05 Mei 2014

[050514.ID.BIZ] Pertumbuhan Ekonomi: ASEAN Bakal Tercepat, Indonesia Ke-2


Bisnis.com,JAKARTA - Hasil studi global terhadap para pemimpin bisnis yang disusun oleh Nikkei Asian Review, mengungkapkan  48% dari pemimpin negara di kawasan Barat percaya  kawasan Asia Tenggara akan mengalami pertumbuhan ekonomi paling pesat dibanding kawasan lainnya dalam beberapa tahun mendatang.

Para pemimpin bisnis dunia juga menyadari pentingnya kawasan Asia. Dari 10 negara yang diyakini para pemimpin bisnis global akan meningkat pengaruhnya terhadap ekonomi global di masa datang, 5 di antaranya berasal dari Asia, yakni Tiongkok, India, Jepang, Hongkong dan Singapura. Sementara, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara kedua, setelah Singapura.

Pertumbuhan Ekonomi negara Asean+6 (2014-2018)
Negara                 Pertumbuhan
1. Indonesia       6%
2.Filipina             5,8%
3. Malaysia         5,1%
4. Thailand         4,9%
5. Singapura      3,3%
Sumber: OECD

Namun demikian, survei tersebut memperlihatkan pula bahwa 63% dari pemimpin bisnis di negara Barat percaya bahwa mereka kurang memiliki informasi yang dibutuhkan agar dapat memanfaatkan peluang bisnis di Asia.
Di sisi lain, 57% pemimpin di negara Barat berpendapat bahwa pengusaha lokal lebih mampu mengembangkan bisnisnya di negaranya sendiri.

Di samping itu, 50% dari pemimpin di negara Barat yakin tentang sulitnya mempekerjakan orang yang tepat untuk ditempatkan di pasar Asia. Ini menunjukkan bahwa dunia usaha tidak dapat menemukan pekerja dengan talenta tertentu yang cocok untuk bekerja di kawasan Asia. 

Hasil tersebut menunjukkan bahwa para pemimpin mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat dengan berbekal sumber informasi yang dipercaya. Mereka tidak dapat secara efisien mengakses pengetahuan setempat dan membangun koneksi lokal. 

Survei ini dilakukan Nikkei Asian Review bekerja sama dengan Edelman Berland, sebuah firma global di bidang penelitian pasar dengan layanan menyeluruh. Edelman Berland mewawancarai 1.000 pemimpin bisnis global melalui survei kuantitatif online.


Sumber : Bisnis Indonesia, 04.05.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar