18 April 2014

[180414.ID.LOG] LOGISTIC Performance Index: Peringkat Indonesia Naik 6 Tingkat

Bisnis.com, JAKARTA -- Peringkat Indonesia dalam laporan survei Logistics Performance Index (LPI) 2014 naik enam tingkat ke posisi 53, dari sebelumnya peringkat 59.

Meski demikian, laporan LPI yang telah tersebar itu masih belum mendapat konfirmasi resmi dari Bank Dunia, sebagai lembaga yang melakukan survei logistik tersebut sejak 2007 lalu.

Dalam laporan yang telah diunggah dari laman resmi Bank Dunia, Indonesia mendapat peringkat 53, dengan persentase rata-rata 66,7%.

Indonesia masih berada di kategori negara yang memiliki pendapatan menengah-bawah, bersama sesama negara Asean, Vietnam.

Pada laporan dwi tahunan itu, Indonesia berhasil meningkatkan skor rata-rata logistik dari 2,94 menjadi 3,08. Sementara pada survei LPI 2010, Indonesia hanya mencatatkan skor rata-rata 2,76.

Di lain pihak, peningkatan peringkat LPI itu masih dianggap kurang memuaskan oleh pelaku jasa logistik.
Menurut pelaku usaha, peningkatan peringkat itu tidak bisa dijadikan ukuran perbaikan kinerja logistik nasional, khususnya dibandingkan dengan negara-negara Asean.

Laporan tersebut menempatkan Singapura di peringkat 5, Malaysia peringkat 25, dan Thailand peringkat 35. Indonesia hanya berdekatan dengan Vietnam di peringkat 48.

"Kita hanya lebih baik dari Filipina, Myanmar dan Laos. Sebenarnya cukup memalukan untuk Indonesia sebagai negara terbesar di Asean," ujar Zaldy Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI).

Menurutnya, dari enam komponen yang diukur di dalam LPI, terdapat masalah paling besar yaitu sektor pelabuhan. "Karena komponencustominfrastructure dan international shipment berada di bawah rata-rata LPI Indonesia," tutur Zaldy.

Laporan berjudul Connecting to Compete 2014: Trade Logistics in the Global Economy, berdasar laman resmi Bank Dunia, telah memeringkat 160 negara.

Mereka mengukur dari berbagai dimensi perdagangan, termasukcustoms peformance, kualitas infrastruktur, dan waktu pengiriman barang.

Data diperoleh dari survei terhadap 1.000 orang profesional logistik."LPI mencoba menyoroti realitas yang kompleks dari rantai pasok," terang Jean Francois Arvis, Ekonom Senior bidang Transportasi dan Penggagas proyek LPI.

Untuk kategori penghasilan menengah, laporan ini menyebutkan telah terjadi perkembangan positif, seperti adanya kemajuan pasar logistik. Umumnya negara kategori ini, mempunyai spesialisasi fungsi, seperti transportasi, mitra pengiriman, dan pergudangan.

"Anda tidak dapat sekadar membangun infrastruktur tanpa membangun sistem pengelolaan, sebab sangat sulit dengan adanya banyak pihak berkepentingan," kata Arvis.

Sumber : Bisnis Indonesia, 01.04.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar