05 Juni 2015

[050615.ID.BIZ] Toyota Astra Pangkas Rantai Pasok

Bisnis.com, JAKARTA- PT Toyota Astra Motor memutuskan untuk mengambil peran diler utama dalam mendistribusikan produk, memasarkan, hingga mengatur aliran barang purnajual sebagai langkah mengantisipasi kompetisi pasar yang kian ketat.

Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor ( TAM) Hiroyuki Fukui mengungkapkan beberapa tahun ke depan, kompetisi pasar otomotif di Indonesia kian sengit. Terlebih lagi, seiring waktu muncul permintaan yang kian berkembang dari konsumen.

Atas pertimbangan tersebut, TAM melancarkan strategi menjaga pasar melalui mekanisme distribusi yang terpusat. Artinya, TAM memotong fungsi yang selama ini dijalankan diler utama antara lain Auto2000, PT Hadji Kalla, PT Hasjrat Abadi, PT Dunia Barusa, dan PT Perintis Perkasa.

“Kami sudah mencoba seperti distribusi ke Sumatra yang dilakukan bersama antara TAM dan diler, itu bisa memangkas lead time  hingga 50%,” ujar Fukui, Rabu (3/6/2015).

Menurutnya, dengan ditariknya peran logistik tersebut, TAM dapa menghemat biaya operasional dan membuat diler fokus ke pelayanan pelanggan. Keputusan itupun tidak seketika diambil TAM, Fukui mengungkapkan kebijakan tersebut telah dirumuskan sejak awal tahun ini.

Penerapan strategi ini direncanakan mulai pada awal Agustus 2015, dilangsungkan secara bertahap hingga dijadwal selesai pada Maret 2016. Fukui menjamin langkah tersebut bukan merupakan upaya Toyota Motor Co mendirikan diler sendiri, melainkan menyederhanakan peran diler utama.

Tak hanya itu, dari sisi logistik, melalui strategi tersebut TAM berharap dapat mengontrol tiap permintaan dan pasokan (stok) yang berada di berbagai daerah. “Jadi kalau diler satu membutuhkan pasokan tetapi yang lain malah kelebihan, kami bisa upayakan mengaturnya,” tambah Fukui.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT TAM Suparno Djasmin mengatakan langkah TAM ini merupakan rangkaian kebijakan demi mencapai tingkat efisiensi yang lebih baik. Dia menjamin keberadaan diler akan lebih mengena jika memfokuskan peran pada pelayanan purnajual maupun penjualan di daerah.

Selama ini, TAM menyerahkan urusan distribusi kepada diler utama, pun terhadap penanggungan biaya logistik. Ke depan, Suparno menambahkan, TAM akan membahas besaran atau tanggungjawab biaya logistik tersebut antara diler dan korporasi.


Sumber : Bisnis Indonesia, 04.06.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar