06 Februari 2016

[060216.ID.BIZ] Semen Baturaja Meraup Proyek di Baturaja



JAKARTA. Proyek infrastruktur yang bergulir di Pulau Sumatera mendatangkan angin segar bagi produsen semen PT Semen Baturaja Tbk. Perusahaan pelat merah ini mulai meraup pesanan semen untuk proyek sarana transportasi serta proyek sarana olahraga Asia Games 2018.

Hanya saja, realisasi permintaan semen untuk proyek jalan tol Trans Sumatera untuk emiten berkode saham SMBR ini belum tercatat saat ini. Diproyeksi permintaan semen untuk jalan tol baru terealisasi semester II-2016.

"Sekarang kami baru memasok semen untuk proyek light rapid transit (LRT) Palembang," kata Zulfikri Subli, Sekretaris Perusahaan PT Semen Baturaja Tbk kepada KONTAN, Rabu (3/2).

Selain memasok beton untuk sarana transportasi, Semen Baturaja telah memasok beberapa proyek infrastruktur untuk Asia Games. Selain itu, Semen Baturaja akan memasok semen untuk proyek Jembatan Ampera, maskot Kota Palembang.

Untuk  mengansipasi lonjalan permintaan semen, manajemen Semen Baturaja menargetkan memproduksi 1,75 juta ton semen tahun ini. Sayang, Zulfikri belum bisa menghitung potensi penjualan dari masing-masing proyek. Selain itu, Semen Baturaja mempercayakan penjualan semen ke distributor.

Di atas kertas, pabrik Semen Baturaja memiliki kapasitas produksi terpasangnya hingga  2 juta ton per tahun, dengan catatan empat line produksi bisa jalan semuanya. Namun, dari kapasitas terpasang, manajemen Semen Baturaja hanya membidik produksi 1,75 ton saja.

Dari kapasitas produksi yang ada, kapasitas produksi semen paling besar ada di pabrik yang berlokasi di Baturaja dengan kapasitas 1,3 juta ton per tahun. Kemudian, pabrik di Palembang dan pabrik di Lampung masing-masing berkapasitas produksi 350.000 ton per tahun.

Kaji ekspansi ke Jambi

Untuk meningkatkan produksi, Semen Baturaja fokus menyelesaikan pembangunan pabrik Baturaja II. Pembangunan pabrik yang sudah dimulai sejak kuartal II-2015 lalu ini diperkirakan rampung semester II-2017. Saat pabrik baru beroperasi ada tambahan kapasitas 1,85 juta ton.

Artinya total kapasitas produksi Semen Baturaja naik jadi 3,85 juta ton per tahun. Namun, layaknya pabrik baru, pada tahun pertama beroperasi, produksi pabrik baru akan berada di bawah kapasitas produksi maksimal.

Untuk pabrik Baturaja II, Semen Baturaja merogoh investasi Rp 3,32 triliun. Sebagian dana atau Rp 2,4 triliun berasal dari belanja modal tahun 2016.

Tak hanya bersiap menambah kapasitas produksi, pabrik semen yang berpusat di Sumatera Selatan tersebut berniat merambah pasar baru. Zulfikri bilang, kemungkinan besar pasar yang akan mereka bidik adalah Jambi yang bersebelahan dengan Sumatera Selatan. "Ada rencana tetapi belum tahun ini," terangnya.

Zulfikri beralasan, tahun ini masih berkonsentrasi penuh untuk memasarkan produk di Palembang dan Baturaja. Sampai tahun 2017 nanti, konsentrasi Semen Baturaja memaksimalkan penjualan di dua kota tersebut.

Soal reputasi, Zulfikri mengklaim berhasil menjadi pemasok semen untuk proyek besar di Palembang dan Baturaja. Makanya, di tahun 2016 ini,  perseroan ini menargetkan bisa mencatatkan pendapatan Rp 1,7 triliun. Angka ini naik dari target tahun lalu yang hanya Rp 1,4 triliun saja. Adapun proyeksi laba sekitar Rp 408 miliar, naik 20% dari prognosa 2015 sebesar Rp 340 miliar.

Dalam hitungan Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Semen Baturaja bisa membukukan penjualan  Rp 1,46 triliun pada 2015 dengan perolehan laba Rp 443 miliar. Adapun proyeksi 2016 penjualan Rp 1,64 triliun dengan laba Rp 489 miliar.    

Sumber : Kontan, 04.02.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar