18 Februari 2014

[190214.ID.AIR] Malaysia Airline Pesan 100 Pesawat, Tangkis Serangan Pesaing



Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Malaysia Airline System Bhd (MAS) berencana untuk memesan 100 pesawat angkut untuk menangkis serangan pesaing yang memberi kontribusi kerugian dalam 3 tahun berjalan, kata seseorang yang dekat dengan hal tersebut.
 
Perusahaan milik negara itu melirik berbagai model pesawat jarak pendek dan jarak jauh dari Airbus Group NV (AIR) dan Boeing Co (BA), kata sumber yang meminta untuk tidak diidentifikasi karena informasi yang bersifat pribadi.

Sebuah keputusan tentang pembelian dapat diambil pada akhir semester pertama tahun ini, katanya, kemarin.
Air Malaysia berusaha mendapatkan kiriman pesawat baru pada akhir 2016 atau awal 2017. Pesawat tersebut akan meng-upgrade armada untuk dekade berikutnya.

Pesawat angkut yang dibutuhkan adalah jet baru yang hemat bahan bakar untuk memotong biaya di tengah meningkatnya saingan dari maskapai penerbangan berdiskon, seperti AirAsia (AIRA) Bhd, yang telah mengarahan ratusan pesawat untuk menyambut pariwisata Asia yang meningkat.

"Malaysia Air saling bersaing dengan maskapai lain," kata Mohshin Aziz, analis Maybank Investment Bank Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon. "Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan mengingat kompetisi di industri."

Najmuddin Abdullah, juru bicara Malaysia Air, tidak menjawab panggilan telepon genggamnya hari ini. Dia tidak menanggapi e-mailyang dikirim kemarin.

Saham Malaysia Air turun 4,8% menjadi 29,5 sen per 11:59 di perdagangan Kuala Lumpur, tertinggal patokan FTSE Bursa Malaysia KLCI Index (FBMKLCI) , yang mengalami penurunan 0,1% menjadi 1.823,33.

AirAsia, Lion
Maskapai nasional yang didirikan dengan nama Malayan Airways Ltd pada Oktober 1937 itu mengoperasikan armada 88 pesawat, menurutwebsite-nya.

Maskapai yang menerbangkan pesawat jet Boeing dan Airbus, mengangkut 37.000 penumpang setiap hari untuk 80 tujuan di seluruh dunia.

Sementara itu, selama dekade terakhir sekitar 15 operator bertarif rendah mulai terbang di Asia - Pasifik seiring dengan meningkatnya urbanisasi di wilayah ini dan berkembang kelas menengah yang mendorong perjalanan.

Pertumbuhan Asia kontras dengan pasar yang matang dari AS dan Eropa, di mana kelebihan kapasitas pesawat telah menyebabkan konsolidasi.

AirAsia, maskapai berdiskon terbesar di wilayah ini, telah memiliki sekitar 140 pesawat A320 dalam operasinya, ditambah 335 pesawat yang saat ini dipesan.

Sementara itu, di Indonesia, PT Lion Mentari Airlines memiliki armada 105 pesawat yang kuat, dan raksasa 650 Airbus dan Boeing bertubuh sempit yang segera datang.

VietJet Aviation Joint Stock Co., maskapasi swasta Vietnam, pekan lalu menandatangani sebuah pengadaan 100 pesawat Airbus.

Hampir setengah dari pertumbuhan lalu lintas udara dunia ada di rute Asia selama 20 tahun ke depan, kata kepala pemasaran Boeing Randy Tinseth, di mana operator dari wilayah tersebut memperoleh 12.820 pesawat, atau 36% dari total global.

Sementara itu, pesaing Airbus menempatkan angka 11.000 pesawat.

Sumber : Bisnis Indonesia, 19.02.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar