23 September 2016

[230916.ID.BIZ] Sharp Bangun Pabrik AC Di Karawang

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan elektronik Jepang, Sharp Corp, akan membangun pabrik pengatur suhu udara dalam ruang (AC) di Indonesia dalam jangka menengah ini, menyusul permintaan produk tersebut yang terus tumbuh di dalam negeri.

"Untuk menjadi pemimpin pasar (AC) di Indonesia, salah satu yang akan dilakukan Sharp adalah membangun pabrik AC di Karawang, Jawa Barat, dalam jangka menengah," kata GM Divisi Perencanaan Produk PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Herdiana Anita P, di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Dikatakan, AC merupakan salah satu produk elektronik yang masih tumbuh sepanjang tahun ini, di tengah penjualan barang elektronik lain yang cenderung turun.

"Permintaan AC masih tumbuh sekitar enam persen, padahal (permintaan) barang elektonik lain turun," ujar Herdiana.

Dia memperkirakan permintaan AC yang masih tumbuh tahun ini terkait dengan penetrasi produk tersebut yang masih kecil dibanding dengan lemari es, televisi, dan mesin cuci.

"Penetrasi pasar AC di Indonesia masih sekitar 26 persen, sedangkan produk elektronik lainnya di atas itu," ujarnya.

Saat ini, menurut Manager Departemen AC, Pemurni Udara, dan Mesin Cuci SEID Darma Effendi, Saat ini Sharp menjadi pemain ketiga terbesar di pasar AC Indonesia, setelah Panasonic dan LG.

"Kami pernah menjadi pemimpin pasar AC, karena itu kami mencanangkan kembali target menjadi nomor satu, antara lain dengan memperpanjang lini produk dan membangun pabrik di Indonesia," ujarnya.

Darma mengatakan SEID berencana membangun pabrik AC di Karawang pada 2018, dekat dengan pabrik lemari es dan mesin cuci, serta produk elektronik lainnya yang telah diproduksi di Indonesia. "Selama ini kami mengimpor produk dari Thailand," ujarnya.

Saat ini SEID menguasai sekitar 16 persen pasar AC di Indonesia, dengan produk unggulan di segmen AC 1/2pk dan 1Pk. "Tahun depan kami optimistis pangsa pasar AC Sharp bisa naik menembus 22 persen," ujar Darma.

Pasar AC di Indonesia sendiri diakuinya cukup menggiurkan para pemain elektronik karena tumbuh terus, seiring dengan pertumbuhan permintaan rumah di Indonesia.

Sumber : Bisnis Indonesia, 22.09.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar