangkit listrik tenaga angin. Perusahaan kemudian menunjuk panel pihak ketiga untuk melebarkan investigasi di produk visual, komputer, dan semikonduktor.

Chairman Masashi Muromachi akan menjadi presiden interim Toshiba menggantikan Tanaka. Perusahaan akan mengumumkan jajaran eksekutif baru pada pertengahan Agustus mendatang. Toshiba juga tengah mempertimbangkan penjualan sebagian aset, termasuk di bisnis sekuritas dan real estate untuk meningkatkan kas.

Tak diduga, saham Toshiba melesat 6,1% dalam perdagangan di Tokyo hari ini. Namun, sejak investigasi dimulai Mei lalu, saham Toshiba sudah merosot 17%.

Toshiba harus membuat perubahan dalam 18 bulan mendatang. Jika tidak, otoritas bursa Tokyo bisa mendepak perusahaan dari daftar perusahaan publik.


Sumber : Kontan, 21.07.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar