18 Agustus 2015

[180815.ID.BIZ] Cerahnya Masa Depan Startup e-commerce di Indonesia

JAKARTA - Bisa dibilang saat ini merupakan era smartphone dan internet. Bagaimana tidak, perangkat mobile ini sudah digunakan oleh semua kalangan masyarakat, baik tua, muda, di desa maupun di kota.  Bukan hanya untuk komunikasi, tapi juga untuk berbisnis.

Bahkan peran perangkat ini diperkirakan bakal makin meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

"Saat ini 70 persen transaksi yang berlangsung di Bukalapak.com sudah menggunakan smartphone dan diperkirakan bisa akan mencapai angka 95% dalam 2-3 tahun ke depan," jelas Achmad Zaky, CEO & Co-Founder Bukalapak.com, dalam keterangan persnya, hari ini.

Zaky mengatakan, seiring dengan penjualan smartphone yang terus meningkat, diperkirakan 3 tahun ke depan akan ada 100 juta unit smartphone baru. Maka transaksi e-commerce ke depannya akan didominasi melalui smartphone.

"Meningkatnya angka pengguna smartphone ini juga didorong oleh makin terjangkaunya harga smartphone. Ibu-ibu rumah tangga, tukang ojek, tukang bakso dan penyedia jasa informal lainnya semakin banyak yang menggunakan smartphone," sambungnya.

Menurutnya, para pengguna smartphone tersebut juga akan menggunakannya untuk bertransaksi di e-commerce, seperti untuk jual-beli barang, melakukan pemesanan tiket pesawat dan hotel, serta melakukan pemesanan jasa transportasi ojek, taksi dan lainnya.

Cerahnya masa depan e-commerce di Indonesia ini juga didukung oleh keberadaan talent-talent terbaik di bidang teknologi informasi, baik lulusan perguruan tinggi lokal ternama di Indonesia maupun jebolan universitas di luar negeri.

"Bahkan diaspora Indonesia juga tertarik untuk kembali ke Indonesia dan bergabung dengan start up lokal. Di Bukalapak.com sudah ada diaspora Indonesia yang sebelumnya bekerja di Singapura dan Jepang, mereka bersedia pulang ke Indonesia dan turut mengembangkan industri e-commerce Indonesia," jelas Zaky.

Dia menjelaskan, kondisi ini didorong oleh makin majunya industri e-commerce Indonesia khususnya startup lokal sehingga menciptakan situasi kondusif bagi talent-talent di bidang TI untuk tumbuh berkembang di dalamnya.

"Mereka yang dulu berorientasi bekerja di perusahaan perbankan, oil & gas, multinational company maupun perusahaan TI internasional, kini mau bergabung dengan e-commerce lokal yang sedang berkembang pesat," terangnya.

Menurut Zaky industri startup yang benar adalah seperti ini, yang bottom line -ya talent-talent terbaik di bidangnya. Sehingga jika mereka keluar dari startup dimana mereka bekerja sekarang, mereka akan bisa menciptakan startup-startup baru.

Selain itu ada hal yang lebih penting yaitu menciptakan perusahaan dan industri yang sustain. Karena jika perusahaan dan industrinya tidak sustain dan bisa hancur maka talent-talent terbaik tadi akan balik kandang, kembali ke kampus, ke laboratorium dan lainnya.

"Harapannya adalah startup-startup yang ada sekarang bisa sustain dan tumbuh berkembang lebih pesat lagi, sehingga makin banyak muncul startup-startup baru dan ekosistemnya akan semakin kuat dan bisa sustain," pungkas Zaky. (rl/sam/jpnn)


Sumber : JPNN, 18.08.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar