23 Juni 2015

[230615.ID.BIZ] Menteri Rini Soemarno Marah Rini Soemarno

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno marah dengan tudingan utang dari China senilai US$50 miliar setara dengan Rp665 triliun dapat membuat BUMN Indonesia dikuasai China.

Rini mengatakan pinjaman dalam bentuk standby loan itu akan disediakan China Development Bank (CDB) dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC). Total pinjaman CBD senilai US$30 miliar dan ICBC senilai US$20 miliar.

Dia mengaku geram terhadap penilaian sejumlah pihak yang menuding pinjaman dari China akan membuat BUMN dikuasai oleh Negeri Tirai Bambu.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut karena pinjaman dari lembaga keuangan China itu seperti utang-utang yang dilakukan oleh BUMN-BUMN sebelumnya.

"Kok takut dikuasai China itu lho, BUMN kita kuat, BUMN kita pintar. Kita di Indonesia, bagaimana kita bisa dikuasai orang lain? Harusnya kita yakin bahwa kita punya kemampuan menguasai tempat kita sendiri," bebernya saat buka puasa bersama di rumah dinasnya, Kawasan Widya Chandra, Jakarta, akhir pekan lalu.

Pinjaman dari CDB dan ICBC, sambungnya, merupakan standby loan yang dapat ditarik kapan saja sesuai dengan kesepakatan.

Dia menilai, pembangunan proyek infrastruktur di Tanah Air selalu membutuhkan dana pinjaman yang tidak sedikit.

Dana fasilitas utang yang disediakan oleh CDB dan ICBC itu, katanya, tidak berbeda dengan pendanaan yang selama ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah.

Misalnya, PT Pelindo II beberapa waktu lalu telah merilis global bonds senilai US$1,6 miliar setara dengan Rp21,28 triliun.

Penyerapan global bonds yang diterbitkan Pelindo II itu dinilai merupakan sebuah kepercayaan investor internasional terhadap perusahaan BUMN.

Kerjasama antarnegara dinilai lebih mudah ketimbang masing-masing BUMN harus mencari pendanaan sendiri.

"Jadi begini, dari China ingin betul kerjasama dengan Indonesia itu berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, mereka melalui pemerintahannya, yakni NDRC national development reformation commission, mengatakan, oke BUMN saya yang bisa jadi partner Anda adalah yang ini," jelasnya.


Sumber : Bisnis Indonesia, 21.06.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar