23 Februari 2014

[230214.ID.SEA] Ini Alasan 5 Rute Pelayaran Dari Tanjung Perak Ditata Ulang

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menata ulang lima rute pelayaran domestik melalui penerapan model bongkar-muat terjadwal menjelang operasional Terminal Teluk Lamong.

Direktur Operasi dan Teknik Pelindo III Faris Assagaf menguraikan rute yang ditata ulang meliputi jalur Belawan-Surabaya, Tanjung Priok-Surabaya, Surabaya-Balikpapan, Surabaya-Makassar, Surabaya-Papua (Sorong).
"Kenapa yang ditata jurusan itu, kok tidak Sampit? Karena kedalaman pelabuhan di 5 rute mendukung kapal dengan kapasitas besar, minimal 320 Teus," jelasnya, Minggu (23/2/2014).
Selain faktor kedalaman, sambungnya, lima titik tersebut memiliki signifikansi terhadap arus peti kemas domestik. Sehingga penataan ulang rute yang disertai penjadwalan waktu bongkar muat menjamin efektivitas pengangkutan.
Menurutnya, penataan 5 rute melalui penerapan sistem bongkar terjadwal pasti (window system) sudah dilakukan sebulan terakhir. Pola ini membuat bongkar-muat tidak lagi berdasar kapal datang awal maka mendapat layanan pertama tetapi semua terjadwal sebelumnya.
Faris menilai model jadwal sandar yang pasti mendorong efisiensi operasional kapal. Selain itu, efisiensi juga bertambah saat Terminal Teluk Lamong yang terintegrasi di satu kawasan beroperasi Mei mendatang.
"Saat Teluk Lamong operasional dan rute baru dengan window system sudah tertata maka bisa mendorong peti kemas domestik yang tujuan internasional. Transhipment bisa di Teluk Lamong juga makanya lebih efisien," urainya.
Sebagai pembanding, lanjut dia, peti kemas domestik tujuan ekspor saat tiba di Tanjung Perak harus diangkut trailer ke depo sebelum dikirim ke terminal internasional. Namun, saat di Teluk Lamong maka terminal domestik dan internasional berada di satu kawasan.
Terminal Teluk Lamong pada tahap pertama dikembangkan 38,8 hektare, di antaranya terdiri dari dermaga domestik dan internasional sepanjang 5 00 meter dan lebar 50 meter. Selain itu dibangun pula lapangan penumpukan peti kemas 15 hektare.
Faris menuturkan lapangan penumpukan domestik dan internasional itu nantinya bersebelahan. Sehingga untuk transhipment pemeriksaan kepabeanan bisa dilakukan di kawasan yang sama.
Adapun di sisi operasional kapal, sambung dia, sejumlah perusahaan telah berkomitmen mendukung penataan ulang dan sistem penjadwalan pelayaran (window system). Seperti rute Makassar-Surabaya yang terjadwal didukung 8 perusahaan, di antaranya PT Salam Pasific Indonesia Line, PT Samudera Shipping Service, PT Tanto Intim Lines, dsb.

Sumber : Bisnis Indonesia, 23.02.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar