14 Juni 2015

[140615.ID.BIZ] Ini Perhitungan Pemangkasan Biaya Logistik Jika Ada KA Pelabuhan Tanjung Priok


Bisnis.com, JAKARTA—Supply Chain Indonesia (SCI) berharap pemerintah segera mengoperasikan kereta api pelabuhan Tanjung Priok yang menghubungkan Stasiun Pasoso dan Jakarta International Container Terminal (JICT) guna mengurangi biaya logistik dan kompleksitas birokrasi pelabuhan.

Rudy Sangian, pakar kepelabuhanan/ Senior Consultant Supply Chain Indonesia, mengatakan kereta api terjadwal yang langsung menuju ke pelabuhan akan mengurangi beban jalan raya dikarenakan satu lokomotif bisa menarik 18 gerbong dan juga berdampak drastis pada pengurangan biaya logistik di Indonesia.

“Kepastian bahwasanya itu turun drastis dapat dihitung dari satu kereta api dapat menarik 18 gerbong datar/GD , sedangkan truk sekali jalan maksimal hanya mampu 2 kontainer,” jelas Rudy, pekan ini.

Berdasarkan hitungan Rudy, biaya angkut kontainer 20 feet Jakarta-Surabaya mencapai Rp7 juta per boks, sedangkan mengunakan KA tarifnya hanya Rp3,5 juta per boks. Hal ini berarti penghematan biaya bisa mencapai 50% ditambah dengan efisiensi waktu mengingat perjalanan KA Jakarta-Surabaya sekitar 18 jam.

Selain itu, aktifasi KA pelabuhan memberikan lima dampak langsung antara lain biaya tambahan lift on/ off (LOLO) GD yang menaikan biaya logistik, penurunan cost of OB (overbrengen), penurunan pendapatan Operator Lini DEPO/ TPS sepanjang Yos Sudarso, Cakung Cilincing, fenomena managing MT kontainer di DEPO area yang berdekatan dengan Kawasan Industri dan penurunan inlane carrier cost dari pelabuhan ke cross docking warehouse area.

Menurut Rudy, dari kelima poin di atas hanya satu item yang mempengaruhi kenaikan biaya logistik sisanya empat item menurunkan drastis biaya logistik.

Untuk mengatasi hal ini, kemampuan teknologi yang harus diupayakan sehingga LOLO sequence list dapat berjalan lancar sehingga tidak menimbulkan efek domino pada biaya penumpukan Lini I Pelabuhan yang akhirnya berpengaruh pada tingginya dwelling time atau waktu inap barang.

Sumber : Bisnis Indonesia, 14.06.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar