01 Oktober 2015

[011015.ID.BIZ] Jakpro Jadi Holding Company, Ini Ambisi Pemprov DKI

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalihan saham PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Pembangunan Jaya Ancol, dan PT JIEP kepada PT Jakarta Propertindo diharapkan mampu menjadikan perusahaan semakin semakin kuat dan komplit untuk bersaing dengan perusahaan besar lainnya.

Kepala Badan Pembinaan BUMD dan Penanaman Modal DKI Jakarta, Catur Laswanto mengatakan persaingan di dunia bisnis saat ini sedemikian kuatnya, sehingga kalau masih bertahan dalam bentuk perusahaan-perusahaan skala kecil, modal terbatas, dan keahlian yang kurang mencukupi, tentu akan kesulitan bersaing dengan perusahaan swasta besar yang sudah ada.

"Tapi kalau bergabung tentu akan menjadi semakin besar secara modal, SDM, dan kecakapan ditopang oleh orang-orang yang profesional dan kompeten di bidangnya, tidak seperti kondisi BUMD sebelumnya," tuturnya, Senin (28/9/2015).

Pihaknya mengakui bahwa pengelolaan BUMD sebelum-sebelumnya masih jauh dari harapan, baik dari sisi profesionalisme contohnya kerja sama dengan pihak swasta yang selalu lemah, lalu pengelolaan yang bermasalah lantaran good corporate governance pengurusnya tidak begitu bagus.

"Kemarin kan BUMD-BUMD dikelola oleh orang-orang yang kurang memiliki latar belakang bisnis, namun untuk yang baru-baru ini kan banyak dipimpin oleh orang orang yang secara track record berhasil di beberapa perusahaan sebelumnya dan pemilihan manajemen itu juga dijamin tidak ada interest politis tertentu," tuturnya.

Saat ini pihaknya sedang intensif melakukan pertemuan-pertemuan dengan SKPD terkait dan BUMD untuk kesiapan hal itu, pasalnya akan banyak hal yang harus diperiapkan guna mendorong segera terbentuknya holding company tersebut.

"Karena ini bukan persoalan sederhana, seperti kita lihat aspek legalnya yang harus didukung dengan perda, yang mana tentu ini bukan proses gampang, lalu belum lagi secara legal dalam hal yang berkaitan dengan kewajiban pada pihak ketiga, integrasi kelembagaannya, tentang business plan ke depan seperti apa, sumber daya manusianya," tuturnya.

Pihaknya berharap pada 2016 proses holding company tersebut sudah bisa terealisasi dengan baik.

"Kami kira 2016 sudah bisa terbentuk, akan tetapi kita harus ada komunikasi politik yang dibangun dengan baik, termasuk dengan dewan, karena menyangkut perubahan perda. Kalau dari sisi BUMD sudah clear dan mendukung," tuturnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 28.09.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar