04 Juni 2015

[040615.ID.BIZ] Molor Dari Target, Ini Kendala Yang Menghadang Proyek MRT Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA--Meski pembangunan terus berlanjut, PT MRT Jakarta tak menampik ada beberapa kendala yang dihadapi oleh PT MRT Jakarta. Faktor utama yang menghambat pelaksanaan konstruksi MRT di Ibu Kota adalah pembebasan lahan, sehingga pembangunan selesai pada 2018 dari target semula 2017.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Muhammad Natsir menjelaskan pihaknya tak bisa mengoptimalkan pengerjaan proyek lantaran masih adanya lahan-lahan yang belum dibebaskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Saat ini, kami hanya bergerak di titik yang status tanahnya sudah jelas. Kami tak tahu kapan hal itu bisa beres. Soal pembebasan tanah ini sudah diserahkan sepenuhnya ke Pemprov DKI," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Dia menambahkan pengeboran stasiun bawah tanah di Jakarta cukup menantang. Pasalnya, hal ini merupakan pengerjaan perdana yang dilakukan di Indonesia. Karena itu, kontraktor yang menangani pengerjaan sersebut harus melakukan investigasi status tanah sebelum memesan alat TBM.

Selain kendala fisik, Natsir mengungkapkan ada hambatan di sektor finansial. Biaya pembangunan MRT sendiri terancam membengkak sebesar Rp1,38 triliun menyusul tak kunjung tuntasnya pembebasan lahan di sejumlah tempat, perubahan terhadap standar penggunaan besi baja, dan perubahan rancangan.

Besaran tersebut didapat dari hasil penghitungan konsultan Jepang yang membawahkan proyek pembangunan MRT tahap satu. Biaya pembangunan MRT tahap pertama dikucurkan dalam dua tahap oleh Pemerintah Jepang.

"Soal kelebihan biaya masih dibahas oleh PT MRT Jakarta, Pemerintah Pusat, dan Pemprov DKI," ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia menghibahkan lahan seluas 1,2 hektar yang terletak di perbatasan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data yang diterima Bisnis.com, sisa titik lahan yang belum dapat digunakan untuk pembangunan proyek MRT terletak di Jakarta Selatan, yaitu kawasan Cipete, Cilandak, dan Fatmawati. PT MRT Jakarta membutuhkan 101 bidang tanah dengan luasan 93.456 m2.


Sumber : Bisnis Indonesia, 04.06.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar