01 Februari 2016

[010216.ID.BIZ] Iran Ingin Buka Penerbangan Langsung ke Amerika


Teheran - Iran sedang merundingkan rencana untuk membuka kembali rute penerbangan langsung ke Amerika Serikat, yang terhenti sejak meletusnya Revolusi Islam pada 1979 ketika kekuasaan monarki dukungan Barat di negara itu runtuh.

"Organisasi Penerbangan Sipil Iran sedang melakukan pembicaraan tentang penerbangan langsung antara Iran dan AS," tulis kantor berita pemerintah IRNA, Minggu (31/1), mengutip kepala penerbangan Iran Farhad Parvaresh.

"Penerbangan setiap hari ke New York terjadi sebelum Revolusi Islam, dan diharapkan penerbangan itu dibuka lagi dalam waktu dekat ini."

500 Pesawat Baru
Iran akan membutuhkan ratusan pesawat baru dalam ambisinya untuk kembali bergabung dengan jaringan penerbangan global.

Sanksi internasional selama bertahun-tahun telah membuat para maskapai Iran bertahan hanya dengan pesawat-pesawat tua dan tidak aman digunakan. Setelah semua sanksi itu dicabut, Iran berencana melakukan pembelian besar-besaran di Boeing dan Airbus, kata Menteri Transportasi Iran Abbas Akhondi.

"Kami kira kami butuh sekitar 100 pesawat jarak pendek untuk penerbangan domestik, sedangkan untuk penerbangan internasional kami butuh sekitar 400 pesawat yang bisa menempuh jarak jauh dan menengah," kata Akhondi seperti dikutip CNN.

"Dalam lima sampai tujuh tahun lagi, Iran akan bersaing dengan semua maskapai besar regional."

Airbus dan Iran disebut telah meraih kesepakatan awal untuk pembelian 114 pesawat. Namun seorang juru bicara Airbus enggan mengkonfirmasi kabar tersebut.

"Kami tidak berkomentar atas semua pembicaraan kami dengan pelanggan atau calon pelanggan baru."

Presiden Hassan Rouhani berada di Eropa pekan ini, dan kesepakatan dengan Airbus bisa dikonfirmasi dalam kunjungannya ke Paris, hari Kamis nanti.

Maskapai Inggris, British Airways (BA), berpeluang menjadi salah satu maskapai negara-negara Barat pertama yang kembali terbang ke Iran.

"Kami sangat tertarik terbang ke Teheran dan berharap (rute) ini akan menjadi bagian dari jaringan BA dalam waktu dekat," kata Willie Walsh, chief executive officer (CEO) IAG yang merupakan perusahaan induk BA.

Sumber : BeritaSatu, 01.02.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar