28 April 2016

[280416.ID.BIZ] Kereta Api di Papua Barat Akan Berkecepatan 250 Km/jam

Manokwari - Kereta api di Provinsi Papua Barat akan berkecepatan 250 kilometer per jam, kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwi Atmoko.

Selain itu, akan lebih kuat dalam mengangkut beban, sama seperti yang akan diterapkan di Sulawesi dan Kalimantan, katanya pada pertemuan dengan Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy serta Dinas Perhubungan setempat di Manokwari, Kamis (28/4).

Hermanto mengatakan, "Kecepatan kereta api yang akan dikembangkan di daerah tersebut jauh lebih tinggi dibanding yang saat ini beroperasi di Pulau Jawa dan Sumatera."

Dia menjelaskan, program perkeretaapian di Papua Baratt meliputi pengembangan jaringan, keamanan dan keselamatan, pengembangan sumber daya manusia, teknologi serta investasi.

Sluruh anggaran proyek ini ditanggung penuh pemerintah pusat melalui APBN. Target pembangunan tahap satu dan dua Papua Barat akan dilaksanakan pada tahun 2015 hingga 2019.

"Yang harus disiapkan pemerintah daerah antara lain, penyiapan lahan dan pelepasan hak ulayat, uji trase atau jalur, analisis dampak lingkungan, SDM, serta rekomendasi trase dari gubernur dan seluruh kepala daerah tingkat kabupaten/kota," ujarnya.

Dia mengungkapkan, panjang jalur yang harus diselesaikan Dirjen Perkeretaapian selama tahun 2015-2019 mencapai 3.258 km se-Indonesia.

Di Papua Barat pembangunan dibagi dalam tiga tahap, yakni trase Sorong Ayamaru, Manokwari Teluk Bintuni. Untuk jalur Teluk Bintuni-Ayamaru akan dilakukan belakangan, mengingat topografinya yang relatif sulit karena pegunungan.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan, panjang trase Manokwari-Sorong mencapai 390 km. Pihaknya berharap pemerintah daerah mengupayakan pembebasan lahan secepatnya agar tahun ini pembangunan bisa dimulai.

Wakil Gubernur Papua Barat dalam rapat tersebut mengatakan, akan segera duduk bersama dengan Badan Pertanahan Nasional dan masyarakat pemilik hak ulayat.

Pihaknya mengupayakan agar dokumen pelepasan adat serta sertifikat lahan jalur kereta api segera tuntas.

Menyangkut rekomendasi, menurutnya hal itu sudah tidak jadi masalah. Kapanpun dibutuhkan, rekomendasi siap dikeluarkan.

Sumber : BeritaSatu, 28.04.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar