08 Juli 2011

[080711.ID.AIR] Merpati Buka Lagi Rute Jakarta-Lampung

JAKARTA: PT Merpati Nusantara Airlines kembali membuka penerbangan perdana untuk rute Halim (Jakarta) menuju Tanjung Karang Lampung setelah sekian lama tidak diterbangi lagi. Pesawat yang digunakan yakni jenis MA-60  PK-MZD berkapasitas 56 penumpang.

Inaugurasi atau penerbangan perdana Merpati dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta ke Bandara Radin Intan 2 Lampung dilakukan pada Jumat pagi pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam peresmian Inaugurasi Dirut Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Wakil Dirut Merpati Adhi Gunawan, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay, Deputi Menneg BUMN Bidang Infrastruktur Sumaryanto Widayatin.

"Pada hari ini kita berkumpul untuk kembali menyaksikan Merpati terbang dari Bandara Halim ke Tanjung Karang, Lampung. Trimakasih kepada pemerintah untuk dukungannya bagi kami sehingga dapat terbangi lagi rute ini dalam rangka menumbuh kembangkan potensi perusahaan," kata Jhony saat meresmikan penerbangan perdana di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat pagi.

Jhony mengatakan dari 14 unit pesawat MA-60 yang saat ini dimiliki Merpati, dua diantaranya ditempatkan di Bandara Halim untuk melayani penerbangan komuter Halim-Tanjung Karang sebanyak tiga kali sehari. Selain itu juga melayani Halim-Bandara Husein Sastranegara Bandung sebanyak tiga kali sehari.

Pesawat MA-60 yang melayani Halim-Tanjung Karang ini juga akan berlanjut ke Palembang yakni melayani dari Bandara Radin Intan 2 Lampung menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2 sebanyak satu kali sehari. "Mudah-mudahan terbangnya Merpati dari Halim menjadi tonggak perusahaan untuk maju," tutur Jhony.

Sumaryanto mengatakan dengan diterbanginya kembali rute Halim-Tanjung Karang. Pengelolaan logistik udara akan diperbaiki, Merpati akan lebih aktif disini karena kemacetan Jakarta untuk jarak pendek, karena ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng butuh masa tempuh 2 jam lebih. Dengan lewat Halim untuk jalur pendek akan membantu.

"Jalur pendek ini akan mendorong logistik dan angkutan udara dalam negeri. Merpati sebagai perintis di Indonesia timur, sudah saatnya menjadi logistik line atau jalur logistik agar ada efisiensi intermoda. Saya melihat, logistik line ini lebih banyak dinikmati perusahaan bukan orang Indonesia, tetapi kita keliru kalau kita larang. Merpati yang baru di restruktrisasi perlu di dorong untuk semakin aktif," kata Sumaryanto.

Herry Bakti mengatakan ini penerbangan perdana kembali, dulu pernah tetapi sempat ditutup cukup lama dari Halim-Lampung-Palembang. "Saya senang dibuka lagi, saya harapkan Merpati bisa berkembang. Mereka baru ajukan kembali rute ini karena sudah sempat tidak aktif," kata dia.

Dia menambahkan selama ini rute besar memang sudah banyak yang melayani, karena memang sangat diperlukan. "Rute yang besar-besar memang perlu, Merpati bukan kurangi yang besar, tetapi perbanyak komuter yang kecil-kecil, kecil tetapi banyak," kata Herry.

Herry menambahkan dengan ditandatanganinya kerjasama antara PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Military, akan menambah pesawat jenis N 219 sekelas twin outer untuk rute pedalaman yang kehandalannya tidak diragukan lagi.

"Kesempatan seperti ini yang akan dikembangkan Merpati. Namun maskapai ini harus menjaga masalah safety, security dan services itu basisnya. Kalau itu terlambat, menjadi iklan yang buruk seperti kecelakaan MA 60 lalu, hal seperti itulah agar Merpati tetap menjaga security, safety, services untuk mengambil pasar yang sudah tumbuh," kata dia. (bsi)

Sumber : Bisnis Indonesia, 08.07.11.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar