02 September 2014

[020914.ID.BIZ] BPJS Ketenagakerjaan: Pinjaman Uang Muka Perumahan Kurang Diminati Peserta

Bisnis.com, MAKASSAR - Fasilitas pinjaman uang muka kepemilikan perumahan BPJS Ketenagakerjaan cenderung kurang dimanfaatkan para pekerja yang terdaftar dalam kepesertaan di wilayah Sulawesi dan Maluku.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulama, realisasi pinjaman uang muka perumahan (PUMP) sepanjang januari-juli hanya 5,2% dari total target penyaluran yang mencapai Rp8,9 miliar hingga akhir tahun ini.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulama Arief Budiarto mengatakan minimnya penyaluran PUMP itu disebabkan sebagian besar peserta tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas pinjaman.
"Selain itu, kita akui juga karena peserta tidak memahami dan mengetahui jika BPJS Ketenagakerjaan memiliki fasilitas pinjaman ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (2/9/2014).
Di sisi lain, pemanfaatan fasilitas PUMP juga cenderung hanya dimanfaatkan oleh peserta jaminan sosial yang terdaftar pada kota utama di wilayah operasional Sulama.
Arief memaparkan, kontribusi terbesar penyaluran PUMP berada area Makassar dengan persentase sekitar 40% dari total pinjaman, disusul area lainnya seperti Palu, dan Manado.
Menurutnya, penyediaan fasilitas tersebut diharapkan lebih memudahkan tenaga kerja yang masuk dalam kepesertaan untuk mendapatkan KPR dari perbankan.
Usman Rappe, Manager Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulama, mengatakan fasilitas PUMP yang disediakan mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta yang diseseuaikan dengan besaran upah pekerja dengan bunga sebesar 3% per tahun.
"Untuk tenornya sendiri, kita tawarkan hingga 5 tahun. Tetapi memang sering terkendala karena upah dari peserta tidak memenuhi persyaratan administrasi," katanya.
Menurutnya, secara umum pada tahun ini terjadi kecenderungan penurunan peminat PUMP yang cukup besar dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang juga dipengaruhi adanya regulasi bank sentral terkait pengetatan KPR.
Adapun, sepanjang tahun lalu BPJS Ketenagakerjaan Sulama berhasil menyalurkan PUPM hingga Rp7,2 miliar.

Sumber : Bisnis Indonesia, 02.09.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar