28 Oktober 2015

[281015.ID.BIIZ] Pengusaha Logistik Tak Puas Program Tol Laut

JAKARTA. Para pengusaha logistik yang tergabung dalam Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mempertanyakan keseriusan pemerintah untuk membangun Tol Laut.

Zaldi I Masita, Ketua ALI mengatakan, selama setahun ini, asosiasinya tidak melihat keseriusan pemerintah dalam melaksanakan program tersebut.

Hal ini katanya, bisa dilihat dari tidak jelasnya pelaksanaan program tersebut.

"Yang ada cuma rencana awal," kata Zaldi kepada Kontan.

Selain itu, ketidakjelasan program tol laut kata Zaldi, bisa dilihat dari waktu bongkar muat barang dipelabuhan yang sampai saat ini masih lamban.

Presiden Joko Widodo saat dilantik menjadi presiden ke-7 setahun lalu menyatakan akan mengembalikan kejayaan Indonesia di sektor maritim.

Salah satu upaya yang akan dilakukannya untuk mewujudkan keinginan tersebut adalah dengan melaksanakan program tol laut.

Untuk melaksanakan program tersebut, pemerintah akan membangun dan mengembangkan 24 pelabuhan.

Pelabuhan tersebut antara lain; Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Batam, Padang, Pangkal Pinang, Panjang, Tanjung Priok dan Merauke.

Anggaran yang diperlukan untuk mewujudkan program tersebut mencapai Rp 700 triliun.

Zaldi mengatakan, walau rencana pengembangan dan pembangunan tersebut telah diungkap pemerintah samapai saat ini realisasinya masih jauh dari harapan.

"Rincian eksekusi tidak ada, dulu bilang bangun 24 pelabuhan, tapi sampai sekarang yang dibangun mana saja tidak jelas, yang dibangun tol melulu," katanya.

Sofyan Djalil, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional mengatakan, walau belum kelihatan hasilnya, program tol laut tetap dilaksanakan pemerintah.

Bambang Prihartono, Direktur Transportasi Badan Perencvanaan Pembangunan Nasional mengatakan, keseriusan pemerintah tersebut dilakukan dengan alokasi anggaran untuk program tersebut.

Khusus untuk tahun 2016 misalnya, RAPBN 2016 akan menggelontorkan anggaram Rp 34,3 triliun.

Anggaran tersebut naik berlipat- lipat jika dibandingkan dengan anggaran tol laut 2015 yang hanya mencapai Rp 100 miliar.


Sumber : Kontan, 28.10.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar