17 September 2014

[170914.ID.BIZ] Epidemi EBOLA: Sierra Leone Hadapi Kelumpuhan Ekonomi


Bisnis.com, FREETOWN – Pemerintah Sierra Leone menyatakan penerimaan negara semester pertama tersebut tidak mencapai target, terdampak oleh pemangkasan produksi oleh korporasi akibat meluasnya wabah ebola yang menewaskan total 2.500 penduduk.

Bank sentral Sierra Leone, Senin (15/9/2014) mengumumkan pendapatan 1,3 triliun leones atau setara US$299 juta pada paruh pertama, di bawah target pemerintah yaitu 1,5 triliun leones.

Menurut Menteri Keuangan Kaifala Marah, ekonomi diprediksikan bertumbuh 7%-8% tahun ini, turun dari estimasi sebelumnya yaitu 12%-13%. “Pendapatan jatuh karena sejumlah perusahaan besar mengurangi produksi mereka,” ungkap Marah.

Meluasnya epidemi ebola telah melumpuhkan perekonomian negara tersebut. Padahal, ekonomi Sierra Leone baru saja pulih setelah 12 perang saudara berakhir. International Monetary Fund (IMF) mengestimasi Sierra Leone membutuhkan setidaknya US$100 juta – US$130 juta untuk memperbaiki neraca pembayaran.

Sebelumnya, Food and Agriculture Organization (FAO) menyampaikan wabah tersebut telah merusak laha-lahan pertanian negara-negara Afrika Barat. FAO menyatakan membutuhkan dana US$70 juta untuk membantu pangan 1,3 juta masyarakat yang terlah terinfeksi ebola.

Akhir pekan lalu Afican Development Bank (AfDB) menyampaikan akan menyumbangkan US$150 juta untuk mengangkat keuangan publik negara-negara terjangkit ebola. AfDB mengestimasikan ekonomi Liberia, Guinea, dan Sierra Leone tertekan hingga 3,5% akibat wabah tersebut.

Sumber : Bisnis Indonesia, 15.09.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar