17 Agustus 2015

[170815.ID.BIZ] Juni, Sinar Mas Kucurkan Rp 11 T Untuk Investasi

JAKARTA. Semester I-2015 bukan periode yang mudah bagi para emiten. Namun, mereka tidak tidak berhenti melakukan ekspansi.

Seperti yang dilakukan Grup Sinar Mas. Grup taipan milik keluarga Eka Tjipta Widjaja ini tetap menggelontorkan dana untuk berinvestasi.

Ada 11 perusahaan milik Sinar Mas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengutip laporan keuangan mereka, total nilai investasi yang telah digelontorkan sepanjang paruh pertama 2015 sedikitnya mencapai Rp 11,62 triliun.

Nilai investais terbesar ada di sektor properti. Ada tiga perusahaan properti Sinar Mas yang mejeng di BEI. Ketiga emiten itu adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).

Total nilai investasi ketiganya, termasuk investasi dalam saham, sekitar Rp 6,11 triliun. Di sektor perkebunan, melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), Sinar Mas pun mencairkan dana investasi sekitar Rp 1,29 triliun.

Dana itu antara lain untuk integrasi usaha produk konsumen dan aktivitas perdagangan sebesar Rp 1,09 triliun. Lalu, untuk perkebunan senilai Rp 173,83 miliar dan lainnya sebesar Rp 30,95 miliar.

Pada semester pertama 2015, SMAR belum bisa mencatatkan kinerja positif. Emiten perkebunan ini mencatatkan kerugian sekitar Rp 30,17 miliar per akhir Juni 2015.

Selanjutnya, dua produsen kertas dan bubur kertas Sinarmas telah merealisasikan dana investasi sekitar US$ 216,95 juta. Kedua perusahaan ini adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Di sektor keuangan, Sinar Mas pun tidak tinggal diam. Melalui PT Sinar Mas Multi Artha Tbk (SMMA), dan PT Bank Sinar Mas Tbk (BSIM), investasi di sektor keuangan Grup sedikitnya ada Rp 354,85 miliar.

Adapun, di sektor komunikasi, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mengeluarkan sekitar Rp 1,65 triliun untuk investasi. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) pun melanjutkan investasinya dengan menggelontorkan dana sekitar US$ 58,83 juta. Dana ini termasuk pembayaran uang muka ganti rugi lahan.


Sumber : Kontan, 17.08.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar